Minggu, 11 Desember 2016

BENARKAH YAHWEH TAK PERLU API?

Informasi terakhir yang saya terima mengabarkan kalau YAHWEH tak perlu api untuk membinasakan orang berdosa. Itu sebabnya pemerintah akan mengurangi impor api dari langit diganti dengan hembusan nafas mulut YESHUA. Kabarnya sih, begitu.

2Tes. 2:8pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

Mungkin desas-desus itu benar jika dimaksudkan untuk membunuh. Tapi bagaimana jika maksudnya membalas dendam, menghukum, dan menyiksa? Penasehat hukumnya menjawab: "YAHWEH itu kasih. Jadi, nggak mungkinlah itu." Tapi yang tertulis di Al Kitab seperti itu bunyinya, sedangkan kata-kata: "nggak mungkinlah itu" nggak ada di Al Kitab. Masak saya harus mempercayai perkataan anda? Masak anda tidak mempercayai yang ada tertulis?

Kalau anda mengatakan YAHWEH itu kasih, berarti anda seperti Buni Yani yang memenggal perkataan Ahok di Kepulauan Seribu. Sebab perkataan yang selengkapnya sebagaimana rekaman video nabi Musa adalah seperti ini;

Keluaran
34:6Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
34:7yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

Ada bagian kalimat yang telah anda potong dalam menerangkan tentang Diri YAHWEH, yaitu: "tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

Bahkan Teman Ahok mempunyai bukti yang lainnya, bahwa YAHWEH itu Pembalas;

Yes. 65:6Sesungguhnya, telah ada tertulis di hadapan-Ku: Aku tidak akan tinggal diam, malah Aku akan mengadakan pembalasan, ya, pembalasan terhadap diri mereka,

Al Kitab berkata ada pembalasan, anda berkata: "nggak mungkinlah itu." Jadi, mana yang harus saya percayai?

Tahukah anda bahwa KPK saat ini sedang menyelidiki melambungnya anggaran untuk pengadaan api neraka? Sebab Al Kitab memerincikan tentang sejumlah nabi-nabi YAHWEH yang dibunuh, disiksa, dipenggal kepalanya, digergaji, dimangsakan binatang buas, dibakar, digantung, bahkan ANAK YAHWEH sendiri disalibkan. Setidaknya tercatat ada 50 juta orang mati syahid dalam rangka menyelamatkan dunia dari api neraka.

Kornelius, seorang yang suka berderma sampai dipanggil supaya masuk Kristen. Sebab dermanya masih dianggap kurang jika belum menjadi orang Kristen. ELOHIM YAHWEH tak menghendaki orang sebaik itu binasa dimakan api neraka. Dan semua orang Kristen dikerahkan supaya memberitakan Injil keselamatan ke seluruh dunia. Apa sebab?

Maleakhi
4:1Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
4:2Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
4:3Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.
4:4Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
4:5Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
4:6Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Yeh. 7:4Aku tidak akan merasa sayang kepadamu dan tidak akan kenal belas kasihan, tetapi Aku akan membalaskan kepadamu selaras dengan tingkah lakumu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu. Maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.

Kalau kamu mau tahu siapakah YAHWEH, YAHWEH itu Pembalas dendam yang tak berbelas kasihan. Jika kamu mengatakan YAHWEH itu kasih, maka kamu baru mengenal sebagian dari DIA. Tapi orang yang benar-benar mengenal DIA, sungguh-sungguh kenal, maka dia akan  mengenal YAHWEH sebagai ELOHIM yang Pengasih dan sekaligus Pembalas dendam.

DIA memiliki kasih, tapi sekaligus juga kebencian;

Maleakhi
1:2"Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,
1:3tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Kasih dan kebencian itu dibuatkan jalan sendiri-sendiri supaya menjadi bahan pilihan kita;

Ulangan 30:15Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

Tak lama kemudian sepupunya berkata bahwa Yesus akan datang ke dunia untuk mendirikan Kerajaan Sorga;

Mat. 6:10datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Karena saya tahu sedang menghadapi "orang aneh", maka saya tanyakan: "Apakah YESHUA akan datang?" Dia jawab: "Iya." Saya tanya kembali: "Datang ke mana? Posisinya di mana?" Dijawabnya karena Yesus itu roh maka dari sorga dia bisa datang ke mana saja yang dikehendakinya. Lagi-lagi jawabannya bukan dari Al Kitab tapi dari rekaan hatinya sendiri. Saya tunjukkan ayat ini:

1Tes. 4:17sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Maksud saya, kalau DIA di angkasa, tidak turun ke dunia, bagaimana DIA hendak mendirikan Kerajaan di dunia ini? Sebab Al Kitab menerangkan bahwa Kerajaan itu akan diturunkan ke Bumi yang baru, setelah Bumi yang lama dimusnahkan dengan api. Maka lagi-lagi orang India itu menyangkali Al Kitab: "Chaiyya Chaiyya" katanya. Artinya: "Angkasa itu bukan angkasa harafiah. Itu hanya kiasan saja."

Hah?! Di mana ayatnya: "Angkasa itu bukan angkasa harafiah. Itu hanya kiasan saja." Maka saya tunjukkan seabreg ayat;

Dan. 7:13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

Mat. 24:30Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Mat. 26:64Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."

Why. 1:7Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

Di Al Kitab memang banyak kata-kata kiasan. Tapi semua kiasan dibuatkan keterangannya sebagai kunci untuk membuka nubuatan-nubuatan sehingga kita tidak perlu mereka-reka dan membuat tafsiran-tafsiran sendiri. Itulah sebabnya saya katakan bahwa Al Kitab itu bisa menerangkan dirinya sendiri. Kita tak perlu intervensi Al Kitab, sehingga malah membuat kekacauan. Misalkan:

>> Tentang tanduk;

Dan. 7:24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu.

>> Tentang binatang;

Dan. 7:17Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;

>> Tentang naga;

Why. 12:9Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan,

>> Tentang air yang banyak;

Why. 17:15Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

>> Tentang gantang;

Zakharia
5:6Lalu tanyaku: "Apa itu?" Jawabnya: "Yang muncul itu sebuah gantang!" Lagi katanya: "Inilah kejahatan mereka di seluruh negeri!"

Jadi, semua yang kiasan atau lambang pasti ada keterangannya, sehingga yang tidak berketerangan merupakan informasi yang harafiah, yang akan terjadi sebagaimana yang ada tertulis. Pedomannya adalah apa yang tidak bisa atau tidak mungkin direalisasikan atau yang kedengaran konyol, itu pasti lambang. Dan di kitab Wahyu ada banyak sekali cerita-cerita lambang itu, tapi tidak semuanya.

Contohnya;

Wahyu 14:6Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,

Pertanyaannya: Ngapain Injil diberitakan di atas langit? Bagaimana orang membacanya? Apakah malaikat itu akan berteriak-teriak dengan speaker TOA kayak di mesjid-mesjid? Nah, karena nggak masuk akal kalau itu harafiah, maka di zaman satelit sekarang ini bisa kita mengerti tentang penginjilan melalui internet, sebagaimana di dukung juga dengan ayat ini;

Matius 10:27Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

Memberitakan Injil dari atas atap rumah? Apa bukan maling yang naik-naik atap rumah orang? Tapi nyatanya melalui internet, tulisan saya bisa masuk ke kamar-kamar rumah orang. Ada yang membaca laptop di lantai, ada yang membacanya di ruang tamu, dan ada pula yang membacanya di kamar tidurnya.

Nah, kalau api dan belerang itu lambang dari apa? Di mana keterangan Al Kitabnya bahwa itu lambang? Mereka menyodorkan ayat ini:

Wahyu 20:14Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

"Kematian yang kedua: lautan api." Maksud mereka, lautan api itu melambangkan kematian yang kedua. Mengapa membacanya begitu, jika tentang lautan api itu ada asal-usulnya, bahwa api itu diturunkan YAHWEH dari sorga untuk tujuan menyiksa orang-orang berdosa siang dan malam. Lautan api itu merupakan lambang jika tidak ada kronologis dan tujuannya. Misalnya: tiba-tiba rasul Yohanes mendapat penglihatan ada lautan api, maka timbullah pertanyaan: "Apa maksudnya penglihatan itu?" Sehingga kata-kata: "kematian yang kedua: lautan api" bisa diartikan sebagai lambang. Tapi kalau berdasarkan kronologis dan tujuannya, harusnya itu kita baca: "Kematian yang kedua adalah dengan menggunakan lautan api."

Why. 14:11Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."

Keponakannya yang masih Taman Kanak Kanak itu bertanya: "Kalau begitu terangkan bagaimana kedatangan Yesus." Bagaimana saya akan menerangkan? Memangnya saya siapa? Apakah saya ROH KUDUS? Anda salah kalau meminta saya menerangkan tentang isi Al Kitab. Saya tak berani menerangkan Al Kitab. Tapi jika anda meminta saya menunjukkan ayat-ayat perihal kedatangan YESHUA ha MASHIA, saya bisa. Saya hanya menunjukkan ayatnya, bukan yang menuliskan ayat itu.

Kisah 1:11dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

YESHUA akan datang dengan cara yang sama seperti DIA naik ke sorga. Artinya, kalau DIA naik ke sorga itu dari bawah ke atas, maka DIA akan turun dari atas ke bawah. Dengan demikian kita menolak berita-berita dan kesaksian-kesaksian penampakan Yesus, yang muncul secara tiba-tiba, tidak dari atas ke bawah;

Matius
24:26Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.
24:27Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

Dan sebagaimana DIA naik bisa dilihat dengan nyata, bukan samar-samar atau bayangan-bayangan atau penampakan-penampakan, maka ketika DIA turunpun akan terlihat secara nyata;

Wahyu 1:7Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

Mat. 16:27Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

KedatanganNYA akan diiringi dengan malaikat-malaikatNYA, tidak sendirian. Demikianlah Firman TUHAN.

Hasil gambar untuk gambar korek api

Tidak ada komentar: