Jumat, 30 Desember 2016

PELAJARAN MEMBACA NUBUATAN - 19

Peniupan sangkakala kelima dan keenam:

Kelihatannya komposisinya sekarang dibalik, jika semula Wahyu 16 untuk masa 1833-1844, sedangkan Wahyu 8 untuk hari kiamat, kini Wahyu 16 lebih cocok untuk hari kiamat sedangkan Wahyu 8, sekarang Wahyu 9, untuk masa 1833-1844 Tarikh Masehi.






1.      Apa yang terjadi ketika sangkakala kelima ditiup?

“Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah BINTANG yang
jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci LOBANG JURANG MAUT.” – Wahyu 9:1.

Orang-orang Muslimin percaya pada para Nabi Israel [The family of Imran] dan pada YESUS sebagai nabi ALLAH yang terbesar dan terakhir sebelum datangnya Muhammad utusan itu. Pertengkaran orang-orang Islam bukan dengan nabi YESUS tetapi dengan agama Kristen, agama resmi di Rum [Roma], yaitu Byzantine atau Kerajaan Roma Timur. Agama ini telah menjadi jahat dengan kekafiran Yunani yang berpaham banyak ilah [Politeisme] dan penyembah berhala. Islam menghadapi agama Kristen yang setengah kafir ini dengan memproklamasikan hanya SATU ALLAH yang benar, sebagaimana yang dinyatakan kepada Abraham. Antara orang-orang Kristen yang setengah kafir dengan orang-orang Hindu yang politeis, proklamasi Muhammad tentang monoteism, bercahaya sebagai suatu terang yang menantang umat manusia supaya mencari ALLAH yang benar.

Bangkitnya kekuatan Arab dibawah pimpinan Muhammad merupakan bintang yang dikirim dari sorga, kepada siapa kunci diberikan. Istilah yang diterjemahkan ‘lobang jurang maut’ adalah ‘abyssos’ dalam bahasa Yunani berarti  suatu tempat yang tandus. Itu digunakan untuk melukiskan bumi dalam keadaan tidak karuan sebelum dibentuk TUHAN pada waktu penciptaan [Kejadian 1:2] dan selanjutnya melukiskan bumi hancur luluh setelah kebinasaan pada hari kiamat. Tanah Arab di sini disebut Abyssos oleh sebab padang-padang pasirnya dan tempat-tempatnya yang tandus.

2.      Bagaimana nubuatan menggambarkan pasukan Arab ?

“Maka dibukakanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.” – Wahyu 9:2-3.

Tetangga-tetangga negeri Arab sudah biasa dengan pemandangan awan besar belalang-belalang yang muncul di langit sebagai asap yang tebal. Dari tanah di padang pasir tempat mereka berbiak, belalang-belalang itu bergerak maju sebagai tentara yang tidak terkalahkan. Tidak ada kekuatan yang dapat menghalangi atau membinasakan mereka. Inilah pemunculan Islam ketika ia bangkit di tanah Arab. Sama seperti gerombolan belalang-belalang yang biasa menutupi langit hingga menghalangi matahari, begitulah tentara Arab maju melintasi benua-benua sambil mengalahkan bangsa-bangsa. Sementara muncul seperti belalangbelalang yang menyerbu, namun pasukan-pasukan itu tidak mempunyai kekuatan sebagai belalang yang membinasakan, tetapi tampaknya mempunyai kekuatan kalajengking untuk menyengat.

3.      Apakah perintah nubuatan kepada kekuatan Muslimin?

“Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai ALLAH di dahinya.” – Wahyu 9:4.

Ketika suku-suku Arab berhimpun untuk menaklukkan Syria, pada tahun 632 TM, Abu Bakar, yang mengganti tampuk pimpinan setelah kematian Muhammad, memberikan perintah, sebagai berikut: “Apabila kamu bertempur dalam peperangan TUHAN, jalankan tugasmu sendiri sebagaimana orang-orang yang perkasa, tanpa membalikkan punggungmu; tetapi janganlah kemenanganmu dinodai oleh darah kaum wanita dan anak-anak. Janganlah membinasakan pohon-pohon palem, atau membakar ladang-ladang jagung. Janganlah menebang pohon buah-buahan, atau melakukan tindakan yang mencelakakan binatang ternak, hanyalah yang kamu akan makan yang boleh dibunuh. Bilamana kamu membuat suatu perjanjian atau pembicaraan, peganglah hal itu dengan sebaik-baiknya, dan tetaplah berlaku sesuai dengan perkataanmu. Apabila kamu bergerak maju, kamu akan menemukan orang-orang yang beragama yang tinggal dengan tenang di dalam biara-biara, dan anjurkanlah kepada mereka supaya menyembah ALLAH seperti itu; biarkanlah mereka sendiri, dan janganlah membunuh mereka atau menghancurkan biara mereka; dan kamu akan menemukan semacam orang lain, yang tinggal di rumah sembahyang setan, yang telah mencukur gundul kepalanya; hendaklah engkau dengan pasti memecahkan tengkorak mereka, dan janganlah memberi ampun kepada mereka sebelum mereka mengaku mengikut Muhammad atau membayar pajak.” – E. Gibbon,“THE HISTORY OF THE DECLINE AND FALL OF THE ROMAN EMPIRE.”, pasal 51, alinea 10.
 
Pasukan Arab tidak maju sebagai pembinasa. Warna hijau adalah lambang kehidupan dan pemeliharaan ALLAH untuk ciptaanNYA. Pasukan-pasukan Muslimin membiarkan hidup para penduduk setempat dan ladang-ladang mereka, mereka membawa keamanan di daerah itu dan mengakhiri penganiayaan  terhadap orang-orang Kristen oleh Roma dan Byzantium di mana saja mereka menegakkan kekuasaan. Ini adalah sesuai dengan nubuatan berabad-abad sebelumnya. Namun, ramalan itu melukiskan lebih daripada kebijaksanaan para penakluk yang mendapat terang. Hal itu menunjukkan bahwa ALLAH memilih Islam sebagai bahaya bagi mereka yang menolak meterai ALLAH di dahi mereka [yaitu Hari Sabat]. Pada abad pertama Islam, orang-orang Kristen Coptic, Nestoria dan Armenia memelihara Hari Sabat bertentangan dengan orang-orang Kristen di Roma, Constantinopel, dan kota-kota yang mereka perintah.  Orang Kristen yang menghormati hari yang ketujuh menyambut para penakluk sebagai pembebas, tetapi sebaliknya Rum melawan mereka sebagai musuh dan menderita kekalahan. Kekuatan Islam bukan untuk melawan mereka yang memelihara hari Sabat ketujuh, melainkan mereka yang menolak hari Sabat ALLAH dan menyucikan hari kekafiran matahari, hari Minggu.
 
4.      Apa ciri-ciri pasukan Arab?

“Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia. Dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa. Dan dada mereka seperti baju zirah dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.” – Wahyu 9:7-9.

-          Muka seperti muka manusia: mereka memelihara janggut.
-          Seperti rambut perempuan: rambut mereka panjang.
-          Mahkota seperti emas: mereka memakai penutup kepala atau turban yang bercahaya-cahaya.
-          Seperti gigi singa: orang-orang yang pemberani.
-          Kuda yang disiapkan untuk peperangan: Kuda Arab masih tetap merupakan ukuran mu tu di kalangan ahli menunggang kuda, sedangkan ketrampilan menunggang kuda adalah suatu kesenian orang Arab.

5.      Kuasa apakah yang diberikan ALLAH kepada bangsa Arab ?

“Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka
itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.” – Wahyu 9:10.

Mereka mempunyai kuasa menyakiti. Ini berbeda dengan kuasa untuk membunuh. Kemurahan ALLAH di sini menjadi bukti. Bahkan sampai kepada mereka yang menjadi musuhNYA, IA memberi kesempatan untuk bertobat. Sama seperti sengatan kalajengking, menyebarnya agama Islam menyakiti agama Kristen. Hanya sedikit saja yang mengetahui penghukuman ALLAH atas kemurtadan mereka dan bertobat.

Lima bulan dihitung menurut prinsip nubuatan adalah 150 tahun.
Permulaan Muhammad mengajar kepada umum adalah tahun 612 TM, sampai pada pembangunan kota Bagdad oleh Al Mansur pada tahun 762 TM adalah 150 tahun.

6.      Nama apakah yang diramalkan akan diberikan kepada pemimpin Islam ?

“Dan raja yang memerintah mereka ialah MALAIKAT JURANG MAUT; namanya dalam bahasa Ibrani ialah ABADON dan dalam bahasa Yunani ialah APOLION.” – Wahyu 9:11.

Di sini kita dapati 3 nama yang diberikan kepada pemimpin Islam; masing-masing oleh sekelompok orang yang berbeda-beda. Yang pertama ialah MALAIKAT JURANG MAUT. Kita sudah mengetahui bahwa Abyssos menggambarkan Arab, tempat kelahiran Islam. Kata bahasa Yunani yang lain untuk nama ini ialah AGGELOS yang artinya adalah UTUSAN. Atau UTUSAN DARI ARAB. Namun nama ini tidak diterima oleh orang-orang Yahudi atau Yunani. Masing-masing mereka mempunyai nama bagi dia dalam bahasa mereka sendiri yang berarti ‘PEMBINASA.’
 
7.      Apakah yang diperintahkan supaya dilakukan oleh malaikat yang keenam ?

“Celaka pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi. Lalu malaikat yang
keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan ALLAH. Dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu.” – Wahyu 9:12-14.

Panggilan terhadap malaikat yang keenam menjadi suatu pokok penyelidikan yang mendalam selama tahun 1830 – 1844 TM. Sesuai dengan nubuatan, bilamana sangkakala yang keenam dibunyikan, empat malaikat akan dilepaskan dari sungai Efrat. Sudah diketahui dengan sebaik-baiknya bahwa sungai ini muncul dari Asia Kecil di daerah yang kemudian dikuasai oleh bangsa Turki.

8.      Bagaimana nubuatan melukiskan pasukan Turki ?

“Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.” – Wahyu 9:17.

Dapatkah bahasa melukiskan dengan lebih tepat pasukan berkuda bangsa Turki ketika mereka mengendarai kuda menuju ke medan pertempuran dengan memakai seragam merah dan biru serta kuning ? Merah api dan biru dan kuning belerang ?
 
Adalah anak buah Ottoman yang memulai senjata api dalam peperangan. Pasukan berkuda ini menembakkan senapan mereka dari pinggul mereka ketika mereka sedang mengendarai kuda, dan bagi nabi [Yohanes] itu tampaknya seakan-akan asap keluar dari mulut kuda. Cerita-cerita tentang kemenangan orang-orang Turki memenuhi banyak buku yang diterbitkan. Pada puncak kekuasaannya mereka mengancam untuk menaklukkan seluruh Eropa.

9.      Berapa lamakah waktu yang ditetapkan sebagai zaman kekuasaan Ottoman dan apakah tingkat kekuasaan ini ? 
  
      “Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi JAM dan HARI, BULAN
      dan TAHUN untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.” – Wahyu 9:15.

      Ottoman bangsa Turki yang muncul di atas pemandangan sejarah di tanah mereka di sumber
      air sungai Efrat diberi kuasa selama 1 Jam, 1 Hari, 1 Bulan dan 1 Tahun. Berbeda dengan   
      apa yang diumumkan pada sangkakala kelima, kekuatan ini adalah untuk membunuh dan 
      membinasakan. Rum lama yang disakiti oleh penaklukan yang dilakukan oleh Arab telah 
      ditakdirkan akan jatuh di hadapan Turki. Kota Constantinopel yang besar pada akhirnya 
      akan menyerah pada kekuasaan Islam. Tetapi tidak semua orang beragama Kristen yang 
      murtad akan diserahkan kepada kepada Ottoman. Gelombang penaklukan berhenti sebentar 
      di Rusia dan  Eropa sementara di seberang Danube suatu pergerakan pembaruan terjadi di 
      kalangan orang-orang Kristen. Kuasa ini diberi waktu 1 jam, 1 hari, 1 bulan dan 1 tahun, 
      atau 391 hari nubuatan, yang berarti 391 tahun.

      Inilah waktu yang ditentukan untuk kekuasaan Turki [Ottoman]. Kapankah waktu itu ?
      Tahun 1448 TM yang sisa dari kerajaan Byzantine adalah Constantinopel dan distrik  yang
      disekelilingnya. Walaupun demikian ini adalah sebuah kota yang hebat dan merupakan 
      benteng pertahanan agama Kristen dibagian timur. Amurath, sultan Ottoman secara 
       menentukan telah dikalahkan di Varna pada tahun 1444, suatu perang salib yang timbul di 
      bagian barat sebagai harapan terakhir untuk memulihkan kekuasaan Kristen yang hilang. Di
      dalam kota itu terjadi perpecahan sehubungan dengan pengganti John Palaelogus yang 
       meninggal dunia tahun 1449 dengan tidak mempunyai anak. Beberapa dari penduduk kota 
      itu ingin bersekutu dengan agama Kristen di bagian barat sambil mengharapkan pertolongan.

      Yang lain berkata: Lebih baik turban dari sultan  daripada topi Paus. Constantine adik John 
      memperoleh dukungan yang kuat; tetapi sebelum memberanikan diri naik takhta, ia 
      mengirim  wakil-wakil sebagai duta kepada Amurath, sang sultan, untuk meminta 
      persetujuannya. Jadi, walaupun kota itu tidak diduduki secara militer sampai setelah suatu 
      pertarungan yang sengit pada tahun 1453, maka pada tahun 1449 itulah sultan 
      memperlihatkan kekuasaannya yang sesungguhnya, karena pemerintahan Constantine 
      bergantung atas persetujuannya. 

      Menghitung dari musim kemarau tahun 1449, 391 tahun akan membawa kita sampai kepada
      musim kemarau tahun 1840, yaitu berakhirnya masa kekuasaan Ottoman seperti yang 
      dinubuatkan. Pada tahun 1840 pasukan Muhammad Ali yang dibawah komando anaknya, 
      Ibrahim, sudah berada di pintu gerbang Istambul. Seluruh dunia mengharapkan kota itu 
      akan jatuh. Rusia menawarkan untuk mempertahanklan kota itu, dengan mengharapkan 
      dapat menguasainya.

      Kekuatan-kekuatan Eropa lainnya bergerak untuk mencegah gerakan Rusia. Pada konferensi
      yang diadakan di London tahun 1840, suatu ultimatum ditujukan kepada Mesir supaya 
      mengundurkan diri dari Asia Kecil atau menghadapi pembalasan Eropa. Ibrahim Pasha 
      menarik mundur pasukannya, dan kota itu selamat dari pendudukan militer. SF Mahmud 
      dalam bukunya: “STORY OF ISLAM” hal 279-280  memberikan komentar mengenai 
      peristiwa ini:

      “Hal itu menunjukkan satu perkara. Kerajaan Ottoman hidup dengan penderitaan mulai saat
      itu. Kalifah tinggal merupakan suatu bayangan dan kesultanan sudah menjadi olokan.”
      Tidak lama sebelum peristiwa-peristiwa ini  di Eropa, seorang mahasiswa nubuatan di 
      Amerika, Josiah Litch, membuat kepala berita dengan meramal tanggal pada akhir musim 
      kemarau 1840 untuk gerhana kekuasaan Ottoman. Ketika peristiwa itu terjadi sebagaimana 
      yang diramalkan, beribu-ribu orang Kristen dituntun untuk beralih kepada Kitab Suci dan 
      menyelidiki nubuatan-nubuatan itu untuk mendapatkan artinya. Mereka meningkatkan 
      kedudukan pergerakan Advent yang khususnya menyebarluaskan kebenaran-kebenaran 
      tentang hari kiamat. 
 
      Walaupun para sultan terus memerintah di Istambul sampai tahun 1918, mereka tidak 
      mempunyai kuasa terhadap ekonomi dan masalah-masalah luar negeri dari kerajaan itu. 
      Mereka kehilangan  hak milik mereka dalam peperangan dan tangan Eropa dan Rusia 
      menguasai administrasi mereka dengan sepenuhnya.

10.  Apakah peperangan Islam melawan agama Kristen yang murtad ini membawa pertobatan
     dan berakhirnya kemurtadan ?

      “Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari 
      perbuatan tangan mereka; mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan 
      berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat 
      atau mendengar atau berjalan. Dan mereka tidak bertobat daripada pembunuhan, sihir, 
      percabulan dan pencurian.” – Wahyu 9:20-21.

      ALLAH merencanakan supaya manusia membuat catatan tentang penghukumanNYA, dan 
      menerima pelajaran-pelajaran yang direncanakanNYA untuk disampaikan di sana. Tetapi 
      alangkah lambannya mereka belajar, dan betapa buta terhadap petunjuk-petunjuk 
      Pemeliharaan!
      Peristiwa-peristiwa yang terjadi dibawah sangkakala yang keenam menciptakan celaka 
      kedua, namun penghukuman-penghukuman ini tidak membawa perbaikan dalam cara-cara 
      dan moral manusia. Mereka yang luput dari celaka-celaka itu tidak mempelajari apa-apa 
      dengan mereka melihat penghukuman ALLAH.

Tidak ada komentar: