Senin, 14 Mei 2018

YUK SEPERTI PENDUDUK NINIWE

Selepas dari Ngrimbi, saya setiap hari masih ke warnet tapi sedang malas menulis. Saya cuma baca-baca berita saja termasuk berbagai peristiwa teroris di akhir-akhir ini, mulai dari kerusuhan di Mako Brimob hingga bom-bom di Surabaya dan sekitarnya.

Sudahlah, kejahatan-kejahatan itu tak mungkin bisa dikurangi. Sesuai dengan nubuatan Alkitab bahwa semakin hari manusia akan semakin garang menjelang kedatangan MESIAS yang keduakalinya(kiamat), maka janganlah konsentrasi kita dihabiskan untuk cerita-cerita atau berita-berita kejahatan itu, melainkan harusnya kita semakin mempersiapkan diri, semakin mendekatkan diri kepada SANG KHALIQ.

Berita-berita kejahatan itu harusnya semakin meyakinkan kita akan semakin dekatnya hari kiamat, dan kita perlu introspeksi diri tentang hal-hal yang perlu kita lakukan untuk mematut diri di hadapan ELOHIM YAHWEH. Yang kalaupun kita tidak bisa sempurna memenuhi tuntutan TUHAN, bukankah masih lebih baik ada sedikit yang bisa kita persembahkan ke hadapan TUHAN?!

Saya setiap hari menyisihkan uang antara Rp. 10 - 20.000,- an, lalu setelah terkumpul cukup saya berikan ke seorang fakir miskin. Di Banyuwangi saya memberi seorang tukang becak Rp. 65.000,- sedangkan di Jember saya berikan ke seorang pengamen yang menghidupi ibunya yang sakit jiwa, sebesar Rp. 90.000,-

Nah, saya ingin mengajak anda semua untuk melakukan hal yang serupa supaya gerakan ini bisa menjadi gerakan nasional yang bisa dilakukan oleh semua orang, baik yang Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan lain-lainnya. Alkitab mempunyai cerita tentang kota Niniwe yang mengadakan pertobatan secara serentak, secara nasional, di zaman nabi Yunus. Sebab kota Niniwe sendiri bukanlah tentang negeri Israel, melainkan tentang sebuah kota di wilayah Irak sekarang ini. Artinya, tentang bangsa-bangsa non Yahudi sebagaimana kita di Indonesia ini yang multietnis.

Alkitab menuliskan tentang kejahatan kota itu;

Yunus
1:1Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
1:2"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

ELOHIM YAHWEH mengutus nabi Yunus untuk mengultimatum penduduk di kota itu supaya mengadakan pertobatan nasional dalam waktu 40 hari. Jika peringatan itu tidak diindahkan maka ELOHIM YAHWEH hendak menunggangbalikkan kota besar itu.

Yunus  3:4Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

Itu menyatakan bahwa tingkat kejahatan kota itu sudah tidak bisa ditolelir lagi, sudah menyamai Sodom dan Gomora di zaman Lot. Tapi luarbiasanya respon pejabat di kota itu yang langsung memerintahkan seluruh masyarakatnya untuk bertobat;

Yunus
3:5Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
3:7Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
3:8Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."

Yah, daripada kita memelototin teroris lebih baik kita mencari pahala di hadapan TUHAN. Daripada kita ketakutan menghadapi teroris mending kita mempersiapkan bekal akherat kita. Sebab siapa tahu sebelum bom teroris meledakkan kita, kita lebih dahulu diledakkan oleh penyakit?! Luputnya kena bom, kena tabrak mobil, mana yang lebih baik?! Bukankah itu alat-alat yang TUHAN pakai untuk membinasakan kita?! Semakin hari semakin banyak alat pembinasa selain penyakit-penyakit baru, yang membuat kita seperti terkepung maut.

Yeh. 6:12Yang jauh akan mati karena sampar, yang dekat akan rebah karena pedang dan yang terluput serta terpelihara akan mati karena kelaparan. Demikianlah Aku akan melampiaskan amarah-Ku kepada mereka.

Yang jauh dari jangkauan teroris akan mati karena penyakit, yang dekat akan mati karena bom, yang luput dari penyakit dan bom akan mati karena kelaparan. Takkan ada yang bisa lolos!

Karena itu mari kita perbaiki tabiat hidup kita yang selama ini melalaikan kewajiban mengasihi sesama, menganggap benar hal-hal yang sesungguhnya salah. Mari kita mengenakan "jiwa yang benar" untuk menegakkan rasa kemanusiaan terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita. Mari kita ikuti aturan pemerintah dalam mengupah orang, yaitu UMR - Upah Minimum Regional, sebagai penghargaan terhadap seorang manusia yang tenaganya kita pakai, sebagai contoh jika kita menggunakan orangtua atau mertua kita untuk momong anak-anak kita. Jangan karena orangtua atau mertua atau adik atau saudara sendiri sehingga hak-haknya atas keuangan kita kurangi. Jangan karena sudah umum sehingga kita menggaji pembantu rumahtangga, pelayan toko, pelayan warung secara seenaknya sendiri. Jangan karena pekerja sosial sehingga kita sembrono menggajinya. Jangan kebodohan orang dijadikan alasan untuk menggajinya murah. Sebab sekalipun bodoh dia juga punya kebutuhan untuk hidupnya.

Saya ingin melihat kemiskinan itu adalah tentang orang yang hartanya sedikit, bukan tentang orang yang kekurangan makan. Mari kita tegakkan itu supaya para pembantu atau pelayan kita ketika pulang kampung bisa menafkahi orangtuanya dan menyekolahkan adik-adiknya, supaya mereka bisa mempunyai kekuatan ekonomi, bisa membuka usaha, bisa membeli rumah, bisa membeli mobil, dan lain-lainnya. Jangan kita menjadi penghambat kemajuan orang!

Jika penghasilan kita harian, baiklah kita menyisihkan, kita kumpulkan sampai berjumlah yang berarti untuk kita berikan ke seorang fakir miskin di sekitar kita. Jika penghasilan kita bulanan demikian pula kita sisihkan sebagiannya untuk fakir miskin. Dan bersedialah berkorban waktu untuk bongkar-bongkar gudang, siapa tahu ada barang bekas yang bisa diberikan untuk para pemulung.

Saya tidak tahu apakah orang-orang Kristen sanggup melaksanakan gagasan itu atau masih terlalu tinggi? Silahkan anda kirimkan berita-berita kebajikan anda atau photo-photo kebajikan anda supaya bisa memotivasi yang lainnya, ke: puteragembala_pg1@yahoo.co.id supaya saya publikasikan di blog ini, sebagaimana kebajikan para nabi, para rasul dan TUHAN yang dituliskan di dalam Alkitab dan dibaca oleh jutaan orang.

Mat. 4:24Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

>> Sebarluaskan ajakan ini! Mari kita perangi terorisme dengan kebajikan. Biarlah mereka merusak tapi kita harus terus membangun.

Hasil gambar untuk gambar berbagi sesama

Tidak ada komentar: