Jumat, 26 Mei 2017

RAMADAN ADALAH PANAS YANG MENGHANGUSKAN

Kata "ramadan" dari kata: "ramida" yang artinya adalah panas yang menghanguskan atau kekeringan. Dan itu pasti tentang sesuatu yang luar biasa, bukan panas-panas biasa atau hangus-hangus biasa. Terbukti bulan ramadan adalah merupakan suatu bulan yang benar-benar luar biasa, yang melebihi sebelas bulan lainnya, di mana kaum Muslim melakukan puasa selama sebulan penuh.

Panas yang luar biasa tentu saja memberikan gambaran tentang suasana di neraka, di mana penduduknya adalah setan-setan dan orang-orang jahat, sehingga jika di bulan ramadan menjadi sebuah bulan yang mengerikan tidaklah mengherankan. Faktanya di bulan itu semua orang Muslim dirasuki roh keuangan. Semua orang dikejar-kejar akan kebutuhan biaya yang sangat besar di bulan ramadan, sebagian untuk biaya mudik, untuk dibagi-bagikan dan untuk menanggung kemahalan harga barang-barang kebutuhan.

Berpuasa belum tentu, tapi kebutuhan akan uang yang banyak sudah pasti. Mereka bingung mencari uang sehingga tidak jarang menabrak sana menabrak sini, menghalalkan segala cara. Mulai dari berutang hingga mencopet, mencuri, menipu bahkan merampok ikut mewarnai suasana ramadan, sehingga bulan ramadan dikenal sebagai bulan suci yang paling jahat melebihi bulan-bulan biasanya. Jika di sebelas bulan lainnya kejadian kejahatan berskala biasa-biasa saja, di bulan ramadan terjadi peningkatan drastis. Kaum buruh jauh-jauh hari sudah merancangkan demonstrasi besar-besaran jika perusahaan tidak mengeluarkan THR - Tunjangan Hari Raya. Pendek kata, THR adalah keharusan, sebuah bentuk pemaksaan dari asal mulanya merupakan "angpaw", tradisi orang-orang China ketika merayakan hari rayanya mereka membagi-bagikan angpaw kepada para karyawannya sebagai imbalan dari keuntungan yang diterimanya selama setahun. Semula adalah merupakan keikhlasan dari para taoke dan merupakan hak prerogatif mereka sebagai taoke. Tapi di tangan kaum Muslim itu dibalikkan menjadi sebuah keharusan dan dialihkan sebagai kekuasaan mereka sebagai buruh. Kaum Muslim sebagai golongan yang beragama bukannya membawa sesuatu ke jalan yang lebih baik, tapi justru menjerumuskan sesuatu yang baik menjadi jahat.

Bulan ramadan selain merasuki jiwa orang-orang untuk bernafsu keduniawian juga merupakan bulan untuk kesombongan, di mana kaum Muslim menyombongkan pakaiannya, sepatunya hingga mobil barunya. Fakta mencengangkan adalah korban kecelakaan selama bulan ramadan telah melebihi korban peperangan.

Pendek kata ramadannya Islam bukanlah Waisaknya Buddha, bukanlah Nyepinya Hindu, juga bukan Natalnya Roma Katolik. Ramadan adalah yang terbesar!

Hasil gambar untuk gambar api neraka

Tidak ada komentar: