Jumat, 28 April 2017

APA YANG PERLU ANDA TAHU DARI BAPTISAN?

Baptisan dari kata Yunani: "baptizo", padanan kata dari bahasa Ibrani: "Tevilah". Dan itu bukanlah ritual yang baru Kristiani, melainkan sudah sangat dikenal oleh bangsa Yahudi Perjanjian Lama. Dari sumber selain Alkitab didapatilah kisah Tevilah di zaman Perjanjian Lama, yaitu untuk orang yang hendak melakukan ritual ibadah, seperti anak-anak Yahudi yang sudah akil baliq, yang mulai dikenakan kewajiban beribadah sebagaimana orang-orang dewasa. Seorang perempuan yang selesai haid juga harus melakukan Tevilah[sebulan sekali]. Selain itu adalah kalangan "proselit", yaitu bangsa-bangsa lain yang mau masuk keagamaan Yahudi, yang diterjemahkan oleh LAI sebagai "penganut" agama Yahudi. Disebut penganut menyatakan keikutsertaannya secara sukarela, bukan sebagai kewajiban mengikat sebagaimana setiap keturunan Yahudi.

Mat. 23:15Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

Kis. 2:11baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

Kis. 6:5Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Seperti apakah baptizo atau Tevilah itu? Kalau Tevilah[bahasa Ibrani] artinya adalah diselamkan[tentang orang], tapi baptizo[bahasa Yunani] artinya dicelupkan seluruhnya seperti kain yang dicelupkan ke pewarna[tentang kain]. Sebab bangsa Yunani tidak mengenal ritual orang diselamkan, maka mereka mengambilnya dari kain yang dicelupkan pewarna. Jadi, baik Tevilah maupun baptizo menunjuk ke orang yang dibenamkan seluruh tubuhnya ke dalam air. Karena itu kalau ada baptisan percik, maka itu menjadi huru-hara atau kekacauan bagi kata-kata baptis. Harusnya itu dipisahkan, baptis sendiri, percik sendiri. Dan Alkitab tidak mengenal ritual percik.

Kata-kata "percik" di Alkitab;

Ibr. 11:28Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka.

Itu adalah peristiwa malam ketika bangsa Israel hendak keluar meninggalkan tanah Mesir. Setiap pintu rumah orang Israel harus diperciki dengan darah domba yang mereka sembelih, supaya jika ada malaikat pembinasa anak-anak sulung Mesir, pintu rumah yang ada tanda percikan darah akan dilewatinya. Jadi, itu sebagai penandaan saja dan merupakan perintah TUHAN yang berlaku untuk saat itu saja.

Di Perjanjian Lama, salah satu tokoh yang diperintahkan membaptiskan dirinya sendiri adalah Naaman, untuk menyembuhkan penyakit kustanya dia harus mandi di sungai Yordan sebanyak 7 kali;

2Raja-raja 5:14Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

"Membenamkan diri" itulah Tevilah atau baptizo. Karena itu ketika Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan kembali bangsa Israel setelah mereka dibuang ke Babilon, mereka tidak ragu-ragu menerima baptisan Yohanes Pembaptis;

Matius 3:6Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.

APA BEDA BAPTISAN YOHANES DENGAN BAPTISAN YESHUA?

Baptisan Yohanes Pembaptis adalah baptisan dalam nama ELOHIM YAHWEH. Setelah mereka ditolak ELOHIM YAHWEH, dibuang ke Babel, kini mereka diterima kembali;

Yes. 31:6Bertobatlah, hai orang Israel, kepada Dia yang sudah kamu tinggalkan jauh-jauh!

Matius
3:1Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Sebagai PEMIMPIN Perjanjian Baru, ELOHIM YESHUA dibaptis oleh Yohanes Pembaptis;

Matius
3:13Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3:14Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
3:15Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
3:16Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Seruan ELOHIM YESHUA adalah supaya orang-orang yang bertobat kepada ELOHIM YAHWEH, datang kepadaNYA, dan setiap orang yang datang kepadaNYA akan mendapatkan pendampingan ROH KUDUS;

Matius 3:11Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Matius
11:27Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
11:28Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Yoh. 6:37Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

Yoh. 14:26tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Yoh. 16:7Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Selama YESHUA ada[hidup], semua orang dipimpin olehNYA. Namun setelah DIA kembali ke sorga, semua orang diserahkan ke tangan BAPA kembali dan BAPA mengaruniakan ROH KUDUS untuk membimbing mereka;

Yohanes 17:11Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
17:12Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
17:15Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

Kisah
1:3Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
1:4Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang* -- demikian kata-Nya -- /"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Kisah
2:1Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Yoh. 14:18Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Karena itu setiap orang yang percaya kepada YESHUA ha MASHIA, dibaptiskan dalam nama BAPA, ANAK dan ROH KUDUS;

Matius 28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

>> BAPA sebagai Penyelamat kita.

>> ANAK sebagai Perantara keselamatan kita.

>> ROH KUDUS sebagai Pendamping kita sampai kedatangan YESHUA yang keduakalinya.

BAGAIMANA ALKITAB MENERANGKAN BAPTISAN?

Matius 3:16Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

"Keluar dari air" berarti semulanya masuk ke dalam air.

Kisah
8:36Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
8:37(Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")
8:38Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
8:39Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

"Ada air", sebanyak apakah airnya? Diterangkan dengan kata-kata: "turun ke dalam air" dan "keluar dari air", menyatakan bahwa air itu cukup untuk menenggelamkan mereka, semacam kolam. Ayat ini memberikan petunjuk bahwa baptisan tidak harus di sungai, di kolampun bisa. Yang penting banyak airnya.

MELAMBANGKAN APAKAH BAPTISAN?

Baptisan melambangkan bahwa kita mengikuti YESHUA ha MASHIA ke mana saja DIA perginya;

Why. 14:4Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Ikut dalam penderitaanNYA, dalam kematian dan kebangkitanNYA;

Matius 10:38Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Flp. 1:29Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

2Tes. 1:5suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.

2Tim. 1:8Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

1Ptr. 2:21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Rm. 6:4Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

1Ptr. 3:21Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

APA YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BAPTISAN?

1. Kepada siapa kita percaya dan dalam nama siapa kita dibaptiskan?

Kisah
19:3Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
19:4Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
19:5Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

>> Siapa yang anda percayai? ALLAH atau TUHAN atau YAHWEH?

>> Seperti apakah TUHAN anda? Allah trinitas atau YAHWEH yang esa?

Ul. 6:4Dengarlah olehmu, hai Israel! sesungguhnya Hua, Allah kita, Hua itu esa adanya. - LAI Terjemahan Lama. 

>> Siapakah MESIAS anda? Yesus Kristus atau Isa al Masih atau YESHUA ha MASHIA?

Mat. 24:24Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

>> Siapakah ROH KUDUS menurut anda? Roh Allah atau Allah Roh Kudus atau ROH yang KUDUS dari YAHWEH?

2. Seperti apakah baptisan anda? Percik atau selam?

BAGAIMANA BAPTISAN MENJADI PERCIK?

>> Pertanyaan mendasarnya adalah apakah contoh Alkitabnya ada?

Yes. 8:20"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Carilah pengajarannya dari Alkitab. Carilah kesaksiannya dari Alkitab juga. Siapa saja yang tidak berbicara sesuai dengan Alkitab takkan selamat. Bagaimana kalau malaikat yang mengajarkannya?

Galatia
1:6Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. 

Kol. 2:18Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, 

 1Kor. 11:2Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.

Sebelum membaca artikel di bawah ini, bagaimana solusi baptisan untuk orang-orang yang sedang sakit? Alkitab menyediakan kisah tentang seorang pencuri yang disalibkan bersama YESHUA, yang sekalipun tidak dibaptiskan tetap diselamatkan. Jadi, lebih baik tidak usah dibaptiskan dengan cara apapun daripada dengan cara yang menurut jalan pikiran sendiri, untuk orang-orang yang berkeadaan khusus yang tidak mungkin diselamkan.

 Lukas

23:39Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
23:40Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
23:42Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Asal Mula Baptisan Percik

https://psbobby.wordpress.com/2008/06/17/asal-mula-baptisan-percik/

percik

Pertama: Kitab Didache (diperkirakan ditulis sekitar tahun 100-120) yg ditemukan pada tahun 1873 oleh Philotheos Bryennios, Direktur Sekolah Tinggi Teologi Yunani di Konstantinopel dan dipublikasikan pada 1883, memuat cara baptis secara percik sebagai pengganti cara baptis selam, jika jumlah air yang dibutuhkan tidak memadai.
Berikut teksnya, “Concerning Baptism. And concerning baptism, baptize this way: Having first said all these things, baptize into the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Spirit, in living water. But if you have no living water, baptize into other water; and if you cannot do so in cold water, do so in warm. But if you have neither, pour out water three times upon the head into the name of Father and Son and Holy Spirit. But before the baptism let the baptizer fast, and the baptized, and whoever else can; but you shall order the baptized to fast one or two days before.
Terjemahannya sbb: Mengenai Pembabtisan. Dan mengenai pembabtisan, babtislah dengan cara ini: Pertama tama, babtislah dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, dengan air kehidupan. Tapi jika tidak ada padamu air kehidupan, baptislah kedalam air yang lain, dan kalau kamu tidak dapat melakukannya dalam air dingin, lakukanlah dengan yang hangat. Tapi kalau kamu tidak juga punya semua itu, curahkanlah air tiga kali diatas kepala dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Namun sebelum pembabtisan hendaknya pembabtis berpuasa, dan yang dibabtis, dan siapapun yang dapat melakukannya, tapi kamu harus meminta orang yang akan dibabtis untuk berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya.
Perlu dicatat juga bahwa tidak diketahui secara pasti, apakah kitab “Didache” itu telah tersebar scara universal ke seluruh gereja pada waktu itu (abad 2 ) atau hanya digunakan jemaat setempat. Penemuan kitab itu pada tahun 1873 hanya seputar teks dalam kitab tersebut.
Kedua: dalam buku History of the Christian Church, Volume II, karangan Philip Schaff, pada halaman 191, ditulis bahwa baptisan percik mulai dilakukan gereja Katolik pada awalnya terhadap orang yang sakit (orang yang bertobat tersebut menderita sakit, sehingga tidak mungkin dilakukan baptisan selam) di tempat tidurnya. Kondisi “sakit berat” merupakan alasan bagi dilakukannya baptisan secara percik pada waktu itu.
Eusebius dari Caesarea (263 – 339), yang dikenal sebagai bapak sejarah gereja perdana (karena dialah yang pertama kali menulis buku sejarah gereja yan lengkap)  menulis bahwa Novatian (250) pernah dilarang untuk menjadi pejabat gereja, karena dahulunya ia dibaptis secara percik (saat itu ia sedang sakit keras).  Selengkapnya: The first specifically documented case of sprinkling involved a man by the name of Novatian (cir. A.D. 250), who lived in Rome. Novatian was believed to be at the point of death, and so was sprinkled in his sick bed. However, the case was very unusual. Eusebius of Caesarea (cir. A.D. 263-339), known as the father of church history, described the incident. He wrote that Novatian thereafter was restricted from being appointed as a church officer. Why was this? Because it was not deemed “lawful” that one administered “baptism” by “aspersion” (percik), as he was, should be promoted to the order of the clergy” (Eusebius: Ecclesiastical History, VI.XLIII).
Ketiga: Cyprian adalah tokoh gereja yang pertama kali “mengijinkan” penggunaan baptisan percik sebagai substitusi dari baptisan selam apabila ada kebutuhan yang mendesak, misalnya dalam kasus orang yang akan menjadi Kristen dan dibaptis itu sedang sakit keras. (The first defense of sprinkling was offered by Cyprian (cir. A.D. 200-258), a writer in Carthage, who allowed sprinkling as a substitute for immersion, but only when “necessity compels” — as in the case of acute sickness (Epistle lxxv).
Keempat: informasi mengenai asal mula baptisan percik yang saya dengar dari dosen di Institut Teologi Dan Keguruan Indonesia (Seminary Bethel) Petamburan, Jakarta, yaitu Pdt. Thomas Bimo, M.Th pada mata kuliah Teologi Perjanjian Baru. Beliau mengatakan tradisi baptisan percik berawal tatkala seluruh kekaisaran Romawi harus memeluk agama Kristen, karena Kaisar Theodosius di tahun 380 M, mengeluarkan “dekrit/edict Theodosius” yang isinya mengatakan bahwa “Agama kekaisaran Romawi adalah agama Kristen“.
Dampak dari keputusan tersebut, adalah Kristenisasi massal di seluruh wilayah kekaisaran Romawi (Kalau tidak menjadi Kristen, akan berhadapan dengan tentara Romawi dan dihukum). Akibat kristenisasi massal tersebut, maka terjadilah baptisan selam besar-besaran. Situasi yang seperti itu, membuat kolam-kolam dan sungai-sungai menjadi sangat sesak. Akibatnya untuk memudahkan, maka orang-orang tersebut akhirnya dipercik dgn air. Alasan “praktis” yang terjadi karena sikon yang darurat itu, kemudian dijadikan “tradisi” oleh gereja Katolik (ingat saat itu di Barat, tidak ada aliran2 gereja, hanya ada gereja Katolik).
Demikianlah Gereja Katolik kemudian mempraktekkan dua macam baptisan, yaitu “selam = immersion” dan “percik = pouring/sprinkling) dalam kehidupan rohani gereja. Baptis percik dilakukan apabila ada kondisi yang tidak memungkinkan dilakukannya baptisan selam, misalnya orang yang akan dibaptis tersebut sedang sakit keras, ataupun situasi darurat lainnya.
Thomas Aquinas (1225-1274), salah seorang teolog terkemuka gereja katolik, pernah menyatakan bahwa baptisan selam adalah metode yang lebih “aman” meskipun ia juga mengakui baptisan dengan cara percik atau curah. (Thomas Aquinas (cir. A.D. 1225-1274), one of the most prominent Catholic theologians, acknowledged that immersion was the “safer” mode, though he allowed sprinkling or pouring). (Sumber: http://www.newadvent.org/summa/4066.htm)
Penggunaan baptisan percik yang terbatas dalam sikon darurat tsb, dikukuhkan dalam “the Council of Nemours” (A.D. 1284) yang mengeluarkan kebijakan bahwa “limited sprinkling to cases of necessity.”

Kelima: akhirnya di tahun 1311 dalam Konsili Ravenna, Gereja Katolik meresmikan “baptisan percik” sebagai satu-satunya cara baptis yang dilakukan gereja. Alasannya adalah baptisan selam tidak lagi penting sebab cara baru yaitu dengan dipercik adalah cara baptis yang dipakai gereja. (Baptism went for many years without change until the Catholic Church made the distinction that full immersion was no longer necessary in 1311 at the Council of Ravenna. They determined that full immersion was unnecessary and the term ‘pouring’ was the new accepted way of performing the baptism).
Demikianlah baptisan percik menjadi satu-satunya cara membaptis bagi petobat baru yang dipakai oleh Gereja Katolik sejak tahun 1311.
Dalam buku berjudul Historical Exhibition of Administration of Baptism, hlm 306,  seorang imam Gereja Katolik, Brenner, memberikan pernyataan mengenai hal ini “Selama 1300 tahun, baptisan umumnya dan biasanya dilakukan dengan menyelamkan seseorang ke dalam air, dan pada kasus yang luar biasa, percik atau menyiram air dilakukan. Kemudian belakangan ditolak sebagai metode baptisan, bahkan dilarang.” (For thirteen hundred years was baptism generally and regularly an immersion of the person under the water, and only in extraordinary cases a sprinkling or pouring of water; the latter was moreover, disputed as a mode of baptism, nay even forbidden).
Setelah reformasi Protestan yang dimotori Martin Luther pada tahun 1517, aliran-aliran dalam gereja Protestan banyak yang kembali pada baptisan selam (immersion) (Yunani: baptizo) seperti yang tertulis literal di Alkitab dan juga tradisi gereja (kira-kira tahun 30 M – 1311 M), namun ada juga yg tetap mempertahankan tradisi baptisan percik.

Tidak ada komentar: