Rabu, 26 April 2017

SESERIUS APA MASALAH HARI SABAT?

Seserius apa masalah hari Sabat? Apakah ada Firman YAHWEH yang tidak serius? Apa pernah ELOHIM YAHWEH main-main atau melawak?

Mat. 23:23           Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Yak. 2:10              Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Hukum apakah yang pertama-tama dilembagakan?

Kejadian 2:1          Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2          Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3          Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4          Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --

Arti dilembagakan adalah dipersiapkan, dipersiapkan sebelum dijadikan sebuah hukum. Yang pertama-tama hari itu diberkati, artinya ditetapkan untuk suatu maksud. Yang kedua, ELOHIM YAHWEH menjadikannya sebagai hari libur atau hari beristirahat. Kalau konsep kalender, hari itu diberi warna merah, penanda hari libur. Yang ketiga, sebelum dikenakan kepada manusia hukum itu dijalani ELOHIM YAHWEH sendiri lebih dahulu. Sama seperti perusahaan membayar gaji mingguan karyawannya disetiap hari Sabtu, demikianlah ELOHIM YAHWEH memberkati semua ciptaanNYA pada setiap hari Sabat. Gaji mingguan yang dibayarkan di hari Sabtu itu untuk hidup karyawan selama seminggu sampai hari Sabtu berikutnya. Begitu juga dengan berkat Sabat adalah berkat untuk sekalian makhluk selama seminggu sampai ketemu Sabat berikutnya.

Itu adalah kepastian karena Firman ELOHIM YAHWEH itu kebenaran, tidak ada kebohongannya. Jadi, hari Sabat sudah dilembagakan sebelum adanya peraturan Taman Eden untuk Adam dan Hawa, sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dan ketika dunia belum berdosa[masih suci].

Hari Sabat digabungkan dengan enam hari penciptaan langit dan bumi, dan dijadikan titik akhir dari setiap pekan. Hingga hari ini hari Sabtu adalah hari akhir pekan, menandai diselesaikannya pekerjaan penciptaan selama enam hari. Minggu, Senen, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, merupakan sebuah ritme yang tetap; Kerja, kerja, kerja, kerja, kerja, kerja, libur! Kerja, kerja, kerja, kerja, kerja, kerja, libur! Demikianlah perputaran hari-hari itu berlangsung sejak permulaan diciptakannya hingga sekarang ini.

Yak. 1:17              Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Yesaya 66:22     Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.
66:23     Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.

Sekalipun langit dan bumi akan diganti dengan yang baru, perputaran hari Sabat dijamin berkelanjutan selama-lamanya. Dan sebagaimana hari Sabat sudah dilembagakan sebelum manusia berdosa, maka hari Sabat masih tetap layak dikenakan ketika manusia sudah disucikan dari dosa-dosanya. Karena hari Sabat sudah ada sebelum dosa, maka hari Sabat tidak ada kaitannya apa-apa dengan adanya dosa. Jadi, mengapa mesti diubah jika setiap Firman YAHWEH itu bersifat abadi? Yang perlu diotak-atik adalah perihal dosanya manusia, dan TUHAN sudah mengotak-atik dosa manusia melalui fasilitas pengampunan dosa. Sama seperti mobil yang mogok, yang harus diotak-atik adalah bagian mesinnya yang rusak. Mengapa mengotak-atik ban yang tidak bermasalah?!

Karena manusia masih suci ketika di Taman Eden, maka ELOHIM YAHWEH masih belum membuat hukum apapun. Sebab hukum kaitannya dengan pelanggaran, maka sebelum ada pelanggaran belum perlu hukum;

Rm. 4:15               Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

Polisi baru membuatkan peraturan pemakaian helm setelah didapati kasus kecelakaan yang membahayakan bagian kepala. Karena banyaknya korban kecelakaan yang gegar otak, maka dibuatkanlah aturan helm itu. Nah, yang dibuat ELOHIM YAHWEH di Taman Eden hanyalah semacam kata-kata peringatan, bukan hukum, seperti peringatan: Awas lobang, Awas tikungan berbahaya, Awas rawan kecelakaan, Hati-hati, ada perbaikan jalan, dan lain-lainnya. Kalau peringatan tidak bersifat melarang, tapi hukum bersifat melarang;

Kejadian 2:16        Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17        tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Alkitab LAI menterjemahkannya sebagai "perintah" seolah-olah suatu hukum. Mari kita lihat versi Alkitab lainnya:

BIS-   TUHAN berkata kepada manusia itu, "Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini,

FAYH- Tetapi TUHAN Allah memberikan peringatan begini kepada manusia, "Semua buah di taman ini boleh kaumakan, kecuali ........

TL-  Maka berfirmanlah Tuhan Allah kepada manusia, kata-Nya: Adapun buah-buah segala pohon yang dalam taman ini boleh engkau makan sesukamu,

DRFT_SB-  Maka dipesan Allah Tuhan itu kepada manusia itu firman-Nya: "Adapun buah-buah segala pohon ..............

Bedakan peringatan merokok ini: "Merokok dapat menyebabkan kanker, ........." dengan larangan merokok ini: "Dilarang Merokok!" Nah, peringatan di Taman Eden itupun akhirnya ditingkatkan menjadi hukum;

Kejadian 3:23        Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
3:24        Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Setelah ada pelanggaran barulah tempat itu dijaga Satpam! Sama seperti di Monas, tadinya ada kebebasan sekarang dijaga ketat.

Dari zaman Adam ke zaman nabi Musa ada 2.500 tahun. Selama itulah ELOHIM YAHWEH bersabar membiarkan dosa berkembang-biak tanpa adanya Hukum Taurat. ELOHIM YAHWEH melihat dan menguji sampai di mana manusia bisa memiliki kesadaran untuk menjadi orang yang baik, sama seperti gubernur Ahok mengamati perkembangan meluapnya air sungai Ciliwung yang menjadi ancaman banjir Jakarta.

Kejadian 6:5          Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6          maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Rm. 3:25               Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Ternyata manusia kesulitan menyucikan dirinya sendiri;

Roma 3:10        seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11        Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
3:12        Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Sama seperti presiden Jokowi yang melihat ketidakberdayaan fakir-miskin untuk keluar dari kemiskinannya, maka presiden mengambil inisiatif memberikan bantuan-bantuan dengan 3 kartu saktinya: Kartu Miskin, Kartu Pintar dan Kartu Sehat. Karena manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, sama seperti orang yang terkapar di tengah jalan karena kecelakaan, maka ELOHIM YAHWEH-lah yang mengambil inisiatif menyelenggarakan program penyelamatan. Bahwa YESHUA ha MASHIA turun ke dunia bukan oleh sebab permintaan kita, melainkan oleh sebab dorongan kasihNYA yang begitu besar.

Gebrakan pendahuluan sebelum Penyelamat yang sesungguhnya datang adalah diberikannya Sepuluh Hukum ELOHIM YAHWEH, sebagai sarana latihan, seperti pemerintah yang memberikan latihan sadar bencana alam dan latihan penyelamatan bencana alam. Sepuluh Hukum adalah garis besar dan dasar-dasar pengenalan akan ELOHIM YAHWEH;

Ul. 4:8   Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

Sepuluh Hukum adalah tanda hubungan kita dengan SANG KHALIQ PENCIPTA. Dan hari Sabat dimasukkan menjadi hukum yang keempat;

Keluaran 20:8        Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9        enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10     tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11     Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Jika anda berkata membunuh itu berdosa, mencuri itu berdosa, berzinah itu berdosa, seharusnya anda juga berkata: melanggar hari Sabat juga berdosa, sebab semuanya merupakan satu paket hukum. Dan jika anda melanggar hari Sabat namun tidak merasa melanggar, sama halnya dengan anda tidak mengenal hukum YAHWEH, sama juga dengan tidak mengenal YAHWEH. Dengan kata lain anda bukan umat YAHWEH;

Ibrani 4:9          Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

Kata ELOHIM YESHUA, tulisan dalam Alkitab itu tidak bisa dibatalkan. Artinya, tidak bisa dirubah dan tidak bisa dihilangkan, sehingga seperti itulah bunyinya untuk seterusnya;

Yoh. 10:35           Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,

Karena itu kalimat: "masih tersedia" - Ibrani 4:9, berarti hingga hari ini masih berlaku, bahwa hari perhentian umat ELOHIM YAHWEH itu hari yang ketujuh.

YANG MANAKAH HARI KETUJUH ITU?

Sabat artinya adalah perhentian atau istirahat, sedangkan Sabtu adalah hari yang ketujuh dalam bahasa Arab;

Hari ke-1: Minggu - Ahad[Arab]     - yom Rishon[Ibrani]

Hari ke-2: Senin    - Itsnain    - yom Sheni

Hari ke-3: Selasa   - Tsalatsah - yom Sh'lishi

Hari ke-4: Rabu     - Arba’ah   - yom Revi'i

Hari ke-5: Kamis   - Khamsah  - yom Chamishi

Hari ke-6: Jum’at   - Sittah        - yom Shishi


Hari ke-7: Sabtu     - Sabtu        - yom Shabbat


Kalender yang benar[karena ada kalender yang tidak benar] adalah yang menempatkan hari Minggu di sebelah kiri sedangkan Sabtu di sebelah kanan[akhir].

KEBIASAAN YESHUA DAN PARA RASUL:

Lukas 4:16        Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kis. 13:14             Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Kis. 13:27             Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.

Kis. 13:42             Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya.

Kis. 13:44             Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.

Kis. 15:21             Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Kis. 16:13             Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.

Kis. 17:2                Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.

Kis. 18:4                Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

HARI TUHAN YANG MANAKAH ITU?

Wahyu 1:10        Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,

Gereja Roma Katolik mengartikan "hari TUHAN" sebagai hari TUHAN bangkit, yaitu hari Minggu. Padahal bunyi ayat itu tanpa kata-kata: "bangkit". Kalau hari TUHAN bangkit memang hari Minggu. Tapi kalau hari TUHAN saja yang mengartikan hari milik TUHAN, yang manakah itu?

Kel. 31:13             "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.

Kel. 16:25             Selanjutnya kata Musa: "Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.

Mat. 12:8             Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

YESHUA, TUHAN atas hari Sabat, apa artinya? YESHUA yang berkuasa atas hari Sabat. Jelas bahwa hari Sabat juga milik ELOHIM YESHUA;

Yoh. 16:15           Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

Mrk. 2:27             Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,

Hari Sabat diadakan untuk manusia. Siapa yang mengadakan? TUHAN! Sama seperti nasi atau beras itu diciptakan untuk keperluan manusia, demikianlah hari Sabat itu dibuat untuk keperluan manusia. Apa keperluan manusia atas hari Sabat?

>> Sebagai makhluk yang terbatas manusia memerlukan istirahat. Jika dalam perjalanan warung adalah tempat peristirahatan untuk menghilangkan kecapaian. Dalam bekerja ada jam istirahat makan siang dan ada cuti. Di rumah, istirahatnya adalah tidur. Adanya libur di hari Minggu menyatakan adanya kebutuhan manusia beristirahat secara mingguan. Cuma liburan hari Minggu adalah buatan manusia, sedangkan liburan Sabat adalah ketentuan TUHAN.

Yesaya 58:13     Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14     maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Hari Sabat adalah hari yang nikmat, hari yang suci dan hari yang mulia. Hari yang tertinggi nilainya dibanding dengan hari-hari lainnya, sama seperti emas adalah logam yang paling mulia di antara jenis logam.

Umat ELOHIM YAHWEH harus seperti ELOHIM YAHWEH;

Mat. 5:48             Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Kej. 1:27               Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

1Kor. 11:7            Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

Yoh. 14:15           "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Ibrani 4:9          Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
4:10        Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
4:11        Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

APA YANG DINUBUATKAN NABI DANIEL?

Daniel 7:25        Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Ada orang yang akan mengubah waktu dan hukum. Waktu: Sabat, Hukum: Ke-4. Gereja Roma Katolik menghilangkan hukum yang ke-2;

Keluaran 20:4        Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5        Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Hukum ke-4 diubah bunyinya:

Keluaran 20:8        Ingatlah dan kuduskanlah hari Minggu.

Seharusnya:  Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Lalu Hukum yang ke-10 dibagi menjadi 2;

Keluaran 20:17     Jangan mengingini rumah sesamamu[1]; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."[2]

BAGAIMANA HARI SABAT BERUBAH KE MINGGU?

Hari Minggu menurut kamus Webster adalah hari Matahari - Sun-day. Suatu kebiasaan orang Babilon menyembah dewa Matahari di hari Minggu.

Suatu perobahan besar sehubungan dengan hari kudus Allah ini ialah pada tanggal 7 Maret 321 AD; seorang kaisar Roma, Flavius Valerius Aurelius Constantine, yang juga dikenal dengan nama Constantine the Great mengeluarkan satu undang-undang yang berlaku untuk semua penduduk di wilayah perkotaan agar tidak melakukan pekerjaan pada hari Minggu. Dalam undang-undang ini ia menekankan nama “Matahari” sebagai ilah. Seluruh rakyat harus berhenti dari pekerjaannya pada hari Matahari. Orang yang tidak mentaati undang-undang ini akan dibunuh, kecuali para petani.

"Pada Hari Matahari yang dihormati hendaknya para pembesar dan rakyat yang bertempat tinggal di kota berhenti, dan hendaknya semua bengkel ditutup. Namun di pedesaan, orang-orang yang bertani boleh dengan bebas dan sah meneruskan pekerjaan mereka." (History of the Christisn Church, edisi tahun 1902, jilid 3, hal 380).

Willy Rodrof, seorang ahli sejarah dari gereja Swiss memberikan penilaian terhadap Constantine sebagai berikut:


“Seperti kebiasaan kebanyakan orang sezamannya dan juga teristimewa orang-orang yang mendahuluinya di atas takhta kerajaan, Constantine cenderung terhadap penyembahan matahari. Kita sudah menyebutkan bahwa pemujaan Mithra pada waktu itu tersebar luas, terutama di antara serdadu, dan kaisar adalah komandan mereka yang tertinggi. Oleh karena itu Constantine dapat mengumumkan UU membuat hari Minggu, hari perhentian yang wajib untuk mempersatukan kerajaan di bawah satu agama Matahari. Sudah tentu Constantine mengetahui hari perbaktian orang Kristen, dan mungkin dengan cara ini ia ingin mendapat sokongan dari golongan minoritas Kristen yang sudah bertambah besar jumlah pengikutnya, dan kepada siapa ia telah memberi toleransi.”

Tuan Enright, seorang Imam gereja katolik menulis di American Sentinel, New York, bahwa:


“Alkitab mengatakan ingat dan kuduskan hari Sabat. Gereja Katolik mengatakan, tidak! Dengan kuasa Ilahi saya sudah menghapus hari Sabat dan memerintahkan kamu untuk menguduskan hari pertama dalam pekan (yaitu hari Minggu). Dan sekarang seluruh dunia yang berkebudayaan tunduk dan memberi penghormatan serta menuruti perintah gereja Roma Katolik yang kudus.” Dengan demikian genaplah nubuatan nabi Daniel bahwa gereja Roma Katolik berani merubah waktu dan hukum TUHAN. 

Pada tahun 325, Sylvester, Bishop Roma ... secara resmi mengubah sebutan hari pertama, dengan menyebutnya hari Tuhan." (Historia Ecleslastica, hal 739).

Pada Konsili Laodekia lain, tahun 364, dibuat undang-undang berikut :

"Orang-orang Kristen bukanlah penganut agama Yahudi dan tidak boleh bermalas-malas pada hari Sabtu ..., tetapi harus bekerja pada hari itu; tetapi hari Tuhan khususnya harus mereka hormati, dan sebagai orang-orang Kristen, jika sekiranya mungkin, tidak boleh bekerja pada hari itu. Namun, jika mereka ketahuan sebagai penganut agama Yahudi ( memelihara Sabat ) , mereka akan dikeluarkan ... dari Kristus." (A History of Councils of the Church, jilid 2, hal 316).

Meskipun demikian, orang-orang Kristen masih tetap memelihara hari Sabat (Sabtu) pada abad keenam, sehingga Paus Gregory mengumkan, "mereka yang mempertahankan bahwa pekerjaan tidak boleh dilakukan pada hari yang ketujuh adalah sebagi nabi-nabi antikristus." (The Law of Sunday, dikutip dalam Carlyle B. Haynes, From Sabbath to Sunday, hal 43).


~ Yang terakhir, bulan Juli 1998, Paus Yohanes Paulus II menerbitkan Surat Pastoral Dies Domini (Hari Minggu), yang menyerukan agar umat Kristen beribadah di hari Minggu sebagai penggenapan Sabat, dan meminta perundang-undangan sipil untuk memberi sarana kepada peribadahan Minggu ini.

Ketika berabad-abad kemudian lahir Reformasi Protestan, bagaimana dengan hari Sabat?

Penting diingat bahwa Alkitab tidak mudah diperoleh orang pada zaman itu seperti sekarang ini. Ajaran-ajaran disampaikan dengan perkataan yang keluar dari mulut, sehingga para anggota harus dengan susah payah membedakan antara ajaran Kitab Suci dan tradisi. Hanya sedikit yang betul-betul mengetahui kebenaran sebagaimana diajarkan Kristus dan murid-murid-Nya.

Martin Luther berkata, "Mereka (para paus) menyatakan perubahan hari Sabat menjadi hari Tuhan, bertentangan, kelihatannya, dengan Sepuluh Hukum; dan mereka tidak memiliki contoh lain kecuali perubahan hari Sabat itu. Mereka tentunya memerlukan kekuasaan gereja yang sangat besar, karena mencabut salah satu perintah Sepuluh Hukum." (The Creeds of Christendom, Philip Schaff, jilid 3, hal 64).

Gereja Katolik membenarkan dan menyatakan bahwa memang mereka mempunyai kuasa / wewenang untuk hal itu.


~ "Akhirnya, pada akhir pembukaan tanggal 18 Januari 1562, semua keragu-raguan telah dilenyapkan : Archbishop dari Regio mengadakan suatu pembicaraan di mana ia secara terang-terangan memaklumkan bahwa tradisi berada di atas Kitab Suci. Dengan demikian kekuasaan gereja tidak boleh dibatasi oleh kekuasaan Kitab Suci, sebab Gereja telah mengubah ... hari Sabat menjadi hari Minggu, bukan oleh perintah Kristus, melainkan oleh kekuasaannya sendiri." (Canon and Tradition, H.J. Holtzman, hal 263).

"Adalah gereja Katolik, yang dengan kuasa Yesus Kristus, yang mengganti hari perhentian itu menjadi hari Minggu sebagai peringatan kebangkitan Tuhan kita. Jadi, pemeliharaan hari Minggu oleh gereja Protestan adalah sebagai penghormatan mereka pada kuasa gereja itu" (Plain Talk about the Protestanism of Today, Monsignor Segur, Thomas B. Noonan & Co., Boston, 1868).

~ Di bawah ini dikutip suatu tanya-jawab :
Tanya   : "Apakah engkau mempunyai cara lain untuk membuktikan bahwa gereja mempunyai kuasa untuk menetapkan hari raya atau peraturan?"
Jawab  : "Sekiranya ia tidak mempunyai kuasa demikian, ia tidak dapat melakukan itu dimana semua pemimpin agama modern setuju kepadanya - ia tidak dapat menggantikan pemeliharaan hari Sabtu hari ketujuh, suatu perubahan yang tidak ada wewenang dari Alkitab"
(A Doctrinal Cathechism, Stephen Keenan, hal 174, Edward Dunigan & Brothers, New York, 1851)
Tanya   : " Yang manakah hari Sabat?"
Jawab  : " Hari Sabtu adalah hari Sabat."
Tanya   : "Mengapa kita memelihara hari Minggu dan bukan hari Sabtu?"
Jawab  : "Kita memelihara hari Minggu gantinya hari Sabtu karena gereja Katolik  pada konsili Laodekia (336 M) telah memindahkan kekudusan hari Sabtu ke hari Minggu."

(The Convet's Cathechism of Catolic Doctrine, Peter Geiermann, hal 50, London, 1934. Disahkan oleh Vatikan tanggal 25 Januari 1910).

"Karena hari Sabtu, bukan hari Minggu, ditetapkan dalam Alkitab, tidakkah aneh rasanya melihat bahwa non-Katolik yang mengaku mengambil agama mereka langsung dari Alkitab dan bukan dari gereja Katolik juga memelihara hari Minggu dan bukan hari Sabtu ?  Ya, tentu tidak konsisten; tetapi perubahan ini dibuat kira-kira lima belas abad sebelum aliran Protestan lahir. Pada waktu lahirnya Protestan kebiasaan itu sudah menyeluruh di bumi ini. Mereka melanjutkan kebiasaan itu sekalipun hanya didasarkan atas kekuasaan gereja Katolik dan bukan atas ayat Alkitab. Pemeliharaan hari Minggu itu menjadi suatu kenangan dari gereja induk dari mana berasal sekte-sekte non-Katolik ibarat seorang anak  lari meninggalkan rumah tetapi masih mengantongi potret ibunya atau jepitan rambut ibunya. (The Faith of Millions, hal 543, 544, John A. O'Brein, kata pengantar oleh Kardinal Griffing. W.H. Allen, London, th 1958).

Hos. 4:6                Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Mat. 22:29           Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

Anda sesat dan binasa kalau tidak mengerti kitab suci dan tidak mengenal ELOHIM YAHWEH.

Tidak ada komentar: