Kamis, 13 April 2017

MENGAPA HIDUP MENGGELANDANG?

Hasil gambar untuk gambar gembel tidur


Apa sebab orang hidup menggelandang di jalanan? Banyak penyebabnya;

Tinggal di rumah? Memangnya berapa harga rumah? Apa ada rumah yang harganya setara sebungkus rokok? Tinggal di rumah susunnya Ahok? Memangnya gratisan? Jikapun bayar sewanya murah apakah para gelandangan bisa tinggal di sana jika bukan korban penggusuran? Kontrak rumah. Memangnya berapa mengontrak rumah yang kebanyakan mintanya dikontrak minimal 2 tahun? Kost? Memangnya berapa sewa kost setiap bulannya yang paling murah? Memangnya seperti apa suasana kost-kostan yang murah meriah?

Di Jakarta, kost yang paling murah sekitar Rp. 300.000,- sebulan. Tapi itu tentang tempat yang kumuh dan pengap yang kalau ketahuan gubernur Ahok pasti akan digusur. Siapa yang betah tidur di tempat kost yang udaranya panas tanpa ventilasi yang baik? Umumnya orang sewa kost murah hanya untuk menyimpan barang-barang saja, bukan untuk ditinggali. Mereka lebih suka tidur menggelandang daripada tidur di tempat kost.

Beli rumah tak mampu. Kontrak tak mampu. Kost di tempat kumuh dilarang oleh gubernur Ahok. Orang disuruh kost di tempat kost yang ber-AC yang jutaan sebulannya. Harus berduit tebal untuk tinggal di Jakarta sebab gubernur Ahok benci sekali dengan fakir-miskin.

Jadi, karena tak mampu membayar kost karena penghasilan yang tak jelas, maka orang memilih hidup menggelandang di jalanan. Tak bayar sewa, tak pusing bayar listrik, tak usah membayar Pajak Bumi dan Bangunan, tak usah membayar iuran sampah, iuran keamanan, dan lain-lainnya. Tidur di jalanan gratis, cocok untuk orang yang berkantong tipis.

Faktor ekonomi adalah salah satunya mengapa orang hidup di jalanan. Faktor lainnya;

>> Maksud hati dari desa ingin mengadu nasib di kota besar. Maka berangkatlah dia ke kota besar dengan membawa uang yang banyak. Setiba di kota besar disambutlah kedatangannya oleh para copet, jambret dan maling sehingga melaratlah dia. Hidupnya terlunta-lunta kelaparan dan tak ada orang yang peduli, maka jadilah dia maling dan copet baru yang hidupnya di jalanan.

>> Ketika berhasil mencopet dengan hasil yang besar, pulanglah dia ke kampung halamannya. Dia pulang dengan penampilan yang keren dan dompet yang tebal dan mengaku menjadi pedagang yang sukses di kota besar. Tertariklah hati teman-temannya. Merekapun bermimpi-mimpian untuk merantau ke kota besar. Setelah didapatkan uang sangu yang cukup berangkatlah dia ke kota besar. Dicarilah alamat temannya yang katanya sukses itu. Tapi di kota besar jeruk makan jeruk itu hal yang biasa. Karena itu jangan kaget jika teman sekampungpun dikerjainya dengan berbagai cara. Setelah berhasil mempedayai teman sekampungnya, kaburlah dia ke daerah lain, sementara temannya itu lontang-lantung kebingungan karena hartanya habis.

Hartanya dicopet temannya sendiri merupakan sebuah inspirasi baginya untuk ikut-ikutan menjadi maling dalam rangka mengatasi perutnya yang kelaparan. Maka dengan cara seperti itulah gelandangan di kota-kota besar itu menjadi semakin membengkak setiap waktunya.

>> Ketika rumahtangga bukan lagi sebuah sorga, melainkan neraka jahanam, maka terjadilah suami mengusir istrinya sehingga perempuan itupun akhirnya harus hidup menggelandang. Atau ada kalanya sang istri terlalu cerewet sehingga si suami memilih kabur dari rumah daripada harus menggantung diri.

>> Anak-anakpun banyak yang tak betah lagi tinggal di rumah oleh sebab orangtuanya yang tidak becus menciptakan suasana rumah yang bahagia. Setiap hari ayah-ibunya berantem atau anak itu tertekan oleh aturan-aturan rumah yang keras dan kaku, maka itu juga menjadi alasan mengapa anak-anak menjadi anak jalanan.

>> Jika gelandangan itu tentang orang yang tak punya tempat tinggal, rasanya ELOHIM YAHWEH juga tak punya rumah;

Wahyu 21:22Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

>> ELOHIM YESHUA ha MASHIA juga gelandangan;

Mat. 9:35Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Luk. 21:37Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun.

Mat. 8:20Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

>> Abraham seorang pengembara;

Kej. 20:13Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku."

>> Bangsa Israel adalah bangsa pengembara selama 40 tahun di padang gurun;

Yos. 14:10Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;

>> Ajaran TUHAN untuk seorang penginjil;

Mat. 19:29Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Matius 10:9

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10:10Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
10:11Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
10:12Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
10:13Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
10:14Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Matius 10:23Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Matius 10:35

Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
10:37Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Matius 10:40

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
10:41Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."


Jadi, apa dan di manakah salahnya orang hidup menggelandang selama itu untuk kemuliaan TUHAN dan tidak merugikan orang lain seperti halnya copet dan maling? Apakah karena adanya gelandangan yang maling sehingga semua gelandangan dianggap jahat? Padahal saya gembel yang selalu menolong sesama gembel. Saya melakukan kebajikan yang tak dilakukan oleh orang-orang yang kaya dan tinggal di rumah mewah sekalipun.

Tidak ada komentar: