Jumat, 03 Agustus 2018

BUKAN GAYA ITUPUN GAYA

Ketika saya menuliskan tentang cara berdoa Kristen berdasarkan Al Kitab, yaitu dengan gaya menadahkan tangan dan mendongakkan kepalanya ke langit, tidak sebagaimana gaya berdoa Kristen akhir zaman yang lipat tangan tutup mata, seseorang berkomentar: "TUHAN melihat hati bukan melihat gaya berdoa kita".

Memangnya ada gaya yang bukan gaya? Sebab seperti apapun sikap tubuh kita itu semuanya adalah gaya. Apa yang menurut anda bukan gaya itu juga gaya. Yang salah adalah pemahaman anda tentang gaya seolah gaya itu milik artis. Kalau gayanya artis itu sebutannya: bergaya. Artinya suatu sikap yang dibuat-buat dengan tujuan untuk mempercantik diri ketika diphoto. Tapi kita bergaya menadahkan tangan dan mendongakkan kepala ke langit adalah demi memenuhi tuntutan Firman TUHAN. Untuk kemuliaan TUHAN, bukan untuk kemuliaan diri sendiri.

Mat. 3:15Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.

Jadi, entah kita berdiri atau duduk, entah tangan dilipat atau ditadahkan, entah bersedakap atau berkacak pinggang, entah mata merem atau melek, entah kepala menunduk atau mendongak, entah disengaja atau tidak disadari, semua sikap tubuh itu disebut gaya. Nah, jika lipat tangan atau menadahkan tangan sama-sama gayanya, mengapa kita tidak memilih gaya yang direkomendasikan Al Kitab?

Yes. 1:15Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

1Tim. 2:8Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Mrk. 7:34Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!"*, artinya: /Terbukalah!

Jika sebuah perintah yang ringan saja sangat berat untuk anda ikuti, bagaimana pula dengan perintah-perintah yang lebih di atasnya?

Naaman, panglima raja Aram ketika meminta disembuhkan penyakit kustanya oleh nabi Elisa, merasa gusar hatinya karena hanya disuruh mandi 7 kali di sungai Yordan. Dia pikir nabi Elisa akan memeriksa kustanya atau akan menyuntikkan imunisasi seperti dokter-dokter. Dia juga heran mengapa harus di sungai Yordan, padahal ada sungai Ciliwung atau Bengawan Solo yang lebih terkenal? Tapi para pegawainya menasehatinya:

2Raja-raja 5:11

Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
5:12Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
5:13Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
5:14Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Jadi, tirulah sikap positif Naaman itu yang mau merubah pikirannya setelah tahu kebenarannya;

Rm. 12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Hasil gambar untuk gambar artis action


Posting Komentar