Minggu, 19 Februari 2017

YANTI JURAGAN KOPI


Hasil gambar untuk gambar pedagang kopi keliling
       Gambar ilustrasi

Saya mengucapkan terimakasih dan puji syukur yang sebesar-besarnya kepada ELOHIM YESHUA ha MASHIA yang dari sejak awal mendukung memodali Yanti berjualan kopi sehingga rejeki saya lancar untuk memodalinya. Kemarin, Sabtu, 18 Februari 2017 didukung cuaca cerah dari pagi hingga petang hari Minggu ini saya perkirakan terjual 125 gelas kopi plus beberapa bungkus rokok, sehingga saya yakin minimalnya Yanti mengantongi keuntungan lebih dari Rp. 250.000,- - Saya puas, Yanti dan anak-anaknya bersemangat!

Namun demikian saya tetap memberinya uang belanja sebagaimana biasa supaya dia memiliki permodalan yang kuat. Saya janjikan sebuah terpal untuk ayoman sekitar Rp. 75.000,- plus modal cadangan Rp. 200.000,-[total masih Rp. 275.000,- lagi]. Dan selama janji itu belum saya lunasi maka uang belanja harian tetap saya berikan. Baru setelah itu urusan saya dengan Yanti selesai, saya akan melanjutkan dengan yang lainnya lagi.

Perkiraan hitungan saya, jika modal dagangannya saja sekitar Rp. 1.000.000,- sedangkan belanja hariannya selama sebulan persis: 18 Januari - 18 Februari sekitar Rp. 1.200.000,- lebih.

Teriring doa saya: ELOHIM YESHUA ha MASHIA kiranya melanjutkan pekerjaanNYA dengan memberikan penglarisan supaya pekerjaanNYA yang dari sejak awal tidak sia-sia, melainkan bermanfaat sebesar-besarnya untuk menghidupi Yanti dengan ke-3 anaknya serta membawanya keluar dari kemiskinan. Sebab setiap jiwa TUHAN yang Empunya dan setiap jiwa berharga di mataNYA. Amien.

>> http://bloghakekatku.blogspot.co.id/2017/01/berbagi-di-patung-senen.html

>> http://bloghakekatku.blogspot.co.id/2017/01/revolusi-angkutan-umum.html

>> http://bloghakekatku.blogspot.co.id/2017/02/namanya-yanti.html

Senin, 13 Februari 2017

NAMANYA YANTI

 Hasil gambar untuk gambar gajah mati meninggalkan gadingnya


Namanya: Yanti, seorang perempuan pengamen beranak tiga. Jika anda mencarinya di Patung Senen, anda pasti akan menemukannya, sebab namanya sudah dikenal di sana. Sudah sebulanan ini saya setiap hari menopang hidupnya dengan memberinya uang antara Rp. 30.000 - 40.000,- plus saya berikan permodalan untuk berjualan kopi dan rokok. Saya belikan 2 termos air panas, sebuah termos es, sebuah keranjang, gelas dan kantong plastik, 10 macam kopi berbagai merk masing-masing 2 renteng, serta membantunya uang transport 4 kali ke rumahsakit. Saat ini tinggal modal rokoknya yang mudah-mudahan bisa saya lengkapi dalam minggu ini sehingga minggu depan bisa mulai berjualan.

Namun saat ini dia membutuhkan dana Rp. 500.000,- untuk membayar kostnya, paling lambat tanggal 15 Februari 2017 nanti. Orang yang diharapkan bantuannya yakni seorang pegawai negeri yang biasanya membantu membayar kost-kostannya kali ini angkat tangan tidak bisa membantunya. Karena itu saat ini dia kebingungan mencari uang sebesar itu dalam waktu sesingkat ini.

Nah, jika anda tergerak untuk membantunya silahkan menyerahkan sendiri ke tangannya di Patung Senen. Dan jika kebetulan dia tidak ada di sana, anda bisa mencoba mencari dan menitipkannya ke saya, di sana saya dikenal dengan "Babe Rudy", saya biasa mangkal di sana antara jam 18.00 - 20.00 malam. Maaf, saya dan dia sama-sama tak mempunyai rekening bank-nya. Atau, bila perlu rekening bank anda harus menyurat ke saya: puteragembala_pg1@yahoo.co.id, supaya saya bisa mencari pinjaman rekening orang untuk menerima transferan uang tersebut.

Berikutnya, di sini ada banyak fakir-miskin yang membutuhkan pakaian-pakaian bekas, pakaian anak-anak kecil, selimut, mantel, dan lain-lainnya. Untuk bantuan tersebut serahkan ke saya supaya tidak menimbulkan keributan, sebab saya sudah menguasai medan daerah tersebut. Syukur-syukur ada bantuan keuangan atau Sembako atau nasi kotakan, silahkan diguyurkan ke sini saja.

Jika anda membawa motor atau mobil parkirkan di seberang pasar Senen, yakni persis bersebelahan dengan Patung Senen.

Demikian sekilas info aktifitas saya semenjak pensiun dari Facebook saya berusaha membantu mereka sebisa-bisanya. Mudah-mudahan anda tergerak untuk mengikuti jejak saya mengamalkan ajaran ELOHIM YESHUA ha MASHIA: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." - Imamat 19:18.

Jika gajah saja matinya meninggalkan gadingnya yang mahal, biarlah saya mati meninggalkan kebajikan untuk sesama.