Kamis, 01 Desember 2016

PERJALANAN PINDAH LINGKUNGAN

Yes. 52:7Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"

Puncak bukit menggambarkan suasana pedesaan yang sunyi, orang-orang yang rohaninya sunyi dan kelaparan. Jiwa-jiwa yang gersang yang tak tahu harus melakukan apa untuk meramaikan desanya, untuk mengobati kesunyian batinnya. Masakan manusia itu dilahirkan, dikawinkan, beranak cucu, masuk rumahsakit, lalu meninggal dengan tenang di usia 80 tahun. Masakan hidup itu untuk masuk agama Islam, bersholat 5 waktu, dimimpikan 72 bidadari, lalu tak ada kejelasan apakah bidadari-bidadari itu benar-benar bisa ia dapatkan?!

Bertanya pada pak ustadz maupun bertanya pada pak Mamad: apakah Islam bisa menyelamatkan? Jawabannya: "mudah-mudahan." Untuk selamat itu masih memerlukan perjuangan selain sholat 5 waktu, yaitu meminta dukungan doa dari para tetangga, dan doa dari anak-cucunya. Pak Mamad sendiri mewajibkan 1,5 milyar umatnya untuk mendoakannya, lalu masing-masing umatnya juga harus meminta dukungan doa dari orang-orang yang lainnya.

Jika mati, diadakanlah selamatan selama 3 hari berturut-turut yang dihadiri oleh sanak famili dan para tetangganya. Orang-orang yang hidup itu memintakan keselamatan kepada Awloh untuk orang yang sudah mati. Apakah itu sudah cukup? Belum! Di hari yang ketujuh harus diadakan selamatan lagi. Apakah sudah cukup? Belum! Masih ada 40 hari, 100 hari dan 1.000 hari. Apakah sudah cukup? Belum! Anak cucunya harus mentransferkan pahala. Si anak melakukan amal lalu pahalanya untuk bapaknya, kayak system pulsa.

Di Kristen Protestan yang mewarisi tradisi Roma Katolik, ada acara selamatan itu. Cuma namanya harus dibahasa lainkan biar agak rahasia, yaitu: biston atau beston. Bentuknya seperti persekutuan doa yang diadakan di rumah-rumah. Keperluannya selain untuk mendoakan orang mati, bisa untuk ulangtahun, pertunangan atau peringatan perkawinan. Rupanya gereja Kristen itu mengenal 2 macam ibadah; ibadah resmi adalah ibadah yang diselenggarakan di gedung gereja untuk acara-acara yang sifatnya umum, dan ibadah tidak resmi yang disebut biston atau persekutuan doa yang diselenggarakan di rumah-rumah untuk acara yang sifatnya pribadi. Saya tidak tahu apakah ibadah yang tidak resmi itu ibadah yang tidak diakui oleh Tuhan Gondrong atau ibadah yang diakui. Apakah pahalanya lebih sedikit atau lebih besar tak ada penjelasan dari pihak gereja. Termasuk apakah ibadah tidak resmi itu semacam ibadah main-main, entahlah! Kata mereka yang penting hatinya bukan mainannya.

Kalau pingin tahu lebih lanjut tanyakan saja pada Nasution atau Panjaitan atau Simbolon, sebab mereka-mereka itulah yang paling getol mengawinkan gereja dengan tradisi-tradisi, hukum TUHAN dengan hukum adat. Malah kadang-kadang hukum adat yang dinomorsatukan, seperti Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat Yahudi;

Mat. 15:3Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

Nah, nabi Yesaya menggambarkan orang-orang yang di puncak bukit itu kegirangan ketika ada penginjil yang mendatangi mereka, yang mengabarkan bahwa ELOHIM itu RAJA! ELOHIM YAHWEH itu bukan nabi, bukan pula malaikat, tapi RAJA yang Mahakuasa.

Kasihan sekali si Ahok. Nasibnya masih terkatung-katung, belum ketahuan apakah ia benar-benar akan dijebloskan ke penjara atau bisa bebas dari kasus Al Maidah 51-nya. Jokowi tak bisa memberi jawab, sebab seorang presiden tidak boleh intervensi ke masalah hukum. Jokowi melemparkan ke polisi. Tapi polisipun tak bisa memberikan kepastian, sebab harus dioperkan ke kejaksaan, dan dari kejaksaan ke sidang pengadilan. Apakah sidang pengadilan bisa menutup persoalan? Belum! Ahok masih bisa mengajukan banding atau kasasi ke Mahkamah Agung. Setahun belum tentu memberikan kepastian bagi Ahok. Sebab ini negara republik, bukan kerajaan.

Seandainya negara ini berbentuk kerajaan, kerajaan yang absolut, bukan kerajaan konstitusional, seorang raja bisa memutuskan perkara dalam sekejap mata. Seorang pencuri kelas kakappun jika sang raja berkenan, hari ini juga bisa dibebaskan dari hukuman. Sebaliknya, jika sang raja benci terhadap seseorang, tanpa kesalahan apapun orang itu bisa dipancung kepalanya. Tidak adil? Tidak bijaksana? Itulah ELOHIM kita. Bersyukurlah kita mempunyai ELOHIM yang tidak adil. Sebab jika ELOHIM kita adil, pasti celakalah kita.

Manusia di seluruh dunia berseru-seru: "Tegakkan keadilan! Tegakkan hukum! Hukum adalah panglima!" Bersyukurlah kita yang hidup di Indonesia, di negara yang dikenal korupsinya. Sebab semua kasus bisa diselesaikan dengan uang dalam sekejap mata. Bukankah polisi yang mau menerima suap yang kita inginkan ketika kita kena tilang? Bukankah anak istri dan keluarga maling itu mengharapkan suaminya bisa dibebaskan dari penjara?

Coba periksa, benarkah anda orang yang bersih, tidak pernah melanggar hukum, tidak pernah lupa memakai helm dan membawa surat-surat kendaraan? Tidak pernah melanggar rambu-rambu lalulintas, tidak pernah melanggar aturan parkir? Jika anda pernah bersalah dan anda menginginkan hukum di tegakkan, maka anda harus konsekwen mengakui kesalahan anda di depan polisi dan meminta ditilang. Anda harus memberikan contoh penegakan hukum.

Rupanya sifat buruk kita itu adalah menuntut penegakan hukum bagi orang lain, sementara untuk diri kita sendiri pinginnya selamat. Kalau yang maling itu orang lain, kita pasti akan memukulinya sampai babak belur. Tapi manakala yang maling itu kita, maka merengek-rengeklah kita: "Ampun, pak, ampun, pak." Wouh, rupanya doa kita itu dikabulkan oleh ELOHIM YAHWEH. ELOHIM YAHWEH menyediakan pengampunan bagi kita, tapi bagi orang lain, tidak diampuni.

Injil adalah jawaban hidup kita, orang-orang berdosa yang tidak tahu mau membawa dosa ini ke mana? Dosa-dosa yang seperti sampah ini mau dibuang ke mana? Sebab tidak bisa membuang sampah secara sembarangan. Membuang sampah di jalan tidak boleh, membuang sampah di sungai bisa menyebabkan banjir. Membuang dosa ke agama Islam tak bisa, ke Hindu tak bisa, ke Buddha juga tak bisa. Hanya Kristen yang menyediakan tempat pembuangan dosa.

Di dunia ini ada 3 kelompok manusia; ada kelompok orang bertuhan, ada kelompok orang bersetan dan ada kelompok orang ilmiah. Orang ilmiah adalah orang yang tidak mempercayai TUHAN, juga tidak mempercayai setan, tapi mempercayai hal-hal yang rasional. Dia bukan orang yang soleh beragama, tapi juga bukan penjahat. Dia hidup menurut aturan-aturan hukum, dan kita mengenalnya sebagai orang-orang yang baik.

Orang-orang netral itu hidup mengandalkan pada kekuatannya sendiri, bukan pada kekuatan TUHAN, juga bukan ke dukun-dukun. Masa depannya adalah hasil perhitungan matematikanya. Dia berjalan dalam program-program sebagaimana yang ia susun untuk hidupnya.

Keluarga setan akan mewariskan setan ke anak-cucunya, yaitu berupa jimat-jimat atau pusaka-pusaka atau mantera-mantera. Karena itu pikiran mereka adalah pikiran kegelapan dan kejahatan, seperti rupa gelapnya malam. Sedangkan keluarga ilmiah akan mewariskan pola hidup keduniawian ke anak-cucunya, dengan syair lagunya yang terkenal:

"Satu dua, tiga empat, lima enam, tujuh delapan, siapa rajin ke sekolah, cari ilmu sampai dapat. Sungguh senang, amat senang, bangun pagi-pagi sungguh senang."

Anak-anaknya diajari bercita-cita menjadi dokter, simbol ilmu pengetahuan. Jika kita bertanya pada anak-anak: "Apa cita-citamu kalau besar nanti?" Jawabannya pasti seragam: "Akan menjadi dokter, om!"

Keluarga ilmiah ini bukan seperti gelapnya malam, tapi seperti gelapnya langit ketika mendung. Mereka tak sanggup melihat matahari kebenaran. Hasil pikiran mereka yang maksimal hanya sebatas kebaikan. Tentang hal ini TUHAN katakan;

Yer. 17:5Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Jadi, kedua kelompok manusia, yaitu manusia setan dan manusia ilmiah itu, sama-sama ditolak oleh TUHAN. Sampai kapanpun dan seperti apapun usaha yang mereka lakukan, takkan mencapai level kebenaran. Baik presiden terpopuler di dunia, seperti: Jokowi, maupun presiden terbesar Amerika Serikat, hasil kebijaksanaan-kebijaksanaannya ya akan begitu-begitu saja, tak mencapai kebenaran.

Takkan mungkin presiden-presiden itu mengenalkan TUHAN, mengenalkan dosa, mengenalkan hal-hal yang dilarang TUHAN, mengenalkan hal-hal yang diwajibkan TUHAN, mengenalkan sorga atau neraka, mengenalkan kasih sayang dan pengampunan dosa. Diputar-putar seperti apapun kebijaksanaan mereka, diperbanyakpun jumlah penasehat presidennya, tetap saja membiarkan rakyatnya hidup dalam dosa menurut pemandangan TUHAN.

Tak mungkin ELOHIM YAHWEH diperkenalkan, tak mungkin pengudusan hari Sabat TUHAN diajarkan. Makin benar tidak mungkin, makin berdosa yang pasti. Bencana-bencana alam maupun bencana politik tak pernah terlintas untuk dihubungkan dengan dosa, melainkan dihubungkan dengan hukum-hukum alam. Dan karena persoalan dosa tidak disentuh, bagaimana mungkin dunia ini akan bisa lebih baik, selama TUHAN masih merupakan ancaman?!

Para pemimpin itu memerlukan terang kebenaran supaya bisa menyelesaikan masalah dengan hikmat TUHAN, bukan dengan akal pikiran yang terbatas. Semua orang yang belum menerima YESHUA sebagai TUHAN, tak mungkin diterangi pikirannya dengan ROH KUDUS. Hanya orang yang mau menerima YESHUA dan dibaptiskan, kepadanya dikaruniakan terang kebenaran, sehingga di dalam dirinya bukan hanya ada setan dan pikirannya sendiri, tapi ada pendampingan ROH KUDUS dari TUHAN.

Di dalam diri orang Kristen, di dalam benaknya, ada 2 tamu, yaitu roh jahat utusan Lusifer dan ROH KUDUS utusan YESHUA. Roh jahat menawarkan solusi-solusi yang jahat, ROH KUDUS menawarkan solusi-solusi yang benar, sedangkan pikiran kita sendiri bisa mencetuskan solusi-solusi yang logis. Sebagai contoh ketika kita menghadapi masalah kesulitan uang. Mau merampok atau mau mencari utangan atau mau berdoa pada TUHAN? Jika orang dunia hanya mempunyai 2 pilihan saja, orang Kristen memiliki 3 pilihan.

Jadi, orang Kristen dibawah pimpinan ROH KUDUS itu bukan tentang orang-orang yang sempurna sebagaimana pemikiran orang-orang Kristen umumnya, sehingga menganggap LAI - Lembaga Alkitab Indonesia, sebagai lembaga yang tidak mungkin salah, gereja atau pendeta tidak mungkin salah. Sebab nyatanya nabi Musa bisa salah, raja Saul bisa salah, Daud bisa salah, Salomo bisa salah, Yudas Iskariot bisa salah, Ananias dan Safira bisa salah. Sebab ROH KUDUS bukan program komputer yang diinstallkan ke kita, tapi merupakan bantuan atau pertolongan TUHAN untuk kita yang hidup di dunia ini, untuk mengimbangi kekuatan iblis dan kekuatan akal pikiran.

Yoh. 14:16Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

ROH KUDUS itu Penolong yang lain, yang bukan TUHAN, bukan malaikat yang bisa salah dan juga bukan seperti nabi-nabi biasa. Tapi ROH KUDUS bisa dipercayai 100%, tidak mungkin error! ROH KUDUS adalah ciptaan khusus untuk kehidupan di dunia ini saja. Selebihnya dari dunia, ROH KUDUS akan kembali ke dalam Diri YAHWEH kembali.

Yes. 30:1Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,

ROH KUDUS digambarkan sebagai burung merpati, artinya supaya kita memeliharaNYA, memberikan makanan dan minuman yang cukup. Sebab jika kita terus-menerus tidak mau mendengarkan nasehat-nasehatNYA, maka DIA akan undur dari kita sehingga kita menjadi orang kegelapan kembali;

Ef. 4:30Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Dan jika ROH KUDUS itu undur dari kita, maka kita akan dimasuki ribuan roh jahat sehingga membuat kita sanggup menghunus pedang dan membakari mesjid-mesjid. TUHAN tidak ada, akal sehatpun tak jalan, maka yang maju kejahatannya seperti setan.

Matius 12:45Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

Karena itu TUHAN mengajarkan: "nyalakan pelitamu!" Hidupkan ROH KUDUS-mu! Jagalah jangan sampai padam lampumu. Sebab jika lampu di kamar dinyalakan, kita menjadi tahu mana yang roti dengan mana yang sepatu. Tidak mungkin kita keliru untuk menganggap sepatu sebagai roti, lalu kita makan sebagaimana kita begitu lahap memakan kesalahan dan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Kebenaran adalah tata tertib kehidupan di sorga. Itulah yang diajarkan kepada kita, supaya kita membiasakan diri dalam ketertiban sorgawi, sebagaimana orang-orang yang memasuki ketentaraan dan tinggal di asrama militer. Dia harus meninggalkan rumahnya dan segala kebiasaan di rumahnya, masuk pada disiplin tentara. Memasukkan kebiasaan di rumah ke barak militer hanya menimbulkan hukuman-hukuman dari atasan karena tidak bisa dibenarkan. Demikianlah ROH KUDUS menuntut kita masuk ke alam kudusNYA dengan meninggalkan segala keduniawian kita, sehingga kita bisa meminimalisirkan dosa.

Mat. 22:37Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

>> Segenap hati = 100% keseriusan kita.

>> Segenap jiwa = 100% pengorbanan kita.

>> Segenap akal budi = 100% pikiran kita.

Menjadi Kristen totalitas, bukan setengah-setengah! Bukan Kristen di gereja, kafir di kantor! Bukan Kristen di KTP, kafir di hidup! Bukan Kristen di bibir, kafir di hati! Jika tidak demikian, jika tidak seperti itu, jika tidak seperti yang TUHAN tuntut, masihkah kita mengharapkan keselamatan?! Hukum dan persyaratan TUHAN harus dirubah dulu, baru kita bisa mengharapkan selamat dengan kondisi apa adanya.

Tapi jika Hukum TUHAN tetap selamanya, maka tidak semua Kristen diselamatkan! Dosa sebesar apapun bukan masalah buat TUHAN, tapi apakah iman kita memenuhi kriteria untuk disebut iman?!

Hasil gambar untuk gambar barak tentara

Tidak ada komentar: