Selasa, 14 Maret 2017

DARI YANTI KE LANI

Sudah semingguan ini Yanti saya lepaskan, ganti membantu Lani, seorang perempuan yang sedang hamil tua.

Masalah Yanti;
Saya memodali Yanti sudah sangat cukup sehingga tidak benar jika dikatakan kekurangan modal. Yang benar adalah modalnya berkurang, bukan kekurangan modal. Sebab pengeluaran belanjanya teramat besar tidak sebanding dengan penghasilannya.

>> Setiap jam anak-anaknya mengambil 1 sacket minuman yang seharga Rp. 1.500,- x 3 anak = Rp. 4.500,- perjam. Jika sehari melek 15 jam, maka jajanan anak-anaknya yang tinggal ambil saja sudah senilai lebih dari Rp. 60.000,- perhari. Itu belum termasuk jajanan yang dibeli dengan uang, katakanlah itu senilai Rp. 10.000,- sehingga untuk jajanan saja sudah mencapai Rp. 70.000,-an perhari.

>> Makan setidaknya Rp. 30.000,-

>> Bajaj Pergi-Pulang Rp. 30.000,-

>> Bayar kost Rp. 25.000,-

Total setidaknya Rp. 155.000,- perhari. Angka itu akan menjadi besar karena Yanti berdagangnya 2 hari sekali sehingga sebulan hanya bekerja selama 20 hari saja. Memangnya berapa penghasilanmu, Yanti? Sebab saya memodali kamu itu untuk mencari makan, bukan untuk uang jajanan anak-anakmu. Hanya orang kaya saja yang memberi jajanan anak-anaknya sebesar itu. Anak menangis itu digendong dikasih kasih sayang bukannya dikasih minuman susu terus-menerus. Dan barang-barang daganganmu itu bisa dititipkan ke warung dengan membayar bulanan sehingga menghemat ongkos Bajaj. Tapi kamu hanya senyam-senyum saja kalau saya kasih petunjuk. Kamu baru marah nggak karu-karuan setelah uang belanja Rp. 40.000 setiap harinya saya hentikan. Kamu lupa daratan, Yanti!

Nah, setelah dengan Yanti, semingguan ini anggaran sosial saya alihkan ke Lani. Lani mengharapkan biaya melahirkan sebesar Rp. 1.500.000,- Saya tidak menolak angka itu sebab siapa tahu TUHAN berkenan mengabulkannya? Tapi juga tidak saya janjikan sebab bagi saya angka itu terlalu besar. Pendek kata seberapa rejeki lebih akan saya berikan kepadanya. Hingga hari ini sudah berjumlah Rp. 300.000,- dan akan saya hentikan hingga anaknya lahir. Begitulah yang saya janjikan ke Lani.

Hasil gambar untuk gambar bayi

Tidak ada komentar: