Rabu, 02 Agustus 2017

ANDA PASTI TERBELALAK DAN TERKEJUT

Tahukah anda, bahwa Budi Waseso dilantik sebagai kepala BNN itu pada tanggal 8 September 2015, sedangkan Budi Gunawan dilantik sebagai kepala BIN itu pada tanggal 9 September 2016. Tanggalnya Budi Waseso dinaikkan 1 adalah tanggalnya Budi Gunawan, sedangkan tahunnya Budi Waseso dinaikkan 1 adalah tahunnya Budi Gunawan. Apa artinya? Bahwa Budi Gunawan itu guru dan atasannya Budi Waseso.

>> Budi Waseso: 8-9-(2015) > 898

>> Budi Gunawan: 9-9-(2016) > 999

Selisih pelantikan mereka setahun, dalam bulan yang sama. Adakah presiden Jokowi sengaja begitu, atau secara kebetulan? Saya yakin itu secara kebetulan, tanpa disadari oleh Jokowi.

Dan tahukah anda bahwa Budi Gunawan itu besannya Budi Waseso? Sama-sama Budi-nya, sama-sama berasal dari Jawa Tengahnya(BG dari Solo, sedangkan BW dari Pati), sama-sama bulan pelantikannya, sama-sama menjabat kepalanya, sama-sama besanannya, dan sama-sama dianggap penyakitnya POLRI oleh Oegroseno, mantan Wakapolri?

Yah, mungkin inilah cara TUHAN menyibakkan kebenaran di negeri yang sudah gelap gulita ini. Di saat hukum tak lagi berguna, maka TUHAN-pun tak melalui jalur hukum.

Oegroseno: Budi Gunawan dan Budi Waseso Penyakit Polri, Pecat Saja!

http://news.detik.com/berita/2812568/oegroseno-budi-gunawan-dan-budi-waseso-penyakit-polri-pecat-saja

Jakarta - Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno menilai penangkapan dan penetapan tersangka terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri cacat hukum. Oegroseno menyarankan sebaiknya Kabareskrim Irjen (Pol) Budi Waseso plus calon Kapolri Komjen (Pol) Budi Gunawan dinonaktifkan saja.

"Ini sudah melanggar etika. Nah makanya penyakitnya ada di dua, pertama di Budi Gunawan dan di Budi Waseso. Sudahlah, di non-aktifkan saja itu, aman sudah," kata Oegroseno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Oegroseno menyoroti adanya pelanggaran etika dalam penangkapan Bambang. "Kalau saya masih aktif, saya usulkan pecat saja dia (Kabareskrim -red)," katanya. Apalagi Bambang dicokok oleh polisi saat sedang bersama putrinya yang bernama Izzat (20).

"Ya semua, kalau sudah cacat hukum. Salah tulis nama saja cacat, nggak sah. Jadi masyarakat supaya tahu, nggak dikasih abu-abu lagi. Kalau sesuai prosedur, apakah polisi bisa menangkap seseorang dengan anaknya dibawa seperti itu? Prosedur yang mana?‎ Polisi kan punya intelijen misalnya, 'Oh rumahnya di sana.' Ya datangi saja rumahnya," ujar Oegroseno.

Alasan penahanan Bambang juga dinilainya tak memenuhi syarat. Seseorang ditahan karena berpotensi mempersulit penyidikan, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya. Dan syarat itu tak ada dalam peristiwa penahanan Bambang.

"Makanya dari dulu saya sarankan, kalau bisa tersangka itu tidak usah di-BAP. Tersangka berhak diam dan bisa menggunakan haknya untuk berbicara di pengadilan. Selama ini KUHAP mengharuskan tersangka di-BAP, ya disitulah terjadinya pelanggaran-pelanggaran HAM. Kalau di Amerika Serikat kelakuan polisi kayak begini sudah dipecat dari kemarin, cukup gubernur yang mecatnya. Masa disini Pak Ahok yang mecat?" tutur Oegroseno.

Budi Waseso Blakblakan: Akan Besanan dengan Budi Gunawan

https://m.tempo.co/read/news/2015/12/18/078729016/budi-waseso-blakblakan-akan-besanan-dengan-budi-gunawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Narkotika Komisaris Jenderal Budi Waseso buka-bukaan soal kedekatannya dengan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Dalam wawancara dengan Tempo pada Kamis, 10 Desember 2015, Budi tak membantah jika mereka berduanya rencananya akan menjadi besan.

“Kami sering kumpul-kumpul, misalnya dengan angkatan. Apalagi ketika saya di Lemdikpol (Lembaga Pendidikan Polri), sering ada kumpul-kumpul bersama,” ujarnya.

Anak-anak dan keluarga sering kami ajak, misalnya kumpul-kumpul kalau ada kegiatan di Puncak. Kalau di antara anak-anak kami ada yang taksir-taksiran, emang tidak boleh? Soal nanti jadi atau tidak, itu bukan urusan kami,” kata Budi Waseso.

Kedekatan kedua perwira itu memang sudah terjalin sejak lama. Dia mengaku pernah menjadi anak buah Budi Gunawan saat di Divisi Profesi dan Pengamanan. Dia mengaku tak mau hubungan anaknya itu dikaitkan dengan persoalan kenapa dia seolah membela Budi Gunawan saat kasus rekening gendut yang berakhir dengan panasnya hubungan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan kepolisian.


Hasil gambar untuk gambar orang kaget
Posting Komentar