Senin, 17 April 2017

PERTEMUAN FISIK DAN NON FISIK

Pertemuan fisik adalah pertemuan secara langsung, muka dengan muka, sedangkan pertemuan non fisik adalah pertemuan secara tidak langsung, tidak bertemu muka dengan muka. Contoh pertemuan fisik adalah ketika di rumah bertemu dengan istri dan anak-anak atau pertemuan dengan jemaat di gereja. Sedangkan contoh pertemuan non fisik adalah surat-menyurat, bicara melalui telepon atau komunikasi melalui internet.

Pertemuan secara fisik itu perlu tapi pertemuan secara non fisik tidaklah salah. Pertemuan secara fisik sekalipun perlu tapi belum tentu berguna, sedangkan pertemuan secara non fisik bisa jadi lebih berguna. Misalnya suami sedang sakit ditunggui istrinya. Itu perlu tapi jika sang istri tak mempunyai uang untuk membawanya berobat ke dokter, maka menelepon saudaranya yang di luar kota yang bisa mengirimkan keuangan, bukankah itu yang lebih diperlukan?! - Yang jauh yang tidak hadir secara fisik lebih berguna daripada yang hadir secara fisik.

Dalam rumahtangga saya, ketika saya di rumah malah seringkali cekcok dengan istri. Tapi manakala saya berada di luar kota ketika berkomunikasi melalui telepon, hubungan kita bisa sangat mesra dan romantis sekali. Ketika saya di rumah, rumah kayak neraka, istri kayak setan. Ketika saya di luar kota hidup kayak di sorga sedangkan istri kayak malaikat. Nah, manakah yang bagi saya yang lebih berkwalitas?!

Sekalipun bertemu secara fisik sebenarnya dasarnya adalah non fisik, kecuali kita sedang berjabat tangan atau berpelukan atau berhubungan seks. Pada keadaan-keadaan itu memang benar-benar fisik yang bekerja. Tubuh dengan tubuh. Tapi ketika kita sedang berbicara atau bertukar pikiran, kita bukan sedang memperhatikan tubuh orang melainkan memperhatikan jalan pikiran orang. Kita bukan melihat tubuhnya tapi mendengarkan kata-katanya seperti ketika berhubungan melalui surat atau telepon atau internet. Jadi, sekalipun terjadi pertemuan secara fisik/tubuh namun yang berkomunikasi adalah otak dengan otak. Pikiran dengan pikiran atau non fisik yang bekerja.

Karena itu jika orang berpikir bahwa berjemaat itu harus bertemu secara fisik seperti ketika di gereja, itu salah sekali. Sebab kita ke gereja untuk mendengarkan kata-kata pak pendeta, bukan untuk melihat tubuhnya pak pendeta. Karena itu jika khotbah pak pendeta itu direkam lalu kita dengarkan rekaman itu, bukankah sama persis dengan datang ke gereja?! Kalau khotbah itu direkam, di upload ke Youtube, lalu kita membukanya melalui laptop, apanya yang kurang?!

ELOHIM YAHWEH sendiri ketika menampakkan diri ke para nabi juga hanya melalui suara saja, bukan menampakkan suatu rupa kecuali dalam rupa Malaikat;

Ul. 4:12Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara.

Hanya nabi Musa dan ELOHIM YESHUA saja yang pernah melihat rupa ELOHIM YAHWEH;

Ul. 34:10Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,

Yohanes 1:18Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Sebelum ada Handphone seperti saat ini, Alkitab dituliskan dalam bentuk surat. Dan melalui Alkitablah kita "bertemu" dengan ELOHIM YAHWEH, para nabi, ELOHIM YESHUA dan para rasul. Para nabi memberitakan Injil melalui Alkitab, sama seperti saya memberitakan Alkitab melalui internet, melalui Facebook dan blog.

Pertemuan fisik terbatas sekali. Paling saya bisa menjumpai puluhan atau ratusan orang saja. Dan jika pertemuan itu tak menghasilkan pertobatan jiwa, bukankah lebih bermanfaat saya berbicara melalui Facebook, berbicara kepada ribuan orang, jika dari ribuan orang itu ada beberapa jiwa yang bertobat. Sama seperti orang memancing di kolam yang sedikit ikannya dengan memancing di kolam yang banyak ikannya, pasti lebih menjanjikan memancing di kolam yang banyak ikannya, bukan?!

Kata ELOHIM YESHUA sendiri;

Yohanes 20:29Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Saya tidak mengatakan pertemuan fisik tidak perlu. Pertemuan secara fisik tetap perlu tapi bukan segala-galanya, sebab manusia dibuat secara fisik. Tapi di dalam tubuh kita ada otak yang berperan mengendalikan tubuh. Otak atau pikiran itu intinya tubuh. Yang kelihatan[tubuh] dikendalikan oleh yang tak kelihatan[otak]. Termasuk kegiatan berjabat tangan, berpelukan, berhubungan seks atau ketika seorang dokter memeriksa tubuh pasiennya yang tidak mungkin dilakukan dengan jarak jauh, semua kegiatan itu juga atas perintah atau kerja otak.

Karena itu pertemuan saya dengan anda yang melalui internet ini sama sahnya dengan anda yang membaca Alkitab. Pertemuan kita melalui internet ini sama kwalitasnya dengan ibadah di gereja. Selama yang kita bicarakan tentang dan untuk kemuliaan TUHAN, maka itu adalah ibadah.

Mat. 18:20Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Asal lebih dari saya, lebih dari seorang diri, maka itu adalah pertemuan jemaat. Ada banyak macamnya pertemuan; ada pertemuan rapat, ada pertemuan arisan, ada pertemuan kampanye, dan lain-lainnya. Nah, pertemuan antara saudara seiman itulah pertemuan berjemaat.

Yohanes 4:21

Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
4:22Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
4:23Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Penyembahan yang benar bukanlah di dalam gedung gereja[Yerusalem], bukan soal tempatnya tapi soal roh atau jiwa atau maksudnya dan dalam standart kebenaran. Artinya, yang kita bicarakan adalah soal-soal yang benar bukan soal-soal yang sia-sia, yang tidak ada gunanya. Roh dan kebenaran berbicara tentang tujuan dan manfaat. Soal tempat itu bukan persoalan sama sekali. Mau bicara di pinggir selokan atau bicara melalui internet, okey-okey saja.

Abraham berbicara dengan TUHAN di bawah pohon tarbantin, nabi Musa berbicara dengan TUHAN di semak-semak belukar, bangsa Israel berbicara dengan TUHAN di gunung, ELOHIM YESHUA berbicara di atas bukit, di atas perahu, dan lain-lainnya. Belum ada gereja Bethany, belum ada gereja Mawar Sharon maupun gereja HKBP. Sebab kalau gereja-gereja itu memang perlu mengapa TUHAN tidak mendirikan gereja-gereja itu di zaman itu?

Tidak ada komentar: