Sabtu, 03 Juni 2017

AL QUR'AN TERJEMAHAN

Apakah Al Qur'an dan Terjemahannya? Mengapa memakai kata sambung: "dan?" Sebab yang disebut Al Qur'an adalah yang berbahasa atau bertulisan kaligrafi Arabnya. Jika kitab itu ditambahkan terjemahannya, maka perlu dituliskan: Al Qur'an "dan" Terjemahannya, supaya orang tahu bahwa Al Qur'an itu lengkap, ada bahasa aslinya dan ada bahasa terjemahannya.

Apakah terjemahan Al Qur'an diperlukan? Tergantung kita masing-masing. Jika kita tidak mau dianggap burung Beo, yang hanya bisa membaca tapi tak tahu artinya, maka terjemahan tidak diperlukan. Tapi jika kita merasa perlu tahu artinya supaya tidak tertipu seperti membeli kucing dalam karung, maka terjemahan sangat diperlukan. Bahkan bilamana perlu kita belajar bahasa Al Qur'an itu supaya bisa membaca, bisa menulis dan sekaligus tahu artinya, seperti orang mempelajari bahasa Inggris.



MEMBACA APAKAH MENGERTI?
http://bloghakekatku.blogspot.co.id/2017/05/membaca-apakah-mengerti.html

Hasil gambar untuk gambar burung beo


Tapi mengapa kebanyakan umat Muslim hanya sebatas bisa membaca saja, sedangkan jarang sekali yang tertarik untuk mempelajari isi Al Qur'an yang sesungguhnya? "Entahlah", mungkin karena banyak kalimat-kalimat kerasnya yang terlalu vulgar, banyak ayat kontradiksinya atau cenderung Kristen, sehingga para ulama tak terlalu menekankan umatnya untuk mengerti isi Al Qur'an. Justru dikatakan membaca saja tanpa mengerti isinya sudah mendapatkan pahala;

>> Qur'an sendiri artinya adalah bacaan.

QS. 73:20    karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an.

Tapi jangan lupa bahwa Al Qur'an juga disebut sebagai Al Furqaan, yang artinya pembeda antara yang benar dan yang batil. Nah, bagaimana kita tahu mana yang baik dengan mana yang tidak baik jika kita tidak tahu artinya? Karena itu terjemahan sangat-sangat kita perlukan! 
 

QS. 20:2   “KAMI tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.”
       



QS. 19:97   “Maka sesungguhnya telah KAMI mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu.”




QS. 43:3    “Sesungguhnya KAMI menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahaminya.”        


ALLAH maunya memudahkan dan supaya kita memahami. Karena itu Al Qur'an harus diterjemahkan ke dalam bahasa kita masing-masing; bahasa Jepang, bahasa Korea, bahasa China, India, Indonesia, bahkan ke bahasa Batak, Jawa, Sunda, dan lain-lainnya, bilamana perlu dan memungkinkan, seperti Alkitab.

Dengan adanya terjemahan Al Qur'an kita sudah tidak perlu kursus bahasa Al Qur'an lagi, sebab Al Qur'an sudah siap saji. Hanya masalahnya, konon terjemahan yang beredar sekarang ini terdapat 3.229 kesalahan terjemahan sehingga saat ini sedang dilakukan revisi;



Kemenag akhirnya mengakui kesalahan terjemah Al Qur’an

TAHUN 2019 REVISI AL QUR'AN SELESAI

3.229 Kesalahan Tarjamah Al-Quran Versi Kemenag RI


Dan menurut saya Al Qur'an dan Terjemahan yang ada sekarang ini, terlepas dari masalah kesalahan menterjemahkannya, isi terjemahan itu sendiri sudah tidak murni lagi menyuguhkan Firman ALLAH, sebab banyak diintervensi oleh pihak penerjemahnya. Tafsiran-tafsiran yang berupa ilmu menduga-duga yang sama sekali tidak bisa dijadikan pegangan kebenaran telah disisip-sisipkan ke dalam Firman ALLAH atau teks aslinya.

1. Memanipulasi Perkataan ALLAH;

QS. 5:68

Teks Latinnya:  

Qul yaa ahlal kitaabi lastum 'ala syai-in hatta tuqiimuuttauraata wal-injiila wamaa unzila ilaikum min rabbikum walayaziidanna katsiiran minhum maa unzila ilaika min rabbika thughyaanan wakufran falaa ta'sa 'alal qaumil kaafiriin(a)


Terjemahannya:


"Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu'. Sesungguhnya, apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabb-mu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu."


Permasalahannya:
Tidak ada kata-kata "Al Qur'an"-nya. Kata-kata itu merupakan tambahan yang sifatnya merusakkan Firman ALLAH, sekaligus memberikan isyarat bahwa terjemahan Al Qur'an itu secara keseluruhan tidak bisa dipercayai; "karena nila setitik rusak susu sebelanga".



QS. 24:11   “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga.”                        
 

2. Keterangan Tambahan dengan Tanda Kurung;

Hampir di setiap ayat kita dapati kata-kata yang berada dalam tanda kurung: (.......). Artinya, banyak sekali tambahan-tambahannya. Dan karena disisipkan di tengah-tengah perkataan ALLAH, maka orang yang tidak sadar akan beranggapan bahwa itu perkataan ALLAH juga.

Contohnya:

QS. 4:127   Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Qur'an (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya".

3. Keterangan Tambahan dengan Nomor;

Di antara perkataan ALLAH itu diberikan nomor yang keterangannya diberikan di bagian bawah halaman tersebut. Ini jelas merupakan upaya membelokkan pengertian, seperti menyetir mobil supaya mengikuti kehendak sang sopir. Sangat menganggu objektifitas Firman ALLAH.

Contohnya;

QS. 2:121    Orang-orang yang telah kami beri Al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya84, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.


Keterangan 84:  “Tidak merubah dan mentakwilkan Al Kitab sekehendak hatinya.”


4. Keterangan yang tidak benar alias menyesatkan;

QS. 5:117     Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

Masak "wafat" itu diartikan angkat? Ini jelas mengacaukan sekali! Merusakkan sebutan Al Qur'an sebagai kitab suci, sebab dengan intervensi-intervensi yang seperti itu maka kitab itu tidak suci lagi. Kitab itu mengandung racun yang menyesatkan sekali! Tidak original!

Sungguh, tidak ada artinya sama sekali jika kaligrafi Arabnya asli jika hasil terjemahannya seperti itu. Sama seperti nasi yang basi.

QS. 32:23   Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima (Al Qur'an itu) dan Kami jadikan Al Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israel.

Dalam satu ayat saja terdapat 4 tanda kurungnya. Dan lagi Alkitab atau Al Qur'an yang sedang diceritakan di ayat itu? Muhammad disuruh menerima Alkitab atau Al Qur'an? Mari kita buang tanda kurungnya biar jelas aslinya;

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab, maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima dan Kami jadikan Al Kitab itu petunjuk bagi Bani Israel." Sekarang saya buat versi saya: "Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab, maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima Alkitab itu dan Kami jadikan Al Kitab itu petunjuk bagi Bani Israel."

Nah, versi mana yang benar, yang cocok dengan ayat tersebut?

5. Keterangan yang tidak tegas;


QS. 37:1    “Demi [rombongan] yang bershaf-shaf dengan sebenarnya-benarnya1272.”




Keterangan No. 1272: “Yang dimaksud dengan rombongan yang bershaf-shaf  ialah para malaikat atau makhluk lain seperti burung.”


Burung atau malaikat? Masakan malaikat disejajarkan dengan burung?!

6. Firman ALLAH yang keliru;

QS. 19:28    Hai saudara perempuan Harun902, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

Ayat itu menerangkan Maria, ibunda ISA al MASIH itu sebagai saudara perempuan Harun yang hidup 1.500 tahun sebelum ISA al MASIH. Itu jelas sebuah Firman yang benar-benar keliru.



ISA KEPONAKAN HARUN
http://bloghakekatku.blogspot.co.id/2015/10/isa-keponakan-harun.html


QS. 12:99      “Yusuf merangkul ibu-bapaknya762.”



Keterangan No. 762 : Menerangkan bahwa yang dimaksud sebagai ibu Yusuf  adalah saudara perempuan ibunya [bibi].


Para penterjemah telah meralat Firman ALLAH yang keliru sebab di saat itu ibu kandung Yusuf sudah mati ketika melahirkan adiknya: Benyamin.

Kej. 35:18Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas--sebab ia mati kemudian--diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.

Di sini tampaknya para penterjemah mau menggunakan Alkitab sebagai referensinya.

7. Huruf Kaligrafi yang tebal dan besar;

Huruf kaligrafi yang tebal dan besar telah membuat Al Qur'an memakan 500 halaman. Coba bandingkan dengan huruf-huruf pada Alkitab, maka jumlah halaman Al Qur'an pasti bisa lebih dihemat.

8. Tiga macam tulisan;

Al Qur'an dan Terjemahan itu terdiri dari tiga macam tulisan, yaitu: Kaligrafi, Latin dan Bahasa Indonesianya. Coba seandainya seperti Alkitab yang hanya terjemahannya saja, bukankah Al Qur'an takkan setebal itu?

9. Tebal kertasnya;

Wouh, kertasnya tebal sekali! Coba bandingkan dengan kertas Alkitab.

10. Garis tepinya lebar-lebar;

Coba perhatikan garis tepinya; atas, bawah, kiri dan kanannya. Bandingkan dengan di Alkitab. Bukankah Al Qur'an seperti rumah di pedesaan yang memiliki halaman yang luas, yang berbeda dengan rumah-rumah di Jakarta yang semua tanahnya dipakai untuk bangunan?! Di desa harga tanah murah, di Jakarta harga tanah selangit.

11. Keterangan yang separuh halaman;

Coba jumlahkan keterangan nomor dengan keterangan dalam tanda kurungnya, bukankah untuk keterangan saja sudah memakan tempat separuh halaman, seperti pada halaman pertamanya; Surrah Al Fatihah?!

12. Kalimat yang diulang-ulang;

Di Al Qur'an banyak didapati kalimat yang sama persis dalam suatu ayat diulang lagi di ayat yang lainnya sehingga mengesankan kitab yang padat.



BUKTI ALQURAN STANDAR SAAT INI TERNYATA PALSU
http://bloghakekatku.blogspot.co.id/2013/09/bukti-alquran-standar-saat-ini-ternyata.html

Tidak ada komentar: