Minggu, 16 April 2017

AKSI MENUNTUT REAKSI

Bunyi hukum gerak Newton yang ketiga: Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.

Dengan kata lain, suatu aksi harusnya menimbulkan reaksi. Misalnya ketika anda dicubit maka reaksi anda pasti meringis kesakitan. Itu penanda bahwa anda masih hidup, sebab kalau orang mati sudah tak bisa bereaksi lagi. Demikian pula ketika anda menerima kado yang indah, reaksi anda pasti melonjak kegirangan. Kecuali anda sedang sakit terbaring lemah di ranjang, maka reaksi anda akan bekerja lebih lambat. 

Kalau dari tontonan komedi, apa reaksi yang diharapkan dari penonton? Penonton bergelak tawa, kecuali yang sedang sakit gigi. Kalau seorang ibu melihat anaknya terjatuh, apa reaksi si ibu? Pasti ibu itu cepat-cepat mengangkat bangun anaknya, kecuali ibu itu berhati tegaan. Kalau melihat orang kecelakaan di tengah jalan, apa reaksi anda? Pasti anda akan bergegas menolongnya, kecuali anda sudah kehilangan jiwa tolong-menolongnya.

Nah, setelah saya mengetahui adanya kebejatan moral di Depsos, reaksi saya adalah menuliskannya sebagai informasi untuk anda. Tentu saja saya berharap tulisan saya ini menimbulkan reaksi dari anda untuk bersama-sama kita menggugat keberadaan Depsos. Saya berharap kondisi anda masih normal, yakni masih memiliki jiwa-jiwa perjuangan untuk memberikan perlindungan bagi yang lemah melalui kemampuan maksimal anda masing-masing; apakah yang hendak anda perbuat untuk mengupayakan dibubarkannya Depsos?! Dan saya bukan sebatas berkorban menulis ini saja, melainkan juga siap mempertaruhkan jiwa raga saya sebagaimana perkembangan tuntutannya nanti. Saya siap perang, siap berjihad untuk tegaknya kebenaran!

Yesaya 1:13

Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
1:14Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
1:15Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
1:16Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
1:17belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

>> BELAJARLAH BERBUAT BAIK - kapan anda hendak memulai menjadi orang baik?

>> USAHAKANLAH KEADILAN - sudah seberapa besarkah partisipasi anda buat keadilan?

>> KENDALIKANLAH ORANG KEJAM - orang kejam tidak boleh dibiar-biarkan

>> BELALAH HAK ANAK-ANAK YATIM - kita harus membela yang lemah

>> PERJUANGKANLAH PERKARA JANDA-JANDA - kita harus membela yang tertindas

Kalau diri kita yang dianiaya, relakanlah. TUHAN tidak suka dengan orang yang memikirkan dirinya sendiri. Tapi jika ada orang lain yang dianiaya, belalah. TUHAN mengajari kita supaya menaruh perhatian terhadap penderitaan orang lain.

ELOHIM YESHUA ketika melihat ada perempuan berzinah yang hendak dihakimi oleh orang-orang Yahudi, tidak berdiam diri, melainkan memberikan pembelaan;

Yohanes 8:3

Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
8:6Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
8:8Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
8:11Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Orang Kristen bukanlah penonton ketidakadilan di dunia ini melainkan harus mengambil peranan yang besar untuk tegaknya kebenaran;

Mat. 5:37Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Jika ya, katakan: ya, jika tidak, katakan: tidak. Kita harus berbicara apa adanya! Jangan tak bereaksi seperti orang mati.

Warga Jember ini Terpaksa Makan Rumput karena Kelaparan

Warga Jember ini Terpaksa Makan Rumput karena Kelaparan

Jember - Nama perempuan ini Sulimah alias Bu Rokayah. Masyarakat sekitar biasa memanggilnya Bu Kaya. Meski dipanggil Bu Kaya, namun justru kondisi ekonomi warga Dusun Krajan B, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Jember ini, serba kekurangan. Jangankan rumah layak, untuk makan sehari-hari saja susah. Bahkan karena tak ada yang bisa dimakan, Bu Kaya beberapa kali memakan rumput.

Rumah Bu Kaya berada di pinggir jalan raya, tepatnya di depan SDN 1 Gambirono. Saat wartawan datang, Bu Kaya terlihat sibuk mengumpulkan sisa-sisa bambu di depan rumah. Dia pun tergopoh-gopoh menyalami sembari mempersilahkan masuk ke dalam rumah.

Pintu yang hanya terbuat dari anyaman bambu, langsung dibukakan. Saat masuk, terlihat dua kursi dan satu meja usang tak tertata di ruang tamu. Itupun kondisinya sudah mulai keropos. Demikian juga dengan kondisi rumah. Jauh dari layak. Dapur dan kamar menjadi satu. Hanya disekat sebuah lemari berukuran kecil. Tak jauh dari lemari itu, terdapat dipan reot tempat Bu Kaya melepas penat.

Bu Kaya hanya memiliki satu lemari yang dipakai menyimpan makanan, pakaian dan peralatan dapur. Sementara untuk memasak, Bu Kaya menggunakan tungku yang terbuat dari batu bata dan tanah. Itupun kondisinya sudah hancur.

"Ya seperti inilah kondisi rumah saya. Karena memang saya tidak punya anak dan keluarga. Suami meninggal beberapa tahun lalu," kata Bu Kaya dengan logat Madura, Kamis (2/3/2017).

Rumah itu dibangun di atas tanah PTPN X oleh mendiang suaminya puluhan tahun lalu. Kondisinya yang sudah renta karena termakan usia, membuat Bu Kaya tak bisa berbuat banyak.

"Rumah saya biarkan begitu saja, meski sudah banyak yang rusak. Ya mau gimana, wong saya sudah tua, tidak punya apa-apa, keluarga ya juga tidak punya," tambahnya.

Pernah beberapa kali saat hujan turun tengah malam, rumah itu bocor. Meminta bantuan tetangga, rasanya tidak mungkin. Akhirnya, Bu Kaya memilih menggelar alas dan tidur di bawah kolong ranjang. "Yang penting bisa tidur," ungkap Bu Kaya.

Saat-saat kondisi seperti itulah, Bu Kaya merasakan kepedihan yang mendalam. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Bu Kaya mengandalkan pemberian tetangga. Itu pun tak setiap hari tetangganya mau berbagi. Bahkan yang membuat trenyuh, Bu Kaya 3 kali memakan rumput karena tidak memiliki beras. "Terakhir, saya makan rumput sekitar 10 hari yang lalu," jelasnya.

Rumput liar yang tumbuh di belakang rumahnya, dicabuti. Agar cepat dicerna, rumput itu diulek lebih dahulu sebelum akhirnya dimakan. "Saya anggap minum jamu aja," ungkap Bu Kaya sambil tersenyum.

Beruntung, setelah memakan rumput itu, Bu Kaya mengaku tidak merasakan sakit. Bahkan, diapun memiliki kiat yang cukup ekstrem agar tubuhnya tetap sehat. "Saya sering menelan abu sisa pembakaran dicampur air kapur, biar tidak sakit," sambungnya.

Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Bu Kaya mendambakan hidup layak seperti masyarakat pada umumnya. Tak perlu mewah, asal ada yang mau peduli dan memberinya makan, itu dirasa sudah cukup. "Tapi semuanya saya serahkan kepada yang kuasa dan saya akan jalani hidup ini apa adanya," tandas Bu Kaya.
(fat/fat)

Dinsos Jatim Bawa Bu Kaya ke Panti Jompo

Dinsos Jatim Bawa Bu Kaya ke Panti Jompo

Jember - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim akhirnya membawa Bu Rokaya ke Panti Jompo yang ada di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Jember. Ini dilakukan agar perempuan yang makan rumput karena lapar itu mendapat perawatan lebih baik.

Perempuan berusia sekitar 87 tahun itu sebelumnya tinggal di rumahnya di Dusun Krajan B, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Jember. "Yang penting orangnya terselamatkan. Karena di sana nanti orangnya ditangani sampai tuntas, sampai meninggal dan tidak ada biaya. Jadi akan ditampung di sana selamanya," kata Pekerja Sosial Fungsional UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember, Enang Hariono, Kamis (2/3/2017).

Secara fisik, lanjut Enang, dia melihat Bu Rokaya sangat memenuhi persyaratan untuk dirawat di Panti Jompo Tresna Werdha. "Karena memang kondisinya sangat membutuhkan pertolongan. Kami juga berterima kasih pada masyarakat, dari dinsos kabupaten yang telah menginformasikan hal ini, sehingga bisa memberi jalan keluar untuk pelayanan ke Bu Rokaya ini," terang Enang.

Dia mengakui awalnya Bu Rokaya enggan untuk dibawa ke Panti Jompo. "Rasa enggan itu memang sering kita jumpai. Pertama, karena mereka takut kehilangan tempat tinggal. Kedua, merasa nyaman karena mendapat bantuan dari orang-orang terdekat. Ketiga, ada rasa takut meninggalkan rumah karena sudah merasa enak," terang Enang.

Solusinya, lanjut Enang, adalah motivasi terus menerus, bahwa di panti jompo itu merupakan tempat tinggal pengganti rumah tangga. "Oleh karena itu, kita terus memberi pemahaman sehingga bu Rokaya ini bisa untuk terus tinggal di sana (Panti jompo)," pungkas Enang.
(fat/fat)

Prihatin Kondisi Bu Kaya, Anang-Ashanty Datangi Panti Wreda

Prihatin Kondisi Bu Kaya, Anang-Ashanty Datangi Panti Wreda

Jember - Prihatin dengan kondisi Bu Kaya (87), artis asal Jember yang juga anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengunjungi sang nenek di Panti Wreda Provinsi Jatim di Desa Kasiyan, didampingi istrinya, Ashanty.

Anang mengaku informasi Bu Kaya diketahui dari instagram istrinya. "Aku dapat informasi tersebut dari instagram istriku. Bahkan kemarin juga sempat ramai di pemberitaan online dan televisi. Sebenarnya kemarin itu mau menjenguk ke rumahnya, tetapi ternyata sudah dipindah dan dirawat di Panti Wreda milik Dinsos Provinsi Jatim ini," ujar Anang, Jumat (3/3/2017).

Saat di panti, Anang dan Ashanty mendapat sebuah pelukan sang nenek. Bahkan senyum sumringah juga muncul dari bibir sang nenek. Bahkan Bu Kaya juga sempat diajak duet bernyanyi dengan Ashanty, menyanyikan langgam Jawa dan tarian unik sang nenek.

Anang berharap ke depannya pihak terkait lebih bersinergi apapun permasalahan di bawah. "Siapa pun yang menangani lebih dulu itu semua adalah kerja tim. Dan hal tersebut harus di jaga dengan baik," ucap Anang.

Anang dan Ashanty kunjungi Bu Kaya 
Anang dan Ashanty kunjungi Bu Kaya Foto: Yakub Mulyono

Sementara Ashanty mengaku apapun yang pernah terjadi, yang terpenting Bu Kaya sudah bisa lebih baik. "Semoga mendapat perlakuan lebih dari berbagai dinas terkait baik dinas sosial provinsi atau pun daerah," ucapnya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Jember Isnaini Dwi Susanti mengaku terkuaknya berita kemiskinan yang dialami Bu Kaya warga Desa Gambirono Bangsalsari, disyukuri oleh Dinsos Pemkab Jember. Sehingga, permasalahannya dapat cepat teratasi.

"Namun saya meminta kepada media, untuk selalu bersinergi dengan dinas terkait jika menemukan masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial lagi. Ini ada hikmahnya. Sehingga saya bisa memberikan penanganan tepat kepada nenek tersebut," ujar wanita yang akrab dipanggil Santi ini.

Ia menjelaskan, dengan kejadian ini, menjadi hikmah agar ke depan ada sinergi positif yang bisa dilakukan oleh Pemkab Jember bersama dengan media.

"Pemkab tidak kebakaran jenggot kok," ucap Santi. Dirinya menuturkan malah ke depan ingin terus bersinergi dengan seluruh masyarakat dan media terkait dengan masalah seperti ini. Pihaknya berharap bisa segera diberi tahu jika menemukan adanya kasus kemiskinan seperti yang dialami oleh Rokayah.

"Sehingga ke depan bisa turun sama-sama untuk membantu masyarakat membutuhkan," ucapnya.

Selain itu, untuk penanganan pihaknya juga ada Komite Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang berjenjang. Yakni mulai desa, kecamatan hingga kabupaten yang ada di Dinas sosial.

"Jika ada masalah PMKS, silahkan melaporkan kepada kami akan siap untuk turun dan membantu," ucapnya.

Dirinya menuturkan jika untuk Bu Kaya, pihaknya bersama dengan tim sudah turun ke lokasi dan memberikan bantuan sembako. Bahkan, pihaknya sempat akan membawa nenek itu ke Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) milik Pemkab Jember. Namun, ternyata lebih dulu dibawa oleh liposos milik Pemprov Jatim di Kasiyan, Puger.

Sementara pihak muspika dan desa juga membantu untuk membangunkan rumah Bu Kaya. Dinsos juga ikut membantu. "Kan butuh semen, makanya kita beri semen," ucapnya. Dirinya juga mengatakan Bu Kaya masuk dalam penerima KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) dari pemerintah pusat dan jaminan-jaminan sosial lain seperti kartu BPJS kesehatan.

Santi juga mengabarkan jika sebenarnya Bu Kaya penghuni lama Panti Lansia Puger. "Dia penghuni panti werda lansia. Dia sempat hilang. Petugasnya juga minta maaf," jelasnya. Namun, kini sudah kembali lagi ke Panti Wreda tersebut. Yang jelas, Bu Kaya tidak memiliki gangguan kejiwaan.
(fat/fat)
BU KAYA BERAKSI, ANANG DAN ASHANTY BEREAKSI CEPAT.

Tidak ada komentar: