Rabu, 28 Juni 2017

PERSOALAN-PERSOALAN

1. PEKERJAAN MENGEMIS;

Mengemis itu artinya meminta-minta. Tidak punya sesuatu meminta supaya mempunyai sesuatu. Tidak punya uang meminta uang disertai gaya memelas, itulah mengemis. Bagaimana dengan anda ketika dalam keadaan menganggur tidak punya pekerjaan, tidakkah anda akan merengek-rengek dan mengemis pekerjaan?! Bagaimana dengan anda yang cintanya bertepuk sebelah tangan, tidakkah anda akan mengemis cinta?! Bagaimana dengan anda yang berdagang dan dagangan anda tidak laku, tidakkah anda mengharap-harapkan belas kasihan orang agar membeli dagangan anda? Bagaimana dengan anda yang berdoa kepada ALLAH meminta rejeki, tidakkah anda sedang mengemis pada ALLAH?! Bagaimana jika di tengah jalan anda kecelakaan atau mobil anda mogok, tidakkah anda akan mengemis pertolongan?! Bagaimana dengan para kontraktor atau pengusaha yang mengharapkan order dari pemerintah, tidakkah mereka itu akan mengemis-ngemis proyek pada pejabat?! Bagaimana dengan anda yang sedang menghadapi vonis pengadilan, tidakkah anda akan mengemis-ngemis pengampunan dari polisi, jaksa dan hakim?! Bagaimana jika anda sedang krisis uang lalu hendak berutang pada seseorang, tidakkah anda akan berlaku seperti pengemis?! Bagaimana jika ketika ditagih utang tidak bisa membayarnya, tidakkah anda akan merengek-rengek belas kasihan?!

Wouh, ternyata semua orang kedapatan adalah pengemis, ya?! Bagaimana pula dengan mesjid yang meminta sumbangan di jalan-jalan atau pendeta di gereja yang mengedarkan kantong kolekte? Tidakkah kantong kolekte itu kayak kantong permen Kopiko yang biasa dipakai oleh para pengamen untuk menampung pemberian orang?! Jika pengemis menerima uang recehan Rp. 500,--an, apakah tidak boleh orang memasukkan uang recehan ke kantong kolekte atau ke kotak amal?! Jika pendeta menerima uang besar Rp. 50.000,--an, apakah tidak boleh orang memberi pengemis Rp. 50.000,--an?!

Pendeta = pengemis?!

Hasil gambar untuk gambar kantong kolekte
2. MENGGANGGU KENYAMANAN;

Pengemis itu mengganggu kenyamanan orang. Okey! Rasanya hanya orang mati yang bebas dari gangguan. Sebab luputnya anda diganggu pengemis, anda akan diganggu pencuri. Luputnya diganggu pencuri, anda akan diganggu pencopet. Luputnya diganggu pencopet, anda akan diganggu perampok. Luputnya diganggu perampok, anda akan diganggu teroris bom. Luputnya teroris bom adalah penipuan. Luputnya ditipu orang, anda dijalanan dicegat polisi lalu ditilang. Luputnya kena tilang, anda ditangkap polisi karena suatu kasus. Luputnya ditangkap polisi, saudara kandung anda membuat masalah yang memusingkan kepala. Luputnya saudara kandung mungkin orangtua atau tetangga atau teman dekat yang membuat masalah. Luputnya masalah dengan orang, masalah perekonomian mengganggu ketenangan anda. Luputnya masalah ekonomi, tiba-tiba perusahaan mem-PHK anda. Luputnya kena PHK, penyakit menghinggapi anda hingga menghabiskan kekayaan anda. Luputnya kena penyakit, rumah anda digusur oleh gubernur Ahok. Luputnya kena gusur, Ahok kini masuk penjara kena masalah Al Maidah 51. Luputnya kena Al Maidah 51, habib Rizieq Shihab dipusingkan masalah kasus pornonya.

Bagaimana dengan ELOHIM YAHWEH yang mengganggu kenyamanan Musa ketika sudah nyaman hidupnya sebagai gembala kambing, tiba-tiba dikasih tugas melepaskan bangsa Israel dari Mesir? Bagaimana dengan Yunus yang mendadak diperintahkan menyerukan pertobatan ke kota Niniwe? Bagaimana dengan Paulus yang sudah nyaman sebagai orang Farisi, tiba-tiba dihadang perjalanannya oleh TUHAN dan dijadikan rasul yang menderita kepanasan, kedinginan, badai, kelaparan bahkan ancaman pembunuhan?! Bagaimana dengan setiap orang Kristen yang menerima amanah untuk menjadi garam dan terang dunia?!

Yah, hanya orang mati saja yang bisa Rest in Peace. Karena itu jangan berpikir jika sudah dikelilingi pagar tembok, dijaga Satpam dan dijamin dengan setumpuk uang, maka hidup anda sudah usai dari gangguan. Sebab Davidson Tantono luputnya mati di rumah, ditembak perampok di jalanan. Atau, Dodi Triono yang luputnya mati di jalanan, rumahnya di Pulomas dikunjungi perampok sadis yang menewaskan 6 jiwa. Ahok, kini harus rela melepaskan istrinya yang cantik, anak-anaknya dan segala harta bendanya. Habib Rizieq, kini harus deg-degan jantungnya setiap hari karena statusnya buronan polisi, sekalipun banyak uang, banyak pengacara dan banyak umat.

Jadi, anda bisa berharap memilih manakah gangguan yang menurut anda paling ringan? Pencuri, penipu, perampok, penyakit atau pengemis?!

3. PENGEMIS ITU PEMALAS;

Siapa bilang pengemis itu pemalas? Dia itu melakukan perjalanan dari pintu ke pintu, bukannya tidur-tiduran. Dia mengeluarkan keringat dalam usahanya mencari uang. Bandingkan dengan orang-orang pengangguran yang tongkrongan di warung-warung. Nggak punya pekerjaan, nggak punya uang, tapi nggak melakukan kegiatan apa-apa selain nongkrong, ngobrol, minta kopi dan rokok temannya, sambil menjaga keamanan kampung secara gratisan. Kalau ada pencuri barulah dia bekerja, yaitu menghajar habis pencuri itu. Tapi apa yang dia dapatkan? Gratisan!

Nah, berapa banyak pengangguran yang macam itu di kampung-kampung?! Macam lainnya adalah anak-anak orang kaya yang setelah lulus sekolah, menganggur, kerjanya main game online di warnet, kebut-kebutan, gonta-ganti pacar, menikmati narkoba, mabuk-mabukan?! Atau, pegawai-pegawai toko maupun kantoran yang usahanya sedang lesu, tidakkah mereka kerjanya hanya tidur-tiduran dan duduk-dudukan saja?! Atau, pegawai-pegawai negeri, polisi dan tentara, apakah semuanya disibukkan dengan pekerjaannya? Bagaimana dengan boss-boss atau taoke-taoke, memangnya apakah kesibukan mereka?!

Sales atau pedagang-pedagang keliling mungkin merupakan orang-orang yang paling sibuk, sebab mereka harus menjajakan dagangannya. Keringat mereka bercucuran, tapi berapakah uang yang mereka hasilkan?! Kasihan sekali! Kerja banyak jika hasilnya sedikit atau bahkan minus, bukan?!

Jadi, tolong definisikan yang benar yang pemalas atau yang rajin bekerja itu yang seperti apa? Kerja keras tak menghasilkan apa-apa, atau tak menghasilkan apa-apa berdiam diri saja?! Manakah yang lebih baik dibandingkan dengan pengemis?!

Kalau mengemis bukan termasuk bekerja, maka apakah definisinya bekerja itu? Bukankah suatu usaha untuk menafkahi hidup?! Bukankah uangnya yang dipentingkan? Yang penting dapat uang, bukan?! Entah nemu uang di tengah jalan, entah hasil menipu, mencopet, maling ataupun korupsi yang penting duitnya bisa untuk makan, bukan?! Perkara suatu pekerjaan itu halal atau berdosa, itu 'kan urusannya dengan TUHAN, bukan dengan manusia?!

Kalau soal dosa, manakah yang berdosa antara orang miskin yang mengemis dengan orang kaya yang tidak memberi sedekah? Justru orang yang kikir itulah yang berdosa! Mengemis itu haknya fakir miskin, sedangkan bersedekah itu kewajiban yang harus dilakukan oleh orang yang kaya. Jadi, orang miskin meminta itu merupakan haknya, dia sedang mengingatkan pada orang kaya tentang kewajiban keagamaannya.

Mazmur 37:25    Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

Raja Daud bermazmur, bahwa orang benar takkan sampai menjadi pengemis. Jangan lupa itu adalah sebuah mazmur, artinya puji-pujian tentang ALLAH, merupakan sebuah filosofi atau konsep, seperti halnya orang berkata: orang baik akan dibalas dengan kebaikan, orang jahat akan dibalas dengan kejahatan. Itu adalah sebuah filosofi atau konsep, sedangkan kenyataannya Ayub yang saleh harta bendanya dihabisi iblis atas persetujuan ALLAH. Nyatanya kita berkata bahwa orang jahat itu lebih panjang umurnya daripada orang baik. Jadi, itu bukan sebuah kebenaran!

Maleakhi 3:10   Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Benarkah bahwa jika kita membayar persepuluhan maka langit akan terbuka dan terjadi hujan uang? Tapi apakah ALLAH tidak akan memberikan upah kebenaran atas kebenaran kita?! Jadi, sekalipun bukan tentang langit yang terbuka lalu terjadi hujan uang, tapi itu adalah tentang janji ALLAH bahwa ALLAH akan membalas kebenaran kita dengan upah kebenaran yang terbaik, bukan?!

2Tesalonika 3:10   Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Apakah rasul Paulus sedang membahas pengemis? Bukan! Tapi sedang membahas para pengangguran sebagaimana yang saya tuliskan di atas, yaitu tentang orang-orang yang kerjanya nongkrong di warung yang kerjanya membicarakan kejelekan tetangganya;

2Tesalonika 11    Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.

Pekerjaan apakah yang ELOHIM YESHUA anjurkan?

Yohanes 6:27     Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

ELOHIM YESHUA justru mencela orang-orang yang memburu jabatan dan kekayaan duniawi, contohnya: Jokowi, Ahok, Prabowo yang memburu jabatan dan para konglomerat yang menghabiskan hari-hari hidupnya untuk menumpuk kekayaan. Alkitab tak pernah mencela pekerjaan mengemis.

Tak ada ayat yang secara jelas dan terang berkata: "Jangan mengemis!" Tapi ayat yang jelas dan terang itu berkata: "Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan berdusta", dan lain-lainnya. Bukankah justru ayat-ayat yang terang dan jelas itu yang saat ini merupakan penyakit masyarakat? Mengapa mengemis yang disebut penyakit masyarakat - Pekat?! Ini sebuah penjungkirbalikkan kebenaran!

4. SEKAMPUNG PENGEMIS;

Di beberapa desa ada yang sekampung orang-orangnya pekerjaannya mengemis. Rumahnya bagus-bagus, ketika keluar rumah berpakaian necis, tapi ketika di jalanan berpakaian gembel.

Jangan lupa ada yang sekota kabupaten yang masyarakatnya adalah perampok dan bajak laut, seperti kota Kayu Agung, Sekayu dan Lahat, di Sumatera Selatan. Jangan lupa ada yang se-korp, yaitu kepolisian yang kebanyakannya adalah tukang pungli atau pegawai negeri yang kita kenal sebagai tukang korupsi.

Lebih banyak mana, lebih luas mana, dan lebih jahat mana?!

5. BERPURA-PURA;

Kaya tapi berpenampilan gembel. Bagaimana dengan penipu yang berpenampilan necis? Jika pengemis palsu, berapa banyak uang anda yang dirugikannya? Saya yakin nggak sampai Rp. 100.000,- Tapi penipu yang berpenampilan necis bisa merugikan anda ratusan juta hingga milyaran.

Setya Novanto, ketua umum partai Golkar disebut-sebut menerima bancakan e-KTP sebanyak Rp. 574 milyar. Gila, nggak?! SBY, mantan presiden kita yang gagah dan ganteng, konon terbelit kasus BLBI sebesar Rp. 114,5 trilyun. Lebih gila lagi, nggak?!

Ganteng-ganteng serigala?!

6. PENGHASILANNYA BESAR;

Ada pengemis yang penghasilannya bisa mencapai Rp. 500.000,- sehari. Apakah semua pengemis berpenghasilan segitu?! Memang ada pengemis yang saya tahu setiap hari makan roti bakar coklat keju. Tapi yang lebih sering saya lihat adalah yang makan nasi oyen, yaitu nasi sisa makan orang.

Seorang pemulung berkisah kepada saya, dulunya dia punya gerobak untuk memulung. Ketika dirinya ditangkap Satpol PP, orangnya ditangkap dan ditahan 3 bulan sedangkan gerobaknya ditinggalkan begitu saja, sehingga hilanglah gerobak yang merupakan kekayaannya itu. Seorang ibu warung nasi bebek Madura, berkisah, ketika ada razia Satpol PP, rombongnya senilai 5 jutaan dengan dagangannya senilai 4 jutaan diambil Satpol PP, sehingga total 9 jutaan! Apakah itu jumlah yang kecil?!

Kata menteri dalam negeri; Tjahyo Kumolo tentang Satpol PP: "Bahwa dalam melaksanakan instruksi kepala daerah atau melaksanakan peraturan daerah harus bersikap simpatik, mengedepankan penyuluhan, tidak over acting, dan menimbulkan tidak simpatiknya masyarakat kepada pemerintahan baik pusat maupun daerah," tulis Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/6/2016).

Pejabat yang sudah kayaraya, pegawai negeri dan polisi yang bergaji besar saja masih korupsi besar-besaran. Tapi mengapa orang-orang miskin yang karena kelaparan melakukan kejahatan justru yang disorot besar-besaran?! Salah fokus!

7. PANCASILA DAN UUD 1945;

Baik Pancasila maupun UUD 1945 tak ada yang mempermasalahkan pengemis. Justru pengemis yang termasuk fakir miskin diamanahkan untuk diperhatikan oleh pemerintah. Tapi mengapa pemerintahan di zaman ini justru mati-matian memusuhi fakir miskin?! Tidakkah ini merupakan penyelewengan pemerintah terhadap Pancasila dan UUD 1945 yang seharusnya diusut tuntas oleh DPR dan MPR?

Mengapa maling ayam yang melanggar KUH Pidana diadili sedangkan presiden yang melanggar Pancasila dan UUD 1945 tidak pernah diadili?!

Tidak ada komentar: