Kamis, 20 April 2017

SALAH KAPRAH AKIBAT SOK TAHU

Apakah yang dimaksud dengan salah kaprah? Salah kaprah adalah kesalahan yang sudah sangat umum sekali yang tidak dirasakan sebagai kesalahan. Contohnya; penggunaan kata "kami" sebagai pengganti kata: "saya". Itu adalah kesalahan kaprah yang merusakkan kaidah bahasa Indonesia.

Contoh lain: kata-kata "bak" yang berasal dari bahasa China itu artinya adalah daging babi, seperti: "bakmi" adalah mie yang mengandung babi, "bakpia" adalah roti pia yang mengandung babi, "bakcang" adalah jenis makanan dari ketan yang berisi daging babi, "bakpao" adalah kue yang berisi daging babi, "bakwan" adalah bakso yang menggunakan daging babi, "siobak" adalah babi panggang, "kolobak" adalah masakan yang mengandung babi, dan lain-lainnya. Pendek kata "bak" itu artinya adalah daging babi. Tapi oleh orang Indonesia, yang harusnya "bakwan" disebutnya: "bakso" yaitu makanan berbentuk bulat-bulat berkuah kesukaan kita yang dibuat dari daging sapi. Tentu saja itu salah kaprah akibat sok tahu, sok pintar bahasa China. Sebab kalau memakai daging sapi harusnya kata-kata "bak"-nya dihilangkan diganti dengan kata-kata yang artinya sapi. Termasuk "bakwan" Malang yang sering kita jumpai dikelilingkan yang sudah menggunakan daging sapi namun masih mencantumkan kata-kata: "bak" juga. Tentu saja kita akan diketawai orang-orang China dan dianggap ngawur.

Sama juga dengan kesalahan kaprah yang diperbuat oleh kaum Muslim yang menganggap agama Katolik itu sama dengan agama Kristen. Padahal tidak sama. Orang Katolik tak mungkin mau disamakan sebagai orang Kristen, begitu pula orang Kristen juga tak mungkin mau disebut orang Katolik. Orang Kristen disebutnya menyembah patung, padahal di gereja Kristen tak ada patung. Yang menyembah patung itu Katolik, bukan Kristen. Lalu orang China disamakan dengan orang Kristen sehingga kalau ada orang China yang bikin masalah, gereja-gereja yang mereka bakar, atau kalau ada orang Kristen yang membuat masalah, toko-toko China yang dibakar. Itu namanya salah kaprah akibat sok tahu.

Demikian pula dengan masyarakat di kota Anthiokia, di zaman para rasul. Mereka adalah orang-orang awam yang kebanyakan masih penyembah berhala. Ketika mereka melihat sekumpulan orang yang beribadah memuliakan YESHUA ha MASHIA atau Iesus Cristos, mereka menyebutnya sebagai pengikut Cristos - Christian atau Kristen. Pikiran mereka sama seperti kaum Muslim yang beranggapan bahwa orang-orang itu menyembah Yesus Kristus. Padahal tidak demikian. Orang-orang pengikut JALAN TUHAN itu bukanlah menyembah YESHUA ha MASHIA, melainkan menyembah ELOHIM YAHWEH;

Mat. 4:10Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Yohanes 4:23

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Wahyu 5:8

Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

YESHUA ha MASHIA hanyalah JALAN atau PENGANTARA kepada BAPA, bukan tujuan penyembahan orang-orang JALAN TUHAN;

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

1Tim. 2:5Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Ibr. 7:25Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

Ibr. 8:6Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Ibr. 9:15Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Ibr. 12:24dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

1Yoh. 2:1Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

Jika orang-orang yang menjadi pengikut para rasul sudah mempunyai nama untuk kumpulan mereka, yaitu: JALAN TUHAN, masakan orang-orang awam, orang-orang luaran, yakni orang-orang Anthiokia yang memberi nama: Kristen, dan penamaan yang salah kaprah itu dijadikan "kebenaran" bagi orang-orang Kristen sekarang ini?!

Kis. 11:26Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Orangtua memberinya nama: Joko Widodo, Bernard, orang Perancis, memanggilnya: "Jokowi". Sekalipun kini semua orang memanggilnya: "Jokowi" sebagai seolah-olah kebenaran, tapi apakah itu kebenaran yang benar-benar benar?! Apakah itu menjadi nama resminya? Apakah menjadi nama di KTP-nya, di Akta Kelahirannya?

Benarlah kata menteri propagandanya Hitler, bahwa kesalahan yang diulang-ulang akan menjadi seolah-olah kebenaran[kebenaran semu].

Pertanyaan saya sekarang: anda orang Kristen atau orang JALAN TUHAN?! Jika anda orang JALAN TUHAN, maka keluarlah dari gereja Kristen yang anda ikuti sekarang ini, sebab TUHAN anda adalah TUHAN gunung, TUHAN padang gurun, TUHAN jalanan, bukan tuhan formal;

Kej. 22:14Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Kej. 49:24namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel,

Ams. 1:20Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

2Sa. 7:6Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.

1Taw. 17:5Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel keluar sampai hari ini, tetapi Aku mengembara dari kemah ke kemah, dan dari kediaman ke kediaman.

Luk. 3:4seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.

Mat. 8:20Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Suku Lewi adalah jalur keagamaan yang resmi, didirikan oleh ELOHIM YAHWEH. Namun pengontrolnya, yakni para nabi Perjanjian Lama yang memiliki otoritas lebih tinggi dari para imam Lewi, bukanlah dari keturunan suku Lewi. Raja Saul adalah raja Israel yang sah, yang diurapi. Namun ELOHIM YAHWEH membangkitkan Daud menjadi raja di pelarian/jalanan. Bileam adalah nabi, namun ELOHIM YAHWEH memakai seekor keledai untuk mengontrolnya. ELOHIM YESHUA ha MASHIA, bukan dari jalur suku Lewi tapi dari suku Yehuda. Demikian pula dengan bangsa keagamaan yang resmi adalah bangsa Yahudi/Israel, namun Perjanjian Baru ditawarkan kepada bangsa-bangsa kafir.

Maksudnya, jangan meremehkan kebenaran yang dari jalanan. Sebab kebenaran bukan soal tempatnya di mana atau siapa orangnya, tapi soal seperti apa faktanya.

Mat. 11:19Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Tidak ada komentar: