Minggu, 16 April 2017

MEMPERBANDINGKAN SATPOL PP DAN DEPSOS

Saya ingin mengajak anda memperbandingkan antara SATPOL PP dan DEPSOS dengan berbagai macam kejahatan yang ditakuti masyarakat;

>> DENGAN POLISI:

Polisi memang dikenal suka menganiaya. Tapi yang diurusi polisi itu 'kan penjahat, bukan orang yang kesalahannya hanya berdagang di atas trotoar, di lampu merah atau orang yang tidurnya di jalanan?!

>> DENGAN PERAMPOK:

Perampok memang menakutkan masyarakat. Tapi hanya menakutkan di kala kejadian saja dan terhadap korbannya yang hanya beberapa orang. Berbeda dengan SATPOL PP dan DEPSOS yang menimbulkan kegelisahan setiap hari di kalangan ribuan pedagang dan fakir miskin. Tiap detik, tiap menit, tiap jam dan tiap hari hati orang dibuat berdebar-debar karena mereka bisa melakukan razia sewaktu-waktu.

Jika perampok jahat, memang segolongan penjahat, dan sudah ada obat penawarnya yaitu semua orang dan semua polisi memusuhinya. Tapi SATPOL PP dan DEPSOS ini 'kan bukan disebut penjahat dan dilegalkan oleh pemerintah?!

Jika perampok membunuh korbannya, itu 'kan sudah selesai di hari itu juga. Korbannya sudah mati, ya selesailah segala penderitaan fisiknya. Tapi orang yang dipenjarakan oleh SATPOL PP dan DEPSOS teraniaya jiwanya setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik. Berbulan-bulan mereka digantung antara hidup dan mati. Jikapun pada akhirnya dibebaskan bukan berarti menenangkan jiwa, justru semakin membebani jiwa sebab jika ketangkap lagi takkan dibebaskan selama-lamanya.

Demikian pula jika perampok melukai korbannya. Setelah dibawa ke rumahsakit, lukanya sembuh, selesailah penderitaannya. Tapi tahanan DEPSOS menderita lahir-bathin setiap hari.

>> DENGAN TERORIS BOM:

Teroris bom memang menakutkan masyarakat. Tapi karena sasarannya acak, tak jelas, maka tak ada satupun masyarakat yang kuatir. Semua orang masih berani berjalan-jalan santai. Berbeda dengan para pedagang dan gelandangan yang dibuat gelisah oleh SATPOL PP dan DEPSOS. Jutaan orang terteror tak tenang hidupnya.

Jadi, jelas sekali SATPOL PP dan DEPSOS merupakan momok bagi orang-orang yang mencari uang halal, bagi fakir-miskin yang menurut pasal 34 UUD 1945 dilindungi dan dijamin negara;

"FAKIR MISKIN DAN RAKYAT YANG TERLANTAR DIPELIHARA OLEH NEGARA"

Pembukaan UUD 1945 berbunyi: "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Kemerdekaan adalah hak setiap orang, kata Soekarno. Karena itu segala macam bentuk penjajahan, baik yang dilakukan bangsa asing, lebih-lebih yang dilakukan oleh bangsa sendiri, HARUS DIHAPUSKAN. HARUS DIHAPUSKAN! TIDAK BOLEH ADA!

Saya mengutuk keberadaan SATPOL PP dan DEPSOS!

>> Sudah ada polisi tak perlu SATPOL PP.

>> DEPSOS harus diurus oleh orang yang berjiwa mulia, bukan oleh pejabat negara yang bermental tak jelas.

Tidak ada komentar: