Selasa, 30 Mei 2017

CUKUP - TAK PERLU DITAMBAH

QS. 30:47    Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

Sebelum Muhammad, ALLAH telah mengutus para nabi dan rasul Yahudi untuk bangsa Yahudi, dan mereka itu telah menyampaikan ajaran Taurat dan Injil yang mencukupi;

QS. 5:68    Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, dan Injil yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Kalau hanya berpegang pada Taurat saja seperti bangsa Yahudi, itu masih kurang. Yang benar, yang sempurna adalah jika Taurat ditambah Injil seperti kitab suci Kristen; Alkitab, yang terdiri dari Perjanjian Lama[Taurat] dan Perjanjian Baru[Injil]. Penambahan Al Qur'an hanya menimbulkan berbagai macam bencana saja, seperti munculnya teroris-teroris saat ini.

Cukup, seperti apakah cukup itu? Kalau ongkos Angkot itu Rp. 4.000,- ya bayarlah Rp. 4.000,- Jangan kurang, sopirnya bisa marah-marah, sedangkan jika dibayar Rp. 5.000,- sopir itu pasti akan mengembalikan Rp. 1.000,- Jika masakan garamnya kurang atau kelebihan, akibatnya masakannya kurang enak. Yang enak adalah jika garamnya cukup. Minum obat juga harus sesuai dengan anjuran dokter. Jika kurang penyakitnya tak sembuh-sembuh, jika lebih bisa tambah sakit. Harus pas dosisnya.

Cukupnya dosis kitab suci Taurat dengan Injil, seperti laki-laki dijodohkan dengan perempuan, kawin, melahirkan anak-anak. Itulah Al Qur'an yang merupakan anaknya Alkitab;

QS. 43:4    Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lohmahfuz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

Fungsinya hanya menerangkan dan menjelaskan Alkitab saja, tidak lebih!

QS. 5:15   Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

QS. 44:2   Demi Kitab (Al Qur'an) yang menjelaskan,

QS. 46:9    Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".

Kesempurnaan Alkitab merupakan pedoman bagi Muhammad;

QS. 11:17   Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur'an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur'an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur'an itu. Sesungguhnya (Al Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

QS. 3:93    Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel (Yakub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar".

Orang yang benar bacaannya adalah Taurat[Alkitab].

QS. 2:62     Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Orang-orang Nasrani itu bukanlah kafir. Mereka itu derajatnya di atas kafir;

QS. 3:55    (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

Hasil gambar untuk gambar di atas ketinggian

Di atas orang kafir!

Minggu, 28 Mei 2017

MEMBACA APAKAH MENGERTI?

Tanggal 21 Oktober 1962, lahirlah saya di kota Surabaya, dalam keluarga Kristen GKI. Tanpa suatu proses, tanpa suatu pertimbangan tahu-tahu saya sudah menjadi orang Kristen, sama seperti orang-orang suku Lewi yang tahu-tahu menjadi imam. Tanpa tawar-menawar sejak kecil sudah dimasukkan ke gereja, lalu semua ajaran pak pendeta saya telan begitu saja, sama seperti orang yang sedang bertamu, suka atau tidak suka dia harus memakan makanan yang dihidangkan tuan rumahnya. Saya seperti katak dalam tempurung, tak tahu apa-apa selain tembok tempurung itu, atau seperti kuda yang dikasih kacamata kuda.

Dibaptis percik, okey! Ke gereja hari Minggu, okey! Dikasih Yesus yang rambutnya gondrong, okey! Disuruh merayakan natal, okey! Semuanya saya aminkan sebagai kebenaran. Justru yang tidak seperti itu saya anggap sesat. Katolik, sesat! GPdI, sesat! HKBP, sesat! Pendek kata hanya GKI saja yang benar. Itu sial namanya. Untung umur saya masih panjang sehingga ada kesempatan untuk belajar dan menemukan "kebenaran yang lebih baik". Coba, seandainya di usia muda saya mati, bukankah tahu-tahu saya sudah berada di neraka dicampur dengan maling, koruptor dan teroris, kayak Ahok sekarang ini yang tahu-tahu dipenjarakan?!

Betapa banyaknya di dunia ini yang "dianggap" kebenaran dan yang "dianggap" kesalahan. Masing-masing orang berada di dalam rumah atau kandangnya dan merasa benar, lalu menganggap para tetangganya salah. Wayan yang lahir di Denpasar, Bali, menganggap agama Hindunya yang benar, yang lainnya salah. Bayu yang lahir di keluarga Buddha, menganggap agama Buddhanya yang benar, yang lainnya salah. Ahok yang lahir di Tiongkok, menganggap agama Khong Hu Chunya yang benar, yang lainnya salah. Umar yang lahir di Arab Saudi, menganggap agama Islamnya yang benar, yang lainnya kafir. Christine yang lahir di Inggris, menganggap agama Kristennya yang benar, yang lainnya sesat. Yamaha yang lahir di Jepang, menganggap agama Shintonya yang benar, yang lainnya salah. Musa yang lahir di Yerusalem, menganggap agama Yahudinya yang benar, yang lainnya salah. Betapa sialnya jika lahir di dunia ini sebagai "tamu"-nya ayah-bunda kita, sebab kita tak ada pilihan selain daripada mengikuti agama mereka.

Namanya anak lulusan SMA, bisa bahasa Inggris sedikit saja, saya sudah mengoleksi lagu-lagu Barat. Membaca bahasa Inggris, sih, lumayan kayaknya, nggak kalah sama pangeran Charles. Banyak syair lagu-lagu Barat yang saya hafal dan bisa menyanyikannya. Tapi giliran ditanya: "apa artinya semua yang kamu ucapkan itu?" Pasti saya akan gelagapan, sebab memang tak pernah tahu arti-artinya. Membacanya bisa, tapi tak mengerti artinya, rupanya itu juga merupakan penyakitnya Umar, Ali, Husein, Abdul, Ikhsan, Siti, Maisaroh dan Maimunah; membaca atau mengaji ayat-ayat Al Qur'an bahasa Arabnya, mereka mahir banget. Tapi coba giliran ditanyakan: "Apa artinya ayat-ayat yang kamu baca itu?"

Ketika orang Inggris berbicara, saya dengar. Namanya saya punya telinga, ya pasti dengar. Tapi apakah saya mengerti dengan apa yang saya dengar itu? Itu masalahnya. Namanya orang pernah sekolah, ya pasti bisa membaca. Tapi apakah saya mengerti dengan apa yang saya baca? Itu masalahnya. Jadi, mendengar dan membaca itu belum berarti mengerti.

Mat. 13:13Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

Hasil gambar untuk gambar orang membaca al qur'an

Jumat, 26 Mei 2017

RAMADAN ADALAH PANAS YANG MENGHANGUSKAN

Kata "ramadan" dari kata: "ramida" yang artinya adalah panas yang menghanguskan atau kekeringan. Dan itu pasti tentang sesuatu yang luar biasa, bukan panas-panas biasa atau hangus-hangus biasa. Terbukti bulan ramadan adalah merupakan suatu bulan yang benar-benar luar biasa, yang melebihi sebelas bulan lainnya, di mana kaum Muslim melakukan puasa selama sebulan penuh.

Panas yang luar biasa tentu saja memberikan gambaran tentang suasana di neraka, di mana penduduknya adalah setan-setan dan orang-orang jahat, sehingga jika di bulan ramadan menjadi sebuah bulan yang mengerikan tidaklah mengherankan. Faktanya di bulan itu semua orang Muslim dirasuki roh keuangan. Semua orang dikejar-kejar akan kebutuhan biaya yang sangat besar di bulan ramadan, sebagian untuk biaya mudik, untuk dibagi-bagikan dan untuk menanggung kemahalan harga barang-barang kebutuhan.

Berpuasa belum tentu, tapi kebutuhan akan uang yang banyak sudah pasti. Mereka bingung mencari uang sehingga tidak jarang menabrak sana menabrak sini, menghalalkan segala cara. Mulai dari berutang hingga mencopet, mencuri, menipu bahkan merampok ikut mewarnai suasana ramadan, sehingga bulan ramadan dikenal sebagai bulan suci yang paling jahat melebihi bulan-bulan biasanya. Jika di sebelas bulan lainnya kejadian kejahatan berskala biasa-biasa saja, di bulan ramadan terjadi peningkatan drastis. Kaum buruh jauh-jauh hari sudah merancangkan demonstrasi besar-besaran jika perusahaan tidak mengeluarkan THR - Tunjangan Hari Raya. Pendek kata, THR adalah keharusan, sebuah bentuk pemaksaan dari asal mulanya merupakan "angpaw", tradisi orang-orang China ketika merayakan hari rayanya mereka membagi-bagikan angpaw kepada para karyawannya sebagai imbalan dari keuntungan yang diterimanya selama setahun. Semula adalah merupakan keikhlasan dari para taoke dan merupakan hak prerogatif mereka sebagai taoke. Tapi di tangan kaum Muslim itu dibalikkan menjadi sebuah keharusan dan dialihkan sebagai kekuasaan mereka sebagai buruh. Kaum Muslim sebagai golongan yang beragama bukannya membawa sesuatu ke jalan yang lebih baik, tapi justru menjerumuskan sesuatu yang baik menjadi jahat.

Bulan ramadan selain merasuki jiwa orang-orang untuk bernafsu keduniawian juga merupakan bulan untuk kesombongan, di mana kaum Muslim menyombongkan pakaiannya, sepatunya hingga mobil barunya. Fakta mencengangkan adalah korban kecelakaan selama bulan ramadan telah melebihi korban peperangan.

Pendek kata ramadannya Islam bukanlah Waisaknya Buddha, bukanlah Nyepinya Hindu, juga bukan Natalnya Roma Katolik. Ramadan adalah yang terbesar!

Hasil gambar untuk gambar api neraka

PAKAILAH AYAT-AYAT INI

Ketika Ahok berkata: "Jangan mau dibohongi dengan 'memakai' Al Maidah 51", umat Islam marah dan menjebloskannya ke penjara selama 2 tahun. Kalau begitu saya akan menggunakan kata-kata kebalikannya supaya umat Islam senang dan memberi saya hadiah: "Saudara-saudara, pakailah ayat-ayat di bawah ini":

QS 8:39    Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

QS 9:14  Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

QS 9:123  Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

QS 66:9   Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

QS 2:191   Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

QS 4:66  Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),

QS 4:89   Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

QS 4:91   Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman daripada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu) , maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu menemui mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.

QS 9:5    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS 8:12   Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS 9:103  Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

QS 59:2  Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.

QS 2:7  Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

QS 2:10  Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

QS 2:59   Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.

QS 2:86   Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

QS 2:114
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid- Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

QS 2:161-162   Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.
Mereka kekal di dalam la`nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.

QS 2:165-166    Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya.
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

QS 2:178  Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash (=pembalasan setimpal) berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

QS 3:4   Sebelum Al Qur”an, menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan siksa.

QS 3:10   Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak siksa Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

QS 3:56   Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

QS 3:85, 87-88   Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama ini) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpahkan kepada mereka (demikian pula) laknat para malaikat dan MANUSIA SELURUHNYA.
mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,

QS 3:91   Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.

QS 3:105  Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

QS 4:14  Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

QS 6:49   Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

QS 6:124-125  Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

QS 7:96  Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

QS 8:50  Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

QS 9:34   Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

QS 9:39  Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS 9:101  Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

QS 13:37  Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur”an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap siksa Allah.

QS 22:25  Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.

QS 32:14 Maka rasailah olehmu siksa ini disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini; sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan”.

QS 32:20  Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak ke luar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya” .

QS 33:57  Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan mela`natinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

QS 36:45  Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

QS 40:77  Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.

QS 40:85  Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba- Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.

QS 46:26  Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkann ya.

QS 58:5  Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan.

QS 67:28  Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?”

QS 3:85  Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

QS 5:33  Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya) . Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

QS 9:28  Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis

QS 9:73 Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

QS 22:19, 20, 21,22   Inilah dua golongan (golongan mu”min dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini”.

Berikut ini adalah ayat-ayat yang menunjukkan Muhammad menghalalkan perampokan dan penjarahan. (Merampas harta orang dianggap halal)
Muhammad semasa menjadi pemimpin Islam, beliau memang suka memerangi dan merampoki serta menjarahi suku-suku kafir yang belum masuk Islam.

Quran 8:69  Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Quran 8:1   Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”

QS 78:30-34  Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan GADIS-GADIS REMAJA yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

Quran 59:6  Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Quran 59:7.  Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Quran 3:161.  Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

Hasil gambar untuk gambar bom kampung melayu

Breaking News! Ini Kronologi Kejadian Bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur

Grid.ID - Bom diri baru saja terjadi di di Terminal TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu (24/05) pada pukul pukul 21.00 WIB.
Adapun kronologis kejadiannya sebagai berikut.
Ledakan bom terjadi 2 kali dengan selisih waktu sekitar lima (5) menit.
Bom pertama meledak pada pukul 21.00 dan bom kedua pada pukul 21.05 WIB.

Tanya: Masih berapa kali lagikah?



KETIKA UMAR MEMBELI BAYGON

OBROLAN DI RUMAH DUKA

Kamis, 25 Mei 2017

MENDUGA PENYEBAR BALADA CINTA RIZIEQ

Tanggal 2 Desember 2016, Firza Husein ditangkap polisi dengan tuduhan makar. Tentu saja biasanya disita pula HP-nya dan sangat diperlukan untuk penyelidikan. Nah, tanggal 28 Januari 2017, mulailah menyebar video percakapan porno antara Firza Husein dengan habib Rizieq Shihab tersebut. Maka dari kronologis itu bisa diduga siapa pelaku penyebaran video tersebut, bukan?! Tapi jangan marah dan menggugat orang yang menyebarkannya, sebab informasi tentang kebejatan moral seorang Rizieq Shihab sebagai ulama tersohor yang paling galak memberantas kemaksiatan itu sangat diperlukan oleh masyarakat luas. Justru kita perlu berterimakasih atas jasanya itu, supaya kita tidak ditipunya terus-terusan. Yang harus digugat dan dihukum adalah Rizieq Shihab itulah! Mengapa kita malah lari ke masalah siapa penyebarnya, seolah-olah aib itu harus ditutup-tutupi?

Tokoh-tokoh masyarakat yang harusnya menjadi panutan, jika didapati ada kasus serius seperti itu, perlu dibongkar, supaya jangan cuma maling ayam saja yang boleh dipermalukan di depan umum.

Berikut ini kronologi munculnya nama Firza Husein ke publik:

1. Aksi massa 2 Desember 2016, yang dikenal sebagai aksi damai 212, digelar di pusat Jakarta. Namun, pada dini hari, sejumlah orang ditangkap polisi, salah satunya Firza Husein, di Hotel Sari Pan Pacific.

Mereka ditangkap antara pukul 03.00 dan pukul 06.00 WIB. Dugaan makar serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dialamatkan kepada mereka. Nama Firza mulai terdengar oleh telinga publik.

Pada keesokan harinya, yakni 3 Desember 2016, Firza dan sejumlah orang lainnya dipulangkan dari penahanan. Namun Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar tetap ditahan oleh polisi waktu itu.

3. Muncul video berisi suara diduga Firza, percakapan Firza dengan Habib Rizieq, dan gambar-gambar tak senonoh yang diduga Firza. Video itu diunggah di situs baladacintarizieq.com serta sempat diunggah di situs YouTube. Gosip soal skandal ini mulai muncul sejak 28 Januari lalu. Gosip ini menjadi viral di media sosial.

 


 Hasil gambar untuk gambar firza husein

Orang Maluku adalah Bangsa Yahudi

http://www.kompasiana.com/mata/ternyata-moyang-orang-maluku-adalah-bangsa-yahudi_55090532813311961cb1e378


Yup, itulah yang dikatakan Rabbi Resley dalam bukunya “Pintu Gerbang Emas Israel Yang Tertinggal di Indonesia”. Terungkapnya keberadaan orang Israel di Maluku ini dimulai dari penelitian penulis mengenai asal-usul nenek moyang penulis sendiri, yaitu penduduk awal (mula-mula) Pulau S’rua yang adalah pulau ketiga dari Kepulauan Teon, Nila, S’rua (TNS). Namun ternyata penelitian ini meluas ke kebudayaan Maluku secara keseluruhan. Menurut Resley, bila selama ini umat Kristiani Maluku menyebut diri mereka dengan sebutan Israel tanpa rasa takut, menggunakan simbol-simbol Israel, dan cenderung bertingkah laku seperti orang Israel, dan membela Israel mati-matian; hal tsb bukanlah sekedar fanatisme iman mereka semata, namun juga timbul karena dorongan dari dalam hati mereka. Hal ini disebabkan karena berdasarkan hasil penelitiannya cukup banyak ditemukan persamaan antara bahasa, adat-istiadat (kebudayaan), serta peninggalan orang Maluku yang memiliki kemiripan dengan suku bangsa Yahudi. Dengan kata lain, nenek moyang orang Maluku adalah bangsa Yahudi. Resley mengatakan bahwa jauh hari sebelum bangsa Arab dan bangsa Eropa mengenal Maluku (Arab tiba pertengahan abad ke-14, Portugis tiba awal abad ke-15) telah ada bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengenal Maluku, termasuk bangsa China. Orang Israel (Ibrani) masuk ke Maluku melalui India dan China. Karena pada tahun 605 SM dari Kerajaan Yehuda (Kerajaan Selatan) ditaklukkan dan diangkut ke pembuangan di daerah Media dan Persia (Iraq dan Iran). Saat Kerajaan Persia berkuasa, kekuasaannya meliputi Etiopia (Afrika) sampai ke India. Bahkan sejak tahun 722 SM, Kerajaan Israel (Kerajaan Utara) yang terdiri dari 10 suku telah lebih dahulu diangkut oleh bangsa Asyur, kemudian diserakkan di berbagai bangsa di daerah kekuasaan Asyur dan saat bangsa Romawi menjajah Palestina dan Asia Tengah sejak tahun 63 SM sampai munculnya agama Kristen pada abad 1 M, ketika itu jalan-jalan raya dibangun, sehingga memungkinkan bagi seseorang untuk mencapai seluruh bagian kerajaan ini dengan mudah. Orang Israel tersebar hampir di semua kota di dalam wilayah kekaisaran Romawi sebagai pedagang (Pengantar PB hal. 4-5) dan pada saat ini terjadi hubungan dagang yang sangat baik antara dunia barat (Kerajaan Roma) dengan dunia timur (Kerajaan China). Pada saat menjadi bagian dari kekaisaran Roma inilah para pedagang bangsa Ibrani tiba di Maluku bersama mitra dagang kerajaan Roma yaitu para pedagang bangsa China. Salah satu bukti kuat bahwa pada abad ke-1 M rempah-rempah dari Maluku pernah dijual di Yerusalem, adalah karena pada tahun 33 M, beberapa orang wanita Yahudi yaitu: Maria Magdalena dan teman-temannya membeli rempah-rempah di pasar Yerusalem untuk mengawetkan jenazah Yesus (Markus 16:1). Peluang lain orang Israel tiba di Maluku adalah pedagang-pedagang Israel datang sendiri ke Maluku setelah mengetahui jalan ke Maluku dari para pedagang bangsa China. Dalam buku Sejarah Maluku hal. 19 dikatakan bahwa kata Maluku berasal dari kata “Maloko” yang merupakan sebutan gelar bagiKalano (kepala daerah) . Nah, kata “Maloko” ini menurut Resley berasal dari bahasa Ibrani. Sebutan bagi raja dalam bahasa Ibrani adalah “Melek” atau “Melekh”. Bentuk yang lebih kuno adalah “Maliki” (EKAMK II hal. 292), sehingga dalam Tambo Dinasti Tang di China (618-906) “Maluku” tercatat sebagai “Miliku”, yaitu suatu daerah yang dipakai sebagai patokan penentuan arah ke kerajaan “Holing” (Kalingga) yang ada di sebelah barat. Kata lain yang mirip dengan Maloko adalah “Molokh” yaitu ilah yang disembah bani Amon. Bentuk Ibrani nama ini ialah “Molek”. Dalam kitab suci Perjanjian Lama, Molek umumnya memiliki kata sandang (Imamat 18:21; 20:2-5, 2 Raja-raja 23:10, Yeremia 32:35). Kata “Molokh” pada ayat-ayat tsb menyiratkan bahwa kata itu mungkin merupakan kata umum bagi orang yang memerintah (EKAMK II hal. 93). Dengan demikian, maka gelar Maloko yang dikenakan bagi seorang Kalano adalah berasal dari budaya dan bahasa Ibrani. Dan kata Molekh (Moloch) dalam bahasa Ibrani artinya raja. Maloko kemudian disebut Maluku (Molokhus). Dan memang kepulauan Maluku artinya kepulauan raja-raja. Selain itu menurut Resley, kata “Alifuru” yang merupakan sebutan bagi orang yang pertama kali mendiami Maluku bukan berasal dari bahasa Arab (Alif). Sebab jauh hari sebelum pengaruh Arab (Islam) masuk ke Maluku pada pertengahan abad ke XIV, sudah ada bangsa yang mendiami kepulauan Maluku yang penyebarannya dimulai dari Nusa Ina dan Halmahera yang mana disebut oleh antropolog AH. Keane, FJP. Sachese dan OD. Tauren dengan sebutan suku bangsa “Alfuros”. Kata Alfuros ini sangatlah tidak mungkin diambil dari kata Alifuru, sekalipun kata ini menunjuk pada pengertian manusia mula-mula. Sebab bila kata Alifuru ini dikaitkan dengan kata Maloko, Baeleu, dan Seniri, serta budaya kepala suku, yaitu Alluf, maka sangatlah tidak cocok. Kata Alif muncul setelah masuknya bangsa Arab ke Maluku. Tetapi sebelum itu, kata Alfuros ini menunjuk kepada nama suku bangsa yang telah ditemukan oleh para ahli, yaitu “ALUNE” yang ada baik di Nusa Ina (Seram) dan Halmahera yang memiliki budaya atau system pemerintahan “ALLUF” yaitu: kepemimpinan berada di tangan “kepala kaum/kepala suku”. Budaya ini mula-mula diterapkan oleh bangsa “Edom”: yaitu keturunan Esau, saudara Yakub (Israel) anak Ishak, di Maluku disebut mata rumah (kepala kaum), kepala Soa dan kepala suku. Alluf dalam pengertian Ibrani adalah: - Panglima, pemimpin (Kamus Singkat Ibrani-Indonesia hal. 11) - Kepala-kepala kaum di Edom yang di kemudian hari disebut “Raja” (Kejadian 36:19, 31) Pada bagian akhir dari bukunya, Resley mengatakan bahwa mayoritas orang Maluku adalah merupakan keturunan dari suku Gad, yaitu suku Israel yang telah disangka hilang dan tak dapat ditemukan lagi. Inilah satu-satunya suku yang tidak memiliki perwakilan di Israel saat ini. Terbukanya pintu gerbang emas (golden gate) serta terpenuhinya nubuat kedatangan Kristus yang kedua kalinya untuk memerintah dunia dari Yerusalem hanya terpenuhi jika kedua belas suku telah berkumpul di tanah Zion (Israel), yang mana termasuk di dalamnya adalah suku Gad, yang pada akhirnya diistilahkan Resley dengan sebutan Yahudi Alfuros.

Hasil gambar untuk gambar adat maluku

ASAL MULA BERDOA DENGAN LIPAT TANGAN

Mengapa orang Katolik melipat tangan/menangkupkan kedua telapak tangannya sewaktu berdoa?

https://liturgiekaristi.wordpress.com/2012/07/09/mengapa-orang-katolik-melipat-tanganmenangkupkan-kedua-telapak-tangannya-sewaktu-berdoa/

Tradisi menangkupkan kedua telapak tangan menjadi satu/melipat tangan, menjadi populer sejak abad ke sembilan di Eropa di mana sikap tubuh yang menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada menyimbolkan sikap ketaatan dari para “abdi dalem” atau orang2 yang bekerja di bawah kekuasaan seorang raja. Pada awalnya, sikap badan menangkupkan kedua tangan di depan dada ini dilakukan juga oleh para Imam untuk menunjukkan sikap hormat di hadapan Uskup.
Umat juga mengadopsi sikap badan ini sebagai salah satu sikap doa mereka untuk menunjukkan ketaatan kepada kehendak Allah. Di dalam beberapa kebudayaan bangsa2 sekarang ini, seperti misalnya di India dan beberapa negara di Asia, menangkupkan kedua telapak tangan juga merupakan sikap umum yang menunjukkan tanda menghormat dan ungkapan ketaatan. Dalam kenyataannya bunda Teresa dari Calcuta sangat sering difoto dalam posisi sikap tangan yang khas ini ketika ia memberi salam kepada orang2 yang dijumpainya…
Dalam tindakan liturgis kita, sikap tangan yang menangkup ini pun kiranya memiliki muatan arti yang kurang lebih sama….ketika berdoa sambil menangkupkan tangan, kita ingin mengungkapkan penyerahan diri kita dalam ketaatan sepenuhnya pada kehendak Allah, sambil membangun sikap hormat sebagai ciptaan di hadapan Penciptanya yang mengharapkan belaskasihan dan penyelamatan dari Allah. Ungkapan kata2 yang paling tepat untuk mengekspresikan sikap tangan yang demikian adalah: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu…”(kata2 Maria di hadapan malaikat Gabriel).
Berdoa sambil menangkupkan kedua telapak tangan menjadi satu di depan dada sering juga menjadi ungkapan kesungguhan dan keseriusan kita dalam memanjatkan doa2 yang sangat penting bagi kebutuhan hidup kita dan membantu membangun konsentrasi yang mendalam sewaktu berdoa.
Semoga kita semakin rendah hati dalam ketaatan penuh pada kehendakNya setiap kali kita menghadap Allah dalam doa2 kita bersama sambil menangkupkan kedua telapak tangan kita penuh khidmat…
Salam hangat,
P. Christianus Hendrik SCJ, South Dakota, USA


Hasil gambar untuk gambar orang kristen berdoa

Selasa, 23 Mei 2017

BIBLE ATAU ALKITAB YANG BENAR?

Kitab Suci Kristen oleh orang Inggris dinamakan Bible, sedangkan dari bahasa Arab disebut: Alkitab. Alkitab penulisan yang benarnya harus dipisahkan antara "al" dengan "kitab". Al artinya sebuah, Kitab artinya buku atau kumpulan tulisan > AL KITAB, jangan digandeng: Alkitab.

Kata-kata Alkitab disebutkan 2 kali dalam 2 peristiwa oleh ELOHIM YESHUA.

Mrk. 15:28(Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.")

Luk. 4:16Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Saat ini muncul orang-orang Kristen yang anti bahasa Arab, yang lebih suka menyebut Alkitab sebagai Bible, dengan alasan BIBLE itu singkatan dari BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH, atau dalam bahasa Indonesianya bisa diartikan sebagai INFORMASI DASAR SEBELUM MENINGGALKAN BUMI.

Tapi benarkah begitu? Menurut sumber Wikipedia;

Kata Bible dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin biblia, dari kata yang sama dalam bahasa Latin abad pertengahan dan bahasa Latin Akhir serta dari kata Yunani Koine τὰ βιβλία ta biblia "kitab-kitab" (bentuk tunggal βιβλίον biblion).[7]
Kata Latin abad pertengahan biblia adalah kependekan dari biblia sacra "kitab suci", sedangkan biblia dalam bahasa Yunani dan Latin Akhir adalah bentuk jamak yang netral secara gender (gen. bibliorum). Kata ini secara bertahap dianggap sebagai kata benda feminin tunggal (biblia, gen. bibliae) dalam bahasa Latin abad pertengahan, dan selanjutnya diserap sebagai suatu bentuk tunggal dalam bahasa-bahasa daerah setempat di Eropa Barat.[8] Frasa Latin biblia sacra "kitab-kitab suci" menerjemahkan frasa Yunani τὰ βιβλία τὰ ἅγια ta biblia ta hagia, "kitab-kitab suci".[9]
Kata βιβλίον sendiri memiliki arti harfiah "kertas" atau "gulungan naskah" dan menjadi digunakan sebagai kata yang umum untuk menyebut "buku" atau "kitab". Kata tersebut merupakan bentuk singkat dari βύβλος byblos, "papirus Mesir", kemungkinan disebut demikian dari nama pelabuhan laut bangsa Fenisia—yaitu Byblos (juga dikenal dengan nama Gebal)—yang darinya papirus Mesir diekspor ke Yunani. Frasa Yunani ta biblia (bermakna harfiah "kitab-kitab papirus kecil")[10] merupakan "suatu ungkapan yang digunakan kaum Yahudi Helenistik untuk mendeskripsikan kitab-kitab suci mereka (Septuaginta).[11][12] Penggunaan istilah tersebut oleh kalangan Kristen dapat ditelusuri ke tahun 223 M.[7] Seorang akademisi biblika bernama F.F. Bruce menyatakan bahwa Yohanes Krisostomus tampaknya adalah penulis pertama (dalam Homili mengenai Matius, yang disampaikannya antara tahun 386 dan 388) yang menggunakan frasa Yunani ta biblia ("kitab-kitab") untuk mendeskripsikan bersama-sama Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.[13]
Kata Alkitab dalam bahasa Indonesia berasal dari frasa "al-Kitab" (bahasa Arab: الكتاب) yang secara harfiah berarti "buku" atau "kitab". Kata Al, dalam bahasa Indonesia selalu dituliskan dengan huruf kapital "A", merupakan kata sandang khas dalam bahasa Arab. Di negeri-negeri berbahasa Arab sendiri "Alkitab" disebut sebagai "al-Kitab al-Muqaddas" (bahasa Arab: الكتاب المقدس - "Kitab Suci").

Jadi, Bible bukanlah singkatan BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH, tapi memiliki arti yang sama dengan Alkitab, yaitu buku, dari aslinya Biblia, bahasa Latin. Tapi karena bahasa Arab berasal dari bahasa Aram, sedangkan bahasa Aram dekat dengan bahasa Ibrani, maka saya lebih suka tetap menyebutnya Alkitab daripada Bible yang berbahasa Inggris. Sebab kalau bahasa Inggris diperbolehkan, maka penamaan Alkitab bisa menjadi bermacam-macam. Masing-masing bahasa mempunyai sebutan sendiri-sendiri, seperti bahasa Indonesia akan menamainya: "Sebuah Buku". Padahal Al Qur'an telah mendaulat Alkitab sebagai kitab sucinya kaum Nasrani, sedangkan kitab sucinya sendiri disebutnya: Al Qur'an, yang artinya sebuah bacaan, atau disebut juga Al Furqon, yang artinya sebuah buku petunjuk.


Hasil gambar untuk gambar alkitab