Minggu, 23 April 2017

MENGAKHIRI KEKONYOLAN AJARAN TRINITAS

Umat TUHAN yang disebut anak-anak YAHWEH itu harus cerdas-cerdas, berhikmat, bukan konyol-konyolan, bukan termasuk barisan orang-orang lugu pedesaan yang lapor ke polisi karena habis ditipu orang. Oleh sebab orang yang dikenalnya di tengah perjalanan itu pandai bicara, omongannya meyakinkan, pakaiannya jas dan dasi, gelarnya S1, eh, ternyata penipu. Bukankah banyak sekali sekarang ini copet-copet buskota yang penampilannya keren-keren menyaru mahasiswa? Bukan ganteng-ganteng serigala, kayak judul film, tapi ganteng-ganteng copet.

Hasil gambar untuk gambar ibu lapor polisi


Hentikan budaya manggut-manggut ketika mendengar orang berbicara! Tapi pasang telinga sekaligus pasang pikiran yang kritis untuk mempertanyakan setiap omongan orang: "Apakah semuanya itu benar demikian?"

Kisah 17:11Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Memang benar Firman TUHAN itu terkadang sukar dipahami. Tapi jangan biarkan seorangpun manusia menerangkan Firman TUHAN dengan ilmu tafsirnya, melainkan semua keterangan atau tafsiran harus mempunyai cantolan atau dasaran dari Alkitab. Biarlah suatu ayat yang sulit dimengerti bisa didapatkan jawabannya dari ayat yang lainnya, sehingga Alkitab membuktikan kemandiriannya sebagai Firman TUHAN yang sempurna, yang tidak memerlukan campur tangan manusia untuk menerangkannya.

Contohnya adalah usaha manusia untuk menerangkan KEALLAHAN tanpa mengadakan penyelidikan Alkitab secara mendalam, lalu dengan lancang membuatkan istilah-istilah baru yang di Alkitab tidak ada landasannya. Tercetuslah istilah "Trinitas". Ketika ditanyakan: "Apakah itu Trinitas", dibuatlah istilah yang lainnya lagi: "Tritunggal". "Apa itu Tritunggal?" Dibuatlah keterangan bahwa BAPA-ANAK-ROH KUDUS itu satu adanya. "Apa maksudnya?" Lalu diterangkanlah bahwa ALLAH BAPA-ALLAH ANAK-ALLAH ROH KUDUS. Ada ALLAH yang menjadi BAPA, ada ALLAH yang menjadi ANAK dan ada ALLAH yang menjadi ROH KUDUS, tapi semua itu dilakukan oleh SATU Orang saja, yaitu: Yesus Kristus, yang mereka sebut: Allah. Mana ada di Alkitab ALLAH BAPA, ALLAH ANAK dan ALLAH ROH KUDUS? Nggak ada itu!

Yang tersedia di Alkitab adalah "ALLAH BAPA" tapi maksudnya adalah ALLAH = BAPA. ALLAH ya BAPA, BAPA ya ALLAH. Dibolak-balik bisa. Tapi "ALLAH ANAK" itu tidak ada. Yang ada adalah ANAK ALLAH, bahwa YESHUA itu ANAKNYA ALLAH. Begitu pula dengan "ALLAH ROH KUDUS" itu tidak ada. Yang ada: "ROH KUDUS dari ALLAH."

Tahun 95 Tarikh Masehi, Alkitab ditutup dengan keterangan bahwa persekutuan umat TUHAN adalah persekutuan dengan BAPA dan dengan ANAKNYA, tanpa ROH KUDUS;

1Yoh. 1:3Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

Sebutan "BAPA" - "ANAK", memberitahukan secara tegas tentang jenjang atau derajat masing-masingnya, bahwa BAPA pasti lebih besar daripada ANAKNYA. Sebab jika dua orang berderajat yang sama itu namanya saudara kembar dan tidak boleh menggunakan status: bapa-anak.

Jika di tahun 95 Tarikh Masehi masih belum ada istilah Trinitas, lalu sejak kapan istilah itu dibuat? Karena istilah Trinitas itu di luar Alkitab, maka keterangannya juga pasti di luar Alkitab. Mari kita cari di Google.com, kita ketik kata-kata: "trinitas wikipedia". Jadi, untuk hal-hal yang di luar Alkitab, sebaiknya kita cari di Google.com, di Wikipedia, pasti ada keterangannya yang lengkap.

https://id.wikipedia.org/wiki/Tritunggal

Kata "tritunggal" (bahasa Inggris: trinity) berasal dari kata Latin trinitas, yang berarti "yang nomor tiga, tiga serangkai". Kata benda abstrak tersebut terbentuk dari kata sifat trinus (tiga masing-masing, rangkap tiga),[15] sebagaimana kata unitas merupakan kata benda abstrak yang terbentuk dari unus (satu).
Kata yang sesuai dalam bahasa Yunani adalah Τριάς, yang artinya "satu set dari tiga" atau "yang nomor tiga".[16] Catatan pertama terkait penggunaan kata Yunani ini dalam teologi Kristen adalah oleh Teofilus dari Antiokhia pada sekitar tahun 179. Ia menulis:[17][18]
Dengan cara demikian juga ketiga hari sebelum [terciptanya] penerang, terdapat tanda-tanda Trinitas [Τριάδος], dari Allah, dan Firman-Nya, dan kebijaksanaan-Nya. Dan yang keempat adalah tanda manusia, yang membutuhkan terang, sehingga demikianlah terdapat Allah, Firman, kebijaksanaan, manusia.[19]
Tertullianus, seorang teolog Latin yang menulis pada awal abad ke-3, dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan kata-kata Latin terkait "Trinitas",[20] "pribadi" dan "substansi",[21] untuk menjelaskan bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah "satu dalam esensi—bukan satu dalam Pribadi".
Ternyata mulai munculnya ajaran itu dari Teofilus, bukan dari Alkitab, tahun 179 Tarikh Masehi, sekitar seabad setelah Alkitab dikanonkan. Teofilus itu dari Antiokhia, artinya bangsa asing, bukan bangsa para rasul yang mula-mula. Maka sejak waktu itu hingga zamannya kaisar Konstantin Agung, tahun 325 Tarikh Masehi  terjadilah perdebatan sengit antara pro trinitas dengan yang anti trinitas. Mencuatlah nama Arius sebagai penentang trinitas melawan Athanasius yang mempertahankan trinitas. Untuk menengahi kegaduhan di kalangan Kristen itu, timbullah gagasan kaisar Konstantin Agung untuk menyelesaikannya secara aklamasi. Diundanglah 1.800 uskup di seluruh dunia, dikumpulkan di kota Nicea, sehingga dikenal sebagai Konsili Nicea I, tahun 325 Tarikh Masehi.

Hasil kesepakatan para uskup di Konsili Nicea I itulah yang dijadikan standart ajaran Kristen yang sah oleh kaisar Konstantin Agung. Maka akibat kekalahannya, Arius dianggap bidat sesat, lalu dikucilkan oleh gereja. Semakin kuatlah ajaran trinitas itu ketika Kepausan mencapai puncak kejayaannya di tahun 538 - 1798 Tarikh Masehi. Ajaran itu diturunkan terus dari generasi ke generasi hingga sekarang ini memenuhi 100% gereja-gereja Kristen. Semua gereja terjangkit virus trinitas.

Benarlah kata menteri propagandanya Hitler, bahwa kesalahan yang diajarkan secara terus-menerus akhirnya menjadi suatu kebenaran. Gereja-gereja masa kini telah menjadi seperti Farisi dan Saduki yang merasa benar sendiri, sampai-sampai ELOHIM YESHUA, ANAK YAHWEH-pun dimusuhi dan disalibkannya. Pedoman Farisi dan Saduki adalah: "Kami ini besar, kami ini sudah turun-temurun, kami ini sah. Kamu itu siapa? Bukankah Kamu itu cuma anaknya Yusuf, tukang kayu?"

Mat. 13:55Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

Yoh. 1:46Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

Mungkinkah desa kecil; Nazaret, melahirkan sesuatu yang besar, yang benar? Tapi nyatanya kini YESHUA adalah TUHAN segala bangsa dan kitab Injil didaulat sebagai standart kebenaran?! Karena YESHUA adalah TUHAN, dan Injil adalah kebenaran Kristen, maka siapapun yang berbicara berdasarkan Injil pasti benarnya;

Yes. 8:20"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Rm. 8:31Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Jika Alkitab di pihak kita, maka siapakah lawan kita?! Seorang filsuf Yunani yang hidup 384-322 Sebelum Masehi, Aristoteles, pernah menyatakan bahwa belalang adalah termasuk serangga yang berkaki empat. Karena orang terkenal yang mengatakannya, maka semua orang selama berabad-abad dibuat percaya begitu saja, sampai akhirnya seseorang mau meluangkan waktunya untuk menghitung menurut kenyataannya, bahwa ternyata belalang itu berkaki enam. Apapun kata orang, "survey membuktikan". Maka siapapun kamu, tak peduli jendral, Alkitab yang akan menjawabnya.

1. DISEBUT BAPA YANG KEKAL:

Yesaya 9:6

(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7(9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Survey membuktikan:

a. Siapa penulis kitab itu? Nabi Yesaya!
b. Siapakah yang berfirman? ELOHIM YAHWEH!
c. Siapakah yang diceritakannya? ANAK/PUTERA!
d. Siapakah yang disebut ALLAH dan BAPA? ANAK/PUTERA!
e. Apakah pernah ada manusia yang disebut Allah? Ada, nabi Musa;

Kel. 7:1Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Apakah YESHUA mereferensikan ayat di atas? Iya;

Yohanes 10:34

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Jadi, sebutan bukanlah kenyataan atau kebenaran. Nabi Musa tak pernah menjadi ALLAH beneran, selain dari sebutannya saja. Istilah tepatnya adalah: "seolah-olah". Dan Alkitab suka mengajarkan "seolah-olah";

1Kor. 7:30dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;

Berdasarkan kamus, "sebutan" itu adalah nama, hanya sebuah nama saja. Contohnya: Joko, artinya adalah perjaka. Padahal Joko sudah punya istri dan anak, tapi namanya masih tetap Joko. Namanya: Slamet, artinya selamat. Padahal Slamet mati kecelakaan.

2. SETARA YAHWEH:

Filipi 2:6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

Setara itu sebanding, suatu ukuran yang kurang lebih, tidak harus sama persis. Hubungan bapak dengan anak, ketika anak masih kecil-kecil tentu saja masih belum setara. Tapi ketika anak sudah beranjak dewasa, barulah dia memiliki kesetaraan dengan bapaknya. Anak sudah memiliki suatu kepandaian yang bisa diajak ngobrol bapaknya. Istilah gaulnya: "nyambung".

Nabi Musa yang hanya seorang gembala kambing saja bisa diajak ngobrol oleh firaun, raja Mesir. Itu artinya nabi Musa sudah setara firaun. Dengan mujizatnya, firaun tak bisa meremehkan nabi Musa.

3. FIRMAN ADALAH ALLAH:

Yohanes 1:1

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Untuk ayat 1 sebaiknya kita melihat dari versi Terjemahan Lamanya;

"Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah." - FIRMAN itu juga ALLAH.

FIRMAN itu termasuk ALLAH. Kita lihat ayat ini:

Yer. 23:18Sebab siapakah yang hadir dalam dewan musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya?

Apakah YESHUA diajak merencanakan penciptaan alam semesta, mari kita lihat ayat ini:

Kejadian 1:26Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Yohanes 1:3Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Ibrani 1:2maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Kej. 3:22Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Yoh. 17:11Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Yoh. 17:21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Amsal 8:22

TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
8:24Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
8:25Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
8:26sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.

Jadi, di zaman penciptaan YESHUA diajak YAHWEH menciptakan alam semesta. Sebagai ANAK, YESHUA diberi kuasa menciptakan alam semesta, sebagaimana bunyi ayat ini;

Yoh. 17:2Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

Yohanes 17:5Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Yoh. 16:15Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

4. AKU DAN BAPA ADALAH SATU:

Yoh. 10:30Aku dan Bapa adalah satu."

Benarkah AKU dan BAPA adalah satu? Benarkah AKU + BAPA = 1? Jelas tidak benar! Kalau secara ilmu matematika, maka AKU dan BAPA adalah dua, bukan satu. Tapi ini bukanlah pelajaran ilmu matematika, melainkan pelajaran yang mengandung kiasan-kiasan, sehingga "satu" memiliki banyak sekali pengertiannya, bukan secara harafiah;

Yoh. 17:11Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Yoh. 17:21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yoh. 17:22Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Yoh. 17:23Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Kalau di Indonesia: "Bhineka tunggal ika" yang artinya 250.000.000 rakyat Indonesia itu satu saja. Dan itu diterangkan dalam Sumpah Pemuda:  "Bertanah-air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu, yaitu Indonesia".

Jadi, ajaran trinitas itu termasuk ilmu matematika yang memaknai satu secara harafiahnya saja[1+1+1=1]. Padahal yang ingin YESHUA sampaikan adalah bahwa DIA tidak mempunyai ajaran yang baru yang berasal dari diriNYA sendiri, melainkan semua ajaran yang IA sampaikan berasal dari BAPANYA;

Yoh. 7:16Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.

Yoh. 7:17Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.

Yohanes 17:4Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:6Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
17:8Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:10dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

YESHUA adalah kereta-api yang berjalan di atas rel BAPANYA.

5. MELIHAT YESHUA = MELIHAT BAPA:

Yoh. 12:45dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Melihat YESHUA disamakan dengan melihat BAPA? Apa sebab?

Ibrani 1:3Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

 2Kor. 4:4yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Sebab YESHUA itu gambar wujud YAHWEH. YESHUA itu photonya YAHWEH, sehingga melihat photo sama seperti melihat orang aslinya. Kita gambar YESHUA, YESHUA gambar YAHWEH;

1Kor. 11:3Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

Perempuan > Laki-laki > YESHUA > YAHWEH.

6. BAPA - ANAK - ROH KUDUS:

28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

1Yoh. 5:7Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

ROH KUDUS memang termasuk Oknum ILAHI. Maksudnya ROH yang memiliki kesetaraan dengan BAPA dan ANAK. Namun ROH KUDUS adalah ROH yang dikaruniakan sementara waktu saja, yaitu selama dosa masih ada di dunia ini. Setelah kiamat ROH KUDUS tidak ada lagi, kembali ke dalam Diri YAHWEH;

Yoh. 14:16Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

Sifat ROH KUDUS hanyalah menolong, artinya selama kita masih membutuhkan suatu pertolongan. Pertolongan apa?

Yoh. 16:8Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

ROH KUDUS itu mengingatkan kita pada dosa, pada kebenaran dan pada penghakiman. Baik YAHWEH maupun ROH KUDUS sama-sama memberikan kesaksian tentang YESHUA, sebab YESHUA adalah JALAN yang harus diimani oleh manusia;

Yoh. 5:37Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,

Yoh. 15:26Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yoh. 5:22Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

Karena ROH KUDUS perannya untuk memuliakan YESHUA, bukan ROH yang untuk dimuliakan, maka persekutuan kita hanyalah dengan BAPA dan dengan ANAK;

Yohanes 16:13

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

1Yoh. 1:3Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

Kita tidak dilekatkan pada ROH KUDUS, tapi ROH KUDUS melekatkan kita ke BAPA dan ke ANAK. BAPA sebagai tujuan, ANAK sebagai jalannya;

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Di sorga tidak ada ROH KUDUS. Yang ada adalah BAPA dan ANAK;

Wahyu 5:13Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"

Wahyu 21:22Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

Wahyu 21:23Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Wahyu 22:3Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

7. ALFA DAN OMEGA:

Why. 1:8"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Why. 21:6Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Why. 22:13Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

Alfa dan Omega diterangkan sebagai yang sudah ada dan yang akan datang, yang awal dan yang akhir, yang pertama dan yang terkemudian. Artinya; YESHUA yang mengawali dunia dan yang akan mengakhirinya. DIA yang menciptakan, DIA pula yang akan menghakimi/mengakhiri. Lawan kata dari yang awal dan yang akhir adalah yang tidak berawal dan tidak berkesudahan;

Ibr. 7:3Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Hasil gambar untuk gambar skak mat

Tidak ada komentar: