Jumat, 02 Desember 2016

HIKMAT - PENGETAHUAN - KEGELAPAN

Apakah hikmat? Hikmat adalah jalan pikiran ELOHIM YAHWEH yang dipraktekkan oleh YESHUA ha MASHIA dan diajarkan oleh ROH KUDUS. Jadi, hikmat itu hanya milik Kristen.

Apakah pengetahuan? Pengetahuan adalah jalan pikiran manusia yang dipraktekkan oleh manusia dan diajarkan melalui sekolahan. Pengetahuan berbicara tentang keduniawian yang dikuasai oleh pemerintahan.

Apakah kegelapan? Kegelapan adalah jalan pikiran setan yang dikendalikan oleh Lusifer[kepala setan] dan diajarkan oleh setan-setan dan nabi-nabi palsu. Kegelapan berbicara tentang perlawanan terhadap Hukum ELOHIM YAHWEH.

Seseorang berkata: "Iman tanpa pikiran adalah kengawuran." Benar! Iman memang membutuhkan pertimbangan akal sehat, supaya tidak nabrak ke patung-patung dijadikan tuhan. Itulah sebabnya TUHAN melengkapi manusia dengan otak, supaya manusia menggunakan pikirannya untuk menerima TUHAN dan menolak setan. Tapi otak yang tidak diperlengkapi dengan hikmat ROH KUDUS, akan disalahgunakan untuk mendirikan "menara Babel", yaitu kekuatan yang berorientasi pada diri sendiri.

Orang berhikmat menggunakan kekuatan TUHAN untuk mengatasi dunia, orang kegelapan menggunakan kekuatan setan untuk mengatasi dunia, sedangkan orang berpengetahuan menggunakan kekuatannya sendiri untuk mengatasi dunia.

Bangsa Israel di zaman dulu berperang dengan tangan kosong. Tapi bangsa Israel zaman sekarang berperang dengan persenjataan canggih hasil karya pikirannya, bukan menggunakan kuasa ELOHIM YAHWEH seperti dahulu kala. Sementara itu orang-orang kegelapan menggunakan ilmu santet, jimat-jimat, pusaka-pusaka, dan mantera-mantera. Bukankah nenek moyang kita di zaman peperangan melawan penjajah menggunakan keris-keris? Bahkan konon sang proklamator kita: Soekarno, mempunyai ilmu menghilang.

Orang berhikmat ketika berdagang meminta rejeki kepada TUHAN, orang berpengetahuan berdagang dengan ilmu dagang, sedangkan orang kegelapan berdagang dengan bantuan perdukunan. Orang berhikmat ketika menghadapi masalah akan introspeksi diri akan dosa-dosanya, orang berpengetahuan mengatasi masalahnya dengan buku-buku ilmiah, sedangkan orang kegelapan mengatasinya dengan nasehat dukun-dukun. Orang berhikmat kalau sakit berdoa kepada TUHAN, orang berpengetahuan akan ke dokter, sedangkan orang kegelapan akan ke dukun-dukun.

Bangsa Israel dan para nabi hidup di padang gurun dan di masa kelaparan, tapi mereka mendapatkan pemeliharaan TUHAN secara ajaib. Tapi orang-orang zaman sekarang berusaha mengamankan makanannya dari riset-riset ilmu pertanian.

Hikmat berbicara tentang kebenaran, pengetahuan berbicara tentang kebaikan, sedangkan kegelapan berbicara tentang kejahatan. 

Kebenaran berkata: kenalilah TUHAN maka segala persoalanmu menjadi selesai. Pengetahuan berkata: ikuti hukum-hukum maka hidupmu akan aman. Tapi kegelapan berkata: lakukan apa saja yang penting tujuanmu tercapai. Kebenaran itu memberi, pengetahuan itu menuntut hak, sedangkan kegelapan itu merampas hak orang lain. Kebenaran itu mengampuni kesalahan, pengetahuan itu membalas kesalahan, sedangkan kegelapan itu pembikin kesalahan. Kebenaran menuntut iman, pengetahuan menuntut perbuatan baik, sedangkan kegelapan menuntut perbuatan jahat.

Kemarin saya mengatakan bahwa ELOHIM YAHWEH itu tidak adil dan kita bersyukur atas ketidakadilanNYA. Sebab kalau ELOHIM YAHWEH adil, DIA akan menegakkan hukum dan menghilangkan kasihNYA, maka kita semua akan musnah menjadi bahan bakar neraka. Tapi oleh kasihNYA, ELOHIM YAHWEH menyediakan pengampunan dosa. Dan itu adalah kebenaranNYA, sebagaimana kata Alkitab;

Roma 3:4Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi."

Kalau kita menghakimi ELOHIM YAHWEH: "Mengapa orang jelas-jelas berdosa, tidak ENGKAU hukum? Di mana keadilanMU?" Kita akan mendapati bahwa justru di konsep kasih itulah keadilan ELOHIM YAHWEH. Sebab bagaimana mungkin manusia berdosa dituntut kebaikan? Itu tidak mungkin! Itu sama seperti kamu memintai uang orang miskin. Nggak mungkin dia punya uang.

Yer. 13:23Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

Karena tidak mungkin tanaman tomat menghasilkan semangka, maka ELOHIM YAHWEH mengenakan jalan pintas: iman. ELOHIM YAHWEH berkata: "Kamu nggak punya perbuatan baik? Ya, sudahlah, tapi kamu harus memiliki iman kepadaKU." Maka kitapun menjawab: "Iman kepadaMU? Gampang sekali itu! Negara Indonesia dengan Pancasilanya bisa membuat orang Islam, Hindu, Buddha dan Khong Hu Chu, percaya padaMU."

Tapi ELOHIM YAHWEH menjawab: "Kamu pikir semudah itu untuk mendapatkan piala atau undian berhadiah? Tidak! AKU akan merancang jalan lain, yaitu jalan yang tidak kamu pikirkan, supaya KerajaanKU tidak diisi oleh orang-orang sembarangan, melainkan oleh orang-orang yang berkwalitas. Bukankah kamu meletakkan kepercayaanmu itu pada orang-orang besar? Nah, AKU akan membuat iman itu ditujukan kepada Seorang yang miskin, Orang biasa, yaitu YESHUA ha MASHIA."

Hab. 1:5Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.

1Ptr. 2:6Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Orang Islam saja menjadi silau oleh kitab sucinya sendiri. Mereka tidak sanggup mempercayai apa yang tertulis di kitab suci mereka sendiri, bahwa ISA itu JURUSELAMAT, Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat, Seorang yang diharapkan oleh Muhammad sebagai rahmat dari Awloh;

HR.Bukhari No:4104: Aisyah pernah berkata; Saya teringat ucapan yang pernah beliau sampaikan kepada kami ketika beliau masih sehat; Itulah kata-kata terakhir yang pernah beliau ucapkan, yaitu: 'Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku Yang Maha Tinggi.'

Muhammad meminta kepada Awloh untuk dipertemukan dengan kekasihnya Yang Maha Tinggi." Jelas bahwa "Yang Maha Tinggi" itu bukan Awloh, sebab Muhammad memintanya kepada Awloh. Masak kepada Awloh, Muhammad meminta Awloh? Tentu merupakan bahasa yang kacau, kecuali kalimatnya: "Ya Awloh, pertemukan aku dengan DiriMU." Nah, jika tidak mau disebut bahasa yang kacau, anda harus bisa menunjukkan siapa yang dimaksud sebagai kekasih Muhammad yang setara Awloh itu?

QS. 70:40    Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Yang diajak bersumpah oleh Awloh adalah TUHAN. Pasti TUHAN itulah yang dimaksud oleh Muhammad sebagai kekasihnya. Tapi siapakah DIA?

Hadits Shahih Bukhari 1501"Saya lebih dekat dengan Isa anak Maryam didunia dan diakhirat".

Nah, dengan demikian maka kalimat di HR.Bukhari No:4104 itu bukan kalimat yang kacau, justru kalimat yang mengandung kebenaran.

Tidak ada komentar: