Rabu, 18 April 2018

TRINITAS DARI BLOG WARTA ADVENT

https://blogwartaadvent.blogspot.co.id/2018/04/pentingkah-mengikuti-seminar-trinitas.html

Sabtu, 14 April 2018

PENTINGKAH MENGIKUTI SEMINAR TRINITAS?


Keberadaan Pdt. Jonathan Kuntaraf di Manado sangat dinantikan warga Advent sehubungan dengan seminar Trinitas untuk menambah pengetahuan menghadapi banyaknya diskusi yang marak di media sosial tentang Trinitas.

Ternyata beliau pada Jumat Malam 13 April 2028 berada di Gereja Advent Pioneer Tanahwangko atas kerja sama PMI (Prisma MINISTRY Indonesia)  dan Konfrens Manado dan Maluku Utara.


Dan pada Sabat 14 April 2018 beliau berkhotbah di Gereja Advent Ranotana.

Menurut Jurnalis BAT Sdr. Jeinner Rawung menulis sebagai berikut:

*KUNTARAF URAI 9 HAL YANG GONCANGKAN GEREJA ADVENT & 7 LANGKAH KEMENANGAN, KELLOGG ITU ALPHA TAPI OMEGA LEBIH DAHSYAT*

Mrs. E. G. White menyatakan bahwa Pantheism yang membuat Dokter John Harvey Kellogg adalah kegoncangan Alpha. Jadi kegoncangan Omega akan lebih dahsyat. Demikian diurai Pr. Dr. Jonathan Kuntaraf di GMAHK Jemaat Ranotana Manado.

Kuntaraf yang melayani didampingi dr. Kathleen Kuntaraf, Pr. Ritus Keni, dari Papua masing-masing Edwin Lasut, Pr. Handry Runtuwene, Pr. Jefry Sembung dan lain-lain. Pada acara yang disponsori Prisma Ministry Indonesia dan GMAHK Konferens Manado/Malut ini, ia mengurai 9 bentuk keguncangan dan 1 Jawaban dalam 7 Langkah Menang supaya tetap bertahan sampai kesudahan. Saat ini juga dilanjutkan dengan Seminar Trinitas di GMAHK Pall II Manado.

Keguncangan yang diurai akan menyasar umat Advent adalah :
1. Penipuan. Pesan-pesan palsu disebar dengan menggunakan tulisan ilham EGW.
2. Memecah belah umat.
3. Serang Dasar Kepercayaan.
4. Serang Struktur Gereja (termasuk tidak perlu Uni).
5. Menarik Orang Muda (ajaran Terang Baru).
6. Serang Roh Nubuat.
7. Serang Pribadi (termasuk Pemimpin/Gembala Gereja).
8. Serang Standar Gereja (Kompromi dengan dunia, tidak masalah LGBTI, dll).
9. Punya Kabar Reformasi (Keluar dari Advent yang sudah  Babel, Godhead, dll).

Selanjutnya 7 Langkah kemenangan yakni :
1. Percaya seutuhnya Yesus Jawaban
2.Buka komunikasi dengan Yesus.
3. Belajar Nubuatan (turut apa yang ditulis, tidak terkecoh, tahu saat penggoncangan).
4. Belajar Pelayanan Yesus kepada sesama (Dorkas, Pria Advent, dan kegiatan rohani lain).
5. Renungkan karya keselamatan yang dibuat Yesus di Salib.
6. Selalu Pandang Yesus.
7. Terima Janji Yesus dan percaya.

dan pada sabat sore kembali memberikan SEMINAR TRINITAS di Jemaat Ranotana.
Demikian BAT memberitakan.



Seberapa pentingkah SEMINAR TRINITAS INI?
Berikut Koresponden WARTA ADVENT,  Sdr. Edwin Raintama mencoba memaparkan pandangan-pandangan mereka yang menolak Trinitas sebagai berikut:


SERIAL IMAN KRISTEN
MENOLAK DOKTRIN ALLAH TRITUNGGAL
Pembahasan Yohanes 1:1,2

Terbagi menjadi :
I. PADA MULANYA
II. ADALAH FIRMAN
III. FIRMAN ITU BERSAMA-SAMA DENGAN ALLAH
IV. FIR MAN ITU ADALAH ALLAH

I. PADA MULANYA

Beberapa theolog berpendapat bahwa kata ‘pada mulanya’ yang adalah terjemahan dari kata ‘archē’ menunjukkan waktu yang tak berujung (kekekalan).
Ternyata, pendapat itu SALAH.
Kata ‘arche’ dipakai untuk menunjukkan suatu waktu yang tertentu (Matius 4:17; 4:30). Kata itu sama maknanya dengan ‘once upon a time’ / ‘pada suatu ketika’.

II. ADALAH FIRMAN

Apa maksud ‘Firman’ di ayat ini  ?
Setidaknya ada 2 arti untuk kata “Firman’ di ayat ini.
Yang pertama, ‘Firman’ sebagai UCAPAN ALLAH,
Dan yang kedua, ‘Firman’ sebagai JULUKAN UNTUK YESUS.

Kita bahas yang pertama.

a. ‘FIRMAN’ SEBAGAI UCAPAN ALLAH.

Jika ‘Firman’ disini di artikan sebagai ‘Ucapan Allah’,
maka Yohanes 1 : 1 dan 2 akan menjadi :
“Pada mulanya adalan Ucapan Allah, Ucapan Allah itu bersama-sama Allah, dan Ucapan Allah itu adalah Allah”.

Pesan apa yang disampaikan dari kalimat di atas ?
Tidak ada ! Ayat ini menjadi tidak bermakna.

Tetapi sekiranyapun ‘Firman’ itu diartikan sebagai ‘Ucapan Allah’, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui  :

1. ‘Firman’ bukanlah CAUSA PRIMA (penyebab  yang tidak disebabkan oleh yang lain), karena Ucapan Allah itu pastilah BERASAL DARI ALLAH.

2. ‘Firman’ hanyalah BAGIAN DARI KUASA ALLAH, karena setelah Allah ber “Firman’, tentu tidak berarti bahwa kemudian Allah menjadi bisu. Allah masih tetap bisa berfirman.

3. Ketika ‘Firman’ itu menjadi manusia - Yesus (Yohanes 1 : 14), maka keberadaan Yesus tidak memiliki keistimewaan sedikitpun. Keberadaan Yesus hanyalah sama seperti benda/makhluk, yang diciptakan Allah hanya dengan berfirman. Sama seperti ‘Firman’ itu menjadi Bintang, atau saat ‘Firman’ itu menjadi Malaikat, dll.

4. ‘Ucapan Allah’ bukanlah siapa-siapa. Dia bukanlah ‘entitas’ yang berdiri sendiri. Kenyataan ini bertentangan dengan pernyataan Alkitab, yang menunjukkan bahwa sebelum menjelma menjadi manusia, Yesus adalah ‘entitas’ yang berdiri sendiri (Yohanes 1:15; 8:58; 17:5)

Sekarang kita bahas yang kedua,

b. ‘FIRMAN’ SEBAGAI JULUKAN UNTUK YESUS.

Kitab Yohanes pasal 1 ini memberikan beberapa julukan untuk Yesus.
Yesus sebagai ‘TERANG’ (Yoh 1:8) , bukan berarti bahwa Yesus adalah Lampu atau Cahaya. Yesus disebut sebagai ‘ANAK TUNGGAL’ (Yoh 1:14), walaupun dalam kenyataannya Yesus memiliki Saudara yang lain. TERANG dan ANAK TUNGGAL bukanlah kenyataan yang sebenarnya pada diri Yesus. Itu hanyalah julukan untuk

Demikian pula dengan FIRMAN.
Ini adalah julukan untuk Yesus.
Yesus disebut ‘Firman’ karena semua yang disampaikan/diajarkan Yesus adalah FIRMAN DARI ALLAH (Yoh 7:16; 12:49; 14:10).

Itulah sebabnya Penulis yang sama (Yohanes) di dalam I Yoh 1:1 menyatakan bahwa ‘FIRMAN’ itu bisa diraba. (Jika Firman itu adalah Ucapan Allah – dalam arti denotative / sesungguhnya,  maka tidaklah mungkin itu bisa diraba).

Dari kedua pembahasan di atas, saya percaya bahwa kata FIRMAN yang digunakan di ayat ini adalah JULUKAN untuk Yesus.

III. FIRMAN ITU BERSAMA-SAMA DENGAN ALLAH

Pernyataan ini menunjukkan secara jelas bahwa ‘Firman’ itu adalah entitas tersendiri yang terpisah dari Allah.

Keberadaan Yesus sebelum inkarnasi juga dituliskan sebagai nubuatan di Kitab Mikha 5:1-4 yang diwakili dengan pernyataan ‘permulaannya sudah sejak jaman purbakala’.

Secara umur manusia, Yohanes lebih tua daripada Yesus. Tetapi, Yohanes - penulis kitab yang sedang kita bicarakan ini - menjelaskan bahwa keberadaan Yesus sudah dimulai sebelum Yohanes lahir (Yoh 1:15). Inilah yang dimaksudkan Yohanes mengenai keberadaan ‘Yesus sebelum inkarnasi’ yang bersama-sama dengan Allah.

Pernyataan senada kita dapati pada saat Yesus sendiri menyampaikan pengakuannya, bahwa dirinya sudah ada bahkan sebelum Abraham ada (Yoh 8:58).

Selain ayat tersebut di atas, keberadaan Yesus sebagai entitas yang berdiri sendiri yang terpisah dari Allah, bisa kita lihat di Yohanes 17:5. Di ayat itu Yesus menyampaikan kerinduannya untuk ber ‘nostalgia’, seperti pada saat dirinya sebelum berinkarnasi.

IV. FIRMAN ITU ADALAH ALLAH

Tidak dapat disangkal, inilah satu-satunya bukti yang clear tertulis di Alkitab (eksplisit) yang menyebutkan bahwa Yesus adalah Allah.

Saya katakan satu-satunya, karena ayat lain yang menyebut Yesus sebagai Allah ternyata penuh dengan masalah.

Pengakuan Firman/ Yesus sebagai Allah (dalam arti Yang Mahatinggi) membawa konsekuensi, di antaranya : harus diakui bahwa ada 2 Allah, yaitu Firman /Yesus dan ‘Yang bersama-sama dengan Firman itu’.

Anehnya, konsekuensi logis ini ditolak oleh banyak orang, karena mengakui ada 2 Allah akan sangat bertentangan (keras) dengan pernyataan Allah (Yes 45:5), pernyataan Yesus (Yoh 17:3), bahkan secara psikologis bertentangan dengan pengakuan Kristen yang menyebut dirinya sebagai penganut Monotheisme.

LALU.. BAGAIMANA PEMAHAMAN YANG SEHARUSNYA ?

Terpaksalah kita menengok bahasa asli yang digunakan oleh Alkitab.

Rupanya, kata ‘ Allah’ yang adalah terjemahan dari kata ‘Theos’ tidak hanya memiliki satu arti saja, melainkan bisa juga memiliki arti yang lain.

Berikut ini kutipan kamus Strong :

theos
theh'-os
Of uncertain affinity; a deity, especially (with G3588) the supreme Divinity; figuratively a magistrate; by Hebraism very: - X exceeding, God, god [-ly, -ward].

Selain berarti Allah yang Mahatinggi, kata ‘Theos’ - yang tidak diikuti oleh kata sandang - dimungkinkan diartikan sebagai ‘deity’ – MAKHLUK ILAHI/MAKHLUK SURGAWI.

Kenyataan bahwa Yesus adalah Makhluk Surgawi dipertegas oleh ayat berikut ini :

1 Korintus 15:47,48
Manusia pertama (ADAM) berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua (YESUS) berasal dari sorga.
Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.

Jawaban bahwa Yesus adalah Makhluk Surgawi seringkali kurang memuaskan  penanya. Biasanya, pembahasan akan dilanjutkan dengan pertanyaan :
KALAU DEMIKIAN, SIAPAKAH YESUS SEBELUM BERINKARNASI ?

Memang, Alkitab tidak menulis secara eksplisit siapa dan bagaimana Yesus sebelum berinkarnasi. Tetapi, jejak-jejak pra eksistensi Yesus itu bisa kita temukan , saat kita mempelajari tanda-tanda khusus yang dimiliki oleh Malaikat berikut ini :

1. Malaikat ini membawa nama Allah, dan berkuasa mengampuni (Keluaran 23:20)
2. Malaikat ini adalah pembela di hadapan pengadilan Allah (Zakharia 3:1-3)
3. Malaikat ini yang menyelamatkan manusia dalam kesesakan (Yesaya 63:9 - versi KJV).
4. Malaikat (Perjanjian) itu yang datang ke dunia (Maleakhi3:1)

Ciri-ciri khusus dan spesifik ini ada pada Yesus.
Membawa nama Allah (Yoh 17:12), berkuasa mengampuni dosa (Mat 9:6),
Bukan Allah zendiri yang datang ke dunia, melainkan Yesus, UtusanNya (Yoh 1:18) dsb.
Ciri-ciri inilah yang membuat saya menyimpulkan bahwa Malaikat/Makhluk sorgawi itu adalah Yesus sebelum berinkarnasi.

Dari pembahasan di atas, garis besar Yohanes 1:1 adalah sebagai berikut :

SEJAK JAMAN DAHULU, YESUS (YANG SEBELUMNYA ADALAH MALAIKAT/ YANG SELALU MENYAMPAIKAN FIRMAN ALLAH) SUDAH BERSAMA-SAMA DENGAN ALLAH/BAPA/YHWH.


Lalu berikut ini lagi;

MENJAGA KEMURNIAN ALKITAB
Masalah di : Filipi 2:5,6
(Menolak doktrin Allah Tritunggal).

Pembahasan ini bukan untuk meragukan Alkitab, tetapi upaya untuk menjaga kemurnian Alkitab.

Filipi 2:5-6
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat
juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan

Ada 2 hal yang perlu di bahas :
(1) Dalam Rupa Allah
(2) Tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.

Saya mulai dari point yang ke-2.

TIDAK MENGANGGAP KESETARAAN DENGAN ALLAH ITU SEBAGAI MILIK YANG HARUS
DIPERTAHANKAN.

Jika dibandingkan dengan Alkitab versi King James (KJV), ayat ini mengalami kekeliruan
penterjemahan yang sangat fatal.

KJV menulis begini :
“ thought it not robbery to be equal with God"

Yang jika diterjemahkan menjadi :
“Tidak berpikir melakukan perampokan untuk menyetarai Allah”.

Pembahasan :
Alkitab versi Bahasa Indonesia menegaskan bahwa : Yesus, semula setara dengan Allah, tetapi kemudiaan melepaskan kesetaraanNya.
Sedangkan KJV menegaskan bahwa :
Yesus memang tidak setara dengan Allah, dan tidak pernah berniat untuk menyetarai Allah.

Mana yang benar ?

Saya pribadi lebih memilih versi KJV (yang adalah terjemahan kata per kata (word by word translation)  dibandingkan dengan versi LAI.

Sekarang kita lanjut ke point ke-1.

DALAM RUPA ALLAH

Apa yang dimaksud dengan kata ‘Allah’ di penggalan ayat itu ?

Seperti sudah kita bahas saat mempelajari Yohanes 1:1, kata “Allah” yang ditujukan kepada Yesus – yang adalah terjemahan dari ‘Theos” – lebih tepat diartikan sebagai ‘Makhluk Ilahi”.

Permasalahannya adalah :
Apakah penterjemahan seperti itu (Allah=Theos=Makhluk Ilahi) relevan diterapkan di ayat ini (Filipi 2:6) ?

Oh, ternyata sungguh sangat tepat !

Dengan menterjemahkan sebagai ‘Makhluk Ilahi”, yang dilanjutkan  dengan penterjemahan yang benar (seperti sudah saya jelaskan di bagian awal tulisan ini), maka Filipi 2:6 akan bermakna :

“Dalam keadaannya yang mulia (sebagai Makhluk Ilahi), Yesus tidak ingin NAIK, menyamai Allah,
tetapi justru MERENDAH, menjadi hamba.
Itu sebabnya Allah MENGANGKAT (memuliakan) Yesus.”

Hal ini sangat bertentangan dengan apa yang terjadi pada Sang Bintang Timur (Lusifer), yang dalam keadaanya yang mulia, bukannya MERENDAH, dia justru ingin NAIK, menyamai Allah, tetapi yang
terjadi justru Allah MENURUNKAN dia . (Yesaya 14:14-15).

-----

Dengan mengetahui ajaran-ajaran baru ini maka seyogyalah kita menyadari pentingnya mengikuti SEMINAR TRINITAS.
Untuk itu para pembaca Warta Advent silakan mengunjungi link berikut ini:
http://blogwartaadvent.blogspot.co.id/2018/04/seminar-trinitas-menjawab-tuduhan.html?m=1

Dengan mendapatkan materi-materi sehubungan dengan Trinitas maka pembaca WARTA ADVENT dapat lebih memahami dengan lebih baik.

Semoga bermanfaat.


















Posting Komentar