Selasa, 11 April 2017

ANTARA KEDUNIAWIAN DENGAN KEROHANIAN

Sebelum saya membahas yang khusus terlebih dahulu saya bahas yang secara umumnya, bahwa agama-agama, baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan lain-lainnya, mengakunya mengajarkan "jalan atau ajaran tuhan" yakni suatu ajaran yang berkedudukan lebih tinggi atau ditinggikan di atas "jalan dunia" atau keduniawian, yang merupakan bagian dari orang-orang yang tidak mengakui ketuhanan; Atheisme. Maksudnya, agama itu menempatkan dirinya di atas Atheisme.

Agama menawarkan ajaran yang lebih tinggi nilai-nilainya dibandingkan dengan pola hidup kaum Atheisme. Agama menawarkan pola hidup "tuhan", sedangkan Atheisme menawarkan pola hidup alami manusia. Agama memperkenalkan pantangan-pantangan atau aturan-aturan yang ditentang oleh tuhan dikarenakan pola hidup tuhan yang berbeda dari pola hidup manusia.

Sama seperti ikan yang berkata: "aku ini hidupnya di air, jangan tempatkan aku di daratan". Sama seperti tumbuh-tumbuhan yang berkata: "aku ini hidupnya di tanah, jangan tempatkan aku di lautan". Nah, manusia beragama adalah manusia yang dilatih hidup seperti tuhan, atau anjing dan kera yang dilatih gerakan-gerakan manusia, sehingga manusia itu tidak seperti manusia lagi melainkan seperti tuhan. Karena itu jelas bahwa akan ada perbedaan yang mencolok antara kehidupan orang yang beragama dengan kehidupan orang yang tidak beragama.

Karena ketuhanan bukan alamiahnya manusia, maka orang-orang yang beragama pasti mengalami kesulitan buat menyesuaikan diri dengan pola hidup tuhan, sama seperti kesukaran yang dialami oleh anjing dengan kera ketika dilatih gerakan-gerakan kita. Pasti sering salah dan memerlukan ketekunan berlatih. Istilah agamanya adalah jatuh-bangun dalam dosa.

Dalam ajaran Kristen, ELOHIM YAHWEH menurunkan ANAKNYA, YESHUA ha MASHIA, dengan maksud supaya IA menjadi TUHAN bagi manusia, menjadi contoh kehidupan yang dikenan oleh ELOHIM YAHWEH. Kehidupan YESHUA ha MASHIA merupakan standart yang harus kita capai supaya kita diselamatkan dan disebut anak-anak ELOHIM YAHWEH. Kehidupan YESHUA ha MASHIA merupakan nilai 55 sebagai syarat kelulusan siswa sekolah, sehingga siswa yang nilainya kurang dari 55 takkan diluluskan. Sekalipun YESHUA ha MASHIA sendiri bernilai 100, nilai kesempurnaan seorang manusia, namun melalui ajaran-ajaran yang disampaikanNYA, DIA banyak memberikan kemudahan-kemudahan dan kelonggaran-kelonggaran sampai ke level 55 sebagai syarat keselamatan kita. Karena itu jika posisi anda dalam kekristenan sangat jauh dari standart minimalnya jangan berharap anda bisa diselamatkan.

Jadi, orang beragama adalah orang yang berpola rohani atau bertotalitas dalam TUHAN, bukan orang yang bertotalitas keduniawian. Orang yang mendharmabhaktikan hidupnya untuk TUHAN, bukan untuk dunia. Orang yang sudah melepaskan keduniawiannya, sama seperti orang melepaskan pacar lamanya dan beralih ke pacar barunya. Orang beragama bukan seperti katak yang hidup di dua alam[amphibi]. Dia harus berposisi yang jelas; hidup bersama TUHAN atau bersama dunia.

Mat. 6:24Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Ul. 6:5Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Luk. 14:33Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Apa saja yang kamu sebut milikmu, harus dilepaskan! Kamu memiliki istri? TUHAN tidak menyuruh kamu supaya menceraikannya. Justru dia harus kamu kasihi tapi janganlah dia kamu jadikan tuhanmu, artinya; jangan sampai kata-kata istri menenggelamkan kata-kata TUHAN. Kata-kata TUHAN-lah yang harus lebih kamu dengarkan daripada kata-kata istrimu. Itulah yang dimaksud dengan melepaskan milikmu.

Kamu memiliki anak? Kasihilah anak-anakmu itu tapi jangan sampai kasihmu terhadap mereka mengalahkan kasihmu terhadap TUHAN. Demikian pula dengan harta bendamu. TUHAN tidak menyuruh kamu menjadi orang miskin, tapi jangan sampai harta benda itu membuat kamu meninggalkan TUHAN dan melupakan FirmanNYA.

Apa yang sekarang ini mengikatmu sehingga kamu kesulitan masuk ke dalam Firman TUHAN? Apa yang membuatmu sulit menjadi orang Kristen yang benar? Istri? Anak? Harta-benda? Berhati-hatilah!

Tidak ada komentar: