Sabtu, 22 April 2017

PERJANJIAN BARU BERBAHASA YUNANI ATAU IBRANI?

Alkitab itu terdiri dari 2 bagian; Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kelompok Kristen untuk Perjanjian Lamanya bersumber dari kitab Tanakh, sedangkan kelompok Katolik bersumber dari Septuaginta. Tanakh adalah Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani yang kitab-kitabnya berjumlah 39 kitab, sedangkan Septuaginta adalah Perjanjian Lama yang berbahasa Yunani yang kitab-kitabnya berjumlah 46 kitab. Ada selisih 7 kitab antara Alkitab Kristen dengan Alkitab Katolik. Bagi Kristen ke-7 kitab-kitab yang lebih itu disebut kitab-kitab apokrifa, yang artinya kitab-kitab yang meragukan. Tapi bagi Katolik itu disebut kitab-kitab deuterokanonika, yang artinya kitab-kitab kanon kedua atau kitab-kitab nomor dua.

Sekitar 300 tahun sebelum kelahiran ELOHIM YESHUA, 70 orang cendekiawan Yahudi menterjemahkan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan para Yahudi perantauan yang sudah kurang fasih lagi berbahasa Ibrani. Karena mereka dari kalangan cendekiawan, bukan dari kalangan rohaniawan/rabbinik, sehingga mereka bersikap netral, tidak seselektif  kalangan rabbi dalam memuat kitab-kitab para nabi. Semua kitab yang ada mereka terjemahkan sehingga terdapatlah selisih kelebihan 7 kitab dibandingkan dengan Tanakh. Kitab-kitab berbahasa Yunani itulah yang disebut septuaginta.

Di zaman ELOHIM YESHUA kedua kitab itu[Tanakh dan Septuaginta] sama-sama ada di tanah Palestina. Tapi kitab Tanakh-lah yang dipergunakan di rumah-rumah ibadah Yahudi, sedangkan kitab Septuaginta berada di luaran. Karena itu kuranglah tepat apabila kalangan Katolik mengklaim bahwa ELOHIM YESHUA membaca Septuaginta, seolah-olah mengakui kitabnya Katolik. Dan sebagai warga masyarakat miskin rasanya ELOHIM YESHUA tidak menguasai bahasa Yunani. Tidak bisa membaca maupun berbahasa Yunani. Bahasa yang umum di kalangan masyarakat Yahudi waktu itu adalah bahasa Aram dan bahasa Ibrani yang keduanya merupakan bahasa serumpun, dengan kronologis pergeseran: dari Ibrani ke Aram, dari Aram ke Arab, sehingga menyerupai pergeseran bahasa Jawa ke bahasa Melayu, dari bahasa Melayu ke bahasa Indonesia.

Contoh: kitab Daniel aslinya ditulis dalam bahasa Aram. Namun salinannya diresmikan ke dalam bahasa Ibrani. Sehingga bahasa Ibrani merupakan bahasa resmi atau standartnya. Tapi bahasa Yunani itu asing sekali, seperti bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris.

Kalau kita berbicara tentang Ibrani, Ibrani itu adalah Mesopotamia lama, tempat kelahiran Abraham;

Kej. 14:13Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.

Jadi, bahasa Ibrani adalah bahasa leluhur Abraham. Padahal Abraham sudah dipanggil keluar disuruh meninggalkan kampung halamannya, menuju ke Kanaan/Palestina. Di tanah Palestina bahasa yang umum adalah bahasa Aram. Karena itu kalau bangsa Israel berbahasa Aram, itu sah, pengganti bahasa Ibrani. Tapi kalau bahasa Yunani harusnya merupakan pantangan bagi bangsa Israel. Nah, di zaman Muhammad, sekitar tahun 600 Tarikh Masehi, bahasa Aram digantikan kedudukannya oleh bahasa Arab.

Temuan-temuan arkeologi berkenaan dengan naskah Perjanjian Baru kebanyakannya berbahasa Yunani dan berangka tahun tertua sekitar 150 Tarikh Masehi. Berdasarkan naskah-naskah kuno berbahasa Yunani itulah Alkitab kita yang sekarang ini dicocokkan isinya, sehingga timbullah "dugaan" bahwa para murid YESHUA menuliskan Injil dengan bahasa Yunani. Karena "dugaan" itulah sehingga orang-orang Kristen merasa sah menggunakan nama YESUS dan justru merasa asing dengan nama IbraniNYA: YESHUA.

Sekali lagi, itu hanyalah dugaan, bahwa naskah Injil yang asli ditulis dengan bahasa Yunani. Tapi kebenaran memiliki peluang berdasarkan kehidupan para rasul yang sudah mati di tahun 70-an. Para rasul itu hidup antara tahun 1 - 70 Tarikh Masehi, kecuali rasul Yohanes yang mati di tahun 95 Tarikh Masehi. Karena itu diperlukan temuan naskah yang bertahun 35 - 70-an. Yang jelas naskah aslinya pasti hanya sebuah sedangkan salinannya yang banyak. Dan tidaklah salah jika aslinya itu berbahasa Ibrani/Aram kemudian disalin diperbanyak ke bahasa Yunani sebab bahasa itulah yang sedang populer di zaman itu. Dan karena aslinya hanya satu dan terlalu tua umurnya maka sulitlah diketemukan dan kemungkinan kerusakannya sudah semakin parah. Tapi tangkisan saya tersebut juga merupakan "dugaan" saya. Dugaan lawan dugaan, sama-sama kurang akuratnya. Ini memberikan kesempatan kepada Alkitab untuk memberikan jawaban pamungkasnya.

Kemarin telah kita bahas tentang nama Petrus yang meragukan dan kesukaan rasul Paulus menyebutnya: Kefas, menyatakan bahwa Keibranian masih kuat pengaruhnya di kalangan orang-orang Yahudi. Situs Wikipedia dalam pembahasan tentang nama Yesus menerangkan bahwa nama YESHUA-lah yang diperkenalkan hingga YESHUA berumur 30 tahunan, ketika IA memulai tugasNYA. Jadi, nama IESUS dalam bahasa Yunani setidaknya mulai muncul setelah IA bertugas mengajar.

Alkitab terjemahan Ibrani, yaitu alih bahasa dari Yunani ke Ibrani, memuat nama YESHUA ha MASHIA di silsilah YESHUA, di Matius 1:1;

"SEFER TOLEDOT YESHUA HAMASHIAKH BEN-DAVID BEN-AVRAHAM" - kitab silsilah YESHUA HAMASHIAKH anak Daud, anak Abraham.

YESHUA itulah yang mengandung arti YHWH yang menyelamatkan. Sebab yang mempunyai TUHAN bernama YHWH itu hanya bangsa Yahudi, sehingga nama yang mempunyai arti YAHWEH yang menyelamatkan adalah pada nama Ibraninya: YESHUA, bukan pada nama YunaniNYA: IESUS. Nama nabi yang memiliki arti yang sama adalah Yosua, Yesaya dan Hosea. Dan YESHUA lebih dekat ke Yosua[YEHOSHUA].

Sama seperti bahasa Indonesia, karena lebih mengenal dukun, maka bahasa Inggrisnya "doctor" divokalisasikan menjadi: "dokter". Bahasa Indonesia tidak memiliki perbendaharaan kata-kata "doctor" sehingga mencomot mentah-mentahan dari bahasa Inggris. Demikianlah bahasa Yunani mencomot nama: IESUS dari bahasa IbraniNYA: YESHUA. Doctor menjadi dokter, YESHUA menjadi IESUS. Karena itu jika anda bertanya ke orang Yahudi apa artinya: IESUS, mereka pasti akan mengangkat bahu dan menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak tahu. Tapi kalau anda bertanya tentang artinya: YESHUA, mereka pasti akan segera menjawab bahwa itu artinya YHWH yang menyelamatkan.

Sekarang kita pergunakan akal yang paling sehat. Ketika malaikat Gabriel mendatangi Maria memberitahukan kehamilannya, malaikat Gabriel itu memakai bahasa apakah? Yunani atau Ibrani?

Mat. 1:21Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

YESUS atau YESHUA? Di sini kita bisa menggunakan situs Wikipedia yang netral;

https://id.wikipedia.org/wiki/Yesus

"Nama Yesua tampaknya telah digunakan di Yudea pada waktu kelahiran Yesus."

Sekarang, kita akan mempelajari dari Alkitab apakah para murid bisa berbahasa Yunani atau tidak?

Yoh. 5:2Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya

Yoh. 19:13Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata.

Yoh. 19:17Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.

Yoh. 20:16Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Kis. 26:14Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.

Why. 9:11Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

Why. 16:16Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Nama-nama tempat, seperti: Betesda, Gabata, Golgota, Abadon, dan Harmagedon, Maria berbicara kepada YESHUA dan YESHUA berbicara kepada rasul Paulus, menyatakan bahwa bahasa Ibrani masih hidup.

Yoh. 19:20Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Bahasa Ibrani masih merupakan bahasa yang penting. Dan kalau anda mencari kata-kata: "Aram" di Perjanjian Baru, anda pasti takkan menemukannya. Kalau di Perjanjian Lama sering kali disebutkan.

Kis. 6:1Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

Adanya orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani menyatakan adanya orang-orang Yahudi yang tidak bisa berbahasa Yunani.

Kis. 21:40Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya:

Rasul Paulus berbicara kepada orang banyak menggunakan bahasa Ibrani.

Kis. 22:2Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata:

Rakyat tenang mendengar rasul Paulus berbicara dalam bahasa Ibrani. Sebab rakyat mendengar rasul Paulus itu berkewarganegaraan Romawi, sehingga mereka berpikir rasul Paulus itu antek Romawi. Setelah menyaksikan kepiawaian rasul Paulus berbahasa Ibrani, yakinlah mereka bahwa rasul Paulus itu sebangsa dengan mereka. Jadi, bahasa Ibrani adalah alat penguji Keyahudian, sama seperti bahasa Batak adalah penguji apakah seseorang itu masih Batak asli atau Batak perantauan.

Kis. 9:29Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.

Ayat itu menyiratkan keterangan bahwa orang Yahudi yang berbahasa Yunani itu ekslusif, berkelas atas, sama seperti orang Indonesia yang berbahasa Inggris, menyatakan mereka itu kalangan terdidik. Padahal para murid kebanyakannya adalah nelayan sederhana.

Kis. 9:36Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.

Nama Ibrani: Tabita, diterjemahkan ke Yunani menjadi: Dorkas.

Kis. 21:37Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: "Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?" Jawabnya: "Tahukah engkau bahasa Yunani?

Seorang tentara menanyai rasul Paulus: Apakah ia bisa berbahasa Yunani? Itu menyatakan bahwa tentara itu menduga rasul Paulus tak bisa berbahasa Yunani. Bahasa Yunani bukanlah bahasa yang umum digunakan oleh orang-orang biasa.

Rm. 1:14Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.

Peribahasa rasul Paulus itu menempatkan orang Yunani sebagai orang terpelajar.

Kisah 2:7

Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,

Di hari Pentakosta ada kejadian ajaib, oleh kuasa ROH KUDUS para rasul bisa berbahasa asing, membuat bingung orang-orang yang hadir, yaitu para Yahudi perantauan. Masakan orang Galilea bisa berbahasa asing? Masakan orang desa bisa berbahasa Inggris? Mustahil itu! Karena itu mustahil pula asumsi bahwa kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis oleh para murid dengan bahasa Yunani.

Tidak ada komentar: