Sabtu, 12 Agustus 2017

MYPUTU - KEJADIAN 2

Kejadian
2:1Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --

Selesai? Ya, berhenti. Sabat artinya adalah berhenti atau beristirahat. Kapan berhentinya? Di hari yang ketujuh. Hari ketujuh itulah Sabtu. Jadi, Sabat artinya berhenti, sedangkan Sabtu artinya hari yang ketujuh.

Di dunia ini ada banyak allah. Allah artinya adalah sesuatu yang disembah. Tapi kita menyembah pada ALLAH atau ELOHIM yang Pencipta, yaitu yang mempunyai hari perhentian sebagai bukti bahwa DIA-lah SANG PENCIPTA. Karena itu ALLAH atau ELOHIM kita berkaitan dengan hari Sabat.

Namanya Pencipta, ya harus mempunyai ciptaan. Sama seperti namanya pelukis ya harus mempunyai lukisan, tukang bangunan ya harus mempunyai bukti rumah yang dibangunnya. Kalau ada pelukis yang tidak mempunyai lukisan, itu namanya pelukis palsu, bohong! Kalau ada tukang bangunan yang tidak bisa menunjukkan rumah yang telah dibangunnya, itu adalah tukang bohong.

Itu sebabnya ELOHIM YAHWEH sangat keras mendidik bangsa Israel masalah hari Sabat. Siapa yang melakukan pekerjaan di hari Sabat langsung dibunuh oleh TUHAN. Sebab hari Sabat merupakan identitas atau tanda khas ELOHIM YAHWEH, yang membedakan dari allah-allah yang lainnya. Dan hari Sabat itu dikenakan kepada umat ELOHIM YAHWEH, sebagai tanda persekutuan;

Seperti langkah-langkah berbaris; 1, 2, 3, 4, 5, 6, berhenti! 1, 2, 3, 4, 5, 6, berhenti! Begitulah 7 hari itu diputar-putar terus hingga menjadi bulan, tahun dan abad.

Hukum hari Sabat dimasukkan ke dalam 10 Hukum ELOHIM YAHWEH sebagai hukum yang keempat;

Keluaran
20:8Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Hari Sabat adalah milik TUHAN;

Kel. 31:13"Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.

Ibrani
4:9Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
4:10Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Yang disebut hari Sabat adalah hari yang ketujuh; Sabtu, bukan hari-hari yang lainnya. Minggu, Senen, Selasa, Rabu, Kamis dan Jum'at bukanlah hari Sabat.

Seperti apakah berhenti bekerja di hari Sabtu itu? Apakah cuma tidak pergi ke kantor, tidak masuk sekolah, tidak membuka toko, tidak membuka warung?

Yes. 58:13Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,

Tidak melakukan urusanmu, itulah perhentian Sabat namanya. Apa saja urusan kita? Belanja ke pasar, berjalan ke mall-mall, mencuci pakaian, seterika, memasak, dan lain-lainnya. Termasuk membezuk orang sakit ke rumahsakit. Jika acara membezuk itu bisa ditunda di hari lainnya, ya tundalah. Tapi jika itu penting, ya harus dilakukan, sebab mengasihi sesama itu penting, bahkan lebih penting daripada hari Sabat.

Mencari uangpun begitu. Jika tidak bekerja tidak bisa mendapatkan uang, ya bekerjalah sekalipun itu hari Sabat. Jangan sampai karena hari Sabat kita kelaparan. Tapi kalau penghasilan kita mencukupi untuk berhenti Sabat, ya berhentilah. Nah, jika kita terpaksa harus bekerja di hari Sabat, acara-acara seperti berbelanja, mencuci pakaian, memasak, dan lain-lainnya jangan dilakukan, sebab itu bukan acara yang vital.

Kapankah perhitungan hari Sabat itu? Hari Sabat dimulai pada hari Jum'at matahari terbenam hingga hari Sabtu matahari terbenam.

Kita menyembah pada ELOHIM YAHWEH, kita mempunyai alasan yang baik, yang kuat, yaitu sebab DIA-lah yang telah menciptakan kita. Kita menyembah TUHAN bukan karena dipaksa TUHAN, bukan karena diwajibkan TUHAN, tapi karena kita diciptakanNYA.

Sama seperti kita berterimakasih pada orang bukanlah karena disuruh dan diwajibkan orang, tapi karena kita menerima sesuatu dari orang itu. Sesuatu yang otomatis; dikasih ya bilang terimakasih, dicubit ya marah. Lucu sekali kalau marahnya menunggu disuruh atau menunggu adanya ayat.

>> Dikasih, ya berterimakasih.

>> Dicubit, ya marah.

>> Melihat adik yang lucu, ya tertawa.

>> Mendengar teman sakit, ya sedih.

>> Melihat setan, ya lari.

>> Terhadap orangtua, ya hormat.

>> Terhadap TUHAN, ya menyembah.

Semua itu adalah hal-hal yang otomatis, yang tidak memerlukan perintah. Kalaupun ada perintahnya, itu cukup diajarkan sekali saja;

Mat. 4:10Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Kalau harus berkali-kali diajarkan itu namanya bebal. Seperti kamu disuruh mamamu menyapu rumah. Perintah itu cukup sekali saja jika kamu anak yang pandai. Jangan sampai mamamu setiap hari memberikan perintah. Bodoh namanya. Jadi, perintah atau aturan atau hukum itu merupakan pemicu kesadaran. Untuk menimbulkan kesadaran sehingga yang seterusnya merupakan kesadaran, bukan lagi merupakan perintah.

ELOHIM YAHWEH sebagai Pencipta alam semesta mempunyai tanda penciptaan, yaitu Sabat. Itulah DIA berhenti menciptakan. ELOHIM YAHWEH juga mempunyai catatan uraian penciptaannya, yaitu apa saja yang IA kerjakan di hari pertama hingga hari keenam. Catatan hari-hari kerja ELOHIM YAHWEH itu seperti nota pembelian dari toko, misalnya kamu membeli sekilo beras, sekilo tepung, sekilo gula, dan seterusnya, ada catatannya. Di sinilah kita berbeda dari agama-agama yang lainnya, yang sekalipun bilangnya menyembah pada allah pencipta, tapi mereka tak memiliki uraian kerjanya.

Kalau kita belanja di toko, toko itu akan mencatat apa saja yang hendak kita beli, lalu barang-barang itu disiapkan, kemudian dicocokkan. Di nota ada tulisan sekilo gula, ada nggak sekilo gulanya? Jika ada berarti beres, berarti benar. Demikian pula dengan catatan Alkitab tentang terang, gelap, matahari, bulan, bintang, binatang di udara, di darat, di laut, tumbuh-tumbuhan dan manusia, ada nggak di kenyataannya? Jika ada, cocok, maka itulah kebenaran Firman ELOHIM YAHWEH.


Hasil gambar untuk gambar nota pembelian toko


Dulu, sebelum ada Kristen adalah agama Yahudi. Zaman itu disebut Perjanjian Lama. Tapi setelah ELOHIM YESHUA ha MASHIA turun ke dunia, agama Yahudi itu digantikan kedudukannya oleh Kristen. Kristen artinya adalah pengikut ajaran YESHUA ha MASHIA, itulah yang disebut dengan Perjanjian Baru.

Di zaman ini kita mungkin bingung oleh adanya gereja Kristen yang bermacam-macam namanya. Ada Katolik, ada Protestan, ada Pantekosta, ada Bethany, ada Advent, dan lain-lainnya. Lalu hari ibadahnya ada yang Minggu dan ada yang Sabtu. Bingung, nggak?!

Selama semua Kristen itu Alkitabnya sama, kita tidak perlu bingung. Kita boleh bingung jika Alkitabnya tak sama. Tapi untunglah semua Kristen Alkitabnya sama, sehingga kita bisa mencocokkannya dengan Alkitab, mana Kristen yang cocok dengan Alkitab dan mana Kristen yang tidak cocok dengan Alkitab.

Soal nama gerejanya, abaikanlah. Tapi perhatikan pada hari ibadahnya; "Hari apa ibadahmu?" Mari kita cocokkan dengan Alkitab. Karena nama-nama hari sudah diubah-ubah dari bahasa aslinya, maka pakailah pedoman Sabtu sebagai Sabat Alkitabnya, sehingga jika temanmu itu ibadahnya bukan hari Sabtu, maka tak cocok dengan Alkitab. Sebab Sabtu artinya hari ketujuh, dan Sabat ditetapkan jatuh di hari yang ketujuh.

Dari itu saja kita sudah mendapatkan pengetahuan mana gereja yang sesuai Alkitab dengan mana gereja yang tak sesuai Alkitab. Tapi akan lebih baik lagi jika kita mengumpulkan sebanyak-banyaknya ayat Alkitab. Semakin banyak ayat semakin kuat, semakin meyakinkan iman kita.

1. Apakah TUHAN berbicara tentang banyaknya gereja?

Matius 7:22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Iya, pada akhir zaman banyak orang yang menyebutkan Yesus sebagai TUHAN-nya. Semua gereja menyebutkan Yesus sebagai TUHAN-nya.

2. Apakah semua gereja benar?

Matius 7:21Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Ternyata tidak setiap gereja Kristen itu benar. Yang benar adalah yang sesuai dengan kehendak BAPA.

3. Apa kehendak BAPA?

Yes. 8:20"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

"Carilah pengajaran dan kesaksian". Di mana sumber pengajaran dan kesaksian? Alkitab! Jadi, kita disuruh mencocokkan dengan Alkitab.

4. Apa posisi ELOHIM YESHUA ha MASHIA terhadap hari Sabat?

Mat. 12:8Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Ternyata ELOHIM YESHUA adalah ELOHIM atas hari Sabat. ELOHIM YESHUA adalah milik gereja yang berhari Sabat.

5. Apa kegiatan ELOHIM YESHUA ketika hari Sabat?

Luk. 4:16Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Ternyata merupakan kebiasaan ELOHIM YESHUA setiap hari Sabat masuk ke rumah ibadat.

6. Apakah para rasul juga mempunyai kebiasaan yang sama?

Kis. 13:14Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Kis. 13:42Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya.

Kis. 13:44Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.

Kis. 15:21Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Kis. 16:13Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.

Kis. 17:2Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.

Kis. 18:4Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

7. Jadi, apakah tanda umat ELOHIM YAHWEH?

Ibrani
4:9Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
4:10Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Kalau bukan Sabtu, bukan umat ELOHIM YAHWEH, sebab tidak sama dengan ELOHIM YAHWEH yang mempunyai tanda hari Sabat.

Hasil gambar untuk gambar membaca alkitab


Kejadian 2:5belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;

Ayat ini mengatakan belum turun hujan, belum ada tumbuh-tumbuhan. Padahal di pasal 1 dikatakan ELOHIM YAHWEH menciptakan tumbuh-tumbuhan. Bukan! Pasal 1 bukan tumbuh-tumbuhan yang difirmankan, tapi tunas-tunas. Tunas adalah bakal tumbuh-tumbuhan, yaitu biji yang baru bertumbuh. Nanti setelah besar barulah disebut tumbuh-tumbuhan. Lalu, belum ada hujan bagaimana bisa bertumbuh? Memang belum turun hujan, tapi ayat berikutnya menerangkan ada kabut yang membasahi;

Kejadian 2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu--

Nah, dengan pembasahan dari kabut saja sudah cukup untuk menumbuhkan tunas-tunas itu.

Hasil gambar untuk gambar kabut


Kejadian 2:7ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

ELOHIM YAHWEH membuat tubuh Adam dari bahan debu tanah. Bayangkan tentang jam dinding sebagai tubuhnya Adam. Lalu ELOHIM YAHWEH menghembuskan nafas ke dalam hidung Adam, bayangkan seperti kamu memasang baterai ke dalam jam dinding itu. Apa yang terjadi setelah baterainya terpasang? Jarum jam itu mulai bergerak, bukan?! Begitulah Adam setelah dikasih nafas menjadi hidup, seperti orang yang bangun tidur.

Hasil gambar untuk gambar bangun tidur

Kejadian
2:8Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
2:10Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
2:12Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
2:13Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
2:14Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
2:15TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Di situ disebutkan tentang tanda-tandanya Taman Eden, yaitu ada beberapa sungai; Pison, Gihon, Tigris dan Efrat. Di manakah itu? Itu menunjuk ke negara Irak yang tempo dulu disebut Mesopotamia, kampung halamannya Abraham. Karena dosa Adam dan Hawa, Taman Eden itu dibongkar oleh ELOHIM YAHWEH, lalu 2.000 tahun kemudian dipanggillah Abraham dari situ untuk dikasih tempat di Kanaan atau Palestina. Jadi, lokasi Taman Eden dipindahkan dari Mesopotamia ke Palestina, dari keturunan Adam, Abraham dipilih untuk dijadikan sebuah bangsa yang istimewa, yaitu bangsa Israel.

Mengapa lokasinya dipindahkan? Sebab Taman Eden sudah tercemar dosa. Mengapa Abraham dipanggil supaya meninggalkan kampung halamannya di Mesopotamia? Sebab keluarga Abraham adalah orang-orang berdosa keturunan Adam, tapi ELOHIM YAHWEH menyukai Abraham. Bagaimana membayangkannya?

Bayangkan keluarga Abraham di Mesopotamia seperti ratusan ekor ayam di sebuah peternakan, lalu kamu membeli seekor untuk kamu pelihara di rumahmu. Jadi, ayam itu kamu pindahkan dari peternakan itu ke rumahmu.

Kembali ke ayat di atas; ELOHIM YAHWEH menempatkan Adam di Taman Eden. Ketika itu Adam masih sendirian, Hawa masih belum dibuat. Lalu ELOHIM YAHWEH memberikan perintah supaya Adam memelihara taman itu.

Kejadian
2:16Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Semua pohon boleh dimakan oleh Adam dan Hawa. Tapi ada satu pohon yang tidak boleh dimakan, yaitu pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jika itu dimakan maka mereka akan mati.

Kejadian
2:18TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
2:19Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
2:20Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
2:21Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
2:22Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
2:23Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
2:24Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2:25Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Hasil gambar untuk gambar taman


Tidak ada komentar: