Sabtu, 13 Mei 2017

TAHUN 2019 REVISI AL QUR'AN SELESAI

http://www.tabloidbongkar.com/2016/05/11/revisi-terjemahan-al-quran-menag-selesai-awal-tahun-2019/



Jakarta TabloidBongkar.com – Menteri Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, agar di akhir Tahun 2018 atau awal Tahun 2019 revisi terhadap terjemahan Al-Quran sudah selesai dan bisa dicetak dan dipakai untuk seluruh masyarakat Umat Islam Indonesia.
Menag sangat berharap kepada Tim Revisi Terjemah Al-Quran (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran) serta Badan Litbang Kemenag yang menemuinya saat melakukan audiensi di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).
Dikatakan Lukman, menterjemahkan Al-Quran supaya sesuai dengan bahasa dan situasi sekarang memang diakui bukan pekerjaan mudah, butuh ketekunan, ketelitian dalam melihat dan mencermati kata perkata, ayat per ayat.
“Bahkan hubungan antara satu ayat dengan ayat lainnya, baik itu dalam satu surat maupun dengan surat lainnya,” ujarnya.
Lukman pun mengatakan, banyak ayat dalam Al-Quran yang mempunyai makna dinamis dan mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi.
Setiap tahunnya, rata-rata, Al-Quran terjemahan dari Kemenag dicetak sekitar 4,5 juta eksemplar. Al-Quran mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sejak KH Saifuddin Zuhri menjadi Menteri Agama, tepatnya pada tahun 1965 dan sampai saat ini. Lanjutnya, itu berjalan terus dan mengalami revisi agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan bahasa, materi dan lain sebagainya.
Tim Revisi yang diwakili, KH Malik Madany akan berupaya menghadirkan terjemahan Al-Quran yang efektif dan efisien. Pasalnya, Al-Quran terjemahan dari Indonesia dipergunakan pula di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan lain sebagainya.
“Dari Juz 1 hingga 2, ada 27 kata/arti yang hendak dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia,” pungkas KH Malik.
Dalam audiensi tersebut, terlihat juga Staf Khusus Menag Hadi Rahman dan Aly Zawawi, dan dihadiri Kabalitbang dan Diklat, Abdurrahman Masud, serta Anggota Tim Revisi antara lain, KH A Malik Madany, Rosihan Anwar, Ahsin S, Muchlis Hanafi, Avdul Ghofur Maimun, Umi Husnul Khotimah, Zarkasi, Deny Hudaeny, Abdul Aziz Sidqi, Arum Ridiningsih, Imam Arif, Joni Syatri, Musaddad.

Tidak ada komentar: