Selasa, 03 Januari 2017

PELAJARAN MEMBACA NUBUATAN - 23

Bagaimana nasib Al Kitab di zaman kekuasaan tanduk kecil sri paus?

Wahyu 11:1

Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
11:3Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

ELOHIM YAHWEH memberi tugas kepada 2 orang saksiNYA, yakni nabi Daniel untuk Perjanjian Lama dan rasul Yohanes untuk Perjanjian Baru, untuk memberikan kesaksian tentang kepausan yang berkuasa selama 1260 tahun.

Wahyu 11:4Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.

Pohon zaitun adalah pohon penghasil minyak untuk lampu, sedangkan kaki dian berbicara tentang lampu, menggambarkan tentang 2 orang yang bertugas memberikan penerangan tentang kepausan itu.

Wahyu 11:5Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu.
11:6Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

Kedua kitab itu, yaitu Daniel dan Wahyu berbicara tentang hukuman-hukuman yang akan TUHAN timpakan ke atas musuh-musuh ELOHIM YAHWEH.

Wahyu 11:7Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

Kepausan mengeluarkan larangan membaca dan mempelajari Al Kitab;

1) In the Council of Toulouse, the church leaders ruled: "We prohibit laymen possessing copies of the Old and New Testament . . . We forbid them most severely to have the above books in the popular vernacular." "The lords of the districts shall carefully seek out the heretics in dwellings, hovels, and forests, and even their underground retreats shall be entirely wiped out." (Concil Tolosanum, Pope Gregory IX, Anno. Chr. 1229).

TERJEMAHAN: Di Dewan Toulouse, para pemimpin Gereja memerintah: "Kami melarang orang awam untuk memiliki salinan dari Perjanjian Lama dan Baru... Kami melarang mereka dengan keras untuk memiliki buku-buku di atas (PB dan PL) dalam bahasa populer sehari-hari. Penguasa dari distrik dengan hati-hati mencari bidat2 (orang2 yg memiliki salinan PL dan PB) di dalam rumah, hovels (gubuk2 persembunyian), hutan, dan bahkan sampai di tempat persembunyian bawah tanah-pun mereka akan sepenuhnya dicari" (Sumber diambil dari: Concil Tolosanum, Pope Gregory IX, Anno. Chr. 1229)

2) The church Council of Tarragona ruled that: "No one may possess the books of the Old and New Testaments in the Romance language, and if anyone possesses them he must turn them over to the local bishop within eight days after the promulgation of this decree, so that they may be burned." (D. Lortsch, Histoire de la Bible en France, 1910, p.14).

TERJEMAHAN: Gereja Dewan Tarragona menyatakan bahwa: "tidak seorangpun yang mungkin boleh memiliki buku-buku Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam bahasa Roman (bahasa Romawi kuno/bahasa Latin), dan jika ada orang yg memilikinya, ia harus menyerahkan buku2 tsb kepada uskup setempat dalam waktu delapan hari setelah dikeluarkannya Dekrit ini sehingga buku2 tsb dapat dibakar (Sumber diambil dari: D. Lortsch, Histoire de la Bible en France, 1910, p.14).

Wahyu 11:8Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.



Kota besar yang di jalan-jalannya saksi-saksi itu dibunuh, dan di mana tubuh mereka tergeletak, adalah Mesir secara rohani. Dari semua bangsa yang dinyatakan dalam Al Kitab, Mesirlah yang paling berani menyangkal adanya ELOHIM, dan menentang Firman-firmanNYA. Kata Firaun kepada nabi Musa: “Siapakah TUHAN itu yang harus aku dengarkan firmanNYA untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.” – Keluaran 5:2.

Itulah Atheisme. Selanjutnya kota itu juga disebut sebagai Sodom, sebagai lambang dari kebejatan moral. Roma 1:28; “Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui ALLAH, maka ALLAH menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran TERKUTUK, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas.” Itulah arah perbuatan orang yang tidak percaya TUHAN.


Wahyu 11:9

Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.
11:10Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.
11:11Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.





Tidak bisa salah lagi bahwa nubuatan itu berbicara mengenai Perancis, sebagai kota besar yang memantulkan sifat-sifat Mesir dan Sodom. Sejarah mencatat bahwa negara Perancislah yang paling berani dalam menyangkal ELOHIM YAHWEH; melalui Mahkamah Legislatifnya, menyatakan bahwa tidak ada ALLAH. Dan seluruh penduduk kota itu dengan penuh sukacita menyambut keputusan DPR-nya. Mereka menari dan menyanyi penuh sukacita selama Revolusi Perancis tahun 1793 TM.

Selanjutnya, sejarah juga mencatat sebuah peristiwa yang paling kejam dan mengerikan, yaitu pembantaian masal di St. Bartolomeus. Ribuan orang-orang Protestan yang sedang nyenyak tidur di rumah masing-masing, kerena mempercayai jaminan raja terhadap keselamatan mereka, telah diseret keluar tanpa peringatan dan dibunuh secara keji. Pembantaian itu berlangsung selama 2 bulan di seluruh Perancis, dengan korban 70.000 jiwa mati syahid. 

Pada waktu berita pembantaian itu sampai ke Roma, kegembiraan para rohaniawan meluap-luap tanpa batas. Uskup Lorraine memberikan penghargaan kepada pembawa berita itu dengan seribu kron. Tembakan penghargaan meriam St. Angelo bergemuruh tanda kegembiraan. Lonceng-lonceng berdentang dari menara-menara. Api-api unggun dinyalakan sehingga malam terang benderang seperti siang.

Salah seorang imam Ordo Baru berkata: “ALLAH, jika ENGKAU memang ada, tuntutlah pembalasan atas namaMU yang sudah rusak itu. Saya menantangMU ! ENGKAU tetap diam. ENGKAU tidak berani mendatangkan gunturMU. Siapakah sesudah ini yang percaya kepada keberadaanMU?”

Kata seorang ahli pidato yang memperkenalkan perbaktian kepada Dewi Pertimbangan, "Para pembuat undang-undang! Fanatisisme telah memberikan jalan kepada pertimbangan. Matanya yang rabun tidak dapat menahan kecemerlangan terang. Pada hari ini telah berkumpul di tempat ini, di bawah kubah bangunan bergaya Gothik ini, banyak orang berdesak-desakan, yang untuk pertamakalinya menggemakan kebenaran kembali. Di sini, orang-orang Perancis telah merayakan perbaktian yang benar satu-satunya, -- yaitu Kebebasan dan Pertimbangan. Di sinilah kita membentuk satu keinginan untuk kemakmuran kekuatan Republik. Di sini kita telah meninggalkan berhala-berhala yang mati demi Pertimbangan dan demi patung hidup, karya agung alam." -- Thiers, M.A., "History of the French Revolution," Vo. II, pp. 370,371.

Pada waktu Dewi itu dibawa ke dalam Konvensi, ahli pidato itu memegangnya seraya berpaling kepada perkumpulan itu, "Orang-orang yang fana, berhentilah gemetar dihadapan suatu Allah yang tidak berdaya, yang telah menciptakan ketakutanmu. Mulai sekarang akuilah bahwa tidak ada keilahian tetapi hanya Pertimbangan. Saya tawarkan kepadamu patungnya yang paling agung dan paling murni. Jikalau engkau harus mempunyai berhala, berilah pengorbananmu hanya kepada yang seperti ini . . . . Sujudlah dihadapan Senat Kebebsan yang agung, oh Dewi Pertimbangan! . . .

Selanjutnya bangsa itu menyembah kepada berhala Dewi Pertimbangan; atas persetujuan Konvensi Nasional Perancis. “Setelah presiden memeluk dewi itu, ia dinaikkan ke kereta kencana, dan dituntun melalui kerumunan massa ke Katedral Notre Dame, untuk menggantikan tempat ALLAH. Di sana ia dinaikkan ke atas mezbah yang tinggi, dan menerima penghormatan dari semua yang hadir.” – Allison, Jilid 1, pasal 10.

Selanjutnya upacara itu dilanjutkan dengan pembakaran Alkitab. Dekrit penumpasan agama Kristen dan pemusnahan Alkitab dikeluarkan tahun 1793, melalui persetujuan Majelis Permusyawaratan Perancis. Namun 3,5 tahun kemudian, sesuai dengan yang dinubuatkan di atas, ada suatu resolusi yang membatalkan dekrit itu. Dengan demikian diberikan toleransi kepada Alkitab pada hari itu juga. 

Yesaya 37:23; “Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? Terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu dan memandang dengan sombong? Terhadap Yang Mahakudus, ALLAH Israel.” Dan Yeremia 16:21; “Sebab itu ketahuilah, AKU mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini AKU akan memberitahukan kepada mereka kekuasaanKU dan keperkasaanKU, supaya mereka tahu, bahwa namaKU TUHAN.”


Wahyu 11:12Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

  • Pada tahun 303 M,  seorang raja Roma kafir bernama Diokletian mengerahkan semua kekayaan dan kuasa seluruh kerajaannya untuk menentang AlkitabGereja Kristen dilarang. Mungkin, pemberantasan yang dilakukan Diokletian terhadap sebuah buku yang paling parah dalam sejarah sebuah buku.  Semua tempat beribadah umat kristiani dihancurkan;  harta benda mereka disita dan Alkitab mereka dibakar. Suatu usaha yang sistematis dilancarkan untuk membinasakan setiap buku Alkitab yang ada.  Hukuman mati dijatuhkan pada setiap orang yagn memiliki firman Allah. Setelah aniaya yang amat kejam berlangsung selama bebetapa tahun , dan telah merenggut ribuan jiwa orang Kristen dan Alkitab  mereka dibinasakan, raja Diokletian membuat sebuah medali untuk mengenakan kehancuran total Alkitab, serta mendirikan sebuah tugu kemenangan yang diatasnya tertulis tulisan yang angkuh: “EXTINCO NOMINE CHRISTIANORUM ( NAMA KRISTEN SUDAH DILENYAPKAN). 

  • Tahun 1530 M. GEREJA NEGARA PADA ABAD PERTENGAHAN,  yaitu zaman sebelum reformasi abad ke 16, telah melancarkan suatu peperangan yang ganas terhadap penggunaan secara bebas Alkitab bagi umum hamper seluruh bagian Eropa. Manakala usaha mereka untuk membiarkan Alkitab hanya da;am bahasa mati (latin) tidak berhasil, gereja itu tidak segan segan menyita dan membakar semua buku itu. Pada tahun 1530, Uskup London membakar Alkitab bahasa Inggris William Tyndale diluar gereja St. Paul. Tyndale sendiri ditangkap dan dubunuh di daratan Eropa.  Pada abad yang sama, Alkitab terjemahan Martin Luter, dalam bahasa sehari-hari Jerman, juga dibakar dihadapan umum. 

  • Tahun 1750 M. Voltaire,  seorang sastrawan Perancis yang cemerlang, penuh humor serta jenius, termasuk salahsatu kelompok penulis yang ikut mempersiapkan dan menaburkan  revolusi Perancis. Voltairedengan angkuh mengatakan bahwa ia sendiri, dapat melenyapkan alkitab! Konon ia berkata. “aku sudah jenuh mendengarkan orang-orang mengatakan berulang-ulang bahwa 12 nelayan telah mendirikan agama Kristen. Aku akan memperlihatkan pada dunia ini bahwa seorang saja orang Perancis sudah cukup untuk menahluklkan agama Kristen itu!. Voltaire adalah seorang penulis yang luar biasa.  Arus kepercayaan kepada Allah  yang  mengalir dari pena nya telah membuat mesin cetak sibuk. Kemudian ia meramalkan bahwa dalam waktu seratus tahun Alkitab itu akan punah, kecuali beberapa yang bisa ditemukan dimuseum!   

  • Tahun 1795 M. Thomas Paineseorang pemikir bebas dan terkenal, berkebangsaan Inggris, mengolok-olok dan mengejek Alkitab dengan kasar dan sikap bermusuhan. Buku nya yang terkenal berjudul  ( the age of reason ). Dari halaman 127 buku ini, pemikiran penulis yang angkuh masih bergema dalam pelbagai terbitan yang beredar selama ini, yang berbunyi: Aku sudah menyelidiki Alkitab bagaikan seorang pria yang memasuki hutan dengan sebuah kapak dipundaknya untuk menebang pohon. Disini pohon itu tergeletak, dan para imam jika mereka dapat, mungkin menyatakannya kembali. Boleh jadi mereka dapat berbuat demikian, menancapkan pohon itu kembali kedalam tanah akan tetapi mereka tidak berhasil membuat pohon itu kembali.”   
  • Tahun 1925 M. Ateisme modern berusaha mempertahankan tradisi lama yaitu sikap bermusuhan terhadap Alkitab. Sejak tahun 1925 terbentuk suatu badan di New York yang bertujuan mengembangkan Ateisme di Amerika Serikat dikenal dengan nama “ American Aaaociation for the advancement of Atheism.” ( The 4 A’s)  kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia ialah persatuan pengembangan Ateisme di Amerika Serikat. Berikut ini  pernyataan tentang tujuan persatuan tersrbut: 4 A’s dibentuk untuk memastikan usaha yang lengkap guna memusnahkan semua agama. kami tidak perlu minta maaf atas semua taktik yang kami gambarkan. Agama lahir dari rasa takut, dibesarkan oleh tipu daya, dan bisa bertahan hidip karena dusta. Kepalsuan tidak bisa dihaluskan menjadi kebenaran. Kuasa yang supernatural itu tidak ada. Tidak ada Allah. Agama tidak akan mendapat tempat yang terhormat lebih dari pada timbunan sampah. Agama harus dimusnahkan.”  Badan 4 A’s hanyalah satu dari sekian banyak kelimpik yang enerfik dan beroperasi disetiap Negara dengan tujuan memusnahkan agama yang berasal dari Akitab itu.  Sekolah menengah, perguruan tinggi atau univesitas telah dipilih menjadi sasaranb organisasi tersebut.  Tujuan dari salah satu kelompik tersebut seperti yang mereka umumkan ialah untuk memusnahkan dan mematahkan usaha membagi-bagikan Alkitab ke hotel-hotel yang disebarkan oleh persekutauan  Gideon tersebut.

  • Tahun 1935 M.  Nazi Jerman  yang menjadi musuh bebuyutan Alkitab memusatkan perhatian dan usaha para pemikir mereka, dengan segala sumber daya yang ada  pada mereka untuk menyerang dunia Kristiani dab semua badan-badan  yang bernaung dibawahnya. Adolf Hitler berkata: “kenyataan telah membuktikan bahwa akulah pembebas manusia yang terbesar. Aku membebaskan manusia dari kurunngan yang kotor dan memalukan yang mereka sebut kata hati dan moralitas….. agama semua sama, apapun nama nya. Tidak ada hari depan yang cerah bagi mereka …. Fasisme bisa bernasib sama dengan gereja.  Demikian juga aku.  Mengapa tidak? Namun ini tidak akan menghentikan aku dari usaha menghancurkan akar dan cabang Kristiani,  dan aku akan memusnahkannya dari seluruh Jerman….Apakah kalian percaya bahwa rakyat akan mau lagi menjadi Kristen? Omong kosong! Tidak akan pernah lagi. Dongeng seperti itu sudah berakhir. Tidak ada lagi manusia yang ingin mendengarkan cerita seperti itu.

  • Tahun 1950 M.  Komunisme International,  sangat militant, ateistik, adalah musuh berat lainnya dari Alkitab. Dewasa ini komunisme sudah berperan dari organisasi ateisme. Vladimir Lenin, imam agung komunisme, telah mempopulerkan slogan berikut ini: “agama adalah candu masyarakat.” Lounatcharski, bekas mentri pendidikan Unisoviet berkata: “kita membenci orang Kristen. Sekalpun yang terbaik dari mereka haris kita anggap musuh yang paling berbahaya.  Mereka mengkhotbahkan belas kasihan dan kasih kepada sesame, yang bertentangan dengan prinsip kita. Kasih kristiani itu penghalang jalannya Revolusi. Ganyangkah kasih kepada sesame.apa yang kita inginkan ialah kebencian.kita harus belajar bagaimana membenci karean inilah yang memungkinkan kita menaklukkan alam semesta ini. Kita sudah melakukannya atas raja-raja dunia ini; sekarang giliran kita melakukannya atas raja-raja langit. Semua agama adlah racun. Agama itu meraccuni dan mematikan pikiran, kemauan dan hati nurani. Perang terhadap agama harus diumumkan.  Tugas kita ialah membinasakan segala agama, dan segala jenis ajara moral.”

  • Tahun 1750 –  1980 M. Kritik Ilmiah Modern. Dalam dua ratus tahun terakhir. Alkitab telah mengalami kritik dan serangan tajam dari beberapa orang berpengaruh dan berpendidikan seperti yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Tidak ada buku yang dikecam lebih dahsyat daripada Alkitab, yang dikina dan dikaji. Teksnya maupun cara penyebaran, sejarah, urutan, kritik ilmiah yang belum pernah terjadi dalam sejarah, transmisinya sindiran secara ilmiah, mukjizatnya, pengarangnya, kompsisinya, pandangan dunianya, Kristus yang ada di dalamnya , semuanya telah terbuka untuk pemeriksaan secara mikroskopik oleh manusia ahli dan pikiran yang kritis.

Hasil gambar untuk gambar alkitab buku yang tahan api

Tidak ada komentar: