Jumat, 18 Agustus 2017

PAHLAWAN KESIANGAN

Lomba Panjat Pinang, Seorang Warga di Bandung Tewas Terjatuh

https://news.detik.com/jawabarat/3603990/lomba-panjat-pinang-seorang-warga-di-bandung-tewas-terjatuh

Bandung - Perlombaan memperingati perayaan HUT RI ke-72 di Kota Bandung berujung maut. Seorang warga bernama Icim tewas terjatuh saat mengikuti lomba panjat pinang di Lapangan Voli Jalan Merkuri Utara, Kota Bandung, Jabar, Kamis (17/8/2017) sekitar pukul 16.30 WIB. 

"Korban meninggal dunia setelah mengalami patah leher," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana via pesan singkat.

Reny menuturkan peristiwa itu berawal saat Icim mengikuti lomba panjat pinang di wilayahnya. Saat itu, korban sudah sampai dibagian atas.

"Tetapi ketika korban sudah sampai di atas dan mengambil hadiah, tiba-tiba batang pinangnya patah dari sambungan," tutur Reny.

Akibat batang pinang patah, korban langsung terjatuh dari ketinggian 7 meter. "Leher korban patah. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Al-Islam," kata dia. 
(avi/avi)


Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi


http://www.boombastis.com/tragedi-lomba-agustusan/117893

Tiap tahunnya, masing-masing daerah di Indonesia punya cara yang sama untuk memperingati hari kemerdekaan dengan mengadakan beragam lomba Agustusan. Selain keceriaan, adanya lomba tersebut juga bisa mempererat tali silaturahmi antar tetangga. Tak heran jika hampir semua warga akan turut serta memeriahkannya, entah itu partisipasi sebagai peserta ataupun jadi penonton saja.
Dari banyaknya keceriaan momen lomba, sepertinya ada beberapa hal yang kita lupakan yaitu keamanan. Ya, kurangnya faktor keamanan dan penjagaan justru berakhir dengan jatuhnya korban di beberapa daerah. Sebagai pengingat saja, inilah 4 kasus lomba Agustusan yang berakhir dengan tragedi.

Ikut lomba balap karung, pria ini tiba-tiba jatuh bersimbah darah

Suasana meriahnya lomba Agustusan juga terasa di lapangan voli RT 06 Desa Hayaping Kecamatan Awang, Kabupaten Bintaro Timur, Kalimantan Tengah. Namun, keceriaan lomba balap karung tersebut tiba-tiba menjadi mengerikan saat salah seorang peserta, Sahrian tiba-tiba ambruk bersimbah darah. Ternyata, robohnya Sahrian disebabkan oleh  JN yang menusuknya dari belakang. Mengetahui itu, warga pun kocar-kacir.
Korban tewas di tengah lomba balap karung [image source]
Korban yang selama ini dikenal ramah tersebut langsung tewas sesaat setelah roboh bersimbah darah di depan ratusan warga yang menyaksikan. Menurut para saksi, sebelum terjadi insiden tersebut memang terlihat pelaku dan korban sedang berbicara namun tak diketahui pasti materinya. Hingga tak lama kemudian, pelaku pulang dan kembali dengan membawa pisau dan ditusukkan pada korban.

Nonton adu gebuk bantal, dua siswi SD tewas tenggelam

Merayakan hari kemerdekaan dengan pelbagai lomba memang sudah jadi tradisi. Ada banyak ragam pilihan, mulai makan kerupuk, panjat pinang hingga gebuk bantal. Demikian juga dengan warga Sidorejo Kecamatan Pakal, Surabaya. Pada 17 Agustus 2016 lalu, warga juga tengah bergembira merayakan kemerdekaan dengan mengadakan lomba gebuk bantal di Telaga Hutan. Demikian juga dengan Selly dan Mila yang saat itu tak mau ketinggalan menyaksikan lomba di telaga sedalam 2 meter buatan pemkot tersebut.
Ilustrasi bocah yang tenggelam saat nonton gebuk bantal [image source]
Namun nahas, ketika asyik menonton, tiba-tiba saja Mila terpeleset dan jatuh ke telaga. Mengetahui itu, Selly berusaha menolong. Namun sayang, kedua bocah 12 tahun tersebut sama-sama tidak bisa berenang. Warga sudah berusaha menolong, namun nyawa kedua gadis cilik tersebut tak bisa diselamatkan. Telaga dengan kedalaman 2 meter memang terlalu berbahaya untuk anak-anak. Seandainya dalam lomba tersebut ada yang bertugas mengawasi dan melakukan penjagaan, mungkin jatuhnya korban masih bisa dicegah.

Meninggal usai lomba sepak bola

Lomba sepak bola juga jadi salah satu yang paling diminati, termasuk di Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak. Diduga pria yang berprofesi sebagai satpam swalayan tersebut tewas karena serangan jantung. Sebelumnya, para tetangga juga sudah menasihati agar Agus tidak usah ikut bertanding karena riwayat penyakit jantung. Namun, korban mengindahkan peringatan tersebut.
Ilustrasi tewas sesaat setelah lomba sepak bola [image source]
Ia tetap ikut bermain dengan semangat. Namun, setelah pertandingan berakhir, tiba-tiba saja Agus terduduk, berkeringat pingsan. Warga yang mengetahui hal tersebut langsung berusaha menolong dengan melarikan korban ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa Agus tak bisa diselamatkan. Dari hasil visum, memang tidak ditemukan luka apapun di tubuh korban.
Itulah empat lomba Agustusan yang berakhir dengan tragedi. Dari beberapa insiden di atas, semoga bisa jadi pembelajaran bagi kita untuk lebih bijak dalam merayakan kemerdekaan. Lomba Agustusan harusnya untuk menyalurkan kegembiraan. Jadi, untuk kedepannya mungkin tiap lomba di daerah perlu didampingi petugas keamanan dan medis yang berjaga.

APA YANG DIGEMBIRAKAN DARI HIDUP YANG SEMAKIN SUSAH BEGINI?
Posting Komentar