Kamis, 19 Januari 2017

KEBAKARAN PASAR SENEN

Sebelum azan subuh, Kamis, 19 Januari 2017, pagi tadi, dari jalan Gunung Sahari, saya melihat pasar Senen yang terbakar itu seperti awan putih yang saya pikir hujan deras. Itu sebelum ada mobil pemadam kebakaran yang datang, saya sedang minum kopi sambil makan gorengan tempe di sebuah warung. Tak lama setelah itulah berdatangan mobil pemadam kebakaran dan mulai banyak orang yang berjalan ke arah pasar kue, Senen. Padahal kemarin sorenya di pasar sayurnya sudah terbakar 8 kios, kini kebakaran lagi?!

Selesai minum kopi saya menonton kebakaran tersebut dari seberang jalan, di Atrium Senen, dan yang saya lihat hanya kepulan asapnya saja, sebab yang terbakar di bagian dalam dan konon yang terbakar itu toko-toko kain/pakaian. Tapi ketika saya masuk ke terminalnya, ke arah stasiunnya, saya melihat kepulan asap hitam pekat yang dahsyat sekali. Saya kaget, sebab asap yang saya lihat sudah mulai berkurang itu ternyata merembetnya ke jalan Stasiun Senen. Malah saya pikir kebakaran baru lagi. Saya sudah terlanjur naik bus Kopaja ke Lebak Bulus sehingga tak mungkin melihatnya. Dan saya baru benar-benar takjub setelah jam 16.00 sore kembali ke terminal Senen ternyata kebakaran itu masih belum padam, malah konon telah melalap 500-an kios.

Cerita para pedagang makanan di patung Senen ketika mereka mulai mendasarkan dagangannya di sore hari, puntung-puntung yang masih membara beserta dengan abu-abunya beterbangan ditiup angin ke arah sana sehingga menjadi pemandangan yang cukup menyeramkan.

Tanda tanya saya: terbakar atau sengaja dibakar?

Minggu, 15 Januari 2017

Pedagang Blok 6 Pasar Senen Minta Kejelasan Soal Lapak

http://wartakota.tribunnews.com/2017/01/15/pedagang-blok-6-pasar-senen-minta-kejelasan-soal-lapak

WARTA KOTA, SENEN-Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pedagang Pasar Senen Blok VI, akan rampung akhir Januari mendatang. Lokasi TPS ini berada di Jalan Stasiun Senen tepat di depan Stasiun Senen.
Kendati demikian, banyak pedagang yang belum mengetahui secara pasti perihal teknis pemindahan tempat berjualan di TPS tersebut.
"Kalau TPS yang di belakang (depan Stasiun Senen), yang saya dengar sih untuk pedagang sayur sama buku-buku," ungkap Tika (46), pedagang tas wanita di Pasar Senen Blok VI Jakarta Pusat, Minggu (15/1).
Ia mengaku belun ada koordinasi dari pihak pengelola Pasar Senen bersama PD Pasar Jaya selaku instansi yang berwenang untuk memindahkan pedagang-pedagang di Blok VI.
Rencananya, akan ada 2 TPS yang akan dibangun oleh PD Pasar Jaya bagi pedagang eksisting yang ada di Blok VI.
Namun, Tika juga belum mengetahui secara pasti dimana lokasi TPS kedua yang rencananya akan mulai dibangun pada akhir Januari mendatang. Ia juga tidak mengetahui besaran biaya sewa di TPS tersebut.
"Kalau yang pedagang tas, katanya sih lokasinya di seberang Atrium Senen. Informasinya dari pedagang-pedagang lain saja," ucapnya.
Di sisi lain, pedagang buku bekas, Binsar (60) juga mengungkapkan hal yang serupa.
Ia mengatakan tidak ada pembicaraan dan informasi mengenai TPS pertama yang menghadap Stasiun Senen kendati lokasi tempat berdagangnya saat ini, sangat dekat dengan TPS itu.
"Gak ada yang ngasih tau kami. Saya juga gak tau berapa biaya sewanya. Kurang terbuka informasinya," kata Binsar.

Khawatir sepi
Pihak pengelola Pasar Senen dan PD Pasar Jaya, sambung Binsar, juga tidak melakukan koordinasi dengan pedagang untuk mendengarkan keterbutuhan mereka di TPS yang memiliki 3 lantai tersebut.
"Kalau lantai pertama kan sepertinya untuk pedagang sayuran dan daging. Kalau lantai atas itu sepertinya untuk pedagang buku. Saya sih hanya liat-liat sendiri saja," ungkapnya.
Binsar mengkhawatirkan TPS tersebut sepi pembeli lantaran akses untuk menuju ke lantai 2 dan 3 dinilainya sangat minim.
"Lho, disini (toko buku bekas) yang gak naik tangga saja sudah sepi. Bagaimana nanti kalau harus naik tangga lagi? Apalagi saya sudah tua, kalau naik turun tangga terlalu berat buat saya. Harusnya ada lift ya," ujar Binsar.
Ia juga mengkhawatirkan, sejumlah pedagang akan lebih memilih berdagang di trotoar apabila lokasi TPS minim pembeli. Hal tersebut dinyatakannya untuk menanggapi tempat TPS yang dinilainya kecil.
"Di tempat yang sekarang, kurang lebih 2,5x1,5 meter. Disana lebih kecil lagi. Lahan berdagang sangat penting bagi kami, karena untuk menaruh dagangan. Semakin luas lahannya, semakin banyak peluang dagangan kami hendak dibeli orang," tuturnya.
Terakhir, ia meminta agar pihak yang mengelola TPS segera melakukan komunikasi kepada pedagang mengenai nomor undian beserta harga sewa lapak yang hingga kini belum diketahui oleh mereka.
TPS Pasar Senen Blok VI dibangun di atas lahan seluas 3000 meter persegi ini, memiliki 3 lantai.
Rencananya untuk lantai bawah akan difungsikan untuk para pedagang sayur-sayuran serta daging, kemudian di lantai atas untuk pedagang kelontong dan lain sebagainya.
Pasar yang dulunya bernama Pasar Inpres Senen tersebut diperuntukkan bagi pedagang eksisting yang menempati Pasar Senen Blok VI. (Rangga Baskoro)


Kamis, 19 Januari 2017

Kronologi Kebakaran Pasar Senen Jakarta Pusat

http://news.liputan6.com/read/2831330/kronologi-kebakaran-pasar-senen-jakarta-pusat

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hebat melanda pertokoan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Kejadian tersebut berlangsung sejak pukul 04.15 WIB.
Perwira Piket Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Syarifudin menuturkan kronologi kejadian. Menurut dia, kebakaran di Blok III Pasar Senen bermula dari lantai satu hingga merambat ke tempat lain.

"Api awalnya terlihat di lantai satu, kemudian membesar dan paling terdampak sekarang di lantai tiga," kata Syarifudin di lokasi kebakaran, Kamis (19/1/2017).
Syarifudin mengatakan, petugas sudah berjibaku memadamkan api yang membakar blok pasar tersebut sejak pukul 04.15 WIB.
Pintu gerbang lantai satu yang masih terkunci menyulitkan petugas untuk masuk ke gedung guna memadamkan api. Alhasil, petugas hanya bisa memadamkan api dari luar.
"Gerbangnya masih dikunci semua, kita coba antisipasi agar api tidak merambat," ujar dia, seperti dikutip dari Antara.
Api terus merambat, petugas pun menambah mobil pemadam kebakaran dari 27 unit menjadi 45 unit guna mendukung upaya pemadaman.
Mobil-mobil pemadam kebakaran itu berasal dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat serta mobil bantuan dari dinas pemadam di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
"Di lantai tiga Blok III api sudah merembet secara merata, kami juga sudah kerahkan peralatan dan unit yang kami punya," ujar dia.
Lokasi Blok III Pasar Senen yang terbakar tepat menghadap jalan layang Pasar Senen ke arah Matraman, Jakarta Pusat.
Kebakaran tersebut menimbulkan asap hitam membumbung tinggi, yang sampai kelihatan dari kawasan Tugu Tani, yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi kebakaran.
Petugas belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran Pasar Senen serta korban dan kerugian yang diakibatkannya.

Ikatan Pedagang Bentuk Tim Investigasi Usut Kebakaran Pasar Senen

http://news.liputan6.com/read/2832048/ikatan-pedagang-bentuk-tim-investigasi-usut-kebakaran-pasar-senen?HouseAds&campaign=PasarSenen_News_STS1

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyatakan, kebakaran Pasar Senen, Jakarta Pusat, bukan kali pertama. Bahkan, penyelidikan atas kebakaran-kebakaran Pasar Senen yang lalu juga dihentikan.
Dari catatan IKAPPI, kebakaran di pasar Senen sudah terjadi ratusan kali sejak tahun 2003. "Itu kebakaran-kebakaran kecilnya," ujar Abdullah kepada Liputan6.com, di Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Sedangkan untuk kebakaran besar, ungkap dia, sudah terjadi sebanyak empat kali. Ke empat kasus kebakaran itu tak juga menemukan titik terang.
"Kebakaran besar di Pasar Senen itu terjadi sejak tahun 2003, 2010, 2014, 2016 dan sekarang," jelas Abdullah.
Setiap kebakaran besar yang terjadi, pengusutannya selalu menemui titik buntu. Pedagang sudah bersatu, meningkatkan keamanan, kewaspadaan. Sebab dugaaan atas dibakarnya pasar-pasar tradisional sangat kuat sekali.
Di kebakaran-kebakaran yang lalu, pengusutan pelaku pembakaran pasar selalu saja hilang ditelan bumi. Selentingan pembakaran pasar tak pernah benar-benar diusut polisi.
Buktinya, empat kebakaran Pasar Senen sebelumnya tak menemukan titik terang. Abdullah menyebut, kasus kebakaran Pasar Senen selesai dengan penyelidikan soal penyebabnya saja.
"Kami tak bisa mengatakan kebakaran kali ini adalah kebakaran biasa, tapi IKAPPI mencatat kebakaran serupa ini bukan kebakaran, tapi dibakar. Kami menyiapkan tim investigasi untuk kebakaran Pasar Senen ini," lanjut Abdullah.
Pasar Senen jadi primadona bagi pegawai kantor yang berdompet tipis. Hanya di sini mereka bisa mendapatkan celana bahan, baju kemeja, dasi, sepatu, dan jas murah second hand. Begitupun dengan para anggota polisi dan militer yang berpangkat rendah.
Pasar Senen menyediakan atribut-atribut polisi dan militer dengan harga terjangkau. Belum lagi, di lantai paling teratas di pasar Senen yang jadi favoritnya mahasiswa untuk mencari buku bekas.

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Hasil gambar untuk gambar kebakaran pasar senen 2017

Tidak ada komentar: