Senin, 17 April 2017

ANTARA SALAH DENGAN DOSA

Antara salah dengan dosa itu berbeda, berbeda jauh sekali. Salah belum tentu dosa tapi kalau dosa sudah pasti kesalahan. Salah itu terhadap hukum karangan manusia sedangkan dosa itu terhadap hukum TUHAN.

Bersepedamotor tidak mengenakan helm itu salah, salah terhadap hukumnya polisi lalulintas, bukan salah terhadap hukum TUHAN, karena hukum TUHAN tidak mengatur tentang helm. Karena itu kesalahan itu bukan dosa. Tidak memakai helm takkan menyebabkan masuk neraka tapi menyebabkan ditilang polisi. Tapi membunuh atau berzinah itu berdosa pada TUHAN. Jadi, itu pasti suatu kesalahan. Dan jika kebetulan ada di hukum negara, maka selain berdosa terhadap TUHAN juga bersalah terhadap negara.

Karena itu berjualan di atas trotoar, berjualan di lampu merah, tidur di emper toko, mengamen dan mengemis itu bukan dosa, karena tidak ada aturan di hukum TUHAN. Itu kesalahan menurut pandangan pemerintah, dan pemerintah bukanlah TUHAN. Lebih-lebih di dalam tubuh pemerintahan sendiri penuh kenajisan dan kesalahan, seperti: korupsi, perebutan jabatan, saling terkam, saling fitnah, tidak adil, dan penuh kepentingan-kepentingan serta segala macam kecurangan, sehingga sangat tidak dibenarkan jika pemerintah menghakimi orang-orang yang berjualan di atas trotoar, berjualan di lampu merah, tidur di emper toko, mengamen dan mengemis. Itu maling teriak maling atau sapu yang kotor.

Masih lebih baik maling ayam atau pengemis daripada koruptor. Masih lebih baik yang bau gembel daripada yang bau minyak wangi. Masih lebih baik preman daripada pejabat yang arogan. Bahkan masih lebih baik perampok daripada polisinya.

>> Jika perampok menggunakan golok, pejabat merampoknya dengan surat keputusan.

Dengan surat keputusan gubernur saja rumah anda bisa dibuldozer, anda dibuat miskin dalam sehari.

>> Jika perampok korbannya satu orang, tapi tandatangan Jokowi korbannya 250 juta rakyat Indonesia.

Sekali Jokowi menandatangani kenaikan tarip listrik atau harga BBM, maka seluruh rakyat terkena dampaknya. Sekali Ahok menandatangani surat perintah penggusuran, ribuan rumah dirobohkan dan ribuan orang dibuat menangis sedih. Perampok manakah yang pernah membuat rekor seperti itu? Paling tas anda yang diambil bukan rumah anda yang dirobohkannya.

Hasil gambar untuk gambar jambret


Hasil gambar untuk gambar rumah dibuldoser


Hasil gambar untuk gambar pengemis


Hasil gambar untuk gambar pejabat

Tidak ada komentar: