Senin, 16 Januari 2017

KESAKSIAN DR. ALBERTO RIVERA

KETERANGAN:
Sumber: Buku “THE CRUSADERS”, terbitan: CHICK PUBLICATIONS, P.O.BOX 662,
                      CHINO, CA. 91706-0662, U.S.A.
Dituliskan dalam ringkasan.
Dr. Alberto Rivera adalah seorang bekas anggota dan pemimpin Ordo Yesuit; suatu orga nisasi kepanjangan tangan dari Gereja Roma Katolik. Dia semula adalah seorang yang sangat membenci orang-orang Protestan, sebagaimana ajaran yang diterima dari ordonya itu.

> Ketika dia berusia 7 tahun dimasukkan oleh ibunya ke sebuah Seminari untuk sekolah.
> 2 tahun kemudian, dia dijemput oleh nenek dan bibinya, karena ibunya sakit keras.
> Ibu Alberto, Theresa Rivera, adalah seorang yang sangat setia pada Bunda Maria dan gere
    ja. Bahkan para kerabatnya suka menganggapnya sebagai seorang Santa [orang yang di
   anggap suci], karena kesalehannya. Namun pada saat menjelang kematiannya, ibu ini di
   hinggapi rasa ketakutan yang luar biasa. Dia melihat hal-hal yang sangat mengerikan, yaitu
   makhluk-makhluk yang menakutkan berdatangan untuk membawanya ke neraka. Segala u
   saha untuk menenangkan ibunya telah dilakukan. Bahkan Paus Pius XII memberikan Indul
   gansi, yaitu pengampunan dosa menjelang kematian seseorang. Namun ibu Theresa tetap
   meninggal dalam usia 33 tahun, dengan keadaan yang mengerikan. Di wajahnya tergambar
   ketakutan dan ketegangan.
> Jiwa Alberto kecil ini sangat terguncang. Kematian ibunya yang tidak tenang itu menggores
   kan kesan yang amat dalam ke dalam jiwanya. Setidaknya dia beranggapan bahwa gereja
   nya tidak benar/ada sesuatu yang tidak beres.
> Alberto kembali ke Seminarinya di Spanyol.
    * Ordo Yesuit adalah merupakan ordo yang paling berkuasa di lembaga Roma Katolik. Bah
       kan ordo inilah yang sesungguhnya yang mengendalikan seluruh system Kepausan. Ordo
       ini dipimpin oleh Paus Hitam, yang berkedudukan di Vatikan. Paus Hitam [Black Pope]
       adalah seorang pimpinan dari Ordo Yesuit yang selalu mengenakan jubah hitam. Dan or
       do ini mulai berdiri tahun 1541, dengan pendirinya adalah Ignatius de Loyola.
    * Alberto menyaksikan, bahwa semakin tinggi kedudukannya semakin banyak dia mengeta
       hui liku-liku kejahatan yang dilakukan oleh gereja ini.
> Suatu ketika ia menerima guncangan iman yang kedua. Terjadi di Seminari tempatnya bela
    jar. Alberto menerima perlakuan yang tidak senonoh dari rekannya. Tetapi ketika hal ini ia
    laporkan ke kepala sekolahnya, justru ia yang dimarahi, alasannya karena ia menolak ung
    kapan kasih dari rekannya itu.
> Dikemudian hari Alberto mendapati kenyataan bahwa praktek homoseksual benar-benar te
   lah menjalar di dalam semua system lembaga ini. Mulai dari imam-imamnya hingga ke kar
   dinal-kardinal [jabatan setingkat dibawah Paus].
> Ternyatalah bahwa larangan menikah bagi imam dan biarawati sesungguhnya justru me
   nimbulkan masalah yang sangat serius. Ketika Alberto bertugas dalam Kamar Pengakuan
   Dosa, dia banyak menerima pengakuan dosa dari para imam dan biarawati yang telah mela
   kukan perzinahan. Praktek-praktek homoseksual dan lesbian hampir merupakan hal yang
   umum terjadi.
> Di Seville, Spanyol [1934] dan di Madrid [1932], serta di daerah Basque, bagian utara Spa
   nyol, telah ditemukan kuburan-kuburan tersembunyi bawah tanah, di mana ditemukan ke
   rangka-kerangka bayi yang diduga dilahirkan oleh biarawati-biarawati yang berzinah.
    * Padahal Gereja Roma Katolik amat keras di dalam peraturannya melarang dilakukannya
       aborsi [pengguguran kandungan].
    * Setiap imam ketika ditahbiskan mengikrarkan sumpah Celebacy [tidak berhubungan sek
       sual seumur hidup].
    * Rasul Petrus yang dikatakan sebagai Paus pertama, ternyata punya ibu mertua, menurut
       Matius 8:14. Tidakkah ini menyatakan bahwa ALLAH tidak melarang orang kawin ?!
    * Tidak ada larangan kawin di dalam Alkitab [Matius 19:1-12].
    * ALLAH memberkati lembaga perkawinan [Kejadian 1:28; 2:24; 18].
    * Rasul-rasul mempunyai istri [1Korintus 9:5], kecuali rasul Paulus.
    * TUHAN YESUS sendiri seringkali melambangkan diriNYA sebagai Mempelai laki-laki.
    * 1Timotius 4:1-3, menyatakan bahwa orang yang melarang orang kawin adalah orang
       yang sesat.
> Ketika Alberto berusia 16 tahun, dia pernah menyanggah pernyataan gurunya, bahwa Pe
   trus adalah Paus yang pertama, ‘batu karang’ tempat gereja Katolik didirikan. Sebab guru
   nya pernah mengatakan bahwa Simon berarti pasir, dan Petrus berarti kerikil. Tetapi menga
   pa bisa dikatakan sebagai batu karang ? Bukankah Petrus malahan menyebut Gurunya; YE
   SUS, sebagai ‘BATU KARANG’; 1Petrus 2:4 ? Sesuatu yang sangat membingungkan!
> Sekalipun di dalam hati kecilnya menyimpan pertanyaan-pertanyaan, namun Alberto muda
   masih tetap setia pada gerejanya. Bahkan dia semakin membenci orang-orang Protestan. 
   Dan oleh kebenciannya itulah Alberto semakin dipercayai dengan jabatan-jabatan yang
   tinggi. Dia dilatih untuk menjadi agen rahasia dengan tujuan menghancurkan gereja-gereja
   Protestan, yang menjadi musuh Roma Katolik.
   * Alberto diajar tentang sejarah ‘inquisition’, yaitu cara penyidikan dengan menggunakan
      siksaan yang sangat kejam, yang dilakukan oleh imam-imam Dominican [Kelompok yang
      dibentuk oleh seorang imam bernama Dominic]. Dengan cara ini Lembaga Roma Katolik
      telah menelan korban 68 juta orang, para penentangnya – “The Other Side of Rome”, hal.
     153.
  * Sebenarnya otak dari Dominican adalah Ordo Yesuit.
  * 21 Mei 1559, orang-orang Kristen yang sedang beribadah di suatu rumah, dijatuhi hukum
     an mati oleh Vatikan, dianggap sebagai penyembah-penyembah setan. Salah seorang dari
     mereka adalah Dona Isabella, sepupu raja Phillip II. Bahkan raja Phillip II datang menyak
     sikan pembakaran sepupunya itu, tanpa bisa berbuat apa-apa.
  * Sekitar tahun 1550, agen-agen Yesuit mulai menyusup ke berbagai agama dan gereja.Mere
     ka memata-matai kegiatan gereja-gereja itu, dan memiliki daftar nama pendeta-pendeta
     nya. Bahkan anggota-anggota gereja juga termasuk dalam pengawasan agen-agen Yesuit.
  * Gerakan Oikumene dan Kharismatik sesungguhnya adalah dibawah pengendalian Roma
     Katolik sepenuhnya. Tujuannya adalah mengembalikan gereja-gereja Protestan kembali ke
     pangkuannya.
  * Sasaran kerja Alberto adalah Plymouth Brethren; Pantekosta, Baptis dan United Evange
     listicals. Dan agen-agen Yesuit ini harus berpura-pura sebagai orang Protestan, yang me
     nentang Kepausan.
  * Para agen Yesuit diajarkan tentang sopan-santun di dalam pergaulan, cara menyenangkan
     hati orang dengan memberikan bunga pada saat undangan makan malam, cara menyam
     paikan pujian kepada tuan rumah, menyampaikan ucapan dukacita bila ada yang mening
     gal, bermain dengan anak-anak, dan segala bentuk kepura-puraan lainnya. Dan yang pa
     ling penting adalah pelajaran tentang cara bagaimana memecah-belah gereja, kalau perlu
     membinasakannya.
  * Di Spanyol saja, Alberto telah menghancurkan 19 gereja. Bahkan dia pernah membiarkan
     dirinya ditangkap dalam suatu razia, yang kemudian mendapat cap “penyesat” dari Roma
     Katolik. Namanya diberitakan di surat-surat kabar sebagai penyesat, sehingga dia semakin
     mendapatkan kepercayaan dari pendeta-pendeta Protestan. Padahal pendeta-pendeta itu
     berada di dalam genggaman tangannya. Waktu itu Alberto masih berusia 17 tahun.
> Suatu ketika ia menyusup di gereja Baptis – Venezuela, dengan tujuan sebagai batu loncat
    an untuk masuk ke Seminari Theologia Interdenominasi yang lebih besar di Costa Rica. Mi
    si utamanya adalah memberikan informasi yang sebanyak-banyaknya bagi vatikan, yang ia
    masukkan dalam computer di pusat Takhta Suci.
> Suatu kali ketika Alberto masuk di Seminari Theologia Interdenominasi, dia berhasil menja
   tuhkan nama baik pendeta di sana melalui seorang perempuan, yang sesungguhnya merupa
   kan kaki tangan Vatikan. Isu perselingkuhan ia sebarkan. Pendeta itu dicerai oleh istrinya
   dan gereja itu hancur. Padahal pendeta itu bersih.
> 3 langkah untuk menghancurkan seorang hamba TUHAN, sebagaimana yang diajarkan ke
   pada agen-agen Yesuit:
   1. Menghancurkan nama baiknya; > “Kasihilah musuhmu”, kata YESUS.
       - Menceritakan dusta/fitnah tentang dia [padahal berkata dusta tidak dibenarkan Alkitab].
       - Memutarbalikkan perkataannya [Kata YESUS: Bila ya, katakan: ya].
       - Diadu dombakan dengan penatuanya.
       - Menyusupkan seorang wanita menjadi pekerja/sekretarisnya.
       - Mengundang pendeta pada larut malam, ditengah jalan dipasang seorang perempuan
         yang berada dalam kesulitan. Bila pendeta itu mendekat, maka perempuan itu akan berte
         riak ‘perkosaan’ dan merobek gaunnya sendiri. Kemudian peristiwa demikian dipotret o
         leh temannya yang memang sudah siap.
     - Melaporkan ke polisi mengenai pemakaian obat terlarang. Pada saat terbukti bersih, su
        dah terlambat. Sebab surat kabar sudah menyudutkannya.
      - Mengacaukan kartu kreditnya.
      - Melalui penelepon gelap memberitahukan bahwa istri atau anak-anaknya berbuat zinah,
        sehingga rumah tangganya berantakan.
      - Dan lain-lain.
   2. Membuatnya terkucil:
       - Menulis surat-surat selebaran/menciptakan gosip seakan-akan pendeta tersebut terlalu
         kontroversial, pengacau, pemecah-belah, anti persatuan, tidak menunjukkan kasih
         ALLAH, punya doktrin yang aneh, berjalan sendiri, tidak mau kerja sama, dan lain-lain.
       - Menyebarkan dusta bahwa ia terkena gangguan jiwa, dan lain-lain.
   3. Membunuhnya bila perlu:
      - Tertabrak mobil dalam suatu kecelakaan.
      - Di rumah sakit, perawat menyumbat saluran oksigennya.
      - Kesalahan mendiagnosa/pengobatan.
      - Keracunan makanan di rumahnya sendiri.
      - Diberi obat-obat yang bisa merubah pikirannya.
      - Komplikasi penyakit yang membuatnya mati.
      - Penyerangan fisik dalam kegelapan malam.
      - Penembak gelap menembaknya.
      - Dan lain-lain.
> Seminari Protestan yang dihancurkan Alberto di Costa Rica, melalui 2 agen wanitanya me
    rusak siswa-siswa di sana dengan kebebasan seks. Ia juga menyusupkan pemuda-pemuda
    ganteng untuk menjerat guru-guru wanitanya.
> Alberto mengundang teman-temannya dari Ordo Yesuit, mengajak mereka berdebat, seakan
   -akan Alberto anti Katolik. Dari sandiwara demikian dia memperoleh kepercayaan dari pi
   hak Protestan, dan informasi-informasi yang didapatkannya dia laporkan ke Vatikan.
> Suatu kali Alberto mengajak teman wanitanya berbuat mesum dan dibuat kepergok. Lalu ia
   membuat pengakuan bahwa hal yang demikian sudah biasa di Seminari tersebut. Maka ru
   saklah nama baik Seminari tersebut, dicap sebagai tempat maksiat.
> Sekalipun dia berpura-pura sebagai seorang Protestan, namun dia selalu memuji-mujiorang
   -orang Katolik dengan mengatakannya bahwa sekolahan –sekolahan Katolik lebih baik, le
   bih disiplin dan tidak ada skandal.
> Suatu ketika gereja Methodis, Pantekosta dan Four Square Minister, pendeta-pendetanya
   terperangkap oleh jebakan Alberto, dan posisi mereka menjadi sangat tersudut. Lalu Roma
   Katolik menegoisasi mereka untuk bersahabat dengan Katolik, mereka tidak lagi menyebar
   kan permusuhan terhadap Katolik, mereka tidak lagi mengatakan orang-orang Katolik ma
   suk neraka, mereka hanya mengajarkan tentang kasih, mereka menerima oikumene [penya
   tuan].
> Mengapa orang-orang Katolik begitu tunduk dan patuh pada pemimpinnya ? Sebabnya ada
   lah mereka mempercayai adanya Purgatory, tempat api penyucian [neraka sementara]. Mere
   ka percaya bahwa kalau mereka membela iman mereka  terhadap Katolik dan taat pada pim
   pinan, maka mereka akan menikmati neraka sebentar saja. Karena itu mereka siap membu
   nuh siapapun, termasuk ayah-ibunya. Gereja Roma katakan: “Meskipun ayahmu tergeletak
   di pintu rumahmu menangis dan merengek, dan ibumu harus menunjukkan tubuhnya yang
   melahirkan engkau dan payudaranya yang menyusui engkau, injaklah mereka dan berjalan
   lah lurus mendapatkan KRISTUS.” Inilah ajaran yang diterima oleh para imam dan biara
   wati.
> Sedangkan Misa adalah sebuah omong kosong dalam bentuk yang lainnya. Sebuah kata ba
   ru yang diciptakan untuk menerangkan Misa, yaitu “Transubstantiation”, yang artinya ada
   lah bahwa seorang imam mempunyai suatu kuasa untuk mengubah roti dan anggur menjadi
   diri YESUS [Tubuh, jiwa dan darah YESUS murni].
   * Misa mulai diperkenalkan pada tahun 368 TM.
> Ayat-ayat Alkitab yang paling dibenci oleh Paus, adalah: Ibrani 10:12: “Tetapi IA, setelah
   mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, IA duduk selama-lamanya di sebe
   lah kanan ALLAH.” Dan 1Yohanes 2:1: “Namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunya
   i seorang pengantara pada BAPA, yaitu YESUS KRISTUS, yang adil.” Sebab pengantara pa
   da BAPA, menurut Paus adalah Bunda Maria dan dirinya. Bahkan Paus mempunyai keseja
   jaran dengan ALLAH BAPA, dia bisa mempengaruhi keputusan-keputusan ALLAH.
> Alberto dahulu juga mengasihi Bunda Maria, sampai ia suatu ketika menemukan Yohanes
   2:4; “Maka kata YESUS kepadanya: Hai perempuan, apakah yang kena mengena di antara
    AKU dengan engkau ? SaatKU belum sampai.”- Terjemahan Lama. Dan Yohanes 19:26:
    “Hai perempuan, tengoklah anakmu.” – Terjemahan Lama.
    Ketika Alberto menanyakan masalah ini kepada seorang rabi Yahudi, apakah pantas YE
    SUS berucap seperti itu terhadap ibuNYA ? Rabi itu mengatakan bahwa perkataan itu ter 
    masuk merendahkan ibuNYA, kasar! Atau, dengan kata lain, YESUS menyatakan bahwa  
    derajatNYA lebih tinggi daripada ibuNYA, Maria, yang hanya seorang manusia biasa. Dida
    lam dirinya tetap ada dosa, entah dosa pribadi maupun dosa yang diturunkan dari Adam.
> Arti pertobatan bagi seorang Katolik bukanlah memohon pengampunan ALLAH, dan berba   
   lik ke jalan yang benar, tetapi mempunyai arti menyuap ALLAH. Mereka harus melakukan
   hal-hal tertentu untuk menebus kesalahan mereka, sebagaimana yang diperintahkan oleh
   sang imam. Misalnya dengan mengucapkan salam Maria 50 kali atau doa-doa tertentu, me
   nyalakan lilin bagi orang kudus atau untuk Maria atau dengan mengitari gereja dengan lu
   tutnya.
> Karena kemahiran Alberto dalam masalah spionase [mata-mata], maka ia sebentar saja su   
   dah menjadi seorang Bishop, yang berhak mengantongi kartu pengenal khusus yang berla
   ku di seluruh negara. Ketika ditahbiskan menjadi Bishop itulah Alberto mendapati bahwa
   Roma Katolik sesungguhnya dikendalikan oleh Masonic, organisasi Komunis Spanyol dan
   Illuminati di London. Dan Ignatius de Loyola, pendiri Ordo Yesuit adalah anggota dari The
   Illuminati tersebut.
> Alberto menerima tugas untuk mengamati perkembangan gerakan Oikumene dibawah Paus 
   Yohanes XXIII. Dan orang-orang Katolik sudah disusupkan ke berbagai aliran yang ada di
   dunia ini. Ada yang menjadi pengajar, pendeta atau penginjil di gereja-gereja Protestan, na
   mun jiwanya adalah jiwa Katolik sejati. Tujuannya adalah untuk mengamat-amati dan mere
   dam gejolak yang memusuhi Roma. Karena itu yang mereka ajarkan dari Alkitab adalah a
   yat-ayat tentang kasih dan kesatuan tubuh KRISTUS. Sebab Katolik menghendaki mereka
   bisa kembali ke pangkuannya lagi.
   * Paus menganggap orang-orang Protestan adalah anak durhaka yang lari dari rumah    o
      rang tuanya, tetapi masih membawa seikat rambut ibunya. Yang dimaksud dengan seikat
      rambut ibunya adalah ajaran Roma Katolik untuk menyucikan Hari Minggu gantinya Ha
      ri Sabat Alkitab, yang masih dipelihara oleh orang-orang Kristen Protestan. Demikian pu
      la dengan baptis perciknya, Hari Natal dan Paskahnya, gambar YESUS yang diambil dari
      patung buatan Katolik.
   * Pernyataan Paus ini menggenapi nubuatan Wahyu 17:5: “Babel besar, ibu dari wanita-wa
      nita pelacur dan dari kekejian bumi.”
> Ada 2 tujuan utama dari gereja Roma, yaitu Hanya ada satu gereja di dunia dan Hanya ada
   satu pemerintahan di dunia ini. Dan kalau kita melihat dari nubuatan Alkitab, usaha ini a
   kan berhasil oleh bantuan Amerika Serikat. > Lihat tulisan saya: “DANIEL -  WAHYU.”
> Menyadari dirinya sudah terjerumus dalam kesesatan yang teramat dalam, Alberto merasa  
    frustrasi. Maka mulailah dia terlibat dengan obat-obatan terlarang. Dan dalam keadaan yg
   seperti ini dia diminta untuk berbicara di hadapan 50 ribu pemimpin-pemimpin gereja Pro
   testan dan Roma Katolik, dalam suatu persekutuan Oikumene di sebuah stadion di Guatema
   la. Ia membuat suatu kesalahan yang amat besar bagi Roma Katolik, tempat ia mengabdikan
   diri selama itu. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1965.
> Dalam khotbahnya antara lain dia berkata: “Bagaimana saya dapat berbicara tentang hidup
    pada saat saya masih mati ? Karena ternyata sistem yang saya layani selama ini hanya me
    ngeluarkan bau kematian dari ruang-ruang tempat pengakuan dosa, kesucian/keperawan
    an Maria, tentang api penyucian, Misa, Imamat, dan lain-lain, yang semuanya merupakan
    penyangkalannya terhadap kebangkitan KRISTUS! Bagaimana saya dapat berbicara ten
    tang hidup, jikalau selama ini saya telah membohongi, menyusup dan bahkan menghancur
    kan gereja-gereja anda sekalian ?! Apakah anda pikir gerakan Oikumene ini berarti ada ka
    sih dan persatuan/persekutuan ? Ketahuilah, bahwa sesungguhnya saya bukanlah saudara
    mu.”
> Kelanjutannya bisa ditebak. Begitu pertemuan selesai, ia langsung diterbangkan kembali ke
   Panama, dan dari sana ke Spanyol. Mulailah masa paling gelap dalam hidupnya. Dengan di
   siplin yang berat, selama berbulan-bulan, mereka berusaha mencuci otak Alberto. Namun  
   gagal. Maka mereka mempergunakan upaya terakhir: ‘melenyapkannya.’
> Alberto dibawa ke suatu tempat di Barcelona, Spanyol. Tempat ini adalah khusus untuk  i
   mam-imam yang dianggap sudah tidak waras. Ia ditempatkan di satu sel yang temboknya di
   lapisi dengan benda lunak [agar tidak bisa membunuh diri]. Selama beberapa hari tidak di
   beri makanan dan minuman. Ia dipaksa menandatangani ratusan dokumen dan menjawab
    pertanyaan-pertanyaan psikologis. Malam harinya ia diberi obat-obatan berdosis tinggi se
    hingga ia tidak dapat tidur. Ia merasa sakit, lelah baik tubuh maupun mental. Dan dalam ke
    adaan begitu ia didesak untuk mengaku salah dan mengadakan pengakuan umum, bahwa
    hanya ada satu gereja, yaitu Roma Katolik.
> Setelah 2 minggu menjalani penyiksaan itu, Alberto merasa putus asa berat. Ia berkata kepa
   da penyidiknya: “Bila semua orang Katolik yang selama ini kita bimbing mati………..mere
   ka masuk neraka. Apa yang harus kita katakan kepada mereka ? Kenyataannya sepotong ba
   tu [maksudnya: Patung Bunda Maria] tidak dapat menyelamatkan mereka. Maria sendirime
   ngatakan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.” – Yohanes 2:5. Apa yang kita ajar
   kan tentang dia [Maria] adalah suatu kebohongan besar. Alkitab telah membuktikan itu.”
   Penyiksa-penyiksanya menjadi geram mendengar itu. Ia diancam akan dibunuh. Namun ia
   melanjutkan: “Kalian pikir kalian membunuh demi TUHAN ? tetapi sesungguhnya kalian
   melakukannya demi Iblis, karena kalian adalah anak Iblis.”
> Kemudian Alberto diberi ‘Shock Treatments’ [di-listrik] dan obat-obat dosis tinggi. Setelah 2
    bulan ginjalnya terinfeksi. Semua indera perasanya hilang. Bulan ke-3 pernafasannya ber
    henti. Dia dimasukkan dalam tabung paru-paru. Saat itu terbayanglah kembali saat-saat ke
    matian ibunya. Ia sadar ia berada dalam posisi yang sama. Ia begitu takut karena tahu ba
    kal masuk neraka. Tetapi suatu pertolongan tiba-tiba datang. Yohanes 8:31-32 terngiang di
    dalam benaknya: “Jikalau kamu tetap di dalam FirmanKU, kamu benar-benar adalah mu
    ridKU dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan ka
    mu.” Ayat ini memberinya hidup kembali. Ia berdoa memohon ampun kepada YESUS. Tiba
    -tiba mengalirlah ‘hidup’ ke dalam tubuhnya. YESUS telah menyembuhkan dan menyela
    matkannya pada waktu itu juga.
> Alberto keluar sendiri dari ‘tabung paru-paru’ itu dan mencabut semua selang dari tubuh
   nya. Para penyiksanya terkejut dan ketakutan menyaksikan ia dapat keluar dan berjalan sen
   diri.
> Satu minggu kemudian ia dibebaskan. Ia tidak dapat percaya hal itu. Ia dikirim ke Madrid,
   sendirian. Ia disambut oleh seorang imam Yesuit yang ternyata adalah ‘anjing penjaga’ Vati
   kan………..Orang yang paling dipercaya oleh pusat. Ia diperintah untuk ‘menggarap’ Alber
   to dengan segala cara, supaya Alberto mau kembali melayani Paus. Namun sebaliknya, Al
   berto terus menceritakan kepadanya bagaimana ia dapat selamat, dan menunjukkan kebe
   naran-kebenaran Alkitab. Firman ALLAH menyentuh hatinya. Di luar dugaan, dia malah
   an memberi passport dan surat-surat yang diperlukan Alberto untuk dapat keluar dari Spa
   nyol. Imam itu berpesan: “Alberto, tinggalkanlah segera penjara ini dan jangan sekali-kali
   kembali lagi. Saya percaya bahwa KRISTUS telah menerangi jalanmu. Ikutlah DIA, Alber
   to. Berdoalah untukku……….jangan bersurat, cukup doakan saja.”
> Maka malam itu juga ia meninggalkan Spanyol hanya dengan uang 40 sen dalam sakunya.
   Alberto tidak menyangka ia akan memperoleh pembebasan yang semudah itu. Tentunya ini
   adalah perbuatan TUHAN baginya!
> Sebelum ia meninggalkan Spanyol, ia menyempatkan diri menelepon ayahnya, untuk mem
   beritahukan bahwa ia telah keluar dari Lembaga Roma Katolik. Ayahnya marah luar biasa
   dan mengatainya sebagai ‘anjing penyesat.’
> Kemudian di bandara ia menelepon adik perempuannya, Maria, yang berada di England.
   Dan merupakan suatu campur tangan ALLAH bilamana waktu itu operator di biara itu mau
   menghubungkan dirinya dengan adiknya. Dalam tangisnya, Maria mengatakan kalau ia te
   lah berusaha bunuh diri 3 kali. Maria sangat membutuhkan kehadiran Alberto.
> Gara-gara menelepon adiknya, ia ketinggalan pesawat. Tapi beruntung malam itu masih a
   da satu pesawat yang akan terbang ke London.Tepat sesuai kebutuhan Alberto saat itu.Tang
   gal 18 September 1967, pukul 05.30. ia mendarat di London. Ia menginap di penginapan YM
   CA. Ia ingin menelepon gereja-gereja Protestan di sana untuk meminta bantuan sehubung
   an dengan keuangannya yang menipis. Tetapi ia kuatir gereja-gereja itu sudah disusupi  a
   gen Yesuit. Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon sebuah gereja Baptis yang kecil di
   London. Ternyata keputusannya tidak keliru. Mereka segera datang membantu Alberto me
   ngantarkan ke biara tempat adiknya menjadi biarawati.
> Dari cara suster kepala berbicara, Alberto curiga. Jangan-jangan suster itu sudah mengeta
    hui pembelotannya dari Roma Katolik. Ia melarang Alberto menemui adiknya dengan alas
    an peraturan Ordo; biara itu adalah biara yang tertutup. Orang luar dilarang berhubungan   
    dengan biarawati-biarawati di situ kecuali dalam keadaan khusus. Satu-satunya orang yang
    diijinkan menemui Maria adalah imam pribadinya.
> Dengan cara halus Alberto diusir keluar dari sana. Namun Alberto menolak untuk pergi. Ia
    bersikeras untuk menemui adiknya. Suster kepala itu menjadi berang dan mengancam un
    tuk memanggil polisi. Dengan begitu Alberto mendapat kepastian bahwa Vatikan telah mem
    beritahukan pelariannya kepada Uskup di London. Sebab kalau belum, pasti suster itu akan
    memanggil sang Uskup, bukan polisi. Rupanya Alberto sudah menjadi buronan mereka. Se
    bab seorang suster  tidak akan berani meremehkan seorang imam, sesuai dengan sumpah
    nya. Karena Alberto tetap tidak beranjak juga, bahkan ia menyatakan bahwa dirinya telah
    keluar dari keimamatan Katolik, maka suster tersebut membunyikan bel, dan dalam sekejap
    keluarlah suster-suster yang kemudian diperintahkan untuk menghalangi Alberto masuk.
> Setengah jam kemudian 2 orang polisi Metropolitan tiba. Suster kepala melaporkan bahwa
   Alberto seorang imam palsu yang masuk dengan paksa dan ingin membuat onar. Para sus
   ter itu berlagak sangat cerdik di hadapan ke-2 orang polisi itu. Sungguh, suatu pertunjukan
   yang sangat meyakinkan. Ada beberapa yang mulai berdoa memohon pertolongan dari ‘Bun
   da’-nya, ada yang terisak-isak menangis, bahkan suster kepala berteriak, mengatakan bah
   wa Alberto mengancam akan menyerang mereka. Ia minta supaya Alberto ditangkap.
   Namun kepada polisi itu Alberto menceritakan segala sesuatu mengenai dirinya, mulai dari
   ia menjadi imam di Katolik hingga ia keluar dari Katolik, dan menceritakan juga tentang ke
   adaan adiknya, Maria. Salah seorang dari polisi itu bersimpati kepadanya dan membelanya.
   Sekalipun suster itu berusaha mencegah dan menghalangi Alberto masuk menemui adiknya,
   tetapi polisi itu memaksa suster itu untuk mengijinkan mereka masuk.
> Begitu ia memasuki kamar adiknya, bau daging busuk menyengat hidungnya…………. Dan
   ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Betapa tertusuk hatinya melihat keadaan adik
   nya. Kebenciannya kepada Roma Katolik makin memuncak. Berat badan adiknya tidak lebih
   dari 30 kilogram saja, jubahnya berlumuran darah yang sudah mengering. Darah itu ternya
   ta mengalir dari luka-luka dipunggungnya akibat ‘Flagellation’ [salah satu cara penyiksaan
   diri yang dilakukan oleh dirinya sendiri atau orang lain di dalam biara-biara Katolik, deng
   an tujuan meringankan penderitaan di api Purgatori/api penyucian]. Ajaran itu mengatakan
   bahwa perbuatan demikian bisa semakin mendekatkan diri dengan Bunda Maria, karena
   doktrin mereka mengatakan bahwa keselamatan tidak cukup dengan iman saja, melainkan
   harus juga dengan perbuatan dan penyiksaan diri yang mereka sebut sebagai pikul salib. Pa
   dahal Alkitab katakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan melalui iman saja,
   itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian ALLAH. Itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan a
   da orang yang memegahkan diri.” – Efesus 2:8-9.
  * Purgatory [api penyucian] diperkenalkan oleh Paus Gregory, pada tahun 593 TM. Dan
     Konsili Florence menguatkannya pada tahun 1439 TM.
> Dengan tubuh yang amat lemah adiknya menceritakan bahwa dirinya memang patut mende
   rita demikian, karena ia telah melalaikan sakramen-sakramen, pengakuan dosa baik pagi
   maupun malam hari. Dan Maria telah membuang harapannya untuk hidup. Bagi Maria dan
   banyak orang Katolik lainnya, karena YESUS telah mati baginya, maka ia harus pula rela
   mati bagi YESUS, untuk menyenangkan hatiNYA.
   * Ajaran demikianlah yang menjadikan biarawati-biarawati rela berhubungan seks dengan
      imam-imamnya, karena ajaran Katolik menyamakan imam dengan YESUS, yang adalah
     "SUAMI.” > YESUS katakan tentang diriNYA sebagai MEMPELAI LAKI-LAKI !
> Maria ingin mencium tanda salib yang ada pada tangannya. Namun Alberto merampas dan
   membuangnya. Alberto katakan bahwa itu adalah benda mati yang tidak bisa berbuat apa-
   apa. Yang bisa menyelamatkan adalah YESUS, bukan kayu!
   * Tulisan di atas salib: “I.N.R.I.” Yaitu singkatan dari: Iesus Nazaretus, Rex Iudaeorum ,
      yang artinya: YESUS, orang Nazaret, Raja orang Yahudi, tetapi dalam sumpah keimaman
     Roma Katolik dirubah menjadi: Iustum, Necar, Reges, Impios, yang artinya: Adalah adil
     untuk memusnahkan/membinasakan raja-raja, pemerintahan-pemerintahan dan pemimpin
     -pemimpin ‘kafir’ atau ‘sesat’. Tentu saja yang dimaksud adalah raja-raja Protestan atau
     siapapun yang melawan system Roma Katolik.
> Kemudian Alberto menceritakan panjang lebar tentang perjalanan imannya yang sudah di
    perbarui. Dan Maria menjadi percaya. Seketika itu juga Maria menerima kesembuhan yang
    secara ajaib. Dia minta kepada Alberto agar dirinya dikeluarkan dari biara ‘maut’ itu. Dia
    ingin melayani TUHAN YESUS dengan cara yang lain. Ketika polisi itu ingin mengusut ma
    salah itu dengan menuntut suster tersebut, Alberto mencegahnya. Bagi Alberto semuaorang
    akan mempertanggung-jawabkan perbuatannya di hadapan ALLAH. Padahal kalau Alber
    to mau memperkarakan masalah itu, bukti-bukti kejahatan biara itu sangat jelas.
> Suster kepala yang geram itu melaporkan semuanya ke Uskupnya. Maka mulai saat itu Al
   berto masuk dalam daftar mati Vatikan.
> Usaha-usaha Vatikan untuk melenyapkan Alberto:
    - Memberi tekanan politik kepada pemerintahan Inggris untuk memastikan kematiannya.
    - Memberitahu kedutaan Spanyol di London untuk menuntut Inggris mengekstradisikan Al
      berto kembali ke Spanyol.
    - Menyiarkan berita bohong kepada golongan Protestan bahwa Alberto telah melarikan u
      ang 1 juta Dollar, bersama seorang wanita keluar dari Spanyol. Dan bahwa ia tidak per
      nah menjadi seorang imam Katolik.
    - Memerintahkan agen-agennya yang disusupkan dalam gerakan Oikumene dan Kharisma
      tik di seluruh dunia untuk melenyapkannya.
> Setelah Maria sembuh, ia mulai aktif dalam pelayanan di gereja Pentakosta. Kemudian ia
   menikah dengan seorang aktifis di sana. Kemudian mereka pindah ke Canada, dan tidak la
   ma kemudian mereka 'menghilang.' Sebab ternyata suaminya adalah agen Vatikan untuk
   melenyapkan Maria. Suami Maria adalah mantan anggota “The Knights of Columbus.”Dan
   pemeluk agama Katolik. Alberto yakin bahwa Maria masih belum mati dibunuh, tetapi ke
   mungkinan besar sedang disiksa di suatu biara. > Karena begitulah kebiasaannya!
> Imam Dominic memberikan beberapa alternatif untuk melenyapkan Alberto: membunuhnya
   dengan cara seakan-akan suatu kecelakaan, meracuni makanannya atau kematian di rumah
   sakit [Gereja dan Rumah Sakit Katolik tersebar di seluruh dunia]. Tindakan ini harus sege
   ra dijalankan sebelum Alberto menjadi terkenal. Sebab Alberto sangat berbahaya bagi poli
   tik Vatikan untuk mempersatukan politik dan agama di dunia.
> Di London ia pernah didorong ke arah kereta api bawah tanah. Di Irlandia tempat tidurnya
    diledakkan oleh IRA. Di Amerika ditembak oleh penembak gelap sekurang-kurangnya 5 ka
    li, dan dalam sebuah persekutuan, seseorang menaruh pasir beling ke dalam makanannya.
    Bila dia masih hidup hingga hari ini, itu adalah berkat perlindungan TUHAN yang luar bi
    asa kepadanya.
> Ketika ia sakit gigi, seorang dokter gigi Kristen mengoperasi giginya. Ketika dalam keadaan
   tidak sadar karena anestesi [pembiusan], dokter tersebut dengan sengaja membongkar gigi  
   geraham kiri atas nomor 2, sampai ke daerah syarafnya. Lalu memasukkan sesuatu kedalam
   nya dan menutupinya dengan porselain. Dia berharap supaya terjadi infeksi yang akan men
   jalar ke syaraf otaknya. Namun nyatanya TUHAN ALLAH melindungi Alberto sampai 2 ta
   hun.
> Suatu saat Alberto memeriksakan giginya ke dokter itu lagi, sebab dia belum menyadari bah
   wa dokter itu sedang merancang celaka baginya. Dalam perawatan itu dokter tersebut me
   nyemprotkan gas syaraf pada gusinya. Diskenariokan Alberto akan terserang syaraf otaknya
   pada saat mengendarai mobilnya. Tetapi rencana TUHAN berbeda dengan rencana dokter
   ‘maut’ itu. Alberto keburu pingsan pada waktu itu, sehingga dokter itu menjadi panik. Lalu
   dokter itu menyuntiknya supaya Alberto cepat sadar. Begitu sadar, istrinya segera membawa
   nya pulang. Tetapi ketika tiba di rumah, Alberto kembali pingsan. Maka tahulah Alberto
   bahwa ia sedang diracuni. Bagaimanapun juga ia adalah mantan anggota Yesuit yang per
   nah dilatih untuk membinasakan lawan dengan barang-barang kimia dan cara-cara yang li
   cin!
> Istri Alberto mengumpulkan teman-teman Kristen untuk mendoakan Alberto. TUHAN men
    jawab doa mereka, dan sekali lagi IA menyelamatkan nyawanya.

Tambahan: Perlu dicatat, bahwa inilah suatu kejahatan keagamaan yang dilembagakan !
                    Jadi, kita tidak bisa main-main dalam hal ini!


KEGIATAN-KEGIATAN ROMA KATOLIK DI DUNIA:
   * Judul Aslinya: “BAPAK BAPTISAN.”

> Para pelajar Alkitab Protestan umumnya setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa
   “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi” [Wahyu 17:5] itu ada
   lah kiasan yang dipakai Surat Wahyu untuk menunjuk pada Roma Katolik. Karena itu di da
   lam kamus Alkitab biasanya keterangan ini dimuat! Carilah pada kata: “Babel!”
> Ketika Alberto masih menjadi imam di Yesuit, setelah ia menjalani sumpah jabatannya, ma
   ka dibeberkanlah kepadanya segala kegiatan Roma Katolik di panggung dunia. Hal mana
   keterangan ini tidak akan bisa didapatkan dalam buku ‘sejarah’ manapun. Karena ini meru
   pakan ‘rahasia Babel’, kata Wahyu 17:5. Siapa sebenarnya Hitler, mengapa jutaan orang
   Yahudi dibantai dan siapa sebenarnya yang membidani kelahiran partai Komunis. Semua ra
    hasia ini dibeberkan oleh Augustin Cardinal Bea, kepada Alberto.
> Cardinal Bea mengepalai gerakan Oikumene ciptaan Roma Katolik. Dia adalah Bapak peng
    akuan Paus Pius XII. Tentunya seorang yang sangat berpengaruh  di lingkungan Roma Ka
    tolik.
> “Ibu wanita-wanita pelacur ini mempunyai ‘banyak’ anak. Dan 2 di antaranya yang telah
    menelan korban jutaan orang adalah Partai Nazi di Jerman dan Partai Komunis di China.
> Roma Katolik sangat menginginkan ibukotanya dipindahkan ke Yerusalem, sebab di sana
    lah ibukota Kekristenan yang Alkitabiah. Mereka sudah terlanjur menyatakan bahwa Santo
    Petrus [Petrus, murid YESUS] kuburannya berada di Roma, tapi nyatanya berada di Yerusa
    lem. Kebohongan besar ini sangat memalukan dan menampar muka Paus, Seorang yang di
    nyatakan tak pernah berbuat salah dan Wakil ALLAH di dunia ini. Karena itu pindah ke Ye
    rusalem merupakan satu-satunya jawaban yang bisa menutupi kekeliruan mereka. Itu men
    jadi cita-cita besar mereka sepanjang masa. Dan itu pula yang menjadi penyebab mengapa
    mereka sangat memusuhi bangsa Yahudi sepanjang masa, baik secara terang-terangan ma
    upun secara terselubung. Tentunya karena bangsa Yahudi merupakan penghalang utama
    bagi maksud tersebut.
> Orang laki-laki Yahudi mereka fitnah sebagai penyesat; disiksa dan dibunuh. Sedangkan wa
    nitanya dilecehkan dan diperkosa. Sehingga lahirlah anak-anak haram yang berikutnya
    menjadi laskar Roma Katolik. Sebab bagaimanapun anak-anak ini membutuhkan seorang
    bapak, dan bapak mereka adalah laskar Roma Katolik. Peristiwa keji ini dimulai tahun
    1096 TM, ketika pertama kalinya  pasukan Roma Katolik menyerang dan menghancurkan
    perkampungan-perkampungan Yahudi. Di sepanjang perjalanan mereka menuju Yerusa
    lem, setiap orang Yahudi yang mereka temui disiksa, dibunuh dan wanitanya diperkosa. Se
    lanjutnya dikemudian hari anak-anak tersebut mereka baptiskan dalam agama Katolik.
> Lembaga Roma Katolik selalu memantau perkembangan anak-anak campuran Roma-Yahu
    di ini. Sebab Roma Katolik mempunyai kepentingan atas mereka, yaitu merebut tanah suci
   Yerusalem. Dan petualangan keji ini mereka lakukan pada tahun 1212 TM. Semua anak-a
   nak campuran ini mereka bawa ke Italia. Sebagian ada yang mati di tengah jalan karena se
   ngatan terik matahari dan kekurangan makanan, sebelum mereka dinaikkan ke kapal. Seba
   gian lagi disiksa dan dibunuh karena merengek minta kembali ke Yahudi.
> Anak-anak itu direncanakan dijual menjadi budak pada orang-orang Muslim. Dengan ha
   rapan suatu ketika mereka akan memberontak pada majikan Muslimnya dan berpihak pada
   Roma Katolik. Ini adalah spekulasi Paus. [“Pembinasa Keji berdiri di tempat kudus” Kata
   YESUS, dalam Matius 24:15].
> Cerita lainnya lagi adalah mengenai permusuhan Roma Katolik dengan gereja-gereja Ortho
    dox Rusia dan Yunani. Bermula sekitar tahun 330 TM, ketika dirasakan kekaisaran Roma
    wi mulai memudar oleh kekuatan orang-orang Kristen yang terus bertumbuh, kaisar Cons
    tantine menanggalkan jubah kekaisarannya dan menjadi orang Kristen. Namun pengabdi
    annya kepada Iblis tidak pernah ia tanggalkan. Dia hanya mengganti nama-nama ilahnya
    dengan nama-nama baru. Misalnya, Jupiter diganti dengan rasul Petrus, Venus dijadikan
    Bunda Maria, dan sebagainya.
> Roma Katolik menganiaya orang-orang Kristen sudah sejak tahun 70 TM, merupakan pun
    caknya mereka menghancurkan Yerusalem dan Bait Suci, sebagaimana diramalkan TU 
    HAN YESUS, dalam Lukas 21:20. Dan tahun 313 TM, kaisar Constantine menyatakan tole
    ransinya terhadap orang percaya. Maka orang-orang Kristen yang semula bersembunyi mu
    lai muncul ke permukaan.
> Ketika kaisar Constantine memproklamirkan diri sebagai Paus pertama, tahulah orang-o
    rang Kristen bahwa dia sebenarnya adalah Antikristus [Matius 24:15]. Banyak ajaran-ajar
    an kafir yang dicampuradukkan dalam Kekristenan. Di antaranya Hari Sabat Alkitab diu
    bah ke Hari Minggu. Sebab Hari Minggu adalah hari perbaktian Constantine kepada Dewa
    Matahari. Ini terjadi dan di ‘undang’kan tahun 321 TM.
> Tahun 330 TM, Constantine pindah ke Byzantium, Turki. Kota tersebut diperindah dan dibe
    ri nama Constantinople. Kemudian ketika Constantine memasuki pensiun, ia memberi gelar
    ; ‘Sumo Maximus Pontifix’ pada Bishop, penilik jemaat Roma Katolik, dan menjadikannya
    seorang Paus.
> Waktupun berjalan terus, hingga suatu ketika terjadi perpecahan antara Roma dengan Con
   stantinople. Constantinople inilah cikal-bakal gereja Orthodox yang menjadi musuh besar
   Roma Katolik.
> Tahun 1204, Paus Innocent III, melancarkan serangan ke Constantinople. Kota tersebut di
   hancurkan dan harta bendanya dijarah habis-habisan. Namun hal demikian semakin menja
    uhkan mereka dari Paus, bahkan mereka berani mengutuk Paus.
> Suatu ketika gereja Orthodox jatuh ke tangan Czars dari Rusia. Vatikan merasa bahwa bila
   Czars dan gereja Orthodox itu tidak mau tunduk kepadanya, maka keduanya akan dihancur
   kan sebagaimana terhadap bangsa Yahudi.
> Sampai dengan tahun 1491, Paus telah menguasai/mengendalikan banyak raja dan ratu di
   Eropa selama berabad-abad.  Tetapi saat itu keadaan menjadi tidak stabil bagi Kepausan, se
   bab guntur Protestanisme menggelegar terus-menerus menyerangnya. Pada saat itu, lahir
   lah seorang putra dalam istana Loyola di propinsi Guipuzcoa, Spanyol. Namanya: Lopez de
   Recalde. Anak ini bertumbuh untuk mengubah dunia, dan menamakan dirinya Ignatius de
   Loyola. Ialah pendiri Ordo Yesuit [Masyarakat Yesuit]. Dia juga yang menciptakan Illumina
   ti [Alumbrados]. Dan karena kegigihannya membela kepentingan Roma Katolik, maka ia di
   nobatkan sebagai Orang Kudus pada tahun 1622.
> Ignatius de Loyola membangun suatu pasukan yang terdiri dari imam-imam yang mengabdi
    total hanya pada disiplin dan perintah. Mereka inilah yang kemudian menjadi kekuatan pe
    musnah agama-agama yang paling kejam dalam sejarah manusia. Inilah pasukan khusus
    yang dimiliki oleh Vatikan.
> Orang-orang Yesuit telah menghasut dan memecah-belah banyak bangsa. Termasuk yang
    membunuh presiden Amerika, Abraham Lincoln.
> Tugas dan tujuan mereka adalah membuat semua orang bertekuk-lutut dan mengakui bah
   wa Paus adalah KRISTUS. Dan Ordo Yesuit diduga sebagai Paus Hitam; kekuatan yang se
   sungguhnya mengendalikan Vatikan.
> Pahlawan-pahlawan Komunis, seperti Marx dan Engels, yang menandatangani Manifesto
   Komunis pada sekitar tahun 1800, sebenarnya dilatih dan dikendalikan oleh imam-imam Ye
   suit.
> Ketika kekuatan gereja Orthodox semakin menyebar sampai ke Bulgaria, Rumania, Yunani,
   Turki, Serbia, dan lain-lain, Vatikan dengan Ordo Yesuitnya merasa kuatir. Mereka merasa
   harus menciptakan Perang Dunia [I]. Pada waktu itu Paus ada di belakang Jerman, yang
   memerangi Perancis dan Rusia. Kemudian masuklah Amerika ke kancah peperangan itu.
   Maka Eropapun hancur lebur. Jutaan orang binasa dalam peperangan itu.
> Perancis menjadi musuh Roma Katolik, karena ketika terjadi Revolusi Perancis, Perancis
   menawan Paus Pius VI, dan membuangnya ke Venezia [20 Februari 1798]. Sehingga Kepa
   usan mendapat luka parah sebagaimana dinubuatkan Wahyu 13:3.
> Akibat-akibat Perang Dunia I [1914-1918] masih belum pulih, imam-imam Yesuit sudah me
   rencanakan Perang Dunia II.
> Di Rusia, Czar Nicholas, yang menjadi pelindung gereja Orthodox Rusia, mempunyai putra
   mahkota bernama Alexis. Anak ini menderita penyakit Hemophilia. Darahnya tidak membe
   ku jika terkena luka. Bila ia terjatuh, luka sekecil apapun akan mengakibatkan pendarahan
   yang berkepanjangan. Ibunya begitu gundah; para dokter tidak ada yang bisa menyembuh
   kannya. Anak itu sangat menderita. Pada saat demikian, muncullah si Rahib Sinting, Raspu
   tin, yang mengaku mempunyai karunia gaib menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ia
   mengaku menerima wahyu dari ALLAH dan Perawan Maria. Bila ia mendekati putra Czar,
   Alexis, maka pendarahannya berhenti. Dari hubungan Czar dengan Rasputin inilah banyak
   kalangan menduga bahwa Rasputin banyak mengendalikan Rusia.
> Rasputin memberikan informasi-informasi berharga ke Roma, antara lain mengenai tempat
   -tempat persembunyian emas Czar, sebelum dia dibunuh.
> Roma merancang revolusi Rusia. Agen-agen Yesuit mengadakan kerja sama erat dengan to
   koh-tokoh Komunis Rusia: Marx, Engels, Trotsky, Lenin dan Stalin. Saat berita dimulainya
   revolusi Rusia, Lenin sedang berada di Switzerland. Maka komando tertinggi di Jerman seca
   ra rahasia menyediakan kereta api untuk mengangkut Lenin dan teman-temannya. Demiki
   anlah dalam bulan April 1917, Lenin bersama teman-temannya melakukan perjalanan yang
   kemudian dikenal dengan “The Sealed Train” [Kereta Api Tertutup].
> Orang yang paling bertanggung-jawab atas perjalanan itu adalah Diego Bergen, seorang Ro
   ma Katolik yang sangat setia, dilatih di sekolah Yesuit. Yang kemudian diangkat menjadi du
   ta Jerman untuk Vatikan, pada saat rezim Republik Weimar dan Hitler berkuasa.
   Pada saat Lenin tiba di Rusia, April 1917, ternyata saingannya telah menguasai revolusi itu.
   Keadaan menjadi sangat kacau pada waktu itu. Tentara yang setia pada Czar disebut “Rusia
   Putih”, sedang pemberontaknya disebut “Rusia Merah.” Dan Lenin beruntung dapat mengu
   asai pemerintahan Revolusioner serta memindahkan ibukota ke Moscow, pada tanggal 10
   Maret 1918.
> Pada bulan Juli, dengan alasan keselamatan, keluarga Czar dipindahkan ke Yekaterinburg,
    di Urals. Namun pada tanggal 17 Juli 1918, ada sekelompok orang misterius, yang disebut-
    sebut sebagai Ural  Soviet, mengadakan pengadilan kilat terhadap keluarga Czar. Inilah sa
    at yang sangat dinantikan oleh Paus untuk memuaskan nafsu balas dendamnya.
> Keluarga kecil yang malang dan ketakutan ini disiksa dan dibunuh. Mayatnya dicincang, di
   bakar dan disiram air keras. Setelah itu barulah perburuan terhadap pimpinan, imam dan
   suster-suster gereja Orthodox benar-benar dimulai.
> Ketika Tentara Merah mau membunuh pimpinan gereja Orthodox, para pimpinan gereja itu
    menyogok dengan emas milik Czar, diperkirakan senilai $ 666 juta. Paus sangat geram de
    ngan Komunis yang selama ini ia pelihara, ternyata mengkhianatinya.
    [Perhatikan angka “666”, dan lihat pada nubuatan Wahyu 13:18]
> Selesai Perang Dunia I, agen-agen Yesuit mulai membentuk 3 Front, yaitu: Italia, Jerman
   dan Spanyol. Pada tahun 1922, Paus Benedict mati karena keracunan. Dan Paus Pius XI na
   ik takhta.
> Pada saat itu muncullah seorang yang tidak terkenal, berkeliling dengan congkaknya menya
   takan bahwa dia adalah Kaisar yang dipersiapkan untuk membangun kembali Kekaisaran
   Roma. Orang itu adalah Benito Mussolini. Seorang yang arogan, kejam dan jahat. Tentara  
   nya yang berseragam hitam dan yang berjumlah sedikit, tidak lebih dari sekumpulan penja
   hat yang suka memaksakan kehendaknya.
> Jendral Yesuit pada waktu itu adalah Halke von Ledochowski. Dia mengutus anak buahnya
    untuk mendekati dan bekerja sama dengan Mussolini. Orang-orang Katolik mengangkat
    nya ke puncak kekuasaan. Paus Pius XI menyebutnya: “Orang yang ditakdirkan TUHAN
    untuk bergabung dengan kita.”
> Melalui sebuah Perjanjian “Lateran”, fasis Benito Mussolini mengakui bahwa Roma Kato
   lik adalah satu-satunya agama dan memberikan gelar: “TAKHTA SUCI VATIKAN.” [11 Fe
   bruari 1929].
> Selanjutnya Mussolini menyerahkan kembali kuasa duniawinya [politik] ke tangan Paus, se
   bagai imbalan budinya. Dan Mussolini membentangkan sayapnya ke Ethiopia.
> Pada tahun 1923-an, Jerman dalam keadaan hancur total. Inflasi membubung tinggi sekali.
   Saat itu nilai tukar 1 dolar Amerika sama dengan 4 trilyun Marks. Orang-orang Yahudi
   yang pro Roma disuruh memborong tanah di Jerman yang berharga sangat murah. Tentu
   saja dananya dari Vatikan, dan tujuannya adalah untuk menjatuhkan citra bangsa Yahudi.
   Sehingga dunia mengutuk bangsa Yahudi yang ‘merampok’ orang-orang Jerman yang se
   dang sekarat.
> Maka digelarlah pentas bagi bintang baru Roma Katolik di Jerman. Adolph Hitler ! Seorang
   imam Yesuit menulis sebuah buku bagi Hilter: “Mein Kampf.” Dan buku ini merupakan ren
   cana pokok bagi Yesuit untuk Hitler mengambil alih Jerman. Tujuannya tidak lain adalah
   untuk menghabisi bangsa Yahudi, di kamp-kamp konsentrasi.
> Front ke-3 adalah Spanyol. Di sini ada 3 presiden yang menentang Kepausan: Neceto Alca
   la Zamera, Manuel Azana dan Juan Negrin. Mereka mengeluarkan undang-undang di Spa
   nyol yang memblokir campur tangan Vatikan dalam Republik Spanyol. Isinya:
    - Semua harta Roma Katolik dinasionalisasikan.
    - Semua gereja Roma Katolik dikenai pajak.
    - Tidak ada lagi sekolahan yang dikuasai imam-imam Katolik.
    - Semua sekolahan, biara Roma Katolik dibawah pengawasan pemerintah Spanyol.
    - Mengakui gereja Protestan.
    Undang-undang ini dikeluarkan sehubungan dengan diketemukannya kerangka-kerangka
    bayi dalam terowongan bawah tanah pada biara-biara Roma Katolik. Ini memicu perang an
    tara Spanyol dengan Roma. Paus menyewa beberapa divisi tentara bayaran Islam untuk ber
    perang dibawah pimpinan Franco [Seorang Mason], untuk memerangi siapa saja yang me
    nentang Vatikan. Maka akhirnya jendral Franco menjadi diktator Roma Katolik di Spanyol.
> Kini Yesuit mempunyai 3 kekuatan: Hitler di Jerman, Mussolini di Italia, dan Franco di Spa
   nyol.
> Agen-agen Yesuit yang disusupkan di antara orang-orang Protestan suatu saat memfitnah
   orang-orang Yahudi dan menyerahkan mereka ke tangan Gestapo untuk dikirim ke dalam
   kamp-kamp konsentrasinya Hitler. Sehingga secara tidak sadar orang-orang Yahudi meng
   anggap orang-orang Protestan itu telah mengkhianati mereka. Itulah sebabnya sampai seka
   rang orang Yahudi sangat benci dengan orang-orang Kristen.
> Selama perang itu Vatikan mempunyai seribu orang Yahudi, yang tentunya mereka yang
    pro pada Vatikan. Tujuannya adalah bilamana ternyata Hitler kalah, Vatikan bisa menun
    jukkan budi kebaikannya kepada orang Yahudi dan dunia. Bahwa Vatikan memperhatikan
   dan melindungi bangsa Yahudi.
> Sebagai penutup, baiklah kita simak pernyataan sombong dari Paus Boniface VIII:
   “Paus Romalah yang akan menghakimi manusia, tapi tidak dihakimi siapapun. Kami meng
   umumkan, menegaskan, dan menetapkan bahwa tunduk pada Kepausan Roma adalah kewa
   jiban mutlak bagi mereka yang ingin diselamatkan, supaya apa yang dikatakan KRISTUS
   …… …….”Segala sesuatu telah ENGKAU taklukkan di bawah kakiNYA”, dinyatakan di da
   lam diriku. Aku berkuasa  sebagai raja segala raja! Aku di dalam dan di atas segalanya. De
   ngan demikian hanya ada ALLAH dan aku, sebagai wakil ALLAH, yang empunya gereja
   tunggal. Dan itu sebabnya aku mampu melakukan hampir semua yang ALLAH dapat laku
   kan. Itu sebabnya, engkau menganggap siapa aku ini, kalau bukan ALLAH.” – “The Bull
   Sanctum”, 18 November 1302.
> Sekarang perhatikan 2Tesalonika 2:3-4: “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan o
   rang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahu
   lu MURTAD dan haruslah dinyatakan dahulu, MANUSIA DURHAKA, yang harus binasa,
   yaitu LAWAN YANG MENINGGIKAN DIRI DI ATAS SEGALA YANG DISEBUT ATAU
   YANG DISEMBAH SEBAGAI ALLAH. Bahkan ia duduk di Bait ALLAH dan mau menya
   takan diri sebagai ALLAH.”







                                                             000000000000000000

Tidak ada komentar: