Minggu, 30 April 2017

APA BEDA GEMBALA DENGAN PENDETA? - 1

Saya akan mengajak anda menelusuri dari Alkitab bagaimana ELOHIM YAHWEH, ELOHIM YESHUA dan rasul Paulus mendirikan suatu jemaat dan mengelolahnya, kemudian kita bandingkan dengan lembaga kependetaan yang ada sekarang ini.

1. ELOHIM YAHWEH MENDIRIKAN JEMAAT YAHUDI

Seperti seekor ayam betina yang hendak bertelur, dicarilah tempat yang aman di mana dia akan bertelur dan mengeraminya, demikianlah yang pertama-tama dilakukan ELOHIM YAHWEH adalah mencari seorang manusia yang berkwalitas terbaik untuk dijadikan sebagai "bapak" bangsa. Orang yang beruntung itu tidak lain adalah Abram yang kemudian diberi nama Abraham;

Kej. 17:5Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Jika Abraham bapak suatu bangsa, istrinya juga adalah ibu suatu bangsa;

Kejadian
17:15Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
17:16Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."

Itulah sebabnya yang disebut anak Abraham adalah Ishak, bukan Ismael, sebab Ishak-lah yang lahir dari rahim Sara, istrinya.

Kej. 17:19Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Abraham beranak Ishak, Ishak beranak Yakub, dan Yakub beranak 12 orang. ELOHIM YAHWEH menetapkan bahwa ke-12 orang itu akan dijadikan 12 suku dan ke-12 suku itulah yang dijadikan suatu bangsa, yaitu bangsa Israel.

Setelah ke-12 anak-anak Yakub itu berkeluarga semuanya, melalui peristiwa kelaparan panjang 7 tahun, akhirnya mereka tergiring ke negeri Mesir dan menempati tanah Gosyen sebagai tanah yang dikhususkan untuk anak-cucu Yakub. Selama di Mesir ELOHIM YAHWEH tak pernah muncul maupun berfirman apa-apa kepada ke-12 anak-anak Yakub itu. Modal keimanan mereka kepada ELOHIM YAHWEH hanya berdasarkan cerita dari Yakub, Ishak dan Abraham, sama seperti kita yang mengenal TUHAN dari Alkitab saja. Cerita Yakub, Ishak dan Abraham itulah "Alkitab" mereka, bahwa nenek-moyang mereka itu menyembah kepada ELOHIM YAHWEH.

Mereka diberi tanah Gosyen oleh firaun adalah sebab orang Mesir menganggap najis kambing dan domba. Dengan cara itulah kemurnian darah mereka sebagai keturunan Abraham terpelihara selama 430 tahun di Mesir.

Kej. 46:34maka jawablah: Hamba-hambamu ini pemelihara ternak, sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami--dengan maksud supaya kamu boleh diam di tanah Gosyen." --Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu kekejian bagi orang Mesir.

Dengan tinggal di kampung Gosyen, terpisah dari bangsa-bangsa lain tidak sebebas ketika mereka masih berada di tanah Palestina, maka pikiran mereka tidak tercemar oleh ilah bangsa-bangsa lain. Atau, jikapun mereka menyaksikan ilah bangsa Mesir, mereka tak mungkin berpaling ke ilah Mesir, sebab bangsa Mesir mereka kenal sebagai bangsa yang kejam yang memperbudak mereka. Sama seperti kaum Muslim yang enggan masuk Kristen karena Kristen mereka kenal sebagai agamanya para penjajah bangsa Indonesia. Karena itu ketika mereka sangat menderita oleh perbudakan, mereka berdoanya kepada ELOHIM YAHWEH.

Keluaran
2:23Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.
2:24Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
2:25Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

Untuk menolong bangsa Israel yang tertindas di Mesir itulah ELOHIM YAHWEH mengutus Musa
sebagai pemimpin dan nabi mereka. Di saat jumlah orang Israel diperkirakan mencapai 3 juta jiwa itulah ELOHIM YAHWEH baru mulai menyampaikan pengajaranNYA. Selama 40 tahun di padang gurun bangsa Israel dididik oleh ELOHIM YAHWEH dengan tangan yang keras disertai dengan keajaiban-keajaiban dan mujizat-mujizat, bukan dengan "gertakan" ilmu dan gelar kosong, seperti iklan jamu. Tulisan di bungkusnya jamu itu bisa menyembuhkan penyakit, tapi diminum berkali-kali tak juga menyembuhkan. Tulisan di kartu namanya; pendeta, S1, S2 atau Sth, tapi hanya pinter khotbah doank.

Tidak demikian dengan nabi Musa, seorang gembala sederhana. Sama seperti mustahilnya seorang pedagang asongan diajak ngobrol oleh presiden Jokowi selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Tak mungkin itu. Tapi bagaimana jika pedagang asongan itu menunjukkan mujizat-mujizatnya yang dahsyat yang memaksa presiden Jokowi untuk melayaninya berbulan-bulan?! Hanya cara itu yang bisa diterima oleh logika kita. Luputnya menggunakan penampilan dan gelar yang keren-keren, nabi Musa menggunakan cara-cara yang praktis, seperti perampok yang menodongkan senjatanya.

Salman, raja Arab Saudi saja diterima ngobrol oleh Jokowi hanya beberapa hari saja. Tapi nabi Musa bisa ngobrol dengan Firaun selama berminggu-minggu. Bukan khotbahnya nabi Musa yang hebat, tapi tangan ajaibnya yang lebih banyak bekerja, sehingga sangat tepatlah bila dia disebut sebagai hamba ELOHIM YAHWEH, sebab tanda-tanda ELOHIM YAHWEH ada padanya;

Kel. 7:1Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Kel. 6:6(6-5) Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat.

Kel. 11:9Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun tidak akan mendengarkan kamu, supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir."

Dengan mujizat-mujizat nabi Musa berbicara kepada Firaun, dengan mujizat-mujizat pula nabi Musa berbicara mengajar bangsa Israel. Sebab orang sakit itu butuh kesembuhan, bukan butuh gelar atau jabatan orang, apalagi hiburan-hiburan kosong. Masakan TUHAN yang di zaman dulu sakti, kini kesaktianNYA menjadi berkurang? Masakan di zaman dulu dengan Firman: "Sembuhlah! maka orang itu sembuh, kini orang sakit harus minum obat berbulan-bulan? Di manakah TUHAN? Di mana kesaktianNYA?

Yesaya
59:1Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
59:3Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

Lalu, siapakah kamu yang datang memakai atas nama ELOHIM YAHWEH, tapi sama sekali tak ada tanda-tanda yang meyakinkan bahwa kamu itu dari ELOHIM YAHWEH?!

Markus
16:17Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Dengan gelar kependetaanmu yang kamu peroleh dengan biaya kuliah berjuta-juta, kamu hendak menguasai umat ELOHIM YAHWEH?! Memangnya berapakah nabi Musa membayar kesaktiannya?

Mat. 10:8Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Mengapakah ajaran Injil, ajaran TUHAN diperjualbelikan dalam kedok sekolahan theologia? Untuk menjadi pemimpin jemaat[pendeta] harus bersekolah dengan biaya yang tidak sedikit? Sejak kapan kerasulan diperdagangkan? Apakah ke-12 rasul itu membayar iuran kepada ELOHIM YESHUA untuk kedudukan sebagai pengajar Israel? Apakah rasul Paulus juga membayar kerasulannya untuk menjadi pengajar di puluhan jemaat?! Tidakkah "ilmu" yang untuk pendeta itu harus diberitakan secara sama kepada semua orang? Entahkah itu ilmu Alkitab, ilmu sejarah, ilmu bahasa, ilmu berkhotbah, dan lain-lainnya, bukankah itu termasuk Injil yang harus diberitakan ke semua orang?!

Matius
28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Bukankah ke-12 rasul itu asalnya adalah murid ELOHIM YESHUA? Bukankah yang disebut guru itu yang asalnya murid? Bukankah yang disebut penginjil itu yang asalnya pendengar Injil?

1Kor. 11:23Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

Paulus asal mulanya adalah muridnya Ananias. Setelah memiliki kemampuan mengajar barulah dia menjadi rasul. Jadi, pemimpin jemaat itu bisa dilahirkan oleh jemaat itu berdasarkan karunia yang diterimanya dari TUHAN. Tak perlu harus sekolah kependetaan;

1Kor. 12:28Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

Pemimpin jemaat lahir dari antara jemaat itu, muncul dari antara jemaat itu sendiri, bukan datang dari tempat lain, dari suatu sekolahan. Tidak benar sekolahan pendeta itu! Termasuk nabi Musa, sekalipun datang dari Midian, namun Musa adalah bagian dari bangsa Israel, dari suku Lewi. Musa ke Midian bukan bersekolah tapi melarikan diri dari kejaran Firaun setelah ia membunuh orang Mesir. Dari Midian ke Mesir, Musa bukan membawa ilmu, tapi hanya sebatang tongkat saja. Posisi nabi Musa sama seperti bangsa Israel waktu itu, yaitu buta ajaran Taurat, sebab ajaran Taurat diberikan oleh TUHAN secara bersamaan baik nabi Musa maupun bangsa Israel. Bukan karena nabi sehingga ia tahu duluan, tapi secara bersamaan dengan bangsa Israel.

Dari antara jemaat di padang gurun itulah lahirlah pemimpin-pemimpin, seperti nabi Yosua yang melanjutkan kenabian Musa. Lalu di tanah Palestina mereka membagi wilayah berdasarkan kesukuan masing-masing, namun tetap disatukan sebagai bangsa Israel. Semua orang Israel adalah jemaat Taurat atau JALAN TUHAN atau JALAN YAHWEH. Jikapun ada raja atau nabi, semuanya adalah bangsa Israel, tak ada pimpinan yang diimpor dari bangsa lain. Sama seperti di kampung kita, pak RT adalah orang sekampung kita. Pak RW juga orang sekampung kita. Barulah pak Lurah dan pak Camat yang biasanya orang dari kampung lain, seperti pak pendeta yang bukan berasal dari jemaat. Pak pendeta bukan muncul dari jemaat, melainkan merupakan utusan dari organisasi gereja. Dia mengantongi surat tugas untuk ditempatkan di suatu jemaat yang orang-orangnya masih belum ia kenali. Tak ada dari antara jemaat yang bisa menjadi pendeta kalau ia tidak kuliah kependetaan, lalu ditugaskan oleh organisasi.

Malah keimamatan Lewi bukan berdasarkan kepintarannya, melainkan karena faktor kelahirannya. Begitu lahir, langsung menjadi imam tanpa bersekolah. Mengapa saya tidak bisa disebut pendeta? Walau segala kemampuan seorang pendeta ada pada saya, mengapa saya masih tetap tidak boleh disebut pendeta?! Masak kependetaan itu ditentukan oleh sehelai kertas ijasah, bukan berdasarkan kemampuannya?! Kertas atau kemampuan?!

Natan menjadi nabi yang disegani oleh raja Daud, apakah karena kenabiannya ditetapkan oleh kerajaan Daud? Apakah raja Daud mengeluarkan surat kenabian untuknya? Apakah ada orang yang mengurapi Natan, seperti Saul dan Daud yang diurapi oleh nabi Samuel untuk dijadikan raja Israel?!

Gal. 1:16berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

2Kor. 11:5Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.

Paulus menjadikan dirinya sendiri sebagai rasul bukan atas pertimbangan ke-12 rasul yang mula-mula itu. Bahkan dia merasa tak kalah dengan mereka itu. Jadi, jika TUHAN berkenan atas seseorang, mengapakah kamu menjadi penghalangnya?!

ELOHIM YAHWEH mendirikan sebuah jemaat, dari jemaat itulah lahirlah pemimpin-pemimpin. Bandingkan dengan keberadaan atau kehadiran dokter-dokter, guru-guru, tentara-tentara, polisi-polisi dan pendeta-pendeta, yang tidak mungkin diambilkan dari masyarakat secara langsung. Sekalipun saya bisa menyembuhkan penyakit, tak mungkin diakui sebagai dokter. Sekalipun saya memiliki kemampuan mengajar, tak mungkin diakui sebagai guru. Sekalipun saya memiliki kemampuan menembak, tak mungkin diakui sebagai tentara. Sekalipun saya memiliki kemampuan menangkap penjahat, tak mungkin diakui sebagai polisi. Orang akan disebut dokter gadungan, guru gadungan, polisi gadungan dan tentara gadungan. Hanya gara-gara selembar surat ijasah saja, saya tak bisa mendapatkan upah dokter atau upah guru atau upah polisi atau upah pendeta.

Dalam sebuah gereja, kemajelisan adalah orang-orang di gereja itu. Hanya pendeta saja yang merupakan orang luar namun yang memiliki kekuasaan yang terbesar. Itu adalah konsepnya Firaun Mesir ketika hendak menghadapi musim kelaparan, dia mengangkat Yusuf, orang Israel, menjadi perdana menterinya. Yusuf adalah orang asing yang dibayar untuk memimpin suatu bangsa. Kalau perusahaan, itu PT - Perseroan Terbatas, yang kepemimpinannya berdasarkan profesionalitas, bukan berdasarkan silsilah. Tapi kalau perusahaan saya, kelak anak sayalah yang pasti akan memimpin perusahaan itu, sama seperti Kerajaan YAHWEH yang diserahkan ke ANAKNYA; YESHUA ha MASHIA.

2Timotius
2:1Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
2:2Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
 
Sejak semula ELOHIM YAHWEH adalah ajaib dan semua umatNYA menikmati keajaibanNYA. Tapi kini di mana semua keajaiban itu? Masakan keajaiban itu digantikan dengan kertas-kertas, dokumen-dokumen?

Why. 15:3Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

Kisah
4:29Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.
4:30Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."
4:31Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Kis. 14:3Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.

2Kor. 12:12Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.

Ibr. 2:4Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

Kependetaan telah merusakkan pekerjaan dan rencana ELOHIM YAHWEH?!

Tidak ada komentar: