Selasa, 17 Januari 2017

DAFTAR HUJAT PARA PAUS

https://www.worldslastchance.com/end-time-prophecy/pernyataan-kepausan-yang-mengerikan-langsung-dari-mulut-sang-pelacur.html

Santo Paus Nikolas I (Menjadi Paus dari 24 April 858 sampai dengan 13 November 867):
Pope Nicholas I"Saya ada di dalam semua dan berada di atas semua, seperti Tuhan sendiri, dan saya, adalah wakil Tuhan, keduanya dalam satu kedudukan ... dan saya bisa melakukan hampir semua yang Tuhan bisa lakukan ... Saya kemudian, berada di atas semua ... dan dengan alasan ini, berada di atas segala allah." (Sumber: "The Church Historians of England: Reformation Period," Oleh Josiah Pratt, cet. 1856, hal.159)
"Oleh karena itu, jangan heran jika kekuasaan untuk membuang segala sesuatu berada dalam tanganku, ya, dengan ajaran-ajaran Kristus." (Sumber: s.d.a, hal.159)
Teks berikut ditulis oleh Paus Nicholas I dalam menanggapi surat yang dia terima dari para uskup Katolik di Lorraine:
"Anda menegaskan bahwa anda tunduk pada penguasa anda, dalam rangka menuruti kata-kata rasul Petrus, yang mengatakan, 'tunduklah kepada para raja, karena ia berada di atas semua manusia di dunia ini." Tapi anda tampaknya lupa bahwa kita , sebagai wakil Kristus, memiliki hak untuk menghakimi semua orang: dengan demikian, sebelum mematuhi raja, anda harus mematuhi kami, dan jika kami menyatakan raja bersalah, anda harus menolak dia dari persekutuan anda sampai kami mengampuni dia.
"Hanya kami yang memiliki kekuatan untuk mengikat dan melepaskan, untuk membebaskan Nero dan mengutuk dia, dan orang-orang Kristen tidak bisa, dengan ancaman hukuman pengucilan, menghakimi selain kami, hanya kami saja yang sempurna. Rakyat bukanlah hakim atas raja-raja mereka; mereka harus mematuhi tanpa mengeluh pada perintah yang paling bengis, mereka harus sujud dengan dahi mereka pada siksaan yang mereka harus terima untuk menyenangkan raja, karena sang penguasa dapat melanggar undang-undang dasar Negara, dan merebut kekayaan rakyat, melalui pajak atau dengan penyitaan, dia bahkan dapat mencabut nyawa mereka, rakyatnya tidak memiliki hak untuk memberikan bantahan sekecil apapun kepadanya. Tetapi jika kami menyatakan bahwa raja itu sesat dan lalim, jika kita mengeluarkannya dari Gereja, imam dan orang awam, apa pun derajat mereka, dibebaskan dari sumpah kesetiaan mereka, dan dapat memberontak terhadap kekuasaannya."
(Sumber: A Complete History of the Popes of Rome, from Saint Peter, the First Bishop to Pius the Ninth, the Present Pope: Including the History of Saints Martyrs, Fathers of the Church, Religious Orders, Cardinals, Inquisitions, Schisms and the Great Reformers (Google eBook), oleh Louis Marie DeCormenin, James L. Gihon, 1857, hlm. 242.)
Dalam suratnya kepada Charles The Bald, untuk menghasut dia melawan Raja Lorraine, Paus Nicholas I berkata:
"Kami memerintahkan anda, atas nama agama, untuk menyerang negara itu, membakar kotanya, dan membantai rakyatnya, sebagai tanggung jawab yang kita tuntut akibat perlawanan dari raja buruk mereka." (Sumber:.. s.d.a, Gihon, hal. 242.)
Kepada seorang utusan dari Konstantinopel, Paus Nicholas mengatakan:
"Ketahuilah, pangeran, bahwa wakil Kristus (paus) mengatasi pengadilan manusia, dan bahwa penguasa yang paling kuat sekalipun tidak punya hak untuk menghukum kejahatan paus, sebesar apapun kejahatan itu ... .; karena itu tidak peduli seberapa bejatpun skandal atau kejahatan yang dilakukan oleh Paus, anda harus mematuhi mereka, karena mereka duduk di kursi Santo Petrus.
"Takutlah, kepada amarah kami dan pada gemuruh pembalasan kami, karena Yesus Kristus telah menunjuk kami dengan mulut-Nya sendiri sebagai hakim mutlak atas semua manusia, dan raja-raja sendiri diserahkan ke dalam kekuasaan kami." (Sumber:.. s.d.a, Gihon, hal 243.)
Ketika Raja Bulgaria menjadi seorang penganut Katolik, ia menganiaya orang-orang dari rakyatnya yang menolak untuk mengikuti teladannya. Ini membuatnya mendapatkan pujian berikut dari Paus Nicholas I:
"Saya memuliakan anda karena telah melaksanakan kekuasaan anda dengan membunuh domba-domba yang berkeliaran yang menolak untuk masuk ke dalam kandang, dan anda bukan hanya tidak berdosa dengan menunjukkan ketegasan suci ini, tapi saya bahkan mengucapkan selamat kepada anda karena telah membuka Kerajaan Sorga bagi rakyat yang mengikuti aturan anda. Seorang raja tidak perlu takut untuk memberikan perintah pembantaian, demi membuat rakyatnya tetap dalam ketaatan, atau membuat mereka tunduk dalam iman kepada Kristus, dan Tuhan akan membalasnya di dunia ini, dan dalam kehidupan kekal, untuk pembunuhan ini." (Sumber:.. s.d.a, Gihon, hal. 244.)
Catatan: Paus Nicholas telah dijadikan SANTO oleh Gereja Roma pada tahun 1630, yang berarti bahwa sebagai pribadi "suci" ia harus dicontoh, dipatuhi dan ditempati berdoa.
Santo Paus Gregorius VII (Menjadi Paus dari 30 Juni 1073 sampai 25 Mei 1085):
Pope Gregory VIIDari ‘Dictatus Papae’ para Paus, dari tahun 1075, kami mengutip pernyataan kepausan yang mengejutkan berikut:
"Bahwa hanya Paus Roma sendiri yang dapat dengan tepat disebut universal."
"Bahwa hanya dia sendiri yang dapat menggunakan lambang kerajaan."
"Hanya kepada paus saja semua raja harus tunduk mencium kakinya."
"Hanya namanya saja yang harus diucapkan di dalam gereja-gereja."
"Gelar ini [Paus] adalah spesial di dunia."
"Dia dapat diijinkan untuk menggulingkan raja."
"Tidak ada sinode yang dapat dianggap resmi tanpa perintahnya."
"Tidak ada pasal dan tidak ada buku dapat dianggap kanonik tanpa kekuasaannya."
"Hanya dia sendiri yang tidak dapat diadili oleh siapa pun."
"Bahwa Gereja Roma tidak akan pernah salah, dan tidak akan berbuat salah sampai selama-lamanya, Alkitab yang menjadi saksi."
"Paus Roma, jika dia telah ditahbiskan, tidak diragukan lagi menjadi suci dalam persekutuannya dengan Santo Petrus, Santo Ennodius, uskup Pavia, menjadi saksi, dan banyak bapa suci setuju dengan dia. Seperti yang terdapat di dalam keputusan paus Santo Symmachus."
"Dia dapat bebas dari tanggung jawabnya karena menjahati manusia."
(Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Dictatus_papae )
"Paus tidak perna salah." (Sumber: Paus Gregorius VII, (dikutip dari ‘The Benedictine Network’ dalam daftar hal-hal penting oleh berbagai paus sepanjang sejarah))
Paus Innocent III (Menjadi Paus dari 22 Februari 1198 sampai 16 Juli 1216):
Pope Innocent III
"Kita dapat sesuai dengan kepenuhan kekuasaan kita, membatalkan hukum dan mengeluarkan aturan di atas hukum. Mereka yang telah dipisahkan oleh Paus Roma, itu bukanlah tindakan manusia yang memisahkan mereka tetapi Tuhan. Karena Paus telah menduduki posisi itu di bumi, tidak hanya dari manusia tetapi dari Tuhan yang benar. "(Sumber: "Decretals of Greogory IX," Buku 1, Bab 3.)
"Siapa pun yang mencoba untuk menafsirkan pandangan pribadi mengenai Tuhan yang bertentangan dengan dogma gereja harus dibakar tanpa belas kasihan." (Sumber: Papal Bull, 1198. Kutipan ini berasal dari Peter Tompkins, Symbols of Heresy in THE MAGIC OF OBELISKS, hal.57 (New York: Harper, 1981))
"Telah disampaikan kepada saya di dalam kitab nabi: "Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam" (Yer 1:10.). . ..Yang lain telah dipanggil untuk melakukan pelayanan, tetapi hanya Santo Petrus yang telah diperlengkapi dengan kekuasaan penuh [plenitudo potestatis]. Lihatlah seperti apa hamba ini, diangkat untuk mengawasi seluruh rumah, dialah sebenarnya wakil Yesus Kristus , penerus Santo Petrus, Kristus Tuhan, Allah Firaun ... titik tengah antara Tuhan dan manusia ... yang dapat menghakimi segala sesuatu dan yang tidak dihakimi oleh siapa pun." (Sumber: Consecration Sermon, c. 1200, lihat Rome Has Spoken; Granfield, Patrick, The Limits of the Papacy:Authority and Autonomy in the Church, NY:. Crossroad, 1987; hal 32.)
Paus Gregorius IX (Menjadi Paus dari 19 Maret 1227 sampai 22 Agustus 1241):
Gregory IXPope Gregory IX, pada 1229, mengeluarkan dokumen kepausan, Pengucilan, di mana dia mengabaikan perwakilan resmi yang mendakwa dalam percobaan Inkuisisi. (Sumber: Kirsch, 79)
Dia lebih lanjut mengadakan dewan gereja di mana ia memerintahkan bahwa setiap laki-laki yang berumur lima belas tahun ke atas dan setiap perempuan yang berumur tiga belas tahun ke atas harus bersumpah bahwa mereka akan mencela aliran sesat. Dewan Gereja juga menetapkan contoh penolakan untuk membiarkan para terdakwa mengetahui siapa yang menuduh mereka. (Sumber: Engh, 132)
Paus Gregorius IX pada tahun 1231 juga mendirikan Kantor Inkuisisi Suci sebagai pengadilan yang terpisah khusus untuk Paus. Aturan hukumnya adalah "bersalah sampai terbukti tidak bersalah." Pembakaran adalah hukuman yang biasa dalam sebuah undang-undang kepausan. Eksekusi dilakukan oleh otoritas sipil, bukan para imam, untuk menjaga “kesucian” gereja. (Sumber: Ellerbe, 78; Haught, 74 (1990); McBrien, 212)
Paus Bonifasius VIII (Menjadi Paus dari 23 Januari 1295 sampai 11 Oktober 1303):
Pope Boniface VIII
"Kami menyatakan, katakanlah, menentukan, dan mengucapkan, bahwa untuk mendapatkan keselamatan, manusia harus benar-benar bergantung kepada Paus." (Sumber: Dokumen: "Unam Sanctum," seperti dikutip dalam "Apostolic Digest, Buku V: The Book of Obedience")
"Oleh karena itu, jika orang-orang Yunani atau orang-orang lain mengatakan bahwa mereka tidak mau taat kepada Petrus dan para penggantinya, maka mereka sebenarnya mengatakan bahwa mereka bukanlah domba Kristus, karena Tuhan mengatakan bahwa hanya ada satu kawanan dan satu gembala (Yoh 10:16) Jadi barangsiapa melawan kekuasaan ini, dia menolak perintah Tuhan sendiri". (Sumber: Pope Boniface VIII, Unam Sanctam, DNZ:468, (dikutip dalam Apostolic Digest, oleh Michael Malone, Book 4: "The Book of Christians", Chapter 4: "There is No Allegiance to Christ Without Submission to the Pope"))
Paus Klement VI (Menjadi Paus dari 7 Mei 1342 sampai 6 Desember 1352):
Pope Clement VI
"Tidak ada manusia yang tidak taat kepada Paus Roma yang akhirnya dapat diselamatkan. Semua orang yang telah berdiri menentang iman Gereja Roma, dan meninggal tanpa menyesalinya telah terkutuk, dan pergi ke neraka." (Sumber: Pope Clement VI, "Super Quibusdam," seperti yang dikutip dalam "Apostolic Digest, Book V: The Book of Obedience")
Santo Paus Pius V (Menjadi Paus dari 7 Januari 1566 sampai 1 Mei 1572):
Pope Pius V
"Paus dan Tuhan adalah sama, sehingga dia memiliki semua kekuasaan di surga dan bumi." (Sumber: Paus Pius V, yang dikutip di Barclay, Cities Petrus Bertanous Chapter XXVII: 218.)
Catatan: Kata-kata hujatan di atas berasal dari Paus Roma yang telah dijadikan orang suci!
Yang Diberkati Paus Pius IX (Menjadi Paus dari 16 Juni 1846 sampai 7 Februari 1878):
Pope Pius IX"Saya sendiri ... saya adalah penerus para rasul, wakil Yesus Kristus… saya adalah jalan dan kebenaran dan hidup ..." (Sumber: History of the Christian Church, oleh Henry Charles Sheldon, hal. 59.)
"Dasar dari semua keyakinan kita adalah ditemukan di dalam Santa Perawan Maria. Tuhan telah mempercayakan kepada dirinya segala sesuatu yang baik, agar setiap orang tahu, bahwa melalui dia diperoleh setiap harapan, setiap rahmat, dan semua keselamatan. Ini adalah kehendak-Nya: agar kita mendapatkan segala sesuatu melalui Maria ". (Sumber: Ubi Primum, 1849.)
"Sosialisme, Komunisme, serikat klandestin, serikat Alkitab ... hama semacam ini harus dihancurkan dengan cara bagaimanapun juga." (Sumber: The ensiklik Quanta Cura, Ditetapkan pada 6 Desember 1866.)
"Tidak satupun dari persekutuan ini [Protestan], dan juga tidak di dalam penggabungan mereka semua, dapat dipandang menjadi satu dengan Gereja Katolik yang dibangun, dibentuk, dan agar terus ada oleh Kristus Tuhan. Tidak akan pernah bisa dikatakan bahwa mereka adalah anggota dan bagian dari Gereja selama mereka tetap tampak terpisah dari kesatuan Katolik. Oleh karena itu persekutuan seperti itu, kehilangan hidup yang ditetapkan oleh otoritas Tuhan, yang memerintahkan manusia di dalam iman dan kehidupan sehari-hari, memimpin dan mengatur mereka ke dalam semua hal yang menyangkut keselamatan kekal, mereka terus berubah-ubah dalam doktrin mereka tanpa menemukan akhir dari pergerakan dan ketidakstabilan mereka. Sehingga semua orang dapat dengan mudah memahami dan sepenuhnya memperhitungkan bahwa ini benar-benar berbeda dengan Gereja yang ditetapkan oleh Kristus Tuhan, di mana kebenaran harus selalu tetap sama dan tidak pernah mengalami perubahan apapun, disimpan seolah-olah menjadi lumbung, dipercayakan dan harus dijaga dengan sempurna secara keseluruhan. Untuk tujuan ini, gereja telah menerima janji dari kehadiran abadi dan bantuan Roh Kudus. Tidak ada yang kemudian menolak bahwa pertikaian [perbedaan pendapat] dalam doktrin dan pendapat ini berasal dari perpecahan sosial, yang berasal dari kelompok yang tidak terhitung dan yang selalu dan semakin menyebar itu dan membuat kerusakan yang berat pada masyarakat sipil dan Kristen." (Sumber : Apostolic Letter Iam Vos Omnes (1868))
"Saudara yang terhormat, kamu mengatasi semuanya, ketahuilah bagaimana dogma dari agama kita ini telah dengan suara bulat dan tak henti-hentinya dinyatakan, dibela dan didesak di dalam sinode oleh Bapa Gereja. Memang, mereka tidak pernah berhenti mengajarkan bahwa 'Tuhan adalah satu, Kristus adalah salah satu, Gereja yang didirikan di atas Petrus oleh suara Tuhan adalah satu;' 'dasar yang kokoh dari negara Kristen yang besar ini telah dibangun secara ilahi, sebagaimana adanya, di atas batu ini, batu yang sangat kuat ini;' 'Jabatan ini, adalah pemberian yang pertama dan unik, selalu dirancang dan dianggap sebagai Jabatan Petrus;' 'yang bersinar ke seluruh dunia sambil mempertahankan keutamaannya;' 'juga menjadi akar dan sumber dari mana kesatuan keimamatan bermunculan;' bukan hanya pemimpin, tetapi juga ibu dan guru  dari semua Gereja ... "Paus, yang memegang Kekuasaan atas seluruh dunia, adalah Penerus Petrus Yang Diberkati, Pemimpin Para Rasul dan menjadi Wakil Kristus yang sejati, kepala dari seluruh Gereja, dan adalah Bapa dan Guru yang terlihat dari semua orang Kristen. "Ada bukti yang lain, yang hampir tak terhitung jumlahnya, bukti yang diambil dari saksi-saksi yang paling dapat dipercaya yang jelas dan terbuka bersaksi dengan iman yang besar, ketepatan, rasa hormat dan ketaatan bahwa semua yang ingin menjadi bagian dari satu-satunya Gereja Kristus yang benar harus menghormati dan menaati Tahta Kerasulan dan para Paus. "(Sumber: Pope Pius IX, Amantissimus (On The Care Of The Churches), Encyclical diumumkan pada 8 April 1862, # 3.)
"Mereka yang terus menerus melawan kekuasaan Paus tidak dapat memperoleh keselamatan kekal." (Sumber: Pope Pius IX, Quanto Conficiamur Moerore, DNZ:1677, (dikutip di dalam Apostolic Digest, oleh Michael Malone, Book 5: "The Book of Obedience", Chapter 1: "There is No Salvation Without Personal Submission to the Pope"))
Catatan: Paus Pius IX, adalah Paus yang paling lama memerintah di dalam sejarah, sedang dalam proses untuk dijadikan santo oleh Gereja Roma.
Paus Leo XIII (Menjadi Paus dari 20 Februari 1878 sampai 20 Juli 1903):
Pope Leo XIII"Pikiran kita diarahkan kepada sebagian besar dari mereka yang masih asing terhadap sukacita yang memenuhi hati semua umat Katolik: beberapa karena mereka bersandar pada penolakan mutlak terhadap Injil, yang lainnya karena mereka berbeda pendapat dengan keyakinan Katolik, meskipun mereka mengaku sebagai seorang Kristen. Pemikiran ini telah, dan, menjadi sumber keprihatinan yang mendalam bagi Kami, karena tidak mungkin untuk memikirkan begitu banyak umat manusia yang menyimpang seperti ini, sebagaimana adanya, dari jalan yang benar, sebagaimana mereka menjauh dari Kami, dan tanpa mengalami sebuah perasaan kesedihan yang mendalam. Tapi karena kami menempati di atas bumi ini tempat Tuhan Yang Mahakuasa..." (Sumber: Praeclara Gratulationis Publicae-The Reunion Kristen (Roma: 1894)).
"Tapi guru tertinggi dalam Gereja adalah Paus. Oleh karena itu, kesatuan fikiran, dibutuhkan, bersama dalam kesatuan yang sempurna dalam satu iman, berserah dan taat sepenuhnya pada kehendak dari gereja dan paus seperti kepada Tuhan sendiri." (Sumber: Sapientiae Christianae: dalamChristians as Citizens (10 Januari 1890))
"Ini adalah pelajaran terakhir dari kami untuk anda: terimalah, ukir dalam pikiran anda, anda semua: oleh perintah Tuhan keselamatan tidak ditemukan di tempat lain selain di dalam Gereja, kendaraan keselamatan yang kuat dan efektif tidak lain adalah Kepausan Roma." (Sumber: Amanat untuk ulang tahun ke 25 dari pemilihannya,  20 Februari 1903; Papal Teachings: The Church, Benedictine Monks of Solesmes, St. Paul Editions, Boston, 1962, halaman 653).
"Ingatlah dan pahami dengan baik bahwa di mana ada Petrus, disitu ada Gereja; dan mereka yang menolak untuk bergabung dalam persekutuan dengan ‘Kursi Petrus’ adalah milik Antikris, bukan kepada Kristus. Seseorang yang akan memisahkan diri dari Paus tidak akan memiliki ikatan lebih lanjut dengan Kristus." (Sumber: Paus Leo XIII, Satis Cognitum, dikutip dalam "Acts of Leo XIII: Supreme Pontiff", Roma: Vatikan Press, 1896, (dikutip dalam Apostolic Digest, oleh Michael Malone, Buku 4: "The Book of Christians", Bab 4: "There is No Allegiance to Christ Without Submission to the Pope"))
"Tapi guru tertinggi dalam Gereja adalah Paus. Oleh karena itu, kesatuan fikiran, dibutuhkan, bersama dalam kesatuan yang sempurna dalam satu iman, berserah dan taat sepenuhnya pada kehendak dari gereja dan paus seperti kepada Tuhan sendiri. Bagaimanapun juga, ketaatan ini harus menjadi sempurna ... (dan) akibatnya harus diterima tanpa keraguan ....
"Oleh karena itu hanya Paus yang memiliki kekuasaan untuk menilai hal-hal yang terdapat di dalam firman suci, juga mengenai doktrin mana yang sesuai, mana yang tidak cocok, dengan mereka, dan juga, untuk alasan yang sama, menunjukkan hal-hal apa yang bisa diterima sebagai kebenaran, dan hal-hal mana yang harus ditolak sebagai sesuatu yang tidak berharga, apa yang perlu dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, untuk mencapai keselamatan kekal". (Sumber: Pope Leo XIII, in Sapientiae Christianae (On Christians As Citizens), Encyclical promulgated on January 10, 1890, #22-24.)
Santo Paus Pius X (Menjadi Paus dari 4 Agustus 1903 sampai 20 Agustus 1914):
Pope Pius X"Paus bukan hanya sekedar wakil dari Yesus Kristus. Sebaliknya, dia adalah Yesus Kristus itu sendiri, yang terselubung di dalam daging, dan melalui dia dengan menjadi manusia biasa demi kemanusiaan melanjutkan pelayanan-Nya di antara manusia... Apakah Paus berbicara? itu adalah Yesus Kristus sendiri yang berbicara. Apakah dia mengajar? itu adalah Yesus Kristus yang mengajar. Apakah dia memberi berkat atau mengucapkan sebuah kutukan? itu adalah Yesus Kristus sendiri yang mengucapkan kutuk dan menyatakan berkat. Oleh karena itu dampaknya, ketika ada perkataan Paus, tidak perlu dikaji, tapi harus langsung ditaati: tidak boleh ada yang membatasi ikatan perintah, untuk memenuhi tujuan dari pribadi yang dituntut untuk taat: tidak boleh ada orang yang mencela kehendak yang telah diyatakan oleh Paus, dan memasukkan sesuatu yang hal lain selain dari yang dia telah tempatkan atasnya: tidak boleh ada prasangka-prasangka yang dibuat untuk disampaikan padanya: tidak ada aturan yang boleh dibuat untuk menentang aturan dari Bapa Suci untuk mengajar dan memerintah; keputusannya tidak untuk dikritik dan aturan-aturannya tidak boleh digugat. Oleh karena itu dengan pengukuhan Ilahi, semua orang, tidak peduli seberapa mulia orang itu - apakah ia mengenakan mahkota atau berpakaian kain ungu, atau mengenakan pakaian jubah suci: semua harus tunduk kepada-Nya yang segala sesuatu telah diletakkan di bawah-Nya." (Sumber: Evangelical Christendom, Vol. 49, 1 Januari 1895,  hal. 15, "the organ of the Evangelical Alliance," diterbitkan di London oleh J. S. Phillips.)
Catatan: Paus Pius X telah dijadikan suci [santo] oleh Gereja Katolik Roma. Hujatan kepada Yahuwah tidak menggugurkan seorang paus untuk menjadi "santo" di Gereja Roma.
Paus Benediktus XV (Menjadi Paus sejak 3 September 1914 sampai 22 Januari 1922):
Pope Benedict XV
"Penderitaan yang sedemikian rupa yang diderita oleh Maria sampai hampir mati karena penderitaan dan kematian Anaknya, penyerahan diri yang sedemikian itu dengan menyerahkan hak-hak keibuannya atas Anaknya demi: keselamatan umat manusia . . . jadi dengan tepat bisa kita katakan bahwa dia menebus umat manusia bersama-sama dengan Kristus" (Sumber: Inter Sodalicia, 1918)
"Semua orang yang mencari perlindungan pada Maria akan diselamatkan sampai selama-lamanya." (Sumber: http://www.romancatholicteachings.com/catholic_catechism/catechism1.html)
Paus Pius XI (Menjadi Paus dari 6 Februari 1922 sampai 10 Pebruari 1939):
Pope Pius XI
"Oh Maria, apa yang akan membebani engkau, untuk mendengar doa kami? Apa yang akan membebani engkau untuk menyelamatkan kami? Bukankah Yesus telah menempatkan di tanganmu semua harta kasih karunia dan rahmat-Nya? Engkau duduk sebagai ratu yang bermakhota di sebelah kanan Anakmu: kekuasaanmu sampai keujung langit dan kepada engkau tunduk  seluruh bumi dan semua makhluk yang tinggal di atasnya. Kekuasaanmu bahkan sampai kebawah jurang neraka, dan engkau sendiri, oh Maria, menyelamatkan kami dari tangan Setan". (Sumber: http://www.reachingcatholics.org/polytheistic.html;http://earnestlycontending.com/maranatha/?p=743)
"... Pendahulu abadi kami, Paus Leo XIII ..." (Sumber: Pope Pius XI, dalam Quas Primas (On the Feast of Christ the King), Encyclical promulgated on December 11, 1925, #18.)
"Tidak ada satupun orang yang ditemukan dalam satu Gereja Kristus, dan tidak ada satu orangpun yang bertekun di dalamnya, kecuali dia telah mengakui dan menaati kekuasaan tertinggi Santo Petrus dan para penggantinya yang sah." (Sumber: Paus Pius XI, Mortalium Animos, PTC: 873, (dikutip dalam Apostolic Digest, oleh Michael Malone, Buku 4: "The Book of Christians", Chapter 4: "There is No Allegiance to Christ Without Submission to the Pope"))
Paus Pius XII (Menjadi Paus dari 2 Maret 1939 sampai 9 Oktober 1958):
Pope Pius XII"O Bunda Maria yang penuh rahmat dan Pelindung orang-orang berdosa! Kami mohon kepadamu untuk memandang dengan mata yang mengasihani pada bidat dan pemecabelah yang buruk  ini. Engkau yang bertahkta di atas kebijaksanaan, cerahkanlah pikiran-pikiran celaka yang terselubung dalam kegelapan kebodohan dan dosa, agar mereka dapat dengan jelas mengakui Gereja Katholik Roma yang Kudus, sebagai satu-satunya Gereja Yesus Kristus, di luar itu tidak ada kesucian, tidak ada keselamatan yang dapat ditemukan. Panggillah mereka kedalam persekutuan satu kawanan, berikan mereka kasih karunia untuk percaya pada setiap kebenaran iman kudus kita dan berserah diri kepada Paus yang Agung, wakil Yesus Kristus di bumi, agar menjadi satu dengan kami melalui ikatan kebaikan yang manis, dari sana dapat segera menjadi satu kawanan dibawah satu Gembala yang sama, dan kita semua bersama-sama dapat, O Perawan yang Mulia, bernyanyi bersorak-sorai selamanya: "bersukacitalah, hai Perawan Maria, Engkau sendiri akan menghancurkan semua ajaran sesat di seluruh dunia!" Amin". (Sumber: Paus Pius XII, The Raccolta, Benzinger Brothers, Boston, 1957, No. 626.)
"Seperti yang Santo Bernard nyatakan, "adalah kehendak Tuhan agar kita memperoleh perkenaan melalui Maria, biarlah semua manusia cepat-cepat meminta pertolongan kepada Maria." (Sumber: Superiore Anno 1940.)
"Adalah mutlak diperlukan bagi komunitas Kristen untuk tunduk dalam segala hal kepada Kekuasaan Paus jika ingin menjadi bagian tetap dari umat ilahi yang dibangun oleh Sang Penebus kita." (Sumber: Paus Pius XII, Orientalis Ecclesiae, dikutip dalam "Acta Apostolicae Sedis", 36: 129, Roma: Vatikan Press, (dikutip dalam Apostolic Digest, oleh Michael Malone, Buku 4: "The Book of Christians", Chapter 4: "There is No Allegiance to Christ Without Submission to the Pope"))
"Kami mengajarkan, ... Kami menyatakan bahwa Gereja Roma oleh Ketentuan Tuhan memegang kekuasaan hukum tertinggi atas semua orang lain, dan bahwa kekuasaan hukum dari Paus ini, yang menjadi imamat yang sejati, secara langsung. Selanjutnya, para pendeta dan umat yang beriman dari status dan derajat manapun, baik secara individu maupun kolektif, terikat oleh tugas untuk tunduk dan taat sepenuhnya kepada hirarki, tidak hanya dalam hal-hal yang berkaitan dengan iman dan moral, tetapi juga pada hal-hal yang mereka bidangi yang menyangkut pengaturan dan pemerintahan Gereja yang tersebar di seluruh dunia, dengan cara seperti ini kesatuan persekutuan dan pergakuan Iman yang sama telah dijaga bersama dengan Paus, ada satu kawanan Gereja Kristus di bawah satu gembala tertinggi. Ini adalah ajaran kebenaran Katolik dan semua orang yang menyimpang dari ini akan kehilangan iman dan keselamatannya. "(Sumber: Pope Pius XII, Ad Apostolorum Principis (On Communism And The Church In China), Encyclical Promulgated on June 29, 1958, #46.)
Yang Diberkati Paus Yohanes XXIII (Paus dari 28 Oktober 1958 sampai 3 Juni 1963):
Pope John XXIII
"Tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke dalam kandang Kristus ini kecuali bila dia dipimpin oleh Kekuasaan Kepausan dan hanya jika mereka bersatu dengan paus seorang manusia dapat diselamatkan ..." (Sumber: Paus Yohanes XXIII, Coronation Homili, 4 November 1958.)
Paus Paulus VI (Menjadi Paus dari 21 Juni 1963 sampai 6 Agustus 1978):
Pope Paul VI
"Gereja ... telah terbiasa meminta bantuan kepada pengantara yang paling siap, Bundanya Maria ... Karena seperti yang Santo Irenaeus katakan, dia 'yang menyebabkan keselamatan bagi seluruh umat manusia.'" (Sumber: Christi Matri)
Yang Diberkati Paus Yohanes Paulus II (Paus dari 16 Oktober 1978 sampai 2 April 2005):
Pope John Paul II"Jangan datang kepada Tuhan untuk pengampunan dosa: datanglah kepada saya." (Sumber: Los Angeles Times, 12 Desember 1984.)
"Kebenaran dari Asumsi itu, dijabarkan oleh Pius XII, ditegaskan kembali oleh Konsili Vatikan II, yang dengan demikian menyatakan iman Gereja: "Setelah dimerdekakan untuk selamanya dari semua kesalahan dosa turunan, tubuh dan jiwa dari Perawan yang Tak Bernoda telah diangkat ke dalam kemuliaan surgawi setelah penyempurnaan persinggahannya di bumi. Dia ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu Semesta Alam... karena itu Bunda Kristus dimuliakan sebagai 'Ratu Semesta Alam'". (Sumber: Pope John Paul II, in Redemptoris Mater (On the Blessed Virgin Mary in the Life of the Pilgrim Church), Encyclical promulgated on March 25, 1987, #41.)
"Hari ini ... pengetahuan yang baru telah menuntun kita untuk mengakui teori evolusi bukan sekedar sebuah hipotesa." (Sumber: KOTA VATIKAN, 23 Oktober 1996, http://www.aloha.net/~mikesch/darwin.htm)
"Jangan takut ketika orang-orang menyebut saya 'Wakil Kristus," ketika mereka mengatakan kepada saya 'Bapa Suci', atau 'Yang Mulia', atau menggunakan gelar yang serupa dengan ini, yang tampaknya bahkan bertentangan dengan Injil." (Sumber: Paus Yohanes Paulus II, Crossing the Threshold of Hope (New York: Alfred A. Knoff 1995). 6.)
Paus Benediktus XVI (Menjadi Paus dari 19 April 2005 sampai 28 Februari 2013):
Pope Benedict XVI
"Yesus tidak menggambarkan akhir dunia, dan ketika Dia menggunakan gambaran nubuatan, Dia tidak bertindak sebagai 'pelihat'. Sebaliknya, Dia ingin memastikan bahwa murid-murid-Nya di setiap zaman tidak tergoyahkan oleh tanggal dan prediksi-prediksi ..." (Sumber: Sebuah pernyataan yang dibuat pada tanggal 18 November 2012, selama ‘Monday Angelus’nya bagi umat beriman http://visnews-en.blogspot.com/2012/11/christ-guides-journey-of-humanity.html.)
Paus Francis I (Menjadi Paus dari 13 Maret 2013 sampai ????):
Pope Francis I
"Anda tidak dapat menemukan Yesus di luar Gereja." (Sumber: Diucapkan pada tanggal 23 April 2013, di Apostolic Palace’s Pauline Chapel, http://www.ewtnnews.com/catholic-news/Vatican.php?id=7508)
"Penafsiran Kitab Suci tidak boleh semata-mata hanya pada upaya ilmiah dari seseorang, tetapi harus selalu dibandingkan dengan, dimasukkan ke dalam, dan disahkan oleh tradisi hidup Gereja." (Sumber: 12 April 2013, berbicara kepada komisi Alkitab kepausan. http://www. catholicworldreport.com/Blog/ 2219/when_will_the_media_turn_ on_pope_francis.aspx#. UX8SPyv71Us
Sekarang, mari kita membandingkan kata-kata hujat, yang kali ini berasal dari dokumen-dokumen Vatikan:
"Kami menetapkan bahwa Tahta Kerasulan Suci dan Paus memegang kekuasaan atas seluruh dunia." (Sumber: The Most Holy Councils, Vol XIII, kolom 1167.)
"Semua nama-nama di dalam Kitab Suci yang dikenakan Kristus, dan yang berdasarkan itu menetapkan bahwa Dia ada di atas gereja, nama-nama yang sama itu semua dikenakan kepada Paus." (Sumber: Robert Bellarmine, Pada Authority of Councils, Volume 2: 266.)
"Paus bukan hanya perwakilan Yesus Kristus, tetapi dia adalah Yesus Kristus itu sendiri, yang tersembunyi di bawah selubung daging." (Sumber: Catholic National (Juli 1895))
"Berhati-hatilah agar kita tidak kehilangan keselamatan, pada kehidupan dan nafas yang telah engkau berikan kepada kami, karena engkaulah gembala kami, engkaulah penyembuh kami, engkaulah pemerintah kami, engkaulah pengusaha kami, dan akhirnya engkaulah Tuhan lain di bumi." (Sumber: Christopher Marcellus merujuk pada Paus Julius II dalam Konsili Lateran Kelima yang dimulai pada tahun 1512, seperti dikutip dalam,  Alexander Hislop, The light of prophecy let in on the dark places of the papacy (London: William Whyte and Co., 1846): 91 dan Letters between a Catholic and a Protestant on the doctrines of the Church of Rome originally published in Borrow's Worcester Journal (Worcester Journal, 1827): 29. Dapatkan versi Latin aslinya disini.).
"Tampaknya bahwa Paus Yohanes Paulus II sekarang memimpin Gereja di seluruh dunia dari tempatnya di atas salib Kristus." (Sumber:  "Auckland Bishop Says Pope Presides From the Cross" (Zenit, September 20, 2004))
"Para imam memiliki kekuatan kunci, atau kuasa untuk membebaskan orang-orang berdosa dari neraka, membuat mereka layak bagi surga, dan mengubah mereka dari budak setan menjadi anak-anak Tuhan. Dan Tuhan sendiri wajib mematuhi penghakiman imam-Nya, untuk tidak mengampuni atau akan mengampuni...
"Ketika Sang Penebus turun ke dalam gereja, dan duduk di bilik pengakuan dosa untuk menjalankan Sakramen Pertobatan, dan seorang imam duduk di bilik pengakuan dosa yang lain, Yesus akan mengatakan kepada setiap pengaku dosa, 'Aku mengampuni', imam itu juga akan mengatakan hal yang sama kepada setiap pengaku dosanya, 'Aku mengampuni,' dan masing-masing para pendosa itu akan sama-sama diampuni ...
"Dengan demikian para imam dapat, dalam kondisi tertentu, disebut pencipta dari Penciptanya, karena dengan mengucapkan kata-kata mencipta, dia menciptakan, seakan-akan, Yesus berada dalam sakramen, dengan memberinya keberadaan sakramental, dan menghasilkan dia sebagai korban yang akan ditawarkan kepada Bapa yang kekal ...
"Biarkan para imam," kata Santo Laurence Justinian, "mendekati altar seperti Kristus yang lain." (Sumber: St. Alphonsus Liguori, The Dignities and Duties of the Priest (1927))
"Paus mengambil posisi Yesus Kristus di bumi ... dengan hak ilahi Paus memiliki kekuasaan tertinggi dan kekuatan penuh atas moral dan iman dari setiap pendeta dan jemaatnya. Dia adalah wakil yang sejati, kepala seluruh gereja, bapa dan guru dari semua orang Kristen. Dia adalah penguasa mutlak, pendiri dogma, pembuat dan hakim bagi konsili, penguasa universal kebenaran, Pengadil dunia, hakim tertinggi langit dan bumi, hakim dari semua, yang tidak dihakimi oleh siapapun, sebagai Tuhan sendiri di bumi." (Sumber: Dikutip dari New York Katekismus.)
"Bahkan jika Paus adalah jelmaan setan, kita tidak boleh mengangkat kepala kita melawan dia, tapi dengan tenang berbaring untuk bersandar di dadanya. Orang yang memberontak terhadap Bapa kita akan dihukum mati, karena apa yang kita lakukan kepadanya kita lakukan untuk Kristus: kita menghormati Kristus jika kita menghormati Paus, kita tidak menghormati Kristus jika kita tidak menghormati Paus. Saya tahu betul bahwa banyak orang yang membela diri dengan membual: "Mereka begitu rusak, dan melakukan segala hal yang jahat!" Tetapi Tuhan telah memerintahkan bahwa, bahkan jika para imam, para pendeta, dan Kristus-di-bumi adalah jelmaan setan, kita harus patuh dan tunduk kepada mereka, bukan demi mereka, tapi demi Tuhan, dan demi ketaatan kepada-Nya . "(Sumber: St. Catherine of Siena, SCS, hal. 201-202, hal. 222, di kutip di dalam Apostolic Digest, oleh Michael Malone, Book 5: “The Book of Obedience”, Chapter 1: “There is No Salvation Without Personal Submission to the Pope”)
"Doktrin-doktrin Gereja Katolik sepenuhnya terpisah dari Kitab Suci." (Sumber: Familiar Explanation of Catholic Doctrine,  Rev. M. Mullers, hal.151.)
"Jika kita harus memilih antara Kitab Suci Tuhan, dan kesalahan lama gereja, kita harus menolak dasarnya." (Sumber: Johann Faber (Pembela Kepausan) cited in History of The Reformation, by J. H. Merle d'Aubigne, book 11, Ch. 5, Par. 9.y J. H. Merle d'Aubigne, book 11, Ch. 5, Par. 9.
"Seperti dua sungai suci yang mengalir dari surga, Alkitab dan tradisi ilahi mengandung fimran Tuhan, permata berharga dari kebenaran yang terungkap. Meskipun dua aliran ilahi ini mengalir dalam diri mereka sendiri, karena berasal dari sumber ilahinya, dari kesucian yang setara, dan keduanya penuh dengan kebenaran yang terungkap, tetap dua, tetapi tradisi bagi kita adalah lebih jelas dan aman." (Sumber: Catholic Belief, Joseph Faa di Bruno, hal. 45.)
"Saya tidak pernah mengundang salah satu malaikat turun dari surga untuk mendengar jemaat di sini. Ini bukan tempat untuk malaikat. Satu-satunya Pribadi di surga yang saya minta untuk datang ke sini adalah Yesus Kristus, dan Dia saya perintah untuk turun. Dia harus datang ketika saya meminta-Nya. Saya mengambil roti di jari saya pagi ini dan berkata:. "ini adalah tubuh dan darah Yesus Kristus, dan Dia harus turun. Ini adalah salah satu hal yang Dia harus lakukan. Dia harus turun setiap kali saya mengatakan pernyataan itu kepada jemaat .... saya melakukan hal itu dalam ketaatan, dengan penuh hormat, penuh penghargaan, dan penyembahan, tapi saya yang melakukan hal itu, dan ketika saya melakukan hal itu, Kristus harus taat." (Sumber: Roman Catholic Priest David S. Phelan, The Western Watchman (St. Louis: Western Watchman Publishing Company), June 10, 1915.)
"Paus bermartabat sangat besar dan begitu dimuliakan karena dia bukan manusia biasa, tetapi seperti Tuhan, dan menjadi wakil Tuhan .... Oleh karena itu Paus dimahkotai dengan tiga mahkota, sebagai Raja Surga dan bumi dan dibawah bumi .... Paus itu adalah Tuhan di bumi, ... kepala Raja segala raja, ... kepada dia telah dipercayakan arahan-arahan Tuhan yang Mahakuasa... dari kerajaan surgawi. "(Sumber: Lucius Ferraris, "Papa," pasal 2 dalam bukunya Prompta Bibliotheca ("Handy Library"), Volume 6 (Venice, Italia: Gaspar Storti, 1772), hlm 26-29. Latin. Dicetak ulang (Roma: Press Propaganda, 1899))
"Semua nama-nama yang dikaitkan dengan Kristus di dalam Alkitab, yang menyiratkan kekuasaan-Nya atas gereja, juga dikaitkandengan Paus." (Sumber: Robert Bellarmine, dalam Disputationes de Controversiis, "On the Authority of Councils", buku 2, Bab 17.)
"Terimalah tiara yang dihiasi dengan tiga mahkota dan ketahuilah bahwa engkau adalah bapa para pangeran dan raja-raja, Penguasa dunia, Wakil dari Juruselamat kita Yesus Kristus." (Sumber: Papal Coronation Ceremony.)
"Paus adalah hakim tertinggi dari hukum negara .... Dia adalah wakil Kristus, dan bukan hanya menjadi seorang imam selamanya, tetapi dia juga adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan." (Sumber: La Civilta Cattolica, 18 Maret 1871 (dikutip dalam "An Inside View of the Vatican Council" by Leonard Woosely Bacaon, hal. 229, American Tract Society edition))
"Adalah kesalahan untuk mempercayai bahwa, jika Paus adalah seorang bajingan dan seorang yang jahat dan akibatnya adalah seorang anggota dari Iblis, dia tidak memiliki kekuasaan atas umat beriman." (Sumber: Council of Constance, Condemnation of Errors, against Wycliffe, Session VIII, and Hus: Session XV; DNZ:621, 617, 588, (quoted in Apostolic Digest, by Michael Malone, Book 5: "The Book of Obedience", Chapter 1: "There is No Salvation Without Personal Submission to the Pope"))
"Tunduk pada Paus benar-benar diperlukan untuk mendapatkan keselamatan." (Sumber: St. Thomas Aquinas, Against the Errors of the Greeks, Pt. 2, ch. 36; PTC:484, (quoted in Apostolic Digest, by Michael Malone, Book 5: "The Book of Obedience", Chapter 1: "There is No Salvation Without Personal Submission to the Pope"))
"Adalah kesalahan untuk mempercayai bahwa seorang manusia yang ada di dalam Gereja jika ia mengabaikan Tahta Petrus, dasar dari Gereja." (Sumber: St. Cyprian, UOC, CSL, vol. 3, pt. 1, p. 207 (1868), (quoted in Apostolic Digest, by Michael Malone, Book 4: "The Book of Christians", Chapter 4: "There is No Allegiance to Christ Without Submission to the Pope"))
"Di mana ada Petrus (atau penggantinya), disitu ada Gereja." (Sumber: St. Ambrose, Commentary on Twelve of David's Psalms, XL:30; JUR, vol. 2:1261, (quoted in Apostolic Digest, by Michael Malone, Book 4: "The Book of Christians", Chapter 4: "There is No Allegiance to Christ Without Submission to the Pope"))
"Paus, kepala perguruan tinggi uskup, menikmati imfabilitas ini dalam keutamaan jabatannya, ketika, sebagai Pastor Agung dan guru daari semua orang beriman - yang menguatkan saudara-saudaranya di dalam iman - dia menyatakan dengan pasti sebuah doktrin yang berkaitan dengan iman atau moral .... infalibilitas itu berjanji bahwa Gereja juga hadir dalam tubuh uskup ketika, bersama-sama dengan pengganti Petrus, mereka ‘menjalankan Pengajaran utama’, atas semua orang dalam Dewan Ekumenis. Ketika Gereja melalui Pengajaran utama yang mengusulkan sebuah doktrin 'untuk dipercayai sebagai pengungkapan ilahi’, dan sebagai ajaran Kristus, penjabaran-penjabaran itu harus ditaati dengan ketaatan iman." Infalibilitas ini meluas sejauh kandungan wahyu ilahi itu sendiri." (Sumber: Catechism of the Catholic Church, # 891, edisi 1994.)
Bandingkan pernyataan di atas dengan Alkitab:
“Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah Yahuwah, Eloahmu, yang kusampaikan kepadamu.” (Lihat Ulangan 4:2)
“Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.” (Lihat Ulangan 12:32)
Semua firman Eloah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta. (Lihat Amsal 30: 5-6)
Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Yahuwah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini." (Lihat Wahyu 22:18)
. . . "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya." (Lihat Wahyu 18:4)
"... Paus adalah seperti Tuhan di bumi, berdaulat tunggal atas umat Kristus, kepala para raja, memiliki kekuasaan penuh." (Sumber: Lucius Ferraris, dalam "Prompta Bibliotheca Canonica, Juridica, Moralis, Theologica, Ascetica, Polemica, Rubristica, Historica", Volume V, artikel pada "Papa, Article II", berjudul "Concerning the extent of Papal dignity, authority, or dominion and infallibility", #1, 5, 13-15, 18, diterbitkan di Petit Montrouge (Paris) by J. P. Migne, edisi tahun 1858.)
"Kami mengakui bahwa Paus memiliki kuasa untuk mengubah Alkitab dan untuk menambahinya dan menguranginya sesuai dengan kehendaknya." (Sumber: Roman Catholic Confessions for Protestants Oath, Article XI, (Confessio Romano- Catholica in Hungaria Evangelicis publice praescripta te proposita, editi a Streitwolf), seperti yang terekam dalam Congressional Record of the U.S.A., House Bill 1523, Contested election case of Eugene C. Bonniwell, against Thos. S. Butler, Feb. 15, 1913.)
"Barangsiapa yang tidak masuk melalui pintu kandang tidak akan mendapatkan keselamatan. Pintu kandang itu adalah Gereja Katolik dan persekutuan dengan Kepala yang mewakili Yesus Kristus." (Sumber: St. Frances Xavier Cabrini, "Travels", Chicago: 1944 …)
"Paus adalah pemilik kuasa dan otoritas terbesar, sehingga dia bisa merubah, menyatakan, atau menafsirkan bahkan sampai hukum ilahi. Paus dapat mengubah hukum Tuhan, karena kekuasaannya bukan dari manusia, melainkan dari Tuhan, dan dia bertindak sebagai wakil Tuhan di bumi ..." (Sumber: Lucius Ferraris, in "Prompta Bibliotheca Canonica, Juridica, Moralis, Theologica, Ascetica, Polemica, Rubristica, Historica", Volume V, artikel pada "Papa, Article II", berjudul "Concerning the extent of Papal dignity, authority, or dominion and infallibility", #30, diterbitkan di Petit-Montrouge (Paris) oleh J. P. Migne, edisi tahun 1858.
"Kristus telah mempercayakan jabatan-Nya kepada Paus; ... karena segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepada Kristus;. ... Demikian juga dengan Paus, sebagai wakil-Nya, akan memiliki kekuatan ini" (Sumber:  Corpus Juris, chap. 1, column 29, translated from a gloss on the words Porro Subesse Romano Pontiff.)
"Kekuasaan Paus tidak terbatas, tak terhitung, dapat menyerang, seperti yang Paus Innocent III katakan, di mana pun ada dosa, disitu paus dapat menghukum setiap orang, yang tidak mengijinkan adanya banding dan paus berkuasa dalam kehendak bebasnya sendiri, karena Paus menyandang, menurut pernyataan Paus Boniface VIII , semua hak di Tahta Suci pada dadanya. Sebagaimana dia sekarang menjadi sempurna, dia dapat dengan menggunakan kata kecil, "orbi', (yang berarti bahwa dia melingkupi seluruh Gereja) membuat setiap aturan, setiap doktrin, setiap permintaan, menjadi sebuah aturan iman yang pasti dan yang tidak bisa dibantah. Tidak ada wewenang yang dapat berdiri menentang dia, kebebasan pribadi atau kelompok juga tidak, atau yang sudah ditetapkan oleh seorang ahli kanon". (Sumber: 'The tribunal of God and of the pope is one and the same'. Ignaz von Dollinger, dalam "A Letter Addressed to the Archbishop of Munich", 1871 (dikutip dalam The Acton Newman Relations (Fordham University Press), oleh MacDougall, hal. 119-120))
"Oleh karena itu keputusan Paus dan keputusan Tuhan merupakan satu keputusan .... dan, oleh karena, banding selalu dibuat dari seorang hakim yang lebih rendah ke yang lebih unggul, dan karena tidak ada satupun yang lebih besar dari dirinya sendiri, sehingga tidak ada banding yang bisa dibuat dari Paus kepada Tuhan, karena ada satu konsistori dari Paus sendiri dan Tuhan sendiri." (Sumber: Augustinus Triumphus, di Summa de Potestate Ecclesiastica, 1483, questio 6. Latin.)
"Kami mengakui bahwa apa pun hal baru yang telah disahkan Paus, apakah itu ada di dalam Alkitab atau tidak ada dalam Alkitab, dan apa pun yang dia perintahkan adalah benar, ilahi dan memimpin kepada keselamatan, dan oleh karena itu harus dipegang oleh Orang-orang Awam dengan penghargaan yang lebih besar dari Tuhan yang hidup." (Sumber: Roman Catholic Confessions for Protestants Oath, Article IV, (Confessio Romano-Catholica in Hungaria Evangelicis publice praescripta te proposita, editi a Streitwolf), as recorded in Congressional Record of the U.S.A., House Bill 1523, Contested election case of Eugene C. Bonniwell, against Thos. S. Butler, Feb. 15, 1913.)
Pertimbangan dari Tim WLC:
Kami tidak melebih-lebihkan ketika kami menyatakan bahwa hampir semua dari ajaran Gereja Katolik Roma ini bertentangan dengan Alkitab. Pernyataan di atas dibuat oleh para paus dan otoritas Vatikan membuktikan keabsahan klaim kami tidak wanita berdoaterbantahkan, bila dibandingkan dengan Alkitab. Sayangnya, ini mungkin sangat sulit bagi saudara dan saudari kami yang masih terjebak dalam sistem kafir ini untuk menerimanya. Hanya jika umat Yahuwah yang tergabung dalam alisan sesat ini mau jujur dan sambil bertekun dalam doa membandingkan ajaran para paus dengan Alkitab, mereka pasti akan menyadari kebenaran tentang agama palsu Roma ini. Kami mengatakan kebenaran tentang agama palsu Katolik ini karena kami peduli; kami tidak ingin ada umat-Nya yang terus tertipu oleh sistem jahat ini. Waktu hampir habis, dan masa pencobaan manusia akan segera berakhir. Menjadi sangat penting bagi kita untuk datang memegang dengan kuat ajaran-ajaran Yahuwah, dan memutuskan untuk mengikuti kebenaran-Nya berapapun harganya.
Hari ini, seluruh dunia telah tertipu oleh agama palsu ini, dan mereka yang terus mengekspos sifat jahat dari sistem keagamaan ini akan segera menghadapi penganiayaan dan akan membayarnya dengan mahal. Roma tidak pernah mentolerir musuhnya, dan telah menyebabkan kematian sekitar 100 juta jiwa yang percaya pada Alkitab, yang menolak untuk tunduk kepada agama palsu ini. Di pihak WLC, kami membawa fakta-fakta ini dalam upaya untuk menyoroti kebenaran bagi mereka yang tulus, sehingga mereka dapat dengan jiwa mereka melepaskan diri dari lembaga kafir ini.
Keselamatan tersedia secara bebas dan segera bagi semua orang yang percaya dalam nama Yahushua, serta mematuhi perintah-perintah-Nya. Tidak ada tempat untuk ‘pengantara manusia’ antara jiwa yang tulus yang merindukan keselamatan dengan Juruselamat kita yang penuh kasih. Dia menghendaki kita datang kepada-Nya secara langsung, agar Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Dia akan menerima kita dengan sukacita. Dia akan memperbaharui pikiran kita dan mengajarkan kita untuk berjalan tak bercacat di hadapan Bapa. Dan Dia akan mempersiapkan hati kita untuk Surga, agar kita dapat kembali bersama-Nya setelah kedatangan kedua-Nya yang mulia.
Semoga Yahuwah terus membimbing dan memberkati semua orang yang berusaha mengetahui dan mengikuti kehendak-Ny

Tidak ada komentar: