Rabu, 21 Desember 2016

PELAJARAN MEMBACA NUBUATAN - 10

Dunia memang diserahkan ke dalam kekuasaan manusia, dan manusia diijinkan untuk memamerkan keperkasaannya, baik di bidang politik, ekonomi, teknologi, kedokteran, militer, dan lain-lainnya;

Kejadian 11:6dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

"Mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana." Tapi bukan berarti itu suatu kebenaran, justru di bidang kejahatan dan dosa. ELOHIM YAHWEH biarkan manusia mencapai maksimal dari segala maksud-maksudnya. Baru setelah mencapai puncak kejayaannya, ELOHIM YAHWEH akan menghadapinya dan menaklukkannya, supaya manusia itu mengerti dan menyadari bahwa segagah-gagahnya dia hanyalah debu bagi ELOHIM YAHWEH.

Perserikatan Bangsa Bangsa didirikan dengan tujuan perdamaian dunia, tapi nyatanya peperangan justru semakin meningkat. Agama-agama dikembangkan, tapi nyatanya manusia semakin jahat dan semakin binatang. Ilmu kedokteran menjulang tinggi ke langit, tapi nyatanya penyakit-penyakit baru semakin ganas. Segala usaha manusia di kolong langit ini seperti usaha menjaring angin.

Pkh. 1:14Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Babel dibesarkan, setelah besar dihancurkan ganti Persia. Persia dibesarkan, setelah besar dihancurkan ganti Yunani. Yunani dibesarkan, setelah besar dihancurkan diganti dengan Romawi. Romawi dibesarkan, setelah besar dipecah menjadi 10 kerajaan. Tanduk kecil Vatikan dimunculkan, dan kepadanya diberikan jangka waktu selama 1.260 tahun. Namun selama kurun 1.260 tahun itu bukannya tanpa gejolak, Justru di zaman itulah puncak-puncaknya gejolak dunia di berbagai bidang.

Tahun 538 Vatikan mulai kuat, tahun 570 Muhammad dilahirkan dan tahun 610 mulai merintis berdirinya agama Islam. Ketika Vatikan meneriakkan: "Tuhan itu tiga", di negeri Arab, seorang laki-laki yang beristri banyak meneriakkan: "Istriku banyak, tapi tuhan itu mahaesa." Di saat bangsa Yahudi berada dalam genggaman tangannya, sepupunya, bangsa Arab muncul menantang. Dan jika Vatikan disebut kerajaan setan, Islam disebut sebagai kerajaan maut, sebagaimana disebutkan dalam pembukaan meterai yang keempat;

Wahyu 6:7

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
6:8Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

Mengapa Muhammad harus disebut nabi Maut? Sebab dia mengklaim dirinya sebagai nabi yang seperti nabi Musa. Tak ada nabi agama-agama lain yang mengklaim dirinya sebagai utusan ELOHIM YAHWEH, yang seperti nabi Musa, selain dari YESHUA ha MASHIA dan Muhammad; paus Vatikan, tidak!

Ulangan 18:15Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Dan Firman itu menyebutkan tanda-tandanya;

Ulangan 18:20Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.

Fakta membuktikan bahwa yang mati adalah Muhammad, sedangkan YESHUA tidak mati. Karena nabinya mati, maka sekalian umatnya yang disebut sebagai suatu kerajaan, kerajaan agama Islam adalah kerajaan maut. Agama yang tidak membawa pada hidup tapi pada siksa kubur dan neraka.

Sejarah mencatat sejumlah peperangan antara pasukan Muhammad melawan kerajaan Romawi;



Perang Mu’tah – 3000 Pasukan Muslim Melawan 200.000 Pasukan Romawi:
PERTEMPURAN paling heroik dan dahsyat yang dialami umat Islam di era awal perkembangan Islam adalah saat mereka yang hanya berkekuatan 3000 orang melawan pasukan terkuat di muka bumi saat itu, pasukan romawi dengan kaisarnya Heraclius yang membawa pasukan sebanyak 200.000 orang. Pasukan super besar tersebut merupakan pasukan aliansi antara kaum Nashara Romawi dan Nashara Arab sekitar dataran Syam, jajahan Romawi. Perang terjadi di daerah Mu’tah –sehingga sejarawan menyebutnya perang Mu’tah  (sekitar Yordania sekarang), pada tanggal 5 Jumadil Awal tahun 8 H atau tahun 629 M.




Perang Yarmuk – Takluknya Kerajaan Romawi dibawah Pasukan Islam:
Kisah ini adalah perang Yarmuk, perang yang terjadi antara kaum muslimin melawan pasukan Romawi (Byzantium), negara super power saat itu, berlangsung pada tahun 13 H / 634 M.

Pasukan Romawi memiliki peralatan perang yang lengkap dan tentara yang sangat banyak jumlahnya dibandingkan pasukan kaum muslimin. Pasukan Romawi berjumlah sekitar 240.000 orang sedangkan pasukan kaum muslimin hanya berjumlah 45.000 orang menurut sumber islam atau 100.000 – 400.000 orang untuk pasukan romawi dan 24.000 – 40.000 orang pasukan muslim menurut sumber Wikipedia

Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena perang ini menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.


Apa yang terjadi di zaman kekuasaan Vatikan itu lebih dijelaskan dalam surat kepada jemaat Tiatira;

Wahyu 2:18

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
2:19Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
2:20Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
2:21Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.
2:22Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.
2:23Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.
2:24Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.
2:25Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.
2:26Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;
2:27dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk--sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku--
2:28dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.
2:29Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Paus Vatikan digambarkan seperti ratu Izebel, istri raja Ahab di zaman nabi Elia yang menyesatkan bangsa Israel.

PENYAKIT MEMATIKAN:



Dianggap sebagai penyakit pandemik paling mematikan pertama yang pernah tercatat dalam sejarah manusia. Wabah Justinian atau Plague of Justinian merupakan penyakit mematikan yang muncul di era kekaisaran Bizantium sekitar tahun 541. Nama dari wabah ini berasal dari Kaisar Roma Timur pada saat itu yaitu Justinian I. Ia adalah Kaisar yang berkuasa pada saat pandemik ini terjadi pertama kali, dan walaupun ia juga terkena penyakit ini namun ia berhasil hidup dari wabah mematikan Justinian.

Walaupun tidak diketahui secara pasti berapa jumlah korban yang menderita penyakit ini, namun diperkirakan sebanyak 100 juta orang di seluruh dunia dengan rata-rata 5.000 orang per hari selalu meninggal karena penyakit ini.




Maut Hitam, disebut juga Wabah Hitam atau Black Death, adalah suatu pandemi hebat yang pertama kali melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14 (1347 – 1351) dan membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi pula epidemi pada sebagian besar Asia dan Timur Tengah, yang menunjukkan bahwa peristiwa di Eropa sebenarnya merupakan bagian dari pandemi multi-regional. Jika termasuk Timur Tengah, India, dan Tiongkok, Maut Hitam telah merenggut sedikitnya 75 juta nyawa. Penyakit yang sama diduga kembali melanda Eropa pada setiap generasi dengan perbedaan intensitas dan tingkat fatalitas yang berbeda hingga dasawarsa 1700-an. Beberapa wabah penting yang muncul kemudian antara lain Wabah Italia (1629 – 1631), Wabah Besar London (1665 – 1666), Wabah Besar Wina (1679), Wabah Besar Marseille (1720 – 1722), serta wabah pada tahun 1771 di Moskwa. Penyakit ini berhasil dimusnahkan di Eropa pada awal abad ke-19, tetapi masih berlanjut pada bagian lain dunia (Afrika Tengah dan Oriental, Madagaskar, Asia, beberapa bagian Amerika Selatan).

Maut Hitam menimbulkan akibat drastis terhadap populasi Eropa, serta mengubah struktur sosial Eropa. Wabah ini mengakibatkan perburuan dan pembunuhan terhadap kaum minoritas seperti Yahudi, pendatang, pengemis, serta penderita lepra. Ketidakpastian untuk tetap bertahan hidup menciptakan suatu kecenderungan yang tak sehat pada masyarakat untuk hidup hanya untuk hari ini, seperti digambarkan oleh Giovanni Boccaccio pada The Decameron (1353).




Wabah Italia tahun 1629–31 merupakan serangkaian serangan wabah bubonik yang terjadi antara tahun 1629 hingga 1631 di Italia utara. Epidemi ini seringkali disebut sebagai Great Plague of Milan atau Wabah Besar Milan, yang merenggut nyawa sekitar 280.000 jiwa, dengan tingkat kematian tertinggi di Lombardia dan Veneto.




Wabah Besar London (1665-1666) adalah wabah penyakit di Kerajaan Inggris (sekarang Britania Raya) yang membunuh sekitar 100.000 orang, atau 20 persen penduduk London.[1]. Penyakit yang berjangkit diidentifikasi sebagai penyakit pes, yaitu infeksi oleh bakteri Yersinia pestis, yang ditularkan melalui kutu. Penyakit ini telah datang di Eropa 300 tahun sebelumnya dan dikenal sebagai "Maut Hitam" dan kembali tiap 10 tahun. Wabah Besar London merupakan wabah besar terakhir.[2] Epidemi tahun 1665-1666 berskala jauh lebih kecil dibandingkan pandemi Maut Hitam sebelumnya, yang terjadi antara 1347-1353 di Eropa.[3] Wabah tahun 1665 hanya dikenang sebagai "wabah besar" karena merupakan salah satu wabah terakhir di Ingggris.




Wabah Besar Wina terjadi pada tahun 1679 di Wina, Austria. Dari deskripi saat itu, dipercaya bahwa wabah ini merupakan wabah bubonik, yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, yang dibawa oleh lalat yang terasosiasi dengan tikus dan hewan pengerat lainnya. Pada saat itu, kota dilumpuhkan oleh epidemi, yang terjadi berulang-kali hingga awal 1680an, mengakibatkan hilangnya nyawa 76.000 penduduk.




Sebuah ordo religius yang beroprasi di Wina, bernama Persaudaraan Trinitas Suci (Holy Trinity), menciptakan rumah sakit ketika epidemi tahun 1679 terjadi. Perawatan mendasar ditawarkan di rumah sakit, tetapi secara umum hal tersebut merupakan kemajuan yang pesat jika dibandingkan dengan layanan kesehatan publik lainnya. Mayat korban wabah dibawa dengan menggunakan kereta menuju pinggir kota dan diletakkan di lubang-lubang besar terbuka untuk dibakar. Walaupun demikian, luban tersebut tidak ditutup selama beberapa hari hingga penuh, sehingga populasi tikus dapat terinfeksi.


>> Di situ disebutkan keterlibatan ordo Persaudaraan Trinitas Suci, merupakan perbandingan dengan pernyataan Diri ELOHIM YESHUA kepada jemaat di Tiatira;

Wahyu 2:18

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah,

ANAK YAHWEH, bukan Allah Trinitas!



Wabah Besar Marseille merupakan salah satu wabah bubonik terakhir yang signifikan di Eropa. Wabah ini datang ke Marseille, Prancis pada tahun 1720, dan membunuh 100.000 orang di dalam kota dan sekitarnya.[1] Bagaimanapun, Marseille dapat pulih dengan cepat dari wabah tersebut.Aktivitas perekonomian hanya membutuhkan beberapa tahun untuk kembali seperti semula, terutama ketika perdagangan telah berkembang menuju Hindia Barat dan Amerika Latin. Pada tahun 1765, jumlah populasi telah kembali seperti pada tahun 1720.



Tahun 1771  Wabah pes di Moskwa, Rusia dengan korban 57.000 jiwa.




Ketika era politik dan perang revolusioner sedang terjadi di pesisir timur, sebuah penyakit yang dinamai The Great Smallpox atau singkatnya Cacar tengah menyerang seluruh benua Amerika Sebelah Utara, tepatnya pada tahun 1775 sampai dengan tahun 1782. Karena terjadinya perang Amerika maka tidak banyak yang diketahui mengenai wabah penyakit mematikan satu ini, namun yang diketahui adalah setidaknya hingga abad ke-20 setidaknya penyakit Cacar ini telah merenggut 300 Juta Korban Jiwa.


PEPERANGAN ROMAWI:



Sejarah Perang Salib dimulai pada tahun 1095 yang melibatkan pasukan gereja yang disebut crusader melawan pasukan Muslim hampir di seluruh bagian benua Eropa. Perang Salib merupakan sebuah gerakan militer dari gereja Katolik Romawi dengan tujuan merebut kembali akses bagi masyarakat kristen akan tanah suci di Jerusalem yang dimulai pada sekitar tahun 1905 oleh Paus Urban II. Setelah Perang Salib Pertama, terjadi perselisihan selama 200 tahun untuk menentukan siapa yang berhak menduduki tanah suci, dengan 6 Perang Salib besar dan beberapa Perang Salib kecil. Pada tahun 1291, konflik ini berakhir dengan runtuhnya benteng milik pasukan Kristen di Acre dan setelahnya, pasukan Katolik Eropa tidak lagi melakukan serangan ke arah timur. Beberapa sejarawan menganggap bahwa Perang Salib merupakan sebuah perang bertahan dari sisi Gereja ketika menghadapi pendudukan oleh Islam, beberapa menganggapnya sebagai konflik lainnya yang terjadi di garis depan Eropa, dan yang lainnya melihat hal ini sebagai sebuah ekspansi agresif dan percaya diri yang dilakukan oleh Kekristenan Barat.


Hasil gambar untuk gambar maut hitam

Tidak ada komentar: