Rabu, 11 Januari 2017

MENJAGA KEKUDUSAN

Jagalah kekudusan TUHAN dan hal-hal yang dikuduskan TUHAN.

a. Laki-laki yang mimpi basah atau mengeluarkan sperma ketika tidur, dia menjadi najis sampai matahari terbenam.

b. Perempuan yang mulai haid hingga selesai ditambah dengan 7 hari, dia dalam keadaan najis.

Orang yang dalam keadaan najis janganlah berdoa, janganlah menyebut-nyebut nama TUHAN atau para malaikat ataupun membaca Al Kitab. Memegang Al Kitab tidak masalah, asal tidak membacanya. Itulah ketentuan bagi orang yang dalam keadaan najis. Keadaan najis adalah keadaan kotor, itu bukan dosa. Asalkan hal-hal yang dilarang itu tidak dilakukan, dia kudus. Tapi jika dilanggar, maka itu menjadikannya berdosa.

Laki-laki yang dalam keadaan najis jika dia bersetubuh dengan istrinya, maka istrinya menjadi najis sampai matahari terbenam. Begitu pula dengan suami yang menyetubuhi istrinya yang sedang najis, dia menjadi najis sampai matahari terbenam.

Itu bukan masalah hukum Taurat, tapi masalah hakekat ELOHIM YAHWEH. Karena itu tidak mungkin ada perubahan hingga hari kiamatpun. Dari zaman dulu hingga kapanpun mana mau ELOHIM YAHWEH ditunjukin atau diperlihatkan dengan hal-hal yang kotor? DIA ELOHIM yang Mahakudus. Hormatilah DIA! Sebab itulah yang membedakan antara kita dengan orang-orang lainnya. Kita mempunyai pengetahuan tentang hal-hal yang tidak sepatutnya diperagakan ke hadirat ELOHIM YAHWEH. Itulah sebabnya kita disebut orang-orang pilihan dan orang-orang kudus. Kita bukan orang sembarangan.

Perbincangan "najis" di Perjanjian Baru;

1.  Mrk. 7:2Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.

Najis yang dibicarakan disitu adalah makan dengan tangan yang tidak dibasuh. Menurut Hukum Taurat itu memang najis. Tapi karena Perjanjian Baru berbicara tentang rohaniah yang lebih tinggi dari hal-hal yang lahiriah, maka makan dengan tangan yang kotor bukan lagi najis. Tetapi memasukkan ajaran-ajaran yang merusakkan pikiran orang itulah yang dinajiskan dalam Perjanjian Baru.

Markus 7:18

Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
7:20Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
7:21sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Apa beda antara makan dengan tangan yang tidak dibasuh dengan laki-laki yang mimpi basah? Kalau makan dengan tangan yang tidak dibasuh itu untuk dirinya sendiri, untuk perutnya sendiri, bukan untuk dipertontonkan kepada ELOHIM YAHWEH. Tapi laki-laki yang mimpi basah atau perempuan yang sedang haid, ketika berdoa atau ketika membaca Al Kitab itu ditujukan atau diperagakan ke hadapan ELOHIM YAHWEH. Karena itu kita perlu berhati-hati menyuguhkan sesuatu ke hadapanNYA. Sama seperti kalau kita memberikan parsel atau bingkisan kepada manager atau atasan kita, kita pasti berhati-hati supaya jangan makanan kadaluarsa atau buah-buahan yang busuk yang kita berikan.

Kalau untuk diri sendiri, makan buah busuk masih tak masalah. Tapi jika untuk diberikan ke orang lain, bukankah kita akan mempertimbangkan kepantasannya?!

2. Kis. 10:28Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Kalau dulu orang-orang Yahudi menganggap bangsa lain sebagai kafir dan dinajiskan, itu sudah dicabut oleh ELOHIM YAHWEH sendiri;

Kis. 11:9Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!??

3. Roma 14:14Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.

Hal-hal yang najis sebagaimana yang saya bicarakan itu adalah untuk diri kita sendiri, sebagai pengetahuan plus bagi orang-orang yang ingin "sempurna." Karena itu jangan dipraktekkan atau jangan diajarkan ke orang lain, termasuk orang-orang yang masih baru masuk Kristen. Orang-orang yang masih baru dibaptiskan jangan diajarkan hal itu dulu. Sebab mereka masih bayi, masih belum boleh makan makanan keras;

Kisah 15:19Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,

Ibrani 5:12

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

4. 2Korintus 6:14

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
6:15Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
6:16Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
6:17Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
6:18Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."

Kita berhubungan dengan orang-orang yang non Kristen adalah sebatas memberitakan Injil dan hubungan sebagai sesama manusianya, bukan untuk menjalin persahabatan atau persaudaraan. Sebab yang merupakan saudara-saudara kita yang sejati adalah mereka yang seiman;

Mat. 12:50Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

5. Tit. 1:15Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.

Titus 1:10

Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.
1:11Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.
1:12Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: "Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas."
1:13Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,
1:14dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.
1:15Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
1:16Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Jelas sekali bahwa bagi orang-orang suci perlu menjaga hal-hal yang suci. Pola hidup kita harus berbeda dengan orang-orang yang sembrono dan gegabah.

Tidak ada komentar: