Senin, 24 April 2017

CONTOH KEBAIKAN YANG BERDOSA

Suatu kali raja Daud berusaha memindahkan Tabut Perjanjian, dari Baale ke Yerusalem, dengan kereta yang ditarik lembu-lembu. Ketika lembu-lembu itu tergelincir dan Tabut Perjanjian itu nyaris terjatuh ke tanah, Uza mengulurkan tangannya berusaha menahan Tabut itu supaya tidak terjatuh. Bukankah itu suatu perbuatan yang sangat terpuji? Tapi apa tindakan TUHAN?

2Samuel 6:4

Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu.
6:5Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
6:6Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
6:7Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.
6:8Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang.

Mengapa TUHAN begitu murka terhadap niat baik Uza? Sebab Uza telah melanggar ketentuan TUHAN, bahwa orang awam dilarang bersentuhan dengan perkakas ibadah yang dinyatakan kudus. Itu adalah tanggung-jawab imam-imam suku Lewi. Nah, jika sampai terjadi peristiwa seperti itu tentu TUHAN akan memintai pertanggungjawaban suku Lewi. "Bagaimana sampai mereka tidak berada dekat Tabut itu?" Sebab jika ketentuannya orang awam tidak boleh bersentuhan dengan perkakas Bait Suci, maka apapun yang terjadi dengan perkakas-perkakas itu tetap tidak dibenarkan menyentuhnya.

Mzm. 37:28sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

Sebab TUHAN mencintai hukum, sehingga hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya.

Lembaga Alkitab Indonesia, LAI, karena takut, tidak berani menyebut nama TUHAN dengan sembarangan, seperti bunyi hukum ke-3;

Keluaran 20:7Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Maka nama TUHAN: YHWH[YAHWEH] digantikannya menjadi: "TUHAN". Apakah itu baik? Tidak! Sebab LAI adalah lembaga terjemahan, bukan tentang pribadi yang menyebut nama TUHAN secara sembarangan. Justru dengan demikian LAI telah memanipulasikan nama TUHAN dan tidak bekerja sebagaimana tugasnya menterjemahkan saja. LAI telah masuk ke ilmu tafsir, bukan lagi menterjemahkan. Padahal bunyi Alkitab tidak boleh diotak-atik, melainkan harus dituliskan sebagaimana adanya. Tanpa disadari LAI telah membuat YAHWEH setara dengan tuhan-tuhan agama yang lainnya. Jika TUHAN itu tak punya nama, maka sama dengan tuhan-tuhan agama yang lainnya yang tak bernama.

Jika bapak Rudyanto, dihilangkan: Rudyanto-nya, maka saya menjadi sama dengan bapak-bapak yang lainnya. Sebab semua laki-laki dewasa dipanggil bapak, maka mana yang saya?! Coba kolom nama di KTP diisi dengan "Bapak", bukan "Rudyanto", apa pak lurahnya tidak kebingungan?!

Saking cintanya dengan seorang gadis, saya selalu membayang-bayangkan wajahnya. Masak begitu itu salah? Jika saya beritahukan kepada gadis itu bahwa saya setiap malam membayang-bayangkan wajahnya, bukankah gadis itu akan senang sekali? Masak begitu itu berdosa?! Masak membayangkan wajah TUHAN yang saya cintai itu berdosa? Masak melukiskan wajah TUHAN berdosa? Tapi masalahnya ada hukumnya;

Keluaran 20:4

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Ulangan 4:12Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara.
4:15

Hati-hatilah sekali--sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api--
4:16supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan;

Yohanes 20:29Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Nah, apakah Alkitab memuat photo YESHUA, seperti buku biografi presiden Soeharto yang memuat photo Soeharto? Jika memuat maka namanya Alkitabiah, artinya sesuai dengan Alkitab. Tapi jika tidak memuat photo YESHUA, sama seperti istilah trinitas yang tidak ada di Alkitab, maka itu namanya tidak Alkitabiah, artinya mengada-ada. Bagaimana saya membayangkan wajah Susi yang belum pernah saya temui? Ngawur namanya. ELOHIM YESHUA tak pernah mengajarkan kebohongan;

Matius 5:37Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Apa yang berada di luar Alkitab berasal dari si jahat: iblis! TUHAN menyebutnya pendusta;

Yoh. 8:44Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Menyempurnakan Firman TUHAN masak itu jahat? Sebab jika semua orang yang lahir ke dunia ini pasti memiliki tanggal lahir, sementara untuk kelahiran TUHAN YESHUA, junjungan kita, Alkitab tidak menuliskan tanggalnya, masak kita tidak boleh membuatkan tanggal lahir TUHAN supaya Alkitab semakin meyakinkan kebenarannya? Jika seorang perempuan kurang cantik jika tanpa lipstik di bibirnya lalu kita kasih lipstik di bibirnya sehingga ia kelihatan cantik bak bidadari, masak itu jahat?! Masak jahat membuat hari raya Natal? Tapi masalahnya itu ada hukumnya.

Hari raya itu hari besar, menunjuk pada kebesaran TUHAN. Karena itu TUHAN-lah yang membuat hari raya-hari raya. Tak pernah ada seorang nabi sebesar apapun di Israel yang menciptakan suatu hari besar. Ada 7 hari besar bagi bangsa Israel, tapi semuanya buatan TUHAN.

Imamat 23:4Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.

Nah, ketika raja Israel, Yerobeam, berusaha membuat hari raya-hari raya palsu karangannya sendiri, ELOHIM YAHWEH marah bukan kepalang, sampai menumpas seluruh keluarganya;

1Raj. 14:10Maka Aku akan mendatangkan malapetaka kepada keluarga Yerobeam. Aku akan melenyapkan dari pada Yerobeam setiap orang laki-laki, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. Aku akan menyapu keluarga Yerobeam seperti orang menyapu tahi sampai habis.

Saya bertanya, apakah hari raya Natal tanggal 25 Desember tidak seperti yang dilakukan raja Yerobeam itu?!

Saking cintanya pada TUHAN maka kita mengadakan acara ibadah berjemaat setiap hari; ya Minggu, ya Senen, ya Selasa, ya Rabu, dan seterusnya. Pendek kata kita yakini semua hari adalah baik, sama-sama ciptaan TUHAN. Tak ada hari yang ciptaan setan, bukan?! Karena itu apa salahnya orang Kristen beribadah ke gereja hari Minggu?

Tak ada hari ciptaan setan? Okey, itu benar! Tapi mengapa Hawa dipersalahkan ketika memetik buah pengetahuan yang di Taman Eden? Bukankah buah itu juga ciptaan YAHWEH? Bagaimana dengan babi, apakah karena babi ciptaan setan sehingga dilarang dimakan?! Semua orang ciptaan TUHAN, tapi apakah semua orang adalah raja? Apakah semua orang adalah nabi? Semua dompet adalah ciptaan TUHAN, lalu apakah dompet tetangga boleh kita ambil? Semua hari ciptaan YAHWEH, benar! Tapi apakah semua hari boleh diperlakukan secara sama? Mari belajar Alkitab, ben ngerti aturan!

Keluaran 20:9

enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Jadi, beribadah di hari apa saja, hari Minggupun baik. Tak ada larangan dari Alkitab tentang ibadah di hari Minggu. Tapi masalahnya hari Sabat adalah hari perhentian, di mana kita tidak boleh melakukan pekerjaan duniawi. Bukan pertemuan ibadahnya yang dilarang, tapi melakukan pekerjaan di hari Sabat itulah yang dilarang.

Bangsa Israel beribadah di hari Sabtu bukan karena hari Minggu tidak baik. Tapi karena mereka libur kerjanya di hari Sabtu sehingga mereka bisanya berkumpul di hari Sabtu. Mereka menutup tokonya, lalu ke gereja. Sebab tidak mungkin membuka toko sekaligus pergi ke gereja. Andapun yang berhari Minggu juga harus menutup toko lebih dahulu baru bisa pergi ke gereja, bukan?! Karena di kalender hari Minggu berwarna merah, maka orangpun libur kerja di hari Minggu sehingga bisa ke gereja. Tapi kitab suci kita bukan kalender yang memberi warna merah di hari Minggu. Kitab suci kita: Alkitab, memerintahkan libur kerja di hari Sabtu.

Kis. 5:29Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Beribadah di hari Minggu memang baik, tapi itu dosa menurut Alkitab;

Yesaya 58:13

Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Jadikan hari Sabat sebagai hari yang nikmat, hari yang kudus dan yang mulia, bukan hari Minggu!

Yeh. 22:8Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan.

Membagi-bagikan harta itu bagus. Memberikan diri untuk menderita atau dibakar untuk TUHAN, itu bagus. Tapi jika tanpa kasih, apa kata rasul Paulus?

1Kor. 13:3Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Tidak ada faedahnya kebaikan-kebaikan itu. Tidak membuat dosa kita dihapuskan ataupun diampuni, tidak ada pahalanya apa-apa kalau kita tidak mengenal YESHUA ha MASHIA. Tapi pengenalan akan YESHUA ha MASHIA sangat besar sekali khasiatnya. Biarpun dosa kita semerah kain kirmizi akan dijadikan putih seperti salju. Kornelius, perwira Romawi adalah contoh orang yang suka berderma. Namun segala kedermawanannya nyaris tak ada manfaatnya apa-apa seandainya TUHAN tidak memanggilnya menjadi Kristen. Jadi, segala macam kebaikan masih dianggap kurang jika tidak disempurnakan oleh darah YESHUA ha MASHIA. Segala macam bentuk kebaikan perlu ditambah dengan pengenalan akan kebenaran;

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

1Yoh. 5:20Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Tidak ada komentar: