Selasa, 13 Desember 2016

PELAJARAN MEMBACA NUBUATAN - 2

Suatu kali para murid menunjuk ke bangunan megah Bait Suci, Bait Suci ke-2 yang selesai dibangun tahun 408 Sebelum Masehi, di zaman kekuasaan kerajaan Persia;

>> Bait Suci I dibangun raja Salomo sekitar tahun 900 Sebelum Masehi, diruntuhkan raja Babel tahun 600 Sebelum Masehi;

2Raja-raja
Dalam bulan yang kelima pada tanggal tujuh bulan itu--itulah tahun kesembilan belas zaman raja Nebukadnezar, raja Babel--datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem.
Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api.

>> Bait Suci II dibangun orang-orang dari pembuangan, di zaman Persia, selesai tahun 408 Sebelum Masehi dan dihancurkan oleh pasukan Romawi tahun 70 Tarikh Masehi, atau 40 tahun setelah kenaikan YESHUA ke sorga.

Bait Suci itu adalah lambang bagi agama Taurat dan merupakan kebanggaan bangsa Yahudi. Dan mengingat YESHUA tidak lahir dan tidak hidup sebagaimana imam-imam di Bait Suci, melainkan suka mengajar di jalanan dan disertai dengan tanda-tanda keajaiban yang sangat meyakinkan sebagai ANAK YAHWEH, maka wajarlah kalau dalam pikiran para murid timbul pertanyaan tentang nasib Bait Suci itu kelak. Mereka menunjukkan Bait Suci itu kepada YESHUA, dan YESHUA menubuatkan kehancurannya;

Matius 24:2Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."

Rasul Lukas mencatat perkataan ELOHIM YESHUA lebih lengkap;

Lukas 19:41Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

ELOHIM YESHUA menangis, mendapati sekumpulan orang yang sangat dikasihi BAPANYA sehingga IA diutus untuk mengumpulkan mereka;

Mat. 23:37"Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Dan mereka begitu kerasnya menolak sekalipun IA telah meyakinkan mereka dengan berbagai mujizat. Mereka telah menjadi bangsa yang buta yang tidak mau dipertobatkan. Padahal untuk menyelamatkan dan menebus merekalah DIA datang ke dunia;

Mat. 15:24Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Maksudnya, jika bangsa Israel mau menerimaNYA, maka merekalah yang mengabarkan Injil ke seluruh dunia, sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Yesaya;

Yes. 49:6"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Tapi karena mereka menolakNYA, maka hak mereka memberitakan Injil itu dicabut dan diserahkan ke orang-orang Kristen;

Mat. 21:43Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Kis. 13:46Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

Tentang Bait Suci itu ELOHIM YESHUA memberikan tanda-tandanya;

Luk. 21:20"Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat.

Rasul Matius menuliskannya;

Matius 24:15"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya--

Rasul Matius menyebut pasukan yang mengepung kota suci Yerusalem itu sebagai Pembinasa keji yang berdiri di tempat kudus yang jika kita melihat dari nubuatan nabi Daniel, maka Pembinasa keji yang berdiri di tempat kudus itu tidak lain adalah kehadiran agama Roma Katolik yang menguasai Kekristenan, yang memotong sejarah Kekristenan yang mula-mula. Dari JALAN TUHAN menjadi agama Roma Katolik, dari Roma Katolik menjadi Kristen saat ini. 

Rasul Paulus menyebut paus Vatikan itu sebagai serigala atau manusia durhaka yang harus binasa;

Kis. 20:29Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.

2Tes. 2:3Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

Sebelum kiamat, nubuatan-nubuatan Daniel-Wahyu tentang manusia durhaka itu harus diungkapkan lebih dahulu. Dan itu menunjuk ke William Miller yang mengungkapkan nubuatan itu di tahun 1830-an. Semua hal yang merupakan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad itu diungkapkan di zaman itu. 

Dan. 12:4Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Rasul Yohanes menyebut orang durhaka itu sebagai anti MASHIA;

1Yohanes
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

ELOHIM YESHUA dengan jelas memberikan perintah kepada kita supaya kita mempelajari nubuatan nabi Daniel. Namun sayang 666 denominasi Kristen yang ada tak melakukan itu. Kitab-kitab nubuatan itu mereka sebut sebagai kitab yang tertutup atau termeteraikan. Sebagai gantinya mereka mengajarkan tentang kasih. Dalam setiap khotbah pendeta melulu ayat-ayat tentang kasih saja yang diungkapkan. Mirip sekali dengan lagu-lagu dunia yang melulu themanya tentang cinta, seolah-olah isi Al Kitab itu hanya tentang kasih saja. Itulah sebabnya mereka kaget, terkejut dan seakan tak percaya jika ELOHIM YAHWEH itu tega membakar orang. Sebab mereka secara systematis telah menyembunyikan sisi lain ELOHIM YAHWEH yang membinasakan dengan lautan api. Mereka tahunya seorang bapak tak mungkin membakar anaknya. Mereka nervous sekali sampai-sampai hendak melempari saya dengan batu baterai ABC;

Yoh. 10:31Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

Kasihan, mereka telah keracunan kopi sianida buatan pak pendeta. Sekali lagi ELOHIM YESHUA menangis, menyaksikan gereja-gereja Kristen yang seperti ini;

Yes. 5:4Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?

AKU nggak pernah memerintahkan memindahkan hari Sabat ke hari Minggu, mengapa sekarang ada sekolah Minggu? AKU nggak pernah membuat hari raya Natal, mengapa sekarang ada hari Natal? AKU nggak pernah menyatakan diri sebagai Allah, mengapa AKU dibilang Allah Trinitas? AKU nggak pernah memberi contoh rambut gondrong, mengapa ada laki-laki rambut gondrong? AKU Orang Yahudi dari suku Yehuda, mengapa dibilang orang Yunani? NamaKU YESHUA, mengapa diganti Isa dan Yesus? AKU nggak pernah mengajari orang berdoa lipat tangan, mengapa mereka lipat tangan?

Yer. 14:14Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

Selama pemerintahan raja Herodes, kota Yerusalem bukan saja telah banyak dipercantik, tetapi dengan pendirian menara-menara, tembok-tembok, dan kubu-kubu, menambah kepada ketahanan letak kota, sehingga memberikan kesan bahwa tak mungkin kota itu bisa ditaklukkan.  Ia yang pada waktu ini meramalkan secara terbuka  mengenai kebinasaan kota Yerusalem, akan di sebut pengamar gila, seperti Nuh pada zamannya. Tetapi Kristus telah mengatakan, "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."(Matius 24:35).

Di zaman sebelum ada dinamit atau bom atau buldozer, sebuah kota yang bertembok tinggi keliling bisa dipastikan adalah kota yang kuat, yang mustahil diserang musuh. Pintu gerbangnya saja sangat besar dan berat yang harus ditutup oleh 20-an orang pada setiap petangnya;

"Pintu gerbang kota sebelah timur yang besar, yang begitu berat, sehingga dengan susah payah bisa di tutup oleh dua puluhan orang, yang dipasangkan dengan batang-batang besi yang tertancap dalam pada batu, terbuka pada malam itu dengan sendirinya tanpa ada terlihat yang membuka." -- Milman, "History of the Jews," buku 13.

Tapi pada waktu nubuatan itu harus digenapi, maka pintu itu terbuka sendiri secara ajaib, memberikan kesempatan kepada pasukan Romawi yang telah mengepung kota itu untuk masuk dan menghancurkan kota itu. 

Selama tujuh tahun seseorang terus menerus menelusuri    jalan-jalan kota Yerusalem, menyatakan malapetaka yang akan menimpa kota itu. Siang dan malam ia menyanyikan nyanyian ratapan kesedihan,  "Suara dari timur! suara dari barat!  suara dari keempat penjuru mata angin! suara  menentang Yerusalem dan menentang Bait Suci! suara menentang pengantin laki-laki dan pengantin perempuan! suara menentang semua orang!"  Orang aneh ini dipenjarakan, dicambuk dan dihukum dengan kejam, tetapi tidak ada keluhan yang keluar dari bibirnya. Terhadap hinaan dan perlakuan kejam itu ia hanya menjawab, "Malapetaka, malapetaka bagi Yerusalem!  malapetaka, malapetaka bagi penghuninya!"  Seruan amarannya terhenti setelah ia dibunuh pada pengepungan yang dikatakannya sebelumnya.

Kepada orang-orang yang mau percaya kepada omongan YESHUA, telah dipesankan;

Lukas
Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota,
sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis.
Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini,
dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."

Setelah tentera Romawi di bawah pimpinan Cestius mengepung kota itu, tanpa diduga pengepungan itu dibatalkan, pada saat segalanya sudah siap untuk mengadakan serangan segera. Kota yang terkepung dan yang tak mempunyai harapan untuk bertahan itu, sudah mau menyerah pada waktu jenderal Romawi itu menarik pasukannya tanpa alasan yang jelas. Tetapi ELOHIM YAHWEH yang berbelas kasihan itu, mengendalikan kejadian itu demi kebaikan umat-Nya.  Tanda yang dijanjikan telah diberikan kepada orang-orang Kristen yang sedang menunggu. Dan sekarang suatu kesempatan diberikan kepada  semua orang yang mau, untuk menuruti amaran JURUSELAMAT. Kejadian-kejadian semua dibatalkan sedemikian rupa sehingga baik orang Yahudi maupun orang Romawi tidak akan menghalangi pengungsian orang Kristen. Pada waktu Cestius dengan pasukannya mundur, orang Yahudi tiba-tiba keluar dari Yerusalem mengejar tentara Romawi yang sedang mundur itu. Pada waktu kedua belah pihak terlibat pertempuran, orang-orang Kristen mempunyai kesempatan untuk meninggalkan kota itu. Pada waktu ini juga tidak ada lagi musuh-musuh di kota itu yang mungkin mencegat mereka. Pada waktu pengepungan itu, orang-orang Yahudi berkumpul di Yerusalem untuk merayakan hari raya Bait Suci, dengan demikian orang-orang Kristen dari seluruh negeri bisa meloloskan diri tanpa gangguan.  Mereka meloloskan diri ke tempat yang aman tanpa bertangguh -- ke kota Pella, di tanah Perea di seberang sungai Yordan.

Tentera orang Yahudi yang mengejar Cestius dan tentaranya, berada di belakang mereka, yang dengan keganasannya mengancam akan membinasakan dan memusnahkan mereka. Hanya dengan susah payah pasukan Romawi dapat berhasil mengundurkan diri. Orang Yahudi dapat mengalahkan tentara Romawi hampir tanpa kehilangan apa-apa. Dan dengan barang-barang rampasan,  mereka kembali ke Yerusalem di dalam  kemenangan. Namun keberhasilan nyata ini hanya mengakibatkan kejahatan bagi mereka. Hal itu menimbulkan pembangkangan mereka kepada orang Romawi, yang dengan segera membawa malapetaka yang tak terkatakan ke atas kota Yerusalem itu.

Bencana yang mengerikan menimpa kota Yerusalem pada waktu pengepungan diulangi oleh Titus. Kota itu di kepung musuh pada waktu Hari Raya Paskah, pada waktu berjuta-juta orang Yahudi berkumpul di dalam kota. Gudang-gudang penyimpanan bahan makanan mereka, yang jika di isi dengan cermat akan dapat memasok bahan makanan bagi penduduk untuk bertahun-tahun lamanya. Tetapi sebelumnya telah dirusakkan oleh karena iri hati dan dendam kelompok-kelompok yang menentang. Dan sekarang bala kelaparan yang mengerikan harus dialami. Sesukat gandum telah dijual dengan harga satu talenta. Begitu ganasnya kelaparan itu, sehingga manusia menggerogoti ikat pinggang kulit, sandal kulit dan penutup perisainya yang terbuat dari kulit. Banyak orang menyelinap keluar pada malam hari, mengumpulkan tanaman liar yang tumbuh di luar tembok kota, meskipun banyak yang tertangkap dan di siksa dengan kejamnya. Dan mereka yang kembali dengan selamat sering dirampok apa-apa yang telah mereka kumpulkan dengan penuh bahaya. Penyiksaan yang paling tidak mengenal peri kemanusiaan dilakukan oleh mereka yang berkuasa, untuk mengambil bahan makanan dari orang yang kelaparan, yang mungkin mereka sembunyikan. Dan tindakan kekejaman ini sering dilakukan oleh orang-orang yang cukup makan, dan hanya semata-mata untuk menimbun persediaan makanan untuk diri sendiri di masa mendatang.

Para pemimpin Romawi berusaha menimbulkan teror pada orang-orang Yahudi, dan dengan demikian menyebabkan mereka mau menyerah. Para tawanan yang mencoba melawan, dicambuk dan disiksa dan disalibkan di luar tembok kota. Setiap hari ratusan orang dibunuh dengan cara ini. Dan perbuatan kejam ini berlangsung terus sampai seluruh lembah Yosafat dan Golgota penuh dengan salib-salib yang didirikan, sehingga tinggal sangat sedikit ruang gerak di antara mereka. Sangat mengerikan hukuman  dan kutuk dahsyat yang diucapkan di kursi pengadilan Pilatus: "Biarlah darahNYA ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami." (Matius 27:25).

Sebenarnya Titus mau mengakhiri keadaan yang mengerikan ini, dengan demikian menghindarkan kota Yerusalem dari kebinasaan total. Ia diliputi perasaan ngeri ketika ia melihat timbunan jenazah di lembah-lembah. Bagaikan seorang yang terpesona, ia melihat Bait Suci yang megah dan indah itu dari puncak bukit Zaitun, sehingga ia memberi perintah agar tak satupun batunya boleh dijamah. Sebelum berusaha menguasai  kubu pertahanan, ia menghimbau para pemimpin Yahudi dengan sungguh-sungguh agar jangan memaksanya untuk mencemarkan tempat kudus itu dengan darah. Jika mereka keluar dan bertempur di mana saja, maka tak seorangpun tentera Romawi akan melanggar kesucian Bait Suci itu. Josephus sendiri, dalam berbagai himbauannya, memohon dengan sangat agar mereka menyerah, untuk menyelamatkan mereka sendiri, kota mereka dan tempat mereka berbakti. Akan tetapi kata-katanya ini telah dijawab dengan kutukan pahit. Lembing telah dilemparkan kepadanya, sebagai seorang juru penengah manusia, pada waktu ia berdiri memohon kepada mereka. Orang Yahudi telah menolak permohonan ANAK YAHWEH, dan sekarang anjuran dan permohonan hanya membuat mereka tetap bertahan sampai akhir.  Sia-sialah usaha Titus untuk menyelamatkan Bait Suci;  Seorang yang lebih besar dari padanya telah menyatakan bahwa tak satu batupun tinggal di atas batu yang lain.

Sikap keras kepala yang membabi-buta para pemimpin Yahudi dan kejahatan keji yang meraja-lela di dalam kota yang terkepung itu menimbulkan ketakutan dan kemarahan tentara Romawi, dan akhirnya Titus memutuskan untuk menyerang Bait Suci itu. Ia juga menetapkan, jika mungkin, untuk menyelamatkan Bait Suci itu dari keruntuhan. Tetapi perintahnya itu tidak lagi diindahkan anak buahnya. Pada waktu itu ia beristirahat di kemahnya pada malam hari, orang Yahudi keluar dari Bait Suci itu dan menyerang tentara Romawi dengan tiba-tiba. Dalam pertempuran itu seorang tentara melemparkan obor berapi melalui lobang di serambi Bait Suci, dan dengan segera membakar ruangan yang dilapisi dengan kayu cedar, yang berdekatan dengan kamar yang kudus. Titus segera berlari menuju api itu, diikuti oleh jendral-jendral dan komandan-komandan pasukannya, dan memerintahkan pasukan untuk memadamkan api itu. Namun perintahnya tidak diacuhkan. Dalam keganasannya tentara-tentara itu melemparkan obor-obor menyala ke ruangan-ruangan yang berdampingan dengan Bait Suci itu, dan kemudian dengan pedangnya membunuh banyak sekali orang-orang yang bersembunyi di situ. Darah mengalir di tangga Bait Suci, bak aliran air layaknya. Beribu-ribu orang Yahudi binasa. Selain suara peperangan itu, terdengar teriakan, "Ichabot!" -- kemuliaan sudah hilang[dikutip dari buku: Kemenangan Akhir, Ny. Ellen G. White].

Gambar terkait

Tidak ada komentar: