Kamis, 12 Januari 2017

KEMERDEKAAN YANG DIBERIKAN YESHUA

Yohanes 8:31

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
8:32dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:34

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
8:35Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
8:36Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

1. KEBENARAN AKAN MEMERDEKAKAN KAMU;

Mungkin anda pernah menghadapi persoalan yang sangat pelik, persoalan yang seperti jalan buntu, persoalan yang seperti kegelapan yang berkepanjangan yang tak memberikan pengharapan. Pada waktu itu anda berpikir bahwa kehidupan anda akan selamanya begitu, misalnya: menganggur terus, miskin terus atau menderita terus, sampai akhirnya anda menemukan sebuah jalan keluar, dan ternyata jalan itu membawa keberhasilan yang gemilang dalam hidup anda. Maka jalan keluar yang baru anda ketemukan itulah yang memberikan kemerdekaan bagi anda dari kehidupan lama yang mati.

Di zaman Perjanjian Lama, bangsa Yahudi dikungkung oleh 613 macam hukum. ELOHIM YAHWEH yang menuntut kesempurnaan mereka sebagai anak-anak ELOHIM YAHWEH, menurunkan ke-613 peraturan itu. Jika semua tuntutan itu bisa mereka penuhi maka mereka akan diselamatkan. Namun malang bagi mereka, sebagai manusia biasa mereka selalu tersandung dosa. Luputnya melanggar hukum yang satu, mereka melanggar hukum yang lainnya. Tak ada yang sanggup menuruti Hukum Taurat itu. Nabi Musa, tidak. Nabi Harun, tidak! Raja Daud, tidak. Raja Salomopun, tidak!

Kisah 15:10Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?

Roma 7:22

Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
7:23tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
7:24Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

"Aku, manusia celaka!" Kata rasul Paulus mewakili orang-orang yang hidup di Perjanjian Lama. Tak mungkin ada orang yang selamat oleh Hukum Taurat. Sebab Hukum Taurat itu seperti cermin dosa, seperti daftar menu masakan di sebuah rumah makan. Sejumlah dosa-dosa itulah yang ditebus oleh YESHUA ha MASHIA, seperti sejumlah masakan yang kita pesan itulah yang harus kita bayar di kasir. Jadi, fungsi Hukum Taurat itu adalah memberitahukan tentang dosa, sedangkan yang menyelamatkan kita dari dosa-dosa itu adalah YESHUA ha MASHIA.

Berzinah bagi orang Hindu atau Buddha, mungkin bukan dosa. Tapi bagi kita, orang Kristen, itu dinyatakan sebagai dosa oleh Hukum Taurat. Dan dosa itulah yang kita mintakan ampunan ke YESHUA ha MASHIA, selaku Penebus dosa. Berbeda dengan orang-orang Islam, Hindu dan Buddha, yang karena tak mempunyai JURUSELAMAT, sehingga mereka masih menyimpan sampah-sampah itu tanpa mereka sadari. Jadi, jika ada orang Islam dan orang Kristen yang sama-sama melakukan zinah, orang Kristen mempunyai fasilitas untuk menyucikan dosa itu, sedangkan yang Islam tidak.

Maka rasul Pauluspun berkata:

Roma 7:25Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Untung ada YESHUA ha MASHIA, sehingga ketika tubuh kita berbuat dosa, kita masih memiliki iman kepada YESHUA ha MASHIA. Ada jalan keluar, seperti kata rasul Petrus;

Kisah 15:11Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."

"Kebenaran akan memerdekakan kamu." Orang yang tak mengerti kebenaran akan selamanya hidup dalam dosa-dosanya. Mereka merasa benar dengan hidupnya yang begitu-begitu saja. Merasa benar setiap hari mabuk-mabukan atau hidup berfoya-foya. Mereka tak tahu seharusnya hidup itu bagaimana?

2. KAMUPUN BENAR-BENAR MERDEKA;

Tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memang telah merdeka dari penjajahan bangsa asing. Tapi apakah Indonesia merdeka dari aturan hukum internasional? ELOHIM YESHUA memerdekakan kita dari Hukum Taurat, apakah kita merdeka dari Hukum YESHUA ha MASHIA?

Justru dalam kemerdekaan itu kita diikat pada suatu hukum yang lebih besar dan lebih luas. Sama seperti orang yang berada dalam penjara. Ingin membunuh tapi tak mungkin bisa membunuh. Ingin berzinah tapi tak mungkin bisa berzinah. Ingin memperkosa tapi tak mungkin bisa memperkosa. Ingin mencuri tapi tak mungkin bisa mencuri. Sebab secara fisik mereka diikat. Berbeda dengan orang-orang yang di luar penjara. Kita yang di luar penjara ini memiliki kebebasan melakukan apa saja. Ingin mencuri, bisa. Ingin membunuh, bisa. Ingin berzinah, tinggal ke rumah tetangga. Ingin mencopet, tinggal naik bus Metromini saja. Ingin mengisap shabu-shabu, tinggal menelepon Freddy Budiman saja. Secara fisik kita benar-benar merdeka.

Tapi, apakah karena bisa lalu kita hendak melakukannya? Karena bisa mencuri, apakah kita akan menjadi pencuri? Karena bisa membunuh, apakah kita akan menjadi pembunuh? Tidakkah sekalipun secara fisik kita merdeka, tapi secara akal pikiran kita diikat? Justru dalam kemerdekaan ini kita harus semakin berhati-hati. Kita harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak menjadi pelanggar hukum.

Jadi, ada 2 hukum yang saling mengisi. Jika penjara mengikat fisik kita, kemerdekaan mengikat akal pikiran atau kesadaran kita. Ketika di penjara, sekalipun kita tidak bisa berzinah namun secara pikiran kita bisa melakukannya. Sekalipun tidak bisa mencuri namun secara pikiran bisa melayang-layang membayangkan pencurian. Sebaliknya, sekalipun di luar penjara kita bisa mencuri atau membunuh, kita memiliki banyak pertimbangan dan perhitungan untuk melakukannya.

Apakah karena ada penebusan dosa sehingga kita mengembangkan dosa? Apakah karena tidak diikat oleh Hukum Taurat, lalu kita melakukan apa yang dilarangkan dalam Hukum Taurat? Apakah karena Perjanjian Baru sudah menghalalkan babi, lalu kita akan memakan babi? Apakah membebaskan itu berarti harus dilakukan?! Apakah membolehkan itu berarti perintah yang harus dilakukan?! Apakah Perjanjian Baru itu merubah karakter ELOHIM YAHWEH, yang jika dulunya benci sekarang senang?! Apakah ELOHIM YESHUA datang untuk merubah Hukum Taurat?

Roma 3:31Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Ternyata Hukum Kasih yang diajarkan oleh ELOHIM YESHUA itu justru untuk meneguhkan pelaksanaan Hukum Taurat. Sebab melakukan Hukum Taurat tanpa kasih, tak ada artinya sama sekali.

1Kor. 13:3Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Yeremia 31:31

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Hukum Taurat itu masih ada di Perjanjian Baru. Tidak dalam bentuk hukum-hukum tertulis tapi oleh ROH KUDUS, hukum itu berbicara di dalam pikiran kita.

Tidak ada komentar: