Senin, 15 Mei 2017

MANUSIA BUKAN CAT

Kata orang, Bhineka Tunggal Ika itu seperti rumah atau lukisan atau bunga yang berwarna-warni. Tapi fakta membuktikan Bhineka masih belum bisa Tunggal Ika. Baik Bhineka Tunggal Ika-nya Indonesia, maupun Bhineka Tunggal Ika-nya dunia yang dijalankan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa. Sebab manusia itu bukan benda mati. Kecuali mayatnya habib Rizieq Shihab dengan mayatnya Ahok bisa rukun. Tapi selagi masih hidup jangan harap kedua orang itu bisa akur.

Dimulai dari dalam diri sendiri saja ada dua suara yang berbeda; yang satu menganjurkan kita mencuri, yang satunya mencegah kita melakukannya, maka timbullah peperangan dalam hati kita. Perbedaan pandangan kita dengan orangtua tentang pacar kita yang mereka tentang, bisa-bisa menyebabkan kita diusir dari rumah dan tidak diakui anak. Perbedaan pandangan antara kita dengan pasangan kita, yang konon kita cintai setengah matipun, bisa-bisa berakhir dengan perceraian. Perbedaan fans sepakbola antara Arema dengan Bonek tak jarang menciptakan kerusuhan.

Jadi, perbedaan pikiran itu tak pernah terjadi kebaikan, justru selalu menimbulkan pertikaian. Mulai dari perang mulut hingga perang nuklir, semuanya itu dimulai dari penyimpangan Adam dan Hawa di Taman Eden, sehingga manusia tidak lagi segambar dengan ELOHIM YAHWEH. Karena itu kita semua dipanggil ke dalam satu kandang;

Yoh. 10:16Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Hasil gambar untuk gambar bendera pbb

Tidak ada komentar: