Kamis, 10 Agustus 2017

AKIBAT NAJWA SHIHAB TIDAK BERTANYA PADA SAYA

Hasil gambar untuk gambar mata najwa

Najwa Shihab, jurnalis Metro TV, yang mengelolah program siaran "Mata Najwa" akhirnya harus mengakhiri kariernya di Metro TV yang dia kelolah sejak tahun 2009, setelah terakhir melakukan wawancara ekslusif dengan Novel Baswedan, penyidik KPK yang kena siraman asam solpat. Itulah akibatnya kalau tidak minta nasehat saya lebih dulu. Sebab seandainya Najwa Shihab bertanya ke saya lebih dahulu, pasti akan saya beritahu rambu-rambunya, mana yang halal dengan mana yang diharamkan.

Yah, Najwa Shihab perlu tahu bahwa kasus penyiraman air keras ini masalah yang sangat sensitif sekali bagi pemerintah, khususnya pemerintahan Jokowi. Itu menyangkut kalangan "tuhan" yang memusingkan kepala para petinggi negeri ini. Pemilik Metro TV-nya; Surya Paloh, pendukung beratnya Jokowi. Sementara itu pelaku penyiramannya adalah mantan ajudannya mbak Mega, sementara mbak Mega sendiri benci sekali dengan yang namanya KPK, sebab mengancam kasus BLBI-nya. Padahal mbak Mega adalah mbakyunya Jokowi.

Ada 2 mantan presiden yang terancam oleh keberadaan KPK, dan keduanya adalah sama-sama ketua partainya, yaitu mbak Mega dengan PDIP-nya dan SBY dengan partai Demokratnya. Itu sebabnya Jokowi tak bisa berbuat apa-apa ketika KPK ditelanjangi oleh Pansus Angket DPR, sekalipun ia seorang presiden yang sedang menjabat. Jokowi hanya bisa plongah-plongoh saja, kayak orang blo'on. Lebih-lebih ketua DPR-nya; Setya Novanto, yang sekaligus ketua partai Golkar yang menjadi pendukung pemerintahan Jokowi sudah ditembak tersangka oleh KPK. Jokowi terkepung, banyak bingungnya. Jokowi harus berani memilih antara kehilangan dukungan rakyatnya atau kehilangan dukungan formalnya? Jangan banyak minum obat Paramex!



Mata Najwa: Eksklusif Bersama Novel Baswedan (1)

Mata Najwa: Eksklusif Bersama Novel Baswedan (2)

Mata Najwa: Eksklusif Bersama Novel Baswedan (3)

Mata Najwa: Eksklusif Bersama Novel Baswedan (4)

Mata Najwa: Eksklusif Bersama Novel Baswedan (5)

Mata Najwa: Eksklusif Bersama Novel Baswedan (6)

Mata Najwa: Eksklusif Bersama Novel Baswedan (7)

Mata Najwa berhenti tayang, Najwa Shihab mundur dari Metro TV

https://www.brilio.net/sosok/mata-najwa-berhenti-tayang-najwa-shihab-mundur-dari-metro-tv-170808g.html

Brilio.net - Program Mata Najwa yang di moderatori Najwa Shihab cukup diminati oleh pemirsa televisi. Bahkan menurut riset yang dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) pada tahun 2015, Mata Najwa menduduki peringkat kedua kategori acara talkshow dengan pemirsa tertinggi. Bahkan saking terkenalnya program televisi ini, terbitlah buku berjudul Catatan Najwa.
Namun, tiba-tiba beredar kabar mengejutkan bahwa Mata Najwa tidak lagi tayang di Metro TV. Ada apa ya?
Najwa Shihab melalui akun Instagramnya @najwashihab dikutip brilio.net, Selasa (8/8), mengunggah sebuah surat ke publik. Isi surat tersebut ialah memoar perjalanan program Mata Najwa. Najwa Shihab juga menuliskan bahwa episode Mata Najwa yang membahas Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disiram air keras oleh orang tak dikenal menjadi episode terakhir. Dalam surat itu juga dituliskan rasa terima kasih kepada Metro TV dan rasa syukur telah mendapat pengalaman bekerja sebagai jurnalis.


Pernyataan ini tentu mengagetkan netizen. Padahal selama ini Mata Najwa cukup menarik simpati masyarakat dengan diundanganya politisi dan tokoh penting sebagai narasumber. Tak hanya itu, isu yang sedang panas di Indonesia, khususnya isu politik dibahas juga dalam program televisi ini. Contoh isu tersebut antara lain masalah Novel Baswedan, kasus penistaan agama yang menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, hingga kasus hak angket KPK.

Selamat datang di Mata Najwa, saya Najwa Shihab tuan rumah .

Lebih 100 hari penyidik KPK Novel Baswedan dianiaya, apa kabar perkembangan penyidikannya.

Telah 6 kali Novel Baswedan diserang, jelas sekali kiprahnya membuat koruptor berang.

Mereka yang ngotot Novel Baswedan celaka, telah menganggap kerja KPK sebagai berbahaya.

Siraman air keras adalah teror sebenarnya, kekerasan brutal dengan motif dan pesan petaka.

Perjalanan penyidikan kasus berjalan gamang, terindikasi pelaku dilepas tak cukup bukti dianggap sebagai penghalang.

Siraman air keras kepada wajah Novel Baswedan senyatanya, adalah siraman dan serangan kepada kita semua.

Inilah , Ekslusif Bersama Novel Baswedan

"Apapun yg terjadi, saya selalu merasa bahwa diri saya baik2 saja," Novel Baswedan

"Kondisi mata saya sdg dlm pengobatan, terutama mata kiri saya yg perlu proses lebih panjang," Novel Baswedan

"Mata kanan saya bisa melihat tapi berkabut. Mata kiri saya kalau utk melihat seperti melihat bayangan," Novel Baswedan

"Sementara ini saya rawat jalan, harapannya bisa mempercepat pertumbuhan kulit kornea," Novel Baswedan

"Penyerangan air keras yg saya alami menyebabkan 95%-97% kornea di mata kiri saya terbakar," Novel Baswedan

"Di mata kiri efeknya sampai ke dalam, beberapa bagian dr mata kiri itu mati," Novel Baswedan

"Apabila mata kiri yg bagian mati tdk bisa recovery,dokter akn operasi supaya darah dan oksigen sampai ke kornea,"Novel Baswedan

"Skrg yg dilakukan menunggu, sambil melakukan pengobatan sendiri dg cr tetes mata & obat minum," Novel Baswedan

"(aktivitas yg dilakukan) Saya harus terus bergerak, yg paling efektif ialah jalan ke masjid," Novel Baswedan

"Ada dari keluarga dan KPK yg menemani saya. Pihak KBRI juga bantu memantau, memfasilitasi kebutuhan saya," Novel Baswedan

menayangkan grafis kronologi kasus penyiraman Novel Baswedan.

“Bbrapa hari sblumnya, saya mrasa sudah sering diikuti, biasanya saya selalu waspada,” Novel Baswedan.

“Pada hari kejadian, saya berpikir positif (krg waspada), ternyata mereka menyiram cairan ke mata saya,” Novel Baswedan.

“Cairan itu, dlm satu dua detik terasa panas, dan mnurut pngalaman, harus disiram dgn air yg bnyk,” Novel Baswedan.

“Krn mrasa kulit terbakar, saya memejamkan mata, dan berlari mencari air, dan saya malah membentur pohon,” Novel Baswedan.

“Saya lgsung teriak, dan tetangga saya dtg dan alhamdulilah mereka bergerak scr cpat membantu saya,” Novel Baswedan.


Tidak ada komentar: