Sabtu, 03 Desember 2016

TUKANG CEMOOH

Suatu kali orang-orang yang sedang ngopi di warung melihat bapak dan anak berjalan kaki, sementara kudanya dibiarkan merumput. Maka nyeletuklah si Doel yang suka ceplas-ceplos itu: "Orang itu aneh, punya kuda nggak ditunggangi, berjalan kaki." Si bapak yang mendengar celetukan si Doel akhirnya menunggangi kudanya, sementara anaknya dibiarkan berjalan kaki. Sampailah mereka di desa yang lain, dan orang yang menyaksikan si bapak yang menunggang kuda sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki, mengeluarkan komentarnya: "Bapak itu aneh, dianya naik kuda, anaknya dibiarkan berjalan kaki." Mendengar komentar demikian maka si bapak turun dari kudanya, lalu anaknya disuruh menunggangi kuda itu. Dalam hati bapak itu berdoa: "mudah-mudahan kali ini perbuatanku dibenarkan orang."

Sampailah mereka di desa yang lainnya, dan orang yang melihat si anak menunggang kuda sementara membiarkan bapaknya berjalan kaki, berkomentar ceplas-ceplos seperti Ahok: "Anak itu keterlaluan. Masak bapaknya dibiarkan berjalan kaki, dianya yang menunggangi kuda?" Mendengar komentar dari pulsa gratisan seperti itu, maka si bapak akhirnya menunggang kuda di belakang anaknya. Kini mereka sudah bersama-sama menunggang kuda. Mereka berdoa: "Mudah-mudahan tak ada lagi pulsa-pulsa gratisan."

Akhirnya mereka tiba di desa "Omdo." Saat itu Ahok sedang blusukan di desa itu dan ketika dilihatnya ada bapak-anak menunggangi kuda, berkomentarlah Ahok dengan nada marah-marah: "Bapak dan anak itu benar-benar keterlaluan. Mereka tidak kasihan dengan kudanya." Mendengar komentar Ahok demikian, bapak itu tersinggung dan melaporkan Ahok ke Buni Yani. Lalu Buni Yani melaporkan ke Habib Rizieq Shihab, maka berdemolah orang-orang FPI menuntut Ahok ditahan.

Seperti itulah kwalitas orang Indonesia itu. Prestasinya adalah tukang komentar doank. Berbuat sesuatu tak mampu, tapi omongannya membanjiri Jakarta. Karena itu jika anda tidak merasa muak, biarlah saya sendirian yang muak melihatnya.

Mzm. 1:1Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Hasil gambar untuk gambar jokowi naik kuda

Tidak ada komentar: