Senin, 24 April 2017

KESULUNGAN BUKAN SEGALA-GALANYA

Apa yang awal, apa yang mula-mula, yaitu kesulungan adalah yang terbaik. ELOHIM YAHWEH memberikan keistimewaan kepada apa-apa yang sulung. Tapi dengan syarat jika yang sulung itu benar. Jika tak benar maka kesulungan itu akan disingkirkan, tidak lagi istimewa.

Kel. 13:2"Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka."

Adam dan Hawa sebagai manusia yang pertama, gagal memenuhi harapan ELOHIM YAHWEH. Kain, sebagai anak yang sulung menjadi pembunuh adiknya; Habel. Esau, anak sulung Ishak, menjual hak kesulungannya kepada adiknya: Yakub. Ruben, anak sulung Yakub terlibat menjual adiknya sendiri; Yusuf. Saul, raja pertama Israel digantikan oleh Daud. Bangsa Israel yang dinyatakan sebagai anak sulung YAHWEH, akhirnya juga dibuang.

Filosofi kesulungan itu seperti kepala dengan ekor, di mana kepala harus selalu di depan. Seorang yang berstatus pemimpin itu harus menjadi yang terdepan, harus memberikan contoh keteladanan. Jangan sampai menjadi kepala yang seperti "kentut", seperti yang dipamerkan oleh pejabat-pejabat kita yang tukang korupsi. Semakin tinggi kedudukannya semakin besar korupsinya.

Demikian halnya dengan kenenek-moyangan harus kita kaji seperti apakah ajaran mereka? Apakah mereka mengajarkan mengenal TUHAN yang benar, atau malah mengajari kita ke dukun-dukun? Apakah mereka mengajarkan kasih atau malah mengajari kita mabuk-mabukan? Apakah mereka mengajarkan kesabaran atau malah mengajari bersuara garang kayak suara orang Batak? Apakah mereka mengajarkan pengampunan atau malah memaksa orang harus mengikuti adat-istiadatnya yang tidak benar? Sebab, berapa banyak orang-orang yang sudah menjadi korban adat-istiadat nenek-moyang? Yang hanya oleh sebab tidak mengikuti adat-istiadat yang sebenarnya bukan hal yang perlu, mereka dikucilkan atau diusir dari rumahnya. Ajaran TUHAN dikalahkan oleh ajaran nenek-moyang;

Mat. 15:3Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

Mat. 15:9Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Sebab hal yang terbesar dan yang terpenting dalam hidup kita sebagai manusia adalah mengenal TUHAN yang benar dan kita diselamatkan. Maka hal yang lain-lainnya bila perlu kita kesampingkan; baik itu orangtua, saudara, suami, istri, anak-anak, teman, uang, kedudukan, jabatan, kehormatan, kemuliaan, pekerjaan, reputasi, dan lain-lainnya.

Mat. 10:37Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Matius 6:31

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Flp. 3:8Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

2Kor. 10:5Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Tidak ada komentar: