Kamis, 04 Mei 2017

BAPA

Ada peribahasa Jawa: "Trisno jalaran saking kulino", artinya: cinta terjadi karena kebiasaan. Maksudnya, sering ketemu akhirnya menjadi cinta. Apa sebenarnya yang terjadi dengan cinta? Cinta adalah terbukanya kesadaran berpikir kita, bahwa kekasih kita itu memang benar-benar cantik, baik hati dan pantas untuk dijadikan pendamping hidup kita. Jadi, cinta memiliki kaitan yang erat sekali dengan kesadaran atau kedewasaan berpikir kita.

Apakah kebiasaan? Kebiasaan terjadi karena "dibiasakan", biasanya dibiasakan atau dilatih dengan pemaksaan. Kalau bahasa bom-nya, tekanan yang kuat menghasilkan ledakan. Tekanan berbicara tentang penegakan hukum, ledakan berbicara tentang terbukanya kesadaran berpikir kita. Ketika kecil kita dipaksa makan oleh ibu kita. Suka atau tidak suka, pada jamnya makan kita dipaksa makan. Lama kelamaan justru kita menjadi doyan makan. Kalau tadinya tak suka makan, kini makan merupakan kebutuhan kita. Tadinya kita tak suka memakai helm ketika mengendarai motor. Tapi setelah sering kena tilang, akhirnya kita menjadi biasa memakai helm. Kini kita menyadari bahwa peraturan mengenakan helm itu ada benarnya.

Ketika kecil kita hidup dibawah hukum atau peraturan-peraturan orangtua. Kita dilarang makan permen, dilarang bermain api dan dilarang menyeberang jalan. Orangtua akan marah besar kalau kita melanggar aturan-aturan itu. Tapi setelah dewasa, nyatanya kita sering makan permen, setiap hari menyalakan api dan setiap hari menyeberang jalan, dan orangtua sudah tidak memarahi kita lagi. Apa sebab dulu orangtua begitu garang dengan aturan-aturannya? Sebab ketika kita kecil orangtua kesulitan menjabarkan secara ilmiahnya, bahwa kebanyakan makan permen bisa menyebabkan batuk, bermain api bisa menyebabkan kebakaran, dan menyeberang jalan bisa menyebabkan kecelakaan. Setelah dewasa barulah kita mengerti bahwa aturan-aturan orangtua itu baik dan benar, bahwa kita bukannya tidak boleh tapi supaya kita berhati-hati terhadap hal-hal yang membahayakan.

Itulah Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru, yang menjadi Alkitab kita sekarang ini. Perjanjian Lama diakhiri oleh kelahiran YESHUA ha MASHIA, Perjanjian Baru diawali dengan kelahiranNYA. Dengan kelahiran ANAK, maka yang tadinya ALLAH, kini menjadi BAPA. Saya yang ketika belum kawin disebut perjaka, setelah mempunyai anak, saya disebut: ayah. Saya yang tadinya tidak mengenal kasih, setelah mempunyai anak, saya baru mengenal kasih.

Sebagai ALLAH, yang ditegakkan adalah hukum. Hukum yang tidak memandang bulu; siapa yang benar akan dibenarkan, siapa yang salah akan dipersalahkan. Hukum tidak mengenal kasih atau belas kasihan. Hukum tidak mengenal pengampunan atau penyelamatan. Malaikat yang murtadpun dibuang, menjadi setan. Bangsa Israel yang disebut anakpun dibuang ke Babel.

2Petrus 2:4          Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;

Kel. 20:5               Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Hukum memberikan daftar panjang kesalahan-kesalahan seperti struk belanjaan di Alfamart, apa saja yang anda beli dan berapa jumlah yang harus anda bayar. Hukum Taurat merupakan daftar panjang dosa-dosa yang telah anda langgar, supaya ketika anda menerima pengampunan, anda menjadi tahu seberapa besarnya nilai pengampunan itu.

Anda berzinah? Hukumnya adalah masuk neraka. Maka jika anda menerima keselamatan dari YESHUA ha MASHIA, itu artinya anda diselamatkan dari neraka. Antasari Azhar, mantan ketua KPK, pada tahun 2010 dijatuhi hukuman penjara selama 18 tahun, berarti sampai tahun 2028 baru bebas. Namun presiden Jokowi di tahun 2016 memberikan grasi sehingga sekarang sudah keluar dari penjara. Dengan demikian Antasari Azhar menerima kebaikan Jokowi sebesar 12 tahun penjara.

Dari tahun  2010 hingga 2016 tak ada kebebasan bagi Antasari Azhar, sebab grasinya belum diberikan. Demikian juga dari zaman Adam hingga ke zaman YESHUA ha MASHIA, Perjanjian Lama masih belum menyediakan fasilitas JURUSELAMAT. JURUSELAMAT masih belum diturunkan. Yang ada di Perjanjian Lama hanya janji-janji ELOHIM YAHWEH saja bahwa IA akan menurunkan MESIAS - JURUSELAMAT. Dan janji-janji itu diteguhkan dengan kambing-domba sebagai lambang dari kehadiran YESHUA ha MASHIA.

Yes. 9:8 (9-7) Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel.

Janji diberikan kepada Yakub, penggenapannya baru di zaman kebangsaan Israel.

Yeremia 31:31     Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32     bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33     Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:34     Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

Melihat bendera merah-putih? Terbayanglah tanah air Indonesia. Demikianlah setiap kali bangsa Israel menyembelih kambing-domba, mata hatinya tertuju kepada MESIAS yang dijanjikan itu, seperti yang dijanjikan ELOHIM YAHWEH kepada Abraham;

Kej. 22:18            Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

Kej. 49:10            Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Ulangan 18:15     Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Siapa keturunan Abraham yang akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa? Siapakah yang berhak atas kerajaan Yehuda? Siapakah nabi yang seperti Musa? Sepanjang zaman bangsa Yahudi bertanya-tanya tentang Firman yang belum mereka mengerti itu.

1Petrus 1:10        Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.
1:11        Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

Jika Perjanjian Lama disebut Taurat, dari kata: Torah, artinya instruksi atau perintah, bahwa isinya perintah-perintah melulu; jangan lakukan ini, jangan lakukan itu, jangan jamah ini, jangan jamah itu, ini najis, itu haram, begini dosa, begitu dosa, dan seterusnya. Tak ada kabar baiknya selain dari melarang-melarang saja. Sama seperti sebelum presiden Jokowi, pemerintah isinya hanya menaikkan-menaikkan harga BBM melulu, sekolah mahal, biaya orang sakit juga mahal. Rakyat tertekan sekali, tak ada berita baiknya. Tapi di era Jokowi, pemerintah memberikan kabar baik; sekolah gratis, orang sakit gratis, dan Jokowi bagi-bagi duit untuk fakir-miskin, termasuk "menurunkan" harga cabe hingga Rp. 160.000,- sekilo?????

Begitulah, Perjanjian Baru disebut: Injil, dari bahasa Arab: Ingil, dari bahasa Yunani: Euangelion, yang artinya: KABAR BAIK. Sebab di sini ALLAH sudah tidak galak lagi, melainkan telah menunjukkan kasihNYA dengan mengutus ANAKNYA untuk menyelamatkan kita;

Yohanes 3:16        Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

ALLAH sudah tidak seperti ALLAH lagi, yang tuntutanNYA disembah-sembah melulu, tapi DIA adalah BAPA yang melayani;

Mat. 20:28           sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Segala macam hukum di Perjanjian Lama, diabaikan, diganti dengan kasih yang menjadi landasannya. Jika di Perjanjian Lama asal melakukan hukum dibenarkan, kini melakukan hukum harus dengan kasih atau kesadaran. Melakukan hukum Taurat tanpa kasih tak ada artinya apa-apa;

1Kor. 13:3            Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Kalau dulu dosa-dosa tidak diampuni, sekarang setiap dosa bisa diampuni. Apakah itu berarti kita boleh melanggar Hukum Taurat atau boleh berbuat dosa? Jelas tidak begitu artinya, bukan?! Hukum Taurat tetap berlaku, bukannya dihapuskan. Tapi jika kita melakukan pelanggaran, dosanya bisa diampuni. Ada beda antara menolak Hukum Taurat dengan melakukan pelanggaran terhadap Hukum Taurat. Sebab menolak Hukum Taurat sama halnya dengan menolak perintah ALLAH, dan menolak perintah ALLAH adalah orang kafir, yaitu menolak ALLAH juga. Menolak Hukum Taurat menyatakan bukan umat ALLAH, seperti yang dilakukan oleh orang-orang gereja Minggu, yang membuat pernyataan Hukum Taurat sudah disalibkan oleh Yesus. Tidak ada Hukum Taurat berarti tidak ada pelanggaran, tidak ada pelanggaran berarti tidak ada dosa. Apa bukan konsep berpikirnya orang Atheisme?!

Hari Sabat sudah tidak ada. Karena itu bekerja di hari Sabtu bukan lagi dosa. Bukankah mencuri dan berzinah juga termasuk dalam 10 Perintah ALLAH? Apakah sekarang orang Kristen diperbolehkan mencuri atau berzinah?! Hah?!

Mat. 23:23           Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Yakobus 2:10        Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
2:11        Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Tapi umat YAHWEH tetap mengakui Hukum Taurat, sekaligus mengimani keselamatan oleh YESHUA ha MASHIA. Bahwa Hukum Taurat masih mengikat, masih merupakan dosa jika dilanggar, namun kita menerima pengampunan oleh YESHUA ha MASHIA;

Mat. 5:18             Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Kis. 15:21             Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Rm. 3:31               Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

1Yoh. 2:1              Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

Burung merpati berbeda dengan burung perkutut. Burung merpati adalah burung yang sederhana, harganya murah. Tapi setelah burung merpati ini kita kurung selama seminggu kemudian kita lepaskan, burung ini bisa terbang bebas ke mana saja yang ia mau. Tapi ketika petang dia sudah kembali ke kandangnya. Dia memiliki kebebasan tapi tidak disalahgunakan. Dia masih setia dengan kandangnya. Itu sebabnya ROH KUDUS dilambangkan dengan burung merpati, sebab ROH KUDUS mengajarkan kesetiaan pada Firman TUHAN;

Yoh. 14:26           tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

ROH KUDUS tidak akan mengajarkan penyelewengan, tapi penurutan. Berbeda dengan burung perkutut. Sekalipun harganya mahal, dimiliki oleh orang-orang kaya dan dipelihara selama bertahun-tahun, namun jika sekali saja dia bisa ke luar dari sangkarnya, maka dia akan terbang dan takkan pulang kembali. Itulah orang-orang gereja Minggu;

Yoh. 8:36              Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

"Kamupun benar-benar merdeka". Benarkah para rasul YESHUA sudah seperti burung perkutut yang lupa daratan?

Apakah para rasul memakan babi?

Kisah 10:13     Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"
10:14     Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir."
10:15     Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."

Apakah para rasul meninggalkan hari Sabat?

Luk. 23:56            Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

Apakah para rasul meninggalkan hukum Musa?

Kisah 15:21     Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Apakah Ananias dan Safira dibiarkan berbohong?

Kisah 5:3          Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4          Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5:5          Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.

Jadi, apa konteksnya ketika ELOHIM YESHUA berkata: "Kamupun benar-benar merdeka?" Konteksnya adalah tentang kuasa ELOHIM YESHUA mengampuni kita dari dosa. Bahwa jika DIA berkata mengampuni, maka kita benar-benar diampuni;

Yohanes 8:34        Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
8:35        Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
8:36        Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum YAHWEH, sedangkan yang mengumumkan hukum YAHWEH adalah nabi Musa, hamba YAHWEH, bukan ANAK YAHWEH. Karena itu jika kita menyatakan diri berdosa, artinya kita dibawah pengaruh hukum Musa, hamba dosa. Tapi ELOHIM YESHUA adalah ANAK YAHWEH, yang berkuasa di Kerajaan YAHWEH, sehingga jika kita mengikut YESHUA, kita akan juga disebut anak-anak YAHWEH. Nabi Musa berkata: "kamu berdosa", ELOHIM YESHUA berkata: "dosamu sudah diampuni". ELOHIM YESHUA posisinya lebih besar dari nabi Musa.

Mat. 9:6               Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"* --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:/"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

Jika hukum Musa membawa kabar buruk;

Roma 3:10        seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11        Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
3:12        Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Hukum YESHUA membawa kabar baik[INJIL];

Kis. 4:12                Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Sebagaimana Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, artinya yang lama masih ada, masih berlaku, bukannya dihapuskan, tapi ada imbangannya dari Perjanjian Baru. Ada Musa, ada "yang seperti nabi Musa", yaitu: YESHUA ha MASHIA. Ada dosa, ada pengampunan, ada penyakit, ada obatnya. Ada hukum, ada kasih. Sama seperti anak-anak Ishak, ada Esau, ada Yakub. YAHWEH membenci Esau tapi mengasihi Yakub; ada yang dikasihi juga ada yang dibenci. Ada BAPA, ada ANAK.

Keluaran 34:6        Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
34:7        yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

Semula adalah satu, yaitu ALLAH saja atau nabi Musa saja, sehingga hanya ada satu ketentuan saja yang berlaku, yaitu hukum. Tapi kini ada ANAK ALLAH atau YESHUA ha MASHIA, sehingga ada dua hukum yang diberlakukan, yaitu Taurat dan kasih, yang harus diperlakukan secara bijaksana, kapan harus menghukum dan kapan harus mengasihi; sebab hukum itu mengabaikan kasih sedangkan kasih itu mengabaikan hukum;

1Yoh. 5:3              Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

Wahyu 3:19        Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Itulah sebabnya kesepuluh Hukum YAHWEH, oleh YESHUA ha MASHIA diringkas menjadi dua hukum;

Matius 22:37     Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38     Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39     Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40     Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Dari dua Hukum Kasih itu jika diuraikan akan ketemu dengan sepuluh Hukum YAHWEH. Karena itu jika kita berdoa meminta ampunan dosa, kita harus menyebutkan apa dosanya, bukan sekedar: "ampunilah dosa-dosa saya", sebagai tanda bahwa kita sudah menyadari kesalahan kita. Sebab pengampunan dosa diberikan berdasarkan pertobatan, pertobatan terjadi oleh sebab kesadaran, kesadaran terjadi oleh sebab Firman YAHWEH. Sama seperti ketika jaksa mengajukan seorang tersangka ke sidang pengadilan, pasti akan disebutkan pasal dan ayat pelanggarannya, serta seperti apa bunyinya, bukan sekedar tuduhan kosong belaka.

Im. 5:5  Jadi apabila ia bersalah dalam salah satu perkara itu, haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya itu,

1Yoh. 1:9              Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

1Yoh. 3:4              Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Rm. 7:7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"

Kis. 5:31                Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.

>> ALLAH menegakkan hukum, BAPA menegakkan kasih. Hukum tidak mengenal kasih, kasih tidak mengenal hukum.

>> BAPA adalah Pencipta ANAK.

>> BAPA adalah lebih besar dari ANAK.

>> BAPA adalah Pengasih ANAK.

1Yoh. 3:1              Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Yeh. 34:16           Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

Tidak ada komentar: