Selasa, 30 Mei 2017

CUKUP - TAK PERLU DITAMBAH

QS. 30:47    Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

Sebelum Muhammad, ALLAH telah mengutus para nabi dan rasul Yahudi untuk bangsa Yahudi, dan mereka itu telah menyampaikan ajaran Taurat dan Injil yang mencukupi;

QS. 5:68    Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, dan Injil yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Kalau hanya berpegang pada Taurat saja seperti bangsa Yahudi, itu masih kurang. Yang benar, yang sempurna adalah jika Taurat ditambah Injil seperti kitab suci Kristen; Alkitab, yang terdiri dari Perjanjian Lama[Taurat] dan Perjanjian Baru[Injil]. Penambahan Al Qur'an hanya menimbulkan berbagai macam bencana saja, seperti munculnya teroris-teroris saat ini.

Cukup, seperti apakah cukup itu? Kalau ongkos Angkot itu Rp. 4.000,- ya bayarlah Rp. 4.000,- Jangan kurang, sopirnya bisa marah-marah, sedangkan jika dibayar Rp. 5.000,- sopir itu pasti akan mengembalikan Rp. 1.000,- Jika masakan garamnya kurang atau kelebihan, akibatnya masakannya kurang enak. Yang enak adalah jika garamnya cukup. Minum obat juga harus sesuai dengan anjuran dokter. Jika kurang penyakitnya tak sembuh-sembuh, jika lebih bisa tambah sakit. Harus pas dosisnya.

Cukupnya dosis kitab suci Taurat dengan Injil, seperti laki-laki dijodohkan dengan perempuan, kawin, melahirkan anak-anak. Itulah Al Qur'an yang merupakan anaknya Alkitab;

QS. 43:4    Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lohmahfuz) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

Fungsinya hanya menerangkan dan menjelaskan Alkitab saja, tidak lebih!

QS. 5:15   Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

QS. 44:2   Demi Kitab (Al Qur'an) yang menjelaskan,

QS. 46:9    Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".

Kesempurnaan Alkitab merupakan pedoman bagi Muhammad;

QS. 11:17   Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur'an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur'an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur'an itu. Sesungguhnya (Al Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

QS. 3:93    Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel (Yakub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar".

Orang yang benar bacaannya adalah Taurat[Alkitab].

QS. 2:62     Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Orang-orang Nasrani itu bukanlah kafir. Mereka itu derajatnya di atas kafir;

QS. 3:55    (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

Hasil gambar untuk gambar di atas ketinggian

Di atas orang kafir!

Tidak ada komentar: