Rabu, 05 September 2018

ARTI SELEMBAR HARI INI

Sebuah rumah tembok itu didirikan dari satu batubata ke satu batubata yang lainnya. Itu bukan satu tembok saja melainkan terdiri dari susunan batubata. Seperti susunan batubata demi batubata itulah hidup kita ini disusun dari hari ke hari. Sehari disusun dari jam ke jam sebanyak 24 jam. Tumpukan hari-hari yang berjumlah 7 hari itulah seminggu. Jika terkumpul 30 hari itulah sebulan, sedangkan jika terkumpul 365 hari itulah setahun. Dan saya mempunyai kumpulan tahun sebanyak 56 tahun atau 20.440 tumpukan hari.

ELOHIM YAHWEH memulai pengajaranNYA adalah tentang susunan hari-hari. Dari sehari ke sehari IA mengerjakan penciptaan alam semesta ini. Setiap hari ada batasannya; petang dan pagi atau malam dan siang dengan kata-kata penutupannya: "Itulah hari pertama", "Itulah hari kedua", dan seterusnya.

Kejadian 1:5Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Di dalam kehidupan kita, kitapun membagi 2 aktifitas rutin kita, yaitu bekerja di siang hari dan tidur di malam hari. Setiap hari kita tutup dengan tidur. Di jam bangun itulah merupakan kesempatan bagi kita untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Secara alamiah di malam hari tubuh ini mengalami kepenatan dan menuntut diistirahatkan; tidur! Wouh, persoalan sebesar dan seberat apapun menjadi "selesai" ketika kita tidur. Segala masalah terlupakan oleh: tidur. Uang segepok di meja, Handphone di genggaman tangan tak ada lagi harganya. Ketika mata mengantuk berat kita lupakan semuanya itu. Itu sebabnya para pencuri selalu menggunakan waktu malam hari untuk mencuri. Sebab orang yang sedang tidur terlalu mahal untuk bangun.

Harga yang termahal di dunia adalah tidur! Biarpun rumah digerayangi pencuri atau terbakar habis, tidur melupakan segala-galanya. Polisi dan Satpam yang bertugas jaga malampun jika mengantuk berat tak peduli lagi dengan resiko jabatannya dipecat. Orang yang sedang mengemudikan mobilpun ketika rasa ngantuk menyerangnya tak peduli lagi mobilnya hendak menabrak apapun.

Yah, TUHAN merancang tubuh kita seperti itu supaya kita tahu bahwa waktu itu ada batasannya. Batasan setiap hari adalah jam tidur. Sama seperti lembaran kertas di buku-buku. Setiap tulisan dibatasi oleh selembar halaman. Kita tidak mungkin memasukkan tulisan dalam sebuah buku ke dalam selembar kertas saja. Nggak muat. Tulisan yang berlebih harus kita pindahkan ke halaman berikutnya. Dari lembar ke lembar itulah sebuah buku dibentuk.

"Buku" saya hari ini sudah memuat cerita 20.440 halaman. Itupun rasanya masih akan bertambah terus dari waktu ke waktu. Luar biasanya, setiap hari mempunyai kisahnya sendiri. Yah, saya mempunyai 20.440 kisah dan itu berbeda dengan kisah-kisah anda. Setiap orang mempunyai kisah sendiri-sendiri setiap harinya.

Selembar hari adalah seperti selembar kertas putih. ELOHIM YAHWEH bagaikan Guru yang membagi-bagikan selembar kertas kepada setiap orang. Setiap orang diberinya selembar hari 24 jam. Nah, apakah yang hendak anda perlakukan terhadap lembaran kertas-kertas putih itu? Merobek-robeknya seperti orang-orang yang mengambil pilihan bunuh diri, yang tidak mau lagi melihat hari-harinya? Mencorat-coretnya dengan gambaran ngawur seperti orang-orang yang mengisi hidupnya dengan kehidupan yang tidak jelas? Berusaha membuat lukisan tapi hasilnya jelek karena tidak bakat melukis, seperti para pejabat yang berusaha jujur tapi gagal seperti semua anggota DPRD kota Malang yang diringkus KPK? Atau, siapakah yang berhasil membuat lukisan yang maha indah seperti Yohanes Andigala, bocah SMP di Belu yang memanjat tiang bendera?

Ketika bangun tidur, matahari bersinar, itulah selembar hari yang bagaikan kertas putih yang TUHAN berikan ke kita. Jika kita mengerti maksudnya, kita pasti akan sangat mensyukuri selembar hari yang diberikan kepada kita itu. Justru selembar hari yang baru itulah yang selalu kita nanti-nantikan dan merupakan kasih karunia TUHAN yang terbesar. Sebab melalui selembar hari itu kita diberikan kesempatan untuk memperbarui diri, memperbaiki kelakuan. Apa yang gagal di hari kemarin bisa kita coba lagi di hari yang baru ini. Hari ini adalah hari pembuktian pertobatan kita. Ketika semalam kita berdoa dengan menangiskan dosa-dosa kita, doa permohonan ampun kita masih digantung oleh ELOHIM YAHWEH, menunggu bukti di hari ini. Apa benar anda telah bertobat? Seperti KPK untuk menetapkan status tersangka seseorang harus mempunyai 2 alat bukti bahwa orang tersebut melakukan korupsi. TUHAN-pun menunggu bukti atas setiap pernyataan pertobatan kita. Sebab Fariz RM, musikus terkenal di era 80-an terbukti masih belum benar-benar bertobat dari narkobanya. Beberapa hari yang lalu ditangkap polisi lagi untuk keduakalinya.

Setelah tidur semalam menemukan matahari terbit kembali, itulah selembar harapan baru kita yang TUHAN berikan yang patut kita syukuri. Sebab banyak orang yang tertidur dan nasibnya terhenti selama-lamanya karena serangan jantung. Tak sempat dia baca berita koran hari ini, ketika presiden mengumumkan membagikan uang semilyar setiap orang. Dia menjadi orang yang tidak beruntung. Sebab setiap hari TUHAN membagikan peruntungan.

"Hari ini" bagi Habel adalah dibunuh Kain sebagai orang yang benar. "Hari ini" bagi Abraham adalah ketika ELOHIM YAHWEH menjumpainya. "Hari ini" bagi Lot adalah ketika diselamatkan dari api Sodom-Gomora. "Hari ini" bagi Musa adalah ketika diangkat TUHAN sebagai pemimpin Israel. "Hari ini" bagi bangsa Israel adalah ketika dibebaskan dari perbudakan Mesir. "Hari ini" bagi Naaman adalah ketika disembuhkan dari penyakit kustanya. "Hari ini" bagi Petrus adalah ketika ELOHIM YESHUA menjadikan muridNYA. "Hari ini" bagi Kornelius adalah ketika menerima pemberitaan Injil dari rasul Petrus. "Hari ini" bagi Saulus adalah ketika dihadang TUHAN di perjalanannya ke Damsyik. "Hari ini" bagi Sida-sida dari Etiopia adalah ketika Filipus membaptiskannya. "Hari ini" bagi saya adalah ketika TUHAN menggiring saya sebagai penginjilNYA.

Semua peristiwa besar dalam hidup kita adanya adalah di "hari ini". Di dalam waktu sehari itulah sesuatu yang ajaib bisa terjadi, entah baik ataupun tidak baik seperti peristiwa gempa bumi di Lombok. Dalam sehari saja nasib orang bisa berubah drastis. Ketika kemarin masih bisa tidur di kamar ber-AC, "hari ini" harus tidur di tenda-tenda pengungsian. "Hari ini" bagi Fariz RM adalah tidur di tahanan polisi. "Hari ini" bagi anggota DPRD kota Malang adalah harus tidur di tahanan KPK. Tapi "hari ini" bagi Lalu Muhammad Zohri dan Yohanes Andigala serta para artis pemenang medali emas Asian Games adalah hari bertabur kesenangan.

ELOHIM YESHUA mengajarkan untuk menyelesaikan permasalahan secara harian. Apapun masalahnya harus selesai dalam sehari;

Mat. 6:34Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Jangan menumpuk-numpuk permasalahan. Segala pertengkaran atau permusuhan harus ada perdamaian sebelum matahari terbenam;

Ulangan
24:12Jika ia seorang miskin, janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya;
24:13kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau. Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.

Peraturan Perjanjian Lama, jika seseorang memberikan pinjaman gadai pada seorang miskin tidak boleh menagih masuk ke rumah orang itu melainkan harus menunggu di luar supaya orang miskin itu yang menyampaikan pembayaran utangnya. Jika sampai magrib belum sanggup menebus gadaiannya, barang gadaian itu harus dikembalikan ke orang miskin itu. Orang kaya jangan sampai tidur bersama barang gadaian fakir miskin.

Di zaman dulu orang miskin menggadaikan pakaian atau selimut yang dikenakannya sehari-hari, yaitu barang keperluannya sehari-hari. Jika di zaman ini bisa jadi itu sepedamotor yang digunakannya untuk berdagang. Apa jadinya jika sepedamotor itu anda sita karena utang-utangnya? Jangan kejamlah! Jangan seperti Satpol PP yang merampasi barang dagangan orang tanpa perikemanusiaan.

Ef. 4:26Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

Oh, mengapa kamu menyimpan amarah, bukannya menyimpan uang? Mengapa jiwa ini dibiarkan dikotori oleh hal-hal yang salah?!

"Hari ini" marah-marah pada istri atau pada suami, marah-marah pada anak atau tetangga. Sudahkah anda melepaskan pengampunan atau mengajukan permohonan ampun baik kepada sesama maupun kepada TUHAN? Sudahkah anda mendaftar dosa-dosa di sepanjang hari ini dan memohonkan pengampunan pada TUHAN.

TUHAN memang MAHAPENGAMPUN tapi kita perlu menyebutkan dosa-dosa kita secara terperinci sebagai tanda bahwa kita mempunyai pengetahuan, yang mana yang berdosa dengan mana yang tidak berdosa. Sebab kalau kita sudah mengetahui akan lebih dekat dengan kesadaran dan pertobatan kita daripada kita tidak mengenalinya. Tentulah TUHAN prihatin jika suatu dosa justru anda anggap kebenaran sehingga tidak memerlukan pertobatan.

Tahu selingkuh itu salah dan mengandung resiko besar. Adakah anda menghentikannya pada "hari ini" atau malah bangga untuk melanjutkannya sampai perbuatan itu ketahuan dan muka anda bonyok?! Betapa bodohnya itu! TUHAN mengajak kita keluar dari kebodohan-kebodohan seperti itu.

Bila kita melihat matahari terbit di pagi hari; "hari ini", apakah yang akan kita torehkan di sepanjang hari yang suci itu?

Hasil gambar untuk gambar kertas
Posting Komentar