Sabtu, 09 September 2017

RAMBUT HITAM RAMBUT PUTIH

Rambut hitam dan rambut putih adalah berbicara tentang 2 zaman yang setiap orang akan melewatinya, yaitu masa muda dan masa tua kita.

Hasil gambar untuk gambar rambut hitam dan rambut putih


Sekalipun TUHAN memanggil kita dalam semua umur, baik anak-anak, dewasa maupun tua, namun rambut putih mau tak mau merupakan panggilan TUHAN yang terakhir, merupakan peringatan yang terakhir setelah kita dibiarkan hidup semau-maunya di masa muda kita;

Mat. 19:14Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."

Mat. 18:10Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Mat. 18:6"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

Mat. 18:14Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."

Anak-anak saja mendapatkan perhatian yang penting dari TUHAN, supaya tak ada anak-anak yang berada di luar rel kebenaran. Dan itu diteladankan oleh kehidupan kanak-kanak ELOHIM YESHUA ha MASHIA di mana DIA sudah rohaniah, seperti juga masa kanak-kanak Ishak;

Lukas 2:45

Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
2:46Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
2:47Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
2:48Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
2:49Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
2:50Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
2:51Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
2:52Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Kejadian 22:6

Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
22:8Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:9Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Dan jika anda sebagai orang-orang muda merasa lumrah, merasa biasa dengan kehidupan berdosa, ingatlah bahwa Alkitab juga menyediakan cerita tentang orang-orang muda yang saleh, seperti: Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, 12 rasul Perjanjian Baru, Markus dan Timotius;

Daniel 1:3

Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,
1:4yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
1:5Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.
1:6Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.
1:7Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.
1:8Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
1:9Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

1Tim. 4:12Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Sedangkan orang-orang yang menerima panggilan di masa tuanya adalah Abraham di umur 75 tahun, dan nabi Musa di umur 80 tahun. Tentu sangat menyedihkan sekali jika kita mendengar banyaknya orang-orang ubanan yang harus menikmati fase hidup sebagai koruptor, ditangkap KPK lalu menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara.

Gambar terkait


Masa kanak-kanak nakal? Okeylah! Masa muda seenak sendiri? Okeylah! Tapi apakah masa tua masih juga begitu? Atau akan mengikuti logika peribahasa: "tua-tua keladi, makin tua makin menjadi?"

Jika TUHAN memanggil orangtua melalui warna rambutnya, dunia memperkenalkan istilah: "pensiun", yaitu saat di mana seseorang diberhentikan dari pekerjaannya oleh faktor usianya. Dunia memberikan kesempatan kepada orang-orang yang berambut putih untuk diistirahatkan dari kesibukan pekerjaan, diistirahatkan dari pencarian uang dengan cara diberikan uang pensiun, supaya para orang rambut putih itu bisa mempunyai waktu yang lebih banyak untuk berbahagia bersama anak cucunya di rumah.

Jika pensiun memberikan arti pendekatan kepada keluarga, rambut putih merupakan panggilan rohani supaya orang mendekatkan diri kepada SANG KHALIK. Di masa rambut putih harusnya masing-masing kita sudah menemukan jalan, menemukan kebenaran yang sejati dan menemukan TUHAN yang benar-benar TUHAN. Rambut putih harus sudah mempunyai suatu kesimpulan dan keputusan tentang langkah-langkah yang harus ditempuh untuk masa depan rohaninya.

Rambut putih harus merupakan obat, harus merupakan penebusan kesalahan di masa lalu, harus merupakan solusi yang bisa dibagikan kepada anak-cucu atau generasi penerus. Jika nasehat-nasehat yang baik tidak mungkin diputar ulangkan ke sejarah masa lalu untuk diri sendiri, untuk suami atau istri kita dan anak-anak kita, kita masih mempunyai peluang untuk memberikan nasehat atau solusi untuk orang-orang muda di luar keluarga kita.

ELOHIM YAHWEH saat ini sedang bekerja menyiapkan sebidang tanah seluas 2 hektar di desa Ngrimbi, kecamatan Bareng, kabupaten Jombang, Jawa Timur, melalui jiwa sosial bapak Linggardjati yang menghibahkan tanahnya kepada Pustaka Lewi, yang berikutnya dipercayakan kepada saya untuk perintisan menjadi PADEPOKAN LEWI, yaitu tempat komunitas para lanjut usia yang berniat memisahkan dirinya dari keduniawian, bukan untuk bertapa, tapi untuk memecahkan roti, yaitu untuk bersehati dengan saudara-saudara di komunitas, untuk bertukar-pikiran tentang kebenaran, untuk berbagi makanan, untuk memberitakan Injil melalui internet, untuk menjadi tempat peristirahatan bagi siapa saja yang letih, lesu dan berbeban berat, untuk menjadi hamba-hamba TUHAN yang siap melayani masyarakat, untuk menjadi lumbung Yusuf di Mesir yang menyediakan gandum untuk dunia serta menjadi sebuah jemaat akhir zaman yang menggenapi tuntutan Alkitab.

Bila anda mengikuti tulisan saya selama tahun 2017 ini, anda akan melihat suatu rangkaian tulisan yang ternyata saling berkaitan;

>> Bulan Januari - April 2017: Saya berbagi di Patung Senen, Jakarta.



BERBAGI DI PATUNG SENEN

REVOLUSI ANGKUTAN UMUM

NAMANYA YANTI

YANTI JURAGAN KOPI

DARI YANTI KE LANI

SUKSES - ACARA BERBAGI DI SENEN


>> Bulan April - Agustus 2017: Saya mengkritisi kinerja pemerintah terhadap fakir miskin yang sangat tidak manusiawi.

Eeh, tanpa direncanakan ternyata saya saat ini dihadapkan dengan tantangan memberikan contoh yang baik kepada pemerintah untuk mendirikan PADEPOKAN LEWI, yang harus memberikan pelayanan kemanusiaan yang berlandaskan kasih kepada sesama seperti kepada diri sendiri.

Mat. 22:39Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yah, saya, pak Sonny Saragih(Perhimpunan Pustaka Lewi) dan bapak Linggardjati berkomitmen untuk mengasihi anda seperti kami mengasihi diri kami sendiri. Karena itu mulai saat ini kami sudah mulai menyiapkan diri untuk menerima peran serta dan partisipasi anda sambil kami memperlengkapkan diri mewujudkan itu.

Hubungi saya: puteragembala_pg1@yahoo.co.id atau pak Sonny Saragih: redaksi@pustakalewi.net, sonny@pustakalewi.net, nomor HP: 082139840290.



LOKASI PADEPOKAN LEWI

Desa Ngrimbi, kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur;

Ini rumah yang akan saya tinggali:

https://www.google.co.id/maps/@-7.6617819,112.3345278,3a,75y,244.59h,79.5t/data=!3m6!1e1!3m4!1sA_B1fXiT7e-SFs7ZHILfZA!2e0!7i13312!8i6656


Ini lokasi tanah hibah 2 hektar;

https://www.google.co.id/maps/@-7.6616062,112.3342975,3a,75y,26.35h,75.95t/data=!3m6!1e1!3m4!1seL7eHHEPfiDi5B34vOBdPQ!2e0!7i13312!8i6656

Petunjuk perjalanan:

Dari kota Mojokerto menuju Jombang; sesampai di pasar atau terminal Mojoagung belok ke kiri ke jurusan candi Arimbi atau desa Wonosalam. Dari pertigaan Mojoagung itu kira-kira 7 kilometer ke lokasi. Di sebelah kanan anda akan menemukan sebuah warung, lalu ada bangunan bekas pabrik, baru kemudian ada sebuah rumah sebagaimana ditunjukkan Google maps di atas. Itulah tempat tinggal saya. Untuk ke candi Arimbi sekitar 300 meter lagi;

http://pustakalewi.net/

Tidak ada komentar: