Selasa, 18 Juli 2017

MEMBUNUH TUBUH DENGAN MEMBUNUH PIKIRAN

Rumus manusia menjadi makhluk yang hidup itu: Tubuh + Roh = Jiwa, sedangkan rumus manusia yang mati, sebaliknya: Jiwa - Roh = Tubuh.

Kejadian 2:7ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Tubuh dikasih roh, dikasih napas hidup(Oksigen), maka berdetaklah jantung. Jantung memompa darah ke otak, timbullah kesadaran. Sadar artinya akal pikirannya bekerja. Lawan katanya adalah tidur, yaitu ketika akal pikirannya beristirahat. Jadi, yang dimaksud dengan jiwa adalah akal pikiran atau pemikiran kita. Di sinilah manusia dibedakan antara satu dengan yang lainnya, sebab karakter atau pemikiran orang yang berbeda-beda.

Antara anda dengan saya, ada 2 hal yang membedakannya;

1. Rupa/wajah; menunjuk pada tubuh/jasmani/fisik, suatu alam yang kelihatan.

2. Jiwa/karakter/pemikiran; menunjuk pada roh/rohaniah, suatu alam yang tak kelihatan.

Abaikanlah ajaran takhyul yang mengatakan roh sebagai sesuatu yang bergentayangan, sebab roh yang dimaksud di sini adalah tentang napas hidup atau bahasa ilmiahnya: Oksigen(O2). Roh di sini tak bisa apa-apa selain dari memberikan daya hidup, seperti baterai yang dimasukkan ke mesin jam, membuat mesin jam itu mulai berputar. Berputarnya mesin jam itulah yang merupakan detak kehidupan kita.

Jika Kejadian 2:7 berbicara tentang proses manusia menjadi hidup, ayat di bawah ini menerangkan bagaimana proses manusia mati;

Kej. 35:18Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas--sebab ia mati kemudian--diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.

Yang pertama ELOHIM YAHWEH menghembuskan nafas, memasukkan nafas ke Adam, yang kedua Rahel, istri Yakub mengeluarkan nafas untuk mati. Artinya nafas yang terakhir, bukan tentang roh-roh yang bergentayangan. Jadi, kematian itu seperti jam yang dicabut baterainya, mesinnya berhenti berputar.

Tentang tubuh dan jiwa itu ELOHIM YESHUA menerangkan;

Mat. 10:28Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Orang bisa membunuh tubuh tapi tak berkuasa membunuh jiwa. Jiwa atau pikiran kita inilah kelak yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh TUHAN. Seperti apa jiwa atau pikiran atau yang biasa disebut dengan iman kita itulah yang menentukan nasib kita kelak. ELOHIM YAHWEH melihat jiwa kita, bukan melihat tubuh kita. Seganteng atau secantik apapun kita itu tak mempengaruhi keselamatan kita.

1Sa. 16:7Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Sebagai penginjil yang berinteraksi dengan kalangan Muslim, tentu saja saya sering menghadapi ancaman pembunuhan, baik secara langsung maupun melalui media internet. Kata mereka: "Darah Rudyanto, halal!" Mereka pikir dengan membunuh saya, maka ajaran saya akan selesai. Tentu saja mereka salah pikir. Sebab ajaran saya yang saya sampaikan ke forum umum telah membuat jiwa saya berlipat ganda. Setiap orang yang menerima ajaran saya adalah penjelmaan saya, seperti konsepnya "copypaste", mati satu tumbuh seribu. Saya boleh mati tapi jiwa saya masih bergentayangan di antara masyarakat. Dan itu akan berganda jika orang membagi-bagikannya ke orang lainnya lagi. Jiwa saya menjadi beranak cucu selama-lamanya.

Soekarno boleh mati, tapi ajaran Marhaenismenya hingga kini masih dihidupkan banyak orang di negeri ini. Jadi, membunuh tubuh belum tentu membunuh jiwa. Tapi jika kita membunuh jiwa, maka selesailah ajaran itu. Kita patah-patahkan dalil atau argumentasi orang, maka ajaran itu sudah tak mungkin diikuti orang, sudah tak laku lagi. Melalui forum diskusi kita habisi ajarannya.

Demikian pula dengan drama perseteruan Ahok dengan habib Rizieq Shihab. Habib Rizieq Shihab memang berhasil memenjarakan Ahok, tapi nama Ahok masih tetap harum semerbak, masih didukung banyak orang, sebab citra dirinya bersih. Di dalam penjara ada satu Ahok, tapi di luar penjara ada ribuan Ahok. Berbeda dengan kasus chat porno habib Rizieq Shihab. Jika tuduhan polisi itu benar, maka logikanya habislah kariernya sebagai ulama, sebab yang hancur adalah reputasinya. Logisnya dia akan ditinggalkan oleh umatnya dan takkan ada lagi yang mempercayai dakwahnya.

Hasil gambar untuk gambar ahok dengan habib rizieq

Posting Komentar