Jumat, 21 April 2017

NAMANYA ADALAH KEFAS BUKAN PETRUS

Yeremia 8:4Engkau harus mengatakan kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?

Orang berbuat salah masakan tidak bertobat?

Yeremia 8:5

Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali.
8:6Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.
8:7Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.

TUHAN menyesalkan umatNYA yang bebal, yang tidak mau bertobat sekalipun tahu kalau jalannya salah.

Yeremia 8:8Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

Kejahatan orang sudah pada memutarbalikkan Firman TUHAN, memutarbalikkan Alkitab.

Yeremia 8:9Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?

Ada saatnya TUHAN akan mengungkapkan kebenaranNYA, sehingga orang-orang yang merasa pintar akan dipermalukan, seperti polisi yang mengungkapkan kejahatan orang sehingga menjadi aib bagi orang itu.

Yeremia 8:11

Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
8:12Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN.

Para pemimpin umat telah melakukan kebohongan besar, menyesatkan umatnya demi uang. TUHAN menyatakan bahwa bukan kemustahilan Alkitab ini telah dimanipulasikan isinya. Dan itu terbukti dengan adanya bermacam-macam versi Alkitab yang berbeda-beda ketika melakukan terjemahan, contohnya seperti versi-versi LAI saat ini ada versi Terjemahan Lama, ada versi Terjemahan Baru, ada versi Bahasa Indonesia sehari-hari, dan lain-lain. Belum lagi versi-versi di luar LAI, seperti Indonesia Literatur Terjemahan.

Kita mengenal nama Petrus sebagai murid TUHAN dan sebagai penulis kitab 1 dan 2Petrus. Tapi benarkah namanya itu Petrus? Petrus[Yunani] atau Kefas[Ibrani] yang benar? Sebab rasul Paulus dalam surat-suratnya ketika menyebutkan namanya tak pernah menyebut Petrus melainkan selalu menyebut; Kefas.

Nama aslinya ketika direkrut sebagai murid ELOHIM YESHUA adalah Simon bin Yunus, Simon anaknya Yunus;

Mat. 16:17Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Ada versi lain yang menyebutnya Simon, anak Yohanes. Yang satu bin Yunus, yang satunya anak Yohanes, manakah yang benar? Kita selesaikan yang itu dulu;

Yoh. 1:42Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Yohanes adalah bahasa Indonesia dari bahasa Yunaninya: Ioannes. Kata-kata: "anak Yohanes" hasil terjemahan dari "BARIONA", di mana "bar" dalam bahasa Yunani artinya adalah anak, sedangkan Iona adalah singkatan dari nama Ioannes. Ioannes kalau bahasa Ibraninya: Yohanan, sebuah nama yang lazim di Perjanjian Lama, seperti:

1Taw. 3:15Anak-anak Yosia: anak sulung ialah Yohanan, anak yang kedua ialah Yoyakim, anak yang ketiga ialah Zedekia dan anak yang keempat ialah Salum.

Tapi di Perjanjian Baru tak ada jejak nama Yohanes menggunakan nama: Yohanan. Nah, tentang perbedaan bin Yunus dengan anak Yohanes tampaknya yang kesalahan terjemahan adalah yang Matius 16:17; "bin Yunus". Mengapa terhadap Yohanes menggunakan "anak" tidak menggunakan "bin" seperti terhadap Yunus? Sebab Yunus adalah nama Ibrani sedangkan Yohanes adalah nama Yunani sehingga tidak cocok jika "bin" dipasangkan terhadap nama Yunani. Karena itu digunakan bahasa Indonesia: "anak".

Sekarang kembali ke Kefas atau Petrus. Perhatikan Yohanes 1:42 di atas. Ketika pertama kali bertemu Simon, ELOHIM YESHUA sudah menubuatkan akan mengganti nama Simon menjadi Kefas, bukan Petrus. Adapun Petrus diberi tanda kurung sebagai artinya Kefas. Gampangnya anggap saja diterjemahkan ke bahasa Indonesia, artinya Kefas itu batu. Secara tatabahasa untuk nama harus diberi awalan huruf besar: "Kefas" sedangkan untuk arti harus huruf kecil semuanya: "petrus" atau "batu."

Kalau Joko itu artinya perjaka, masakan kita memanggilnya: Perjaka?! Kalau Urip itu artinya hidup, masakan kita memanggilnya: Hidup?! Kalau Untung itu artinya laba, masakan kita memanggilnya: Laba?! Karena itu harusnya Petrus itu tak ada. Kefas, bahasa Ibrani, bisa langsung diterjemahkan ke bahasa Indonesia: 'batu'. Kita tak perlu mengenal nama: Petrus, sebab petrus itu arti dari Kefas, sama seperti batu, dalam bahasa Indonesia.

Tapi Injil Matius lagi-lagi membuat kesalahan[tadi: bin Yunus], kini;

Matius 16:15

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Yohanes mencatat ketika baru direkrut sebagai murid, dinubuatkan namanya akan diganti menjadi Kefas. Tapi Matius mencatat penggenapannya ketika Simon melihat YESHUA adalah MESIAS, ANAK YAHWEH, YESHUA menamainya dengan Petrus. Bahkan yang mengganggu, ayat 16, sebelum diberi nama baru, Matius sudah mengenakannya sebagai Simon Petrus. Harusnya sebelum pasal 16:18, nama Petrus jangan ditampilkan dulu, sama seperti Saulus yang menjadi Paulus, sebelum ada kata-kata Paulus, selalu disebutnya Saulus, sehingga memiliki kronologis yang baik. Demikian pula dengan Abraham, sebelum menjadi Abraham, kitab Kejadian selalu konsisten menggunakan nama lamanya: Abram. Tapi untuk kasus Petrus ini Matius sudah berkali-kali mendahuluinya, seperti Matius 8:14, Matius 10:2, Matius 14:28, dan seterusnya.

Yang tidak lazim adalah orang Yahudi berbahasa Yunani, orang Yahudi bernama Yunani, nama orang bisa diterjemahkan, dan arti kata bisa dijadikan nama. Sekalipun bahasa Yunani pada masa itu merupakan bahasa Internasional, namun bangsa Yahudi adalah bangsa ekslusif yang membanggakan kebangsaannya sebagai bangsa yang diberkati ELOHIM YAHWEH;

Yoh. 4:9Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

Bangsa Yahudi meminta sesuatu kepada bangsa lain itu pantangan besar.

Kis. 10:28Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Bergaul saja pantangan. Sama seperti di Indonesia, sekalipun banyak orang Indonesia yang mahir berbahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, masakan ada orang Indonesia yang menjadikannya bahasa sehari-hari atau bahasa resmi?

Bahwa nama Petrus harus dikeluarkan dari Alkitab, digantikan dengan nama: Kefas, bisa dilihat dari semua surat rasul Paulus ketika menyebutkan nama Simon selalu menyebutnya Kefas, tak pernah Petrus;

1Kor. 1:12

Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 
1Kor. 3:22baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
1Kor. 9:5Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?
1Kor. 15:5bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
Gal. 1:18Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
Gal. 2:9Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;
Gal. 2:11Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
Gal. 2:14Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"

Simon Kefas atau Simon Petrus? Jika Simon Kefas, keduanya sama-sama bahasa Ibraninya. Tapi jika Simon Petrus, satunya Ibrani, satunya Yunani.

>> Simon dari bahasa Ibraninya: Shimeon[Simeon]

>> Kefas dari bahasa Ibraninya: Cephas.

>> Petrus dari bahasa Yunaninya: Petros.

Sama-sama surat Galatianya, rasul Paulus sesekali menggunakan nama: Petrus;

Gal. 2:7

Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat
Gal. 2:8--karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.

Percayakah bahwa rasul Paulus juga menggunakan nama Petrus sebagaimana ayat-ayat di atas? Harusnya kita tak percaya keaslian ayat-ayat di atas sebab sejak semula Petrus itu bukanlah nama, melainkan arti dari nama Kefas.

Yer. 8:8Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

Kalau begitu? Kalau begitu kitab 1Petrus dan 2Petrus harus diganti menjadi 1Kefas dan 2Kefas. Lupakanlah nama Petrus, gantikanlah dengan nama sebenarnya yaitu: Kefas.

Sekarang tentang nama Saulus yang mendadak berubah menjadi Paulus, yang tanpa keterangan atau alasan apapun. Sekalipun ELOHIM YAHWEH berkebiasaan mengganti-ganti nama orang, seperti: Abram menjadi Abraham, Sarai menjadi Sara, Yakub menjadi Israel, Simon menjadi Kefas, Alkitab selalu menyajikan keterangannya;

Kej. 32:28Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Berbeda dengan perubahan Saulus menjadi Paulus;

Kis. 13:9Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia,

Memangnya sejak kapan Saulus disebut juga Paulus?

Paulus itu nama orang Romawi, seperti nama gubernur Sergius Paulus;

Kis. 13:7Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah.

Sedangkan nama Saulus merupakan Helenisasi atau peyunanian dari bahasa Ibrani: Syaul[Saul], raja Saul, raja pertama Israel. Sekarang perhatikan ini:

>> Avraham > Abraham > Abraham[Inggris] > Ibrahim[Arab]

>> Yizhaq > Ishak > Isaac[Inggris]

>> Yaaqov > Yakub > Jacob[Inggris]

>> Yisrael > Israel > Israel[Inggris]

>> Mose > Musa > Moses[Inggris]

>> Aharon > Harun > Aaron[Yunani/Inggris]

>> Ysyayahu > Yesaya > Isaiah[Inggris]

>> Yirmayahu > Yeremia > Jeremiah[Inggris]

>> Mattay > Matius > Matthew[Inggris] > Matthaios[Yunani]

>> Yokhanan > Markus > Markos[Yunani] > Mark[Inggris]

Kis. 15:37Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;

>> Loukas[Yunani] > Lukas > Luke[Inggris]

Lukas diduga bukan orang Yahudi.

>> Yokhanan > Yohanes > Ioannes[Yunani] > John[Inggris]

Kalau sekadar pelafalan seperti Ioannes menjadi Yohanes rasanya kita tak perlu keberatan atau kebakaran jenggot. Tapi kalau Yokhanan[Ibrani] menjadi Ioannes[Yunani], Abraham menjadi Ibrahim, Ysyayahu menjadi Isaiah, Yirmayahu menjadi Jeremiah, Mattay menjadi Matthaios, Yokhanan menjadi Markos, itu 'kan sudah keterlaluan sekali pembelokannya?! Bahkan terhadap nama TUHAN juga;

YESHUA > IESUS > YESUS > ISA??????!

"ELLAH" - "ELOHIM" adalah adopsian dari bahasa bangsa-bangsa kafir ke dalam bahasa Ibrani, yang artinya: sesembahan atau sesuatu yang kita sembah, dijadikan sebagai status YAHWEH sebagai Sesembahan bangsa Israel atau TUHAN, yang dalam bahasa Arabnya: Allah, dari kata Al Ilah, sehingga ELLAH/ELOHIM itu identik dengan ALLAH/AL ILAH, itu bukan masalah. Jadi, YAHWEH disebut ALLAH[bahasa Arab] itu bukan masalah, sebagaimana terjemahan Alkitab kita sekarang ini. Tapi manakala kaum Muslim mengklaim bahwa ALLAH itu sebuah nama, bukan lagi status/gelar, seperti: tuhan, guru, bapak, presiden, di sini baru merupakan masalah bagi kita, orang Kristen/JALAN TUHAN. Sebab nama ALLAH adalah YAHWEH, dalam tetragram: YHWH.

>> Status: presiden, namanya: Jokowi.

>> Status: ALLAH/TUHAN/ELOHIM, namaNYA: YHWH, dibaca: YAHWEH.

Karena ALLAH dianggap nama oleh kaum Muslim, maka saya mengambil posisi tidak mau lagi menggunakan kata-kata: ALLAH, melainkan menggunakan: ELOHIM, untuk membedakan dari tuhannya kaum Muslim.

Dari YAHWEH, seringkali disingkat menjadi: HU/HUA. Alkitab LAI versi Terjemahan Lama sempat memuat kata-kata HUA sebanyak 314 kali;

Kel. 23:17

Setahun tiga kali hendaklah segala orangmu laki-laki menghadap hadirat Tuhan Hua.
Kel. 34:5Maka Tuhanpun turunlah dalam sebuah awan, lalu berdiri hampir dengan dia sambil Ia menyebut nama Hua.
Kel. 34:6Maka Tuhanpun berjalan lalu dari pada matanya sambil Ia berseru: Hua, Hua, Allah, arrahmani arrahimi, yang panjang sabar lagi besar kemurahan-Nya dan kebenaran-Nya!

Ul. 6:4Dengarlah olehmu, hai Israel! sesungguhnya Hua, Allah kita, Hua itu esa adanya.

Sayang Alkitab LAI yang sekarang telah menghapuskannya, menggantikannya dengan: TUHAN, huruf besar semuanya. Karena itu untuk mengembalikannya, setiap kali kita mendapati kata-kata: TUHAN, sebaiknya kita membacanya sebagai: YAHWEH.

Alasan LAI, karena bangsa Israel semenjak pembuangan ke Babel, tak berani lagi membaca YHWH itu sebagai YAHWEH, melainkan dibacanya: ADONAI, yang artinya: TUHAN atau ALLAH. Sebenarnya alasan bangsa Yahudi itu masuk akal, sebab YAHWEH itu merupakan ALLAH Israel 12 suku. Dan di zaman itu 10 suku tercerai-berai ke berbagai bangsa, sehingga tersisa 2 suku saja; Benyamin dan Yehuda, sehingga mereka tak berani memanggil nama YAHWEH, seolah-olah ALLAH mereka sendiri. Itu benar bagi mereka, bangsa Yahudi, sebab jumlah mereka tidak lengkap. Tapi bagi kita yang bangsa lain harus menyebutkan namaNYA: YAHWEH, sebagai keimanan kita kepada ELOHIM Israel 12 suku itu.

Nah, dalam lagu-lagu rohani Protestan dan Katolik, kita pasti tidak asing lagi dengan lagu-lagu berjudul: "Selalu HU Gembalaku" atau "Firman HU berprintahlah sampai ke ujung dunia". Sedangkan kaum Muslim sendiri setiap hari bertakbir:

>> "ALLAH HU AKBAR" - ALLAH YAHWEH MAHABESAR,

>> "ALLAH HUWA TA'ALLAH" - ALLAH YAHWEH ALLAH segala allah

>>  "SHUBANA HUWA TA'ALA" - SWT - YANG MAHASUCI YAHWEH ALLAH segala allah.

Tidak ada komentar: