Sabtu, 29 April 2017

DUSTA BESAR NATAL

Menginjak tanggal 1 Desember mulailah gereja-gereja mengadakan "rapat Natal". Para pendeta memimpin majelis gerejanya untuk membicarakan hal perayaan Natal. Di rapat itu harus diputuskan pembentukan panitia Natal, susunan acaranya, besar biayanya, dan bagaimana menggali dananya. Kaum muda biasanya menyajikan acara drama Natal, kelompok paduan suara akan menyanyikan lagu-lagu Natal, dan panitia Natal mulai sibuk mencari sumbangan Natal.

Pendek kata bulan Desember adalah bulan totalitas umat Kristen merayakan Natal. Ya totalitas keuangannya, ya totalitas pikiran dan tenaganya. Ya disibukkan dengan acara gereja, ya disibukkan dengan acara di rumah. Ya menyumbang gereja, ya harus menyiapkan anggaran untuk Natal keluarga. Ya menghias pohon Natal di gereja, ya menghias pohon Natal di rumah. Ya pesta babi di gereja, ya pesta babi di rumah. Pendek kata uang, pohon Natal, dan babi adalah hal yang paling penting di hari Natal.

Hasil gambar untuk gambar uang


Hasil gambar untuk gambar pohon natal terbaru

Hasil gambar untuk gambar babi


Orang boleh melupakan ibadah mingguannya. Tapi ketika tiba hari Natal banyak orang Kristen di perantauan terkenang kembali dengan perayaan Natal yang meriah di kampung halamannya. Maka meneteslah airmata harunya ketika mengingat kembali masa-masa kesalehannya yang kini sudah menjadi hari-hari dosa, dan tergeraklah hatinya untuk bertobat di hari Natal ini. Berjanjilah dia kepada diri sendiri untuk menghadiri perayaan Natal seraya berdoa mohon ampun pada Yesus Kristus.

Semakin tahun ingin rasanya merayakan Natal dengan semakin besar-besaran. Ingin rasanya membeli pohon cemara yang asli dan besar dan mendatangkannya dari negeri Israel. Para pendetapun dengan semangat Natal ingin mengadakan KKR atau menyiapkan khotbah spesial. Jauh-jauh hari sudah antri ke tukang jahit jas untuk membuat jas yang terbaik, sambil berbisik: "Boleh saya cicil harga jasnya, pak?!" Sayang krisis ekonomi yang berkepanjangan sehingga terpaksa Natal tahun ini harus dirayakan dengan pohon cemara palsu dari plastik daur ulang. Pohon cemara plastik memiliki keuntungan bisa hidup bertahun-tahun tanpa disirami air.


Begitu pentingnya merayakan hari Natal bagi umat Kristen. Tapi ketika giliran ditanyakan di mana ayatnya tentang Natal? Ternyata di Alkitab tak ada istilah "Natal". Sebab itu dari bahasa Latin: Dies Natalis yang artinya hari lahir. Kalau Natal artinya hari lahir, bukan hari lahir Yesus Kristus saja, mengapa hari lahir saya disebut ulangtahun, bukan natal? Tapi yang jelas Natal itu meliputi dua hal saja, yaitu tanggal 25 Desember dan Yesus Kristus, sehingga jika ditanya: apakah Natal? Natal adalah kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember. Itu kesepakatan seluruh dunia, yang kalau bahasa Inggris disebut: Christmas, dari kata Cristes Maesse[tahun 1038 Tarikh Masehi], Cristes Messe[tahun 1131 Tarikh Masehi], artinya: misa Kristus.

Kalau tanggal 17 Agustus? Pasti bukan Natal itu. Kalau kelahiran Muhammad juga bukanlah Natal. Kepastian Natal adalah 25 Desember dan tentang Yesus Kristus. 

Istilah Natal di Alkitab tak ada. Bagaimana dengan tanggal 25 Desembernya? Itu juga tak ada di Alkitab. Alkitab hanya menerangkan bahwa "hari ini telah lahir bagimu MESIAS YESHUA";

Luk. 2:11Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.


Alkitab tak memuat tanggal 25 Desember. Bagaimana dengan nama Yesus Kristus? Alkitab "harusnya" tak mengenal nama Yesus Kristus. Sebab itu nama orang Yunani, sedangkan MESIAS aslinya adalah YESHUA ha MASHIA. Jikapun Yesus adalah YESHUA, namun sebutanNYA bukanlah Kristus, melainkan MESIAS. Harusnya Yesus Mesias atau Yesus al Masih, bukan Yesus Kristus. Kata-kata: "Kristus" harus dibuang dari Alkitab, diganti dengan: Mesias atau al Masih. Saya lebih mantap memanggilNYA: YESHUA ha MASHIA. Jika "Kristus" harus dibuang, maka bahasa Inggrisnya harus diralat: "Christ" menjadi "MESSIAH". Christmas menjadi Messiahmas.

Jadi, baik Natal, 25 Desember dan Yesus Kristus, semuanya diragukan oleh Alkitab. Kalau begitu sekarang kita bicara tentang perayaan kelahiran Yesus, bukan tentang Natalnya. Apakah ada perintah supaya kita memperingati kelahiranNYA? ELOHIM YESHUA mempunyai 3 fase kehidupan: kelahiran, kematian dan kebangkitanNYA. Orang-orang Kristen memperingati kelahiranNYA sebagai Natal, dan kebangkitanNYA sebagai ibadah hari Minggu karena DIA bangkit pada hari Minggu. Tapi apa kata Alkitab, yang manakah yang harus kita peringati?

Luk. 22:19Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."

Rasul Paulus mengulang ucapan itu;

1Kor. 11:24dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

Dari antara surat-surat rasul Paulus rasanya hanya ucapan YESHUA yang itu saja yang diucapkan ulang oleh rasul Paulus secara persis. Padahal ketika ELOHIM YESHUA mengadakan perjamuan malam itu tak ada rasul Paulus. Paulus masih di luar murid YESHUA, bahkan dalam posisi memusuhi JALAN TUHAN.

1Kor. 11:26Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Rasul Paulus menyatakan bahwa kita harus senantiasa mengadakan "perjamuan kudus" sebagai pemberitaan tentang kematianNYA. Kematian YESHUA itulah yang harus diberitakan. Kematian YESHUA itulah isi Injil;

Yoh. 12:27Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

YESHUA datang ke dunia spesial untuk mati, untuk menderita, sebab oleh bilur-bilurNYA kita diselamatkan;

Luk. 24:26Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"

Luk. 24:46Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

Yesaya
53:4Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Rm. 6:3Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

Masuk Kristen dibaptis adalah untuk menunjuk pada kematianNYA. KelahiranNYA? KelahiranNYA menyatakan bahwa JURUSELAMAT itu telah datang; MESIAS yang dinanti-nantikan itu sudah datang;

Matius
2:1Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

Mat. 16:16Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Yoh. 11:27Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

MESIAS harus menderita. Penderitaan dan kematianNYA adalah pekerjaan dan persembahanNYA untuk mengasihi dunia ini.

Mat. 26:28Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Lalu kebangkitanNYA? Kebangkitan bukanlah pekerjaan YESHUA, melainkan pekerjaan ELOHIM YAHWEH, SANG BAPA;

Kis. 2:24Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Kis. 3:15Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

Jadi, yang disebut YESHUA ha MASHIA adalah kematianNYA. Sangat salah sekali dan tidak tepat jika kita membesar-besarkan kelahiran dan kebangkitanNYA. Yang disebut Kristen atau JALAN TUHAN adalah kisah tentang kematian YESHUA yang menyelamatkan kita. Itulah yang harus kita siarkan ke seluruh dunia;

Kis. 5:42Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

APAKAH SALAH, APAKAH DOSA MERAYAKAN NATAL?

Orang-orang Kristen sejagad menyatakan memerangi rokok, karena rokok mengandung racun tidak boleh dimasukkan ke dalam tubuh. Lebih ekstrim lagi orang Advent yang melarang orang minum teh atau kopi. Pendek kata sedikit racunpun jangan dimasukkan ke dalam tubuh. Tapi bagaimana menodai kebenaran dengan dusta Natal? Mana yang lebih jahat antara merokok dengan Natal?

Kalau saya merokok saya menodai tubuh saya sendiri. Tapi di gereja pak pendeta mendustai berapa banyak jemaatnya? Berapa banyak anak-anak Sekolah Minggu yang diracuni dengan dongeng Natal? Energi dikerahkan habis-habisan hanya untuk pepesan kosong, sebuah acara perayaan yang tak pernah dirayakan oleh para rasul.

Jikapun kelahiran YESHUA disambut meriah oleh para gembala dan para Majus, mereka menyambut "Orangnya", bukan merayakan ulangtahunnya. Dan kehadiran para gembala dan para Majus justru merusakkan ajaran Natal yang terjadi di musim salju, sebab di musim salju tidak mungkin ada orang yang berkeliaran di jalan-jalan. Karena itu ELOHIM YESHUA tidak mungkin lahir di bulan Desember, di saat Israel bermusim salju.

Sedangkan pohon yang populer di Alkitab, bahkan di cerita-cerita YESHUA adalah pohon Ara, bukan pohon cemara. Pohon Ara disebutkan pertama kali di zaman Taman Eden dan dipergunakan untuk cawat Adam dan Hawa;

Kej. 3:7Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Lebih-lebih yang dijadikan simbol dalam perayaan-perayaan Natal bukannya pohon cemara yang asli, melainkan yang palsu[plastik]. Maka lengkaplah daftar kepalsuan Natal;

>> Yesus Kristus bukanlah YESHUA ha MASHIA.
>> Kelahiran YESHUA ha MASHIA bukan tanggal 25 Desember
>> Tak ada istilah Natal di Alkitab
>> Merayakan ulangtahun bukan tradisi bangsa Yahudi
>> Bukan kelahiranNYA yang harus diperingati
>> Tak ada perintah merayakan Natal
>> Tak ada contoh Natal di Alkitab
>> Apa hubungannya pohon cemara dengan kelahiran Yesus?
>> Sinterklas dan Swarte Pit bukanlah tokoh Alkitab

YESHUA lahir di palungan, bukan di bawah pohon cemara seperti kelahiran nabi Isa yang di bawah pohon korma. Sedangkan kisah tentang ulangtahun orang di Alkitab ada 2; di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru;

Kejadian
40:20Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:
40:21kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun;
40:22tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka.

Matius
14:6Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,
14:7sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.
14:8Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."

Firaun adalah simbol kekafiran Perjanjian Lama, sedangkan Herodes simbol kekafiran di Perjanjian Baru. Kedua acara pesta ulangtahun raja itu diwarnai dengan pembunuhan, Firaun membunuh juru rotinya, Herodes memenggal kepala Yohanes Pembaptis.

Bagaimana dengan kelahiran ELOHIM YESHUA? Di hari kelahiran ELOHIM YESHUA terjadilah pembunuhan bayi-bayi di Betlehem atas perintah Herodes;

Mat. 2:16Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

KALAU BEGITU BAGAIMANA ASAL USULNYA NATAL?

Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah menjadi perintah Kristus untuk dilakukan. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal. Klemens dari Aleksandria mengejek orang-orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad-abad pertama, hidup kerohanian anggota-anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya – terutama oleh Origenes – dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir: orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian: orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.
Tetapi di sebelah Timur orang telah sejak dahulu memikirkan mukjizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan-tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan "pesta Epifania" (pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epifania ialah munculnya Yesus sebagai Anak Allah – yaitu pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epifania, tetapi terutama kelahiran-Nya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini, Gereja Timur merayakan pesta Epifania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran dan pesta baptisan Yesus.
Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab dan puji pujian. Ephraim dari Syria menganggap Epifania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan: “Malam perayaan Epifania ialah malam yang membawa damai sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, ketika seluruh dunia sedang berjaga jaga?” Pada malam perayaan Epifania, semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di gua Betlehem, tempat Yesus dilahirkan.

Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember. Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke dalam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap (dewa) matahari: Solar Invicti (Surya tak Terkalahkan), dengan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Surya Agung itu sesuai berita Alkitab (lihat Maleakhi 4:2; Lukas 1:78; Kidung Agung 6:10).

Juga dalam rangka perayaan Natal dikenal di Indonesia tradisi Sinterklaas, yang berasal dari Belanda. Tradisi yang dirayakan pada tanggal 6 Desember ini, sekarang dikenal dengan Santa Claus (atau Sint Nikolas), seorang tokoh legenda, yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam dengan kereta salju terbang ditarik beberapa ekor rusa kutub membagi-bagi hadiah. Santo Nikolas yang sebenarnya berasal dari kota Myra dan diyakini hidup pada abad ke-4 Masehi. Dia terkenal karena kebaikannya memberi hadiah kepada orang miskin. Di Eropa (lebih tepatnya di Belanda, Belgia, Austria dan Jerman) dia digambarkan sebagai seorang uskup yang berjanggut dengan jubah keuskupan resmi, tetapi kemudian gambaran ini menjalar ke seluruh dunia dengan penambahan sejumlah atribut, seperti topi dan sebagainya. Ada pengamat agama yang menyatakan Sinterklas justru merupakan simbol-simbol sekuler dalam Kristen yang memang tidak ada Referensinya Alkitab, dan dikomersialkan sedemikian rupa sehingga simbol Sinterklas diusahakan lebih populer daripada hal-hal yang berkaitan langsung dengan Natal yang sesunggunya, misalnya gambar bayi Yesus, dalam setiap perayaan Natal.[5][6]
Dalam dunia modern, perayaan Natal secara sekuler lebih menekankan aspek saling memberi hadiah Natal, sehingga ada yang beranggapan Santa Nikolas makin lebih penting daripada Yesus Kristus. Tradisi Sinterklaas Belanda menjadi bagian dari acara keluarga (untuk mendisiplin anak-anak) dengan mengunjungi rumah-rumah disertai pembantu berkulit hitam (Zwarte Pit) yang memikul karung berisi hadiah untuk anak yang baik; tetapi karung itu juga tempat anak-anak nakal dimasukkan untuk dibawa pergi. Di Amerika Serika tokoh ini disebut "Santa Claus" dan digambarkan pertama kali oleh suatu iklan minuman Amerika sejak tahun 1931 sebagai seorang tua gendut, bercambang putih dan berpakain merah dengan sepatu bot, ikat pinggang hitam, dan topi runcing lembut. Yang sering kita lihat juga Natal dimeriahkan dengan banyak cahaya lampu berkelap-kelip. Selain untuk menambah semarak perayaan, ini juga memiliki pemahaman cahaya yang ada, maksudnya adalah Kristus akan mengusir kuasa kegelapan.[7]

Wajah sekuler Natal ini pernah mendapat tentangan dari orang Kristen Puritan di Inggris pada 1647. Demi menghapus elemen-elemen yang tidak alkitabiah, Inggris yang ketika itu dikuasai oleh Parlemen Puritan bahkan pernah melarang perayaan Natal.[5]
Mereka menganggap perayaan Natal hanyalah festival kepausan (popish) yang tidak punya pembenarannya dalam Alkitab. Akhirnya, kaum Puritan di Inggris menggantinya dengan satu hari puasa. Akibat larangan perayaan Natal ini, kerusuhan meledak di sejumlah kota di Inggris. Bahkan, Canterbury dikuasai oleh massa pemrotes selama berminggu-minggu. Kerusuhan akhirnya reda dengan pencabutan larangan lewat Restorasi Raja Charles II pada 1660, kendati sejumlah pendeta tetap tidak menyetujuinya.

Tidak ada komentar: