Selasa, 17 April 2018

MENANGGAPI SEMINAR TRINITAS GMAHK - II



DASAR PEMBAHASAN:
SEMINAR TRINITAS GMAHK(download):



TANGGAPAN SAYA YANG KE-I:

MENANGGAPI SEMINAR TRINITAS GMAHK
http://bloghakekatku.blogspot.co.id/2018/04/menanggapi-seminar-trinitas-gmahk.html



TULIS GMAHK:

6 Alasan Pionir Advent Menolak Doktrin Trinitas

1.  Mereka    tidak    melihat    bukti    Alkitab    untuk    tiga    pribadi    dalam    satu    Keallahan. 

TANGGAPAN SAYA:

Alasan pertama itu benar, bahwa memang tidak ada bukti Alkitab yang menyatakan tiga Pribadi itu ada di dalam satu KEALLAHAN;

Yohanes 17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Hukum pertama dari sepuluh Hukum ALLAH;

Keluaran
20:1Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.


 Jangan jadikan YESUS sebagai ALLAH, juga jangan jadikan ROH KUDUS sebagai ALLAH, sebab ALLAH adalah BAPA, YESUS adalah ANAK ALLAH sedangkan ROH KUDUS adalah ROH yang suci;

Matius
28:18Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
 
2.  Mereka    memiliki    konsep    yang    salah    bahwa    Trinitas    menjadikan    Bapa    dan    Anak    identik. 

TANGGAPAN SAYA:

Memang benar bahwa mereka yaitu General Conference itu memiliki konsep yang salah yang menjadikan BAPA dengan ANAK itu identik. Sebab sampai selama-lamanya BAPA dengan ANAK itu merupakan derajat yang berbeda;

Yoh. 14:28Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Yoh. 10:29Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

 
3.  Mereka    beranggapan    bahwa    doktrin    Trinitas    mengajarkan    adanya    Tiga    Allah,    sehingga    jika    Bapa,    Anak    dan    Roh    Kudus    masing-masing    adalah    Allah,    maka    akan    ada    tiga    Allah.

TANGGAPAN SAYA:

Mereka, General Conference, benar-benar merupakan kumpulan orang-orang bodoh sekali yang tidak pernah diajari pelajaran matematika bahwa 1 + 1 + 1 = 3. Mereka perlu sekolah Taman Kanak Kanak kembali, bahkan sekolah pra TK.


4.  Jika    doktrin    Trinitas    diterima,    maka    akan    melemahkan    nilai    penebusan,    karena    Allah    yang    kekal    dan    dapat    berada    sendiri,    tidak    dapat    mati.        Jika    Yesus   adalah    sama    seperti    Allah    dan    dapat    berada    sendiri,    maka    Dia    tidak    dapat    mati    di    Golgota.        Jika    hanya    kemanusiaan-Nya    yang    mati,    maka    pengorbanan-Nya    adalah    sebagai    manusia,    tidak    memadai    untuk    suatu    penebusan.  

TANGGAPAN SAYA:

Memang benar bahwa ALLAH itu adalah Pencipta yang ada dengan sendirinya, bukan hasil bikinan, bukan hasil ciptaan siapapun dan tidak bisa mati. Seperti itulah yang Alkitab ajarkan;

Yes. 43:10"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.

Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa YESUS itu ALLAH yang menjadi manusia, tapi FIRMAN yang menjadi manusia dan FIRMAN itu adalah ANAK ALLAH;

Yohanes  1:14Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

FIRMAN itu telah menjadi manusia dan FIRMAN itu adalah ANAK TUNGGAL BAPA.

Wahyu 3:14"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

Why. 19:13Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

NamaNYA, nama YESUS adalah FIRMAN ALLAH. FIRMAN ALLAH itulah yang menjadi manusia yang diberi nama YESUS. PosisiNYA adalah ANAK TUNGGAL BAPA.


5.  Pemikiran    tentang    kenyataan    Alkitab    yang    menyebut    Kristus    sebagai    Anak    Allah    dan    “permulaan    dari    ciptaan    Allah”    (Wahyu    3:14)    membuktikan    bahwa    Kristus    ada    sesudah    Allah    Bapa.  

TANGGAPAN SAYA:

Pihak GMAHK  sebagaimana tulisan di atas mengakui sebagai "kenyataan Alkitab" bahwa KRISTUS adalah ANAK ALLAH dan permulaan ciptaan ALLAH. Itu artinya mereka mengakui bahwa doktrin trinitas itu dibangun di atas dasar khayalan atau dongeng mereka sendiri. Sehingga betapa konyolnya orang-orang yang mau menerima ajaran trinitas itu.


6.  Doktrin    Trinitas    berasal    dari    Kepausan    dan    kekafiran.

TANGGAPAN SAYA:

Faktanya, hingga kitab terakhir; kitab Wahyu, yang ditulis sekitar tahun 95 TM, istilah trinitas itu masih belum muncul. Istilah itu baru mulai dipopulerkan tahun 325 TM sebagai hasil rumusan konsili Nicea I;

https://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I

Konsili Nicea Pertama (bahasa Inggris: First Council of Nicaea; bahasa Yunani: Νίκαια [ˈni:kaɪja]), terkadang dilafalkan Konsili Nikea atau Konsili Nisea, merupakan salah satu konsili para uskup Kristen yang dihimpunkan oleh Kaisar Romawi Konstantinus I pada tahun 325. Konsili ekumenis pertama ini merupakan upaya pertama untuk mencapai konsensus dalam Gereja melalui suatu sidang yang mewakili seluruh dunia Kekristenan, kendati konsili-konsili sebelumnya, termasuk Konsili Yerusalem sebagai konsili Gereja pertama, sudah pernah bersidang untuk menyelesaikan hal-hal yang diperdebatkan.[5] Konsili ini dipimpin oleh Hosius, uskup Korduba yang berada dalam persekutuan dengan Sri Paus.[6]
Pencapaian utamanya adalah penyelesaian isu Kristologis mengenai kodrat Putra Allah dan hubungannya dengan Allah Bapa,[3] pembentukan bagian pertama Pengakuan Iman Nicea, menetapkan keseragaman waktu perayaan Paskah,[7] dan pengundangan hukum kanon awal.[4][8]

Hasil perdebatan

Konsili Nicea mendeklarasikan bahwa Putra adalah "Allah benar" (Allah yang sejati), sama kekalnya dalam Bapa dan diperanakkan dari substansi-Nya yang sama, dengan alasan bahwa doktrin tersebut merupakan kodifikasi terbaik penyajian berdasarkan Alkitab mengenai Putra serta keyakinan Kristiani sesuai tradisi mengenai Putra yang diwariskan dari para Rasul. Keyakinan ini diungkapkan oleh para uskup dalam Pengakuan Iman Nicea (Syahadat Nicea, atau Kredo Nicea), yang kelak membentuk dasar dari apa yang sejak saat itu dikenal sebagai Syahadat Nicea–Konstantinopel.[49]

Syahadat Nicea

Salah satu proyek yang dilakukan oleh Konsili Nicea adalah penyusunan suatu Syahadat atau Pengakuan Iman (Kredo), yakni suatu pernyataan dan ringkasan iman Kristiani. Telah ada beberapa kredo pada saat itu; banyak kredo yang diterima oleh para peserta konsili ini, termasuk Arius. Sejak awal mula Kekristenan, beragam kredo disusun sebagai suatu sarana identifikasi bagi penganut Kristiani/Kristen, sebagai sarana penerimaan dan pengakuan, khususnya saat pembaptisan.
Di Roma, misalnya, Pengakuan Iman Rasuli (Syahadat Para Rasul) populer, khususnya untuk penggunaan dalam masa Prapaskah dan Paskah. Dalam Konsili Nicea, satu kredo khusus digunakan untuk mendefinisikan iman Gereja secara jelas, untuk menerimakan mereka yang mengakukannya, dan mengecualikan mereka yang tidak mengakukannya.
Beberapa elemen khas dalam Kredo Nicea, kemungkinan berasal dari Hosius, turut disertakan. Beberapa elemen secara khusus disertakan untuk melawan sudut pandang kaum Arian.[13][50]
  1. Yesus Kristus dideskripsikan sebagai "Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar",[b] menyatakan keilahian-Nya.
(Berlanjut)

Tidak ada komentar: